Ini dia daftar negara yang bisa kamu kunjungi tanpa pengurusan visa fisik di kedubes dengan paspor Indonesia kamu! Bebas visa fisik ke negara-negara terkenal seperti Maldives, Jepang dan Hong Kong dan lainnya lho!

Gunung Fuji adalah salah satu ikon paling terkenal di Jepang sekaligus destinasi impian banyak wisatawan dari seluruh dunia. Dengan ketinggian mencapai 3.776 meter, gunung berapi tertinggi di Jepang ini memang menjadi incaran para pendaki yang ingin merasakan sensasi berdiri di puncaknya. Namun, mendaki Gunung Fuji bukanlah perjalanan yang mudah. Selain membutuhkan kondisi fisik yang prima, pendakian juga hanya dibuka pada musim tertentu setiap tahunnya.
Baca juga: Mendaki Gunung Fuji, Panduan Pendakian Yang Harus Kamu Tahu
Kabar baiknya, kamu tidak perlu bersusah payah mendaki untuk menikmati keindahan Gunung Fuji. Di berbagai penjuru Jepang, terdapat banyak tempat yang menawarkan pemandangan Gunung Fuji dari sudut yang tak kalah spektakuler. Mulai dari pagoda bersejarah, danau yang tenang, desa tradisional, hingga mata air sebening kristal, semuanya menyuguhkan panorama yang begitu memukau. Kalau kamu ingin menikmati pesona Gunung Fuji dengan cara yang lebih santai, berikut rekomendasi tempat terbaik yang wajib masuk itinerary-mu.
Kalau kamu pernah melihat kartu pos, kalender, wallpaper, atau unggahan Instagram tentang Gunung Fuji, kemungkinan besar foto tersebut diambil dari Chureito Pagoda.
Berada di Kota Fujiyoshida, Prefektur Yamanashi, pagoda lima lantai ini menjadi salah satu spot paling ikonik untuk menikmati pemandangan Gunung Fuji.
Namun, untuk mendapatkan panorama terbaik, kamu harus sedikit berusaha.
Dari area bawah, kamu perlu menaiki sekitar 400 anak tangga menuju dek observasi.
Tenang saja, meskipun cukup menguras tenaga, semua rasa lelah akan langsung terbayar begitu sampai di atas.
Dari sini kamu akan disambut pemandangan yang benar-benar ikonik.
Pagoda merah yang berdiri megah berpadu dengan lanskap Kota Fujiyoshida dan latar belakang Gunung Fuji yang menjulang tinggi menciptakan panorama yang begitu sempurna.
Kalau datang saat musim semi, suasananya akan semakin cantik karena ribuan bunga sakura bermekaran mengelilingi area pagoda.
Sedangkan pada musim gugur, pepohonan berubah menjadi warna merah dan oranye yang membuat pemandangan terasa begitu dramatis.
Yang paling kami sukai, tempat ini bisa dinikmati oleh siapa saja tanpa harus memiliki kemampuan mendaki.
Bahkan, Chureito Pagoda menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan yang melakukan day trip dari Tokyo karena lokasinya relatif mudah dijangkau.
Kalau berbicara tentang tempat terbaik melihat Gunung Fuji tanpa mendaki, Lake Kawaguchi hampir selalu berada di urutan pertama.
Danau ini merupakan salah satu dari Fuji Five Lakes yang paling populer dan menjadi favorit wisatawan lokal maupun mancanegara.
Keindahan utama Lake Kawaguchi adalah fenomena yang dikenal sebagai Upside Down Fuji.
Saat cuaca cerah dan permukaan air tenang, bayangan Gunung Fuji akan terpantul sempurna di atas danau, menciptakan pemandangan simetris yang sangat memukau.
Tidak heran kalau banyak fotografer rela datang sejak matahari terbit hanya untuk mengabadikan momen tersebut.
Pesona Lake Kawaguchi juga berubah mengikuti musim.
Saat musim semi, bunga sakura bermekaran di sepanjang tepian danau.
Sedangkan saat musim gugur, pepohonan berubah menjadi warna merah, kuning, dan oranye yang membuat suasana terasa semakin romantis.
Selain menikmati pemandangan, ada banyak aktivitas yang bisa kamu lakukan di kawasan ini.
Mulai dari naik kapal wisata mengelilingi danau, mencoba Mount Fuji Panoramic Ropeway, bersantai di pemandian air panas (onsen), hingga mampir ke berbagai museum dan kafe yang menghadap langsung ke Gunung Fuji.
Karena lokasinya cukup dekat dari Tokyo, Lake Kawaguchi menjadi pilihan sempurna untuk liburan singkat atau weekend getaway.
Kalau kamu ingin menikmati Gunung Fuji dengan suasana yang santai tanpa harus mendaki, tempat ini benar-benar wajib dikunjungi.
Masih berada di kawasan Fuji Five Lakes, Lake Yamanaka merupakan danau terbesar di antara kelima danau tersebut.
Berbeda dengan Lake Kawaguchi yang selalu ramai wisatawan, Lake Yamanaka menawarkan suasana yang jauh lebih tenang.
Dan justru itulah daya tarik utamanya.
Bentangan danau yang luas membuat hampir setiap sudutnya memiliki panorama Gunung Fuji tanpa terhalang bangunan.
Saat cuaca cerah, Gunung Fuji tampak berdiri megah dengan refleksi yang begitu indah di permukaan air.
Salah satu pemandangan yang paling khas di sini adalah kehadiran angsa-angsa putih yang berenang santai di danau.
Perpaduan Gunung Fuji, air yang tenang, dan angsa membuat suasananya terasa begitu damai.
Kalau kamu menyukai aktivitas outdoor, kawasan ini juga menawarkan banyak pilihan kegiatan.
Kamu bisa bersepeda mengelilingi danau melalui jalur khusus, bermain kayak, mencoba paddle board, atau menikmati kapal wisata sambil melihat Gunung Fuji dari tengah danau.
Saat musim dingin, salju yang menutupi puncak Gunung Fuji berpadu dengan langit biru dan air danau menciptakan kontras warna yang benar-benar memanjakan mata.
Bagi kamu yang ingin menghindari keramaian sekaligus menikmati suasana alam yang lebih tenang, Lake Yamanaka bisa menjadi pilihan terbaik.
Kalau kamu ingin menikmati Gunung Fuji sambil merasakan suasana pedesaan Jepang tempo dulu, Oshino Hakkai adalah tempat yang wajib dikunjungi.
Desa kecil yang berada di antara Lake Kawaguchi dan Lake Yamanaka ini terkenal karena memiliki delapan kolam mata air alami yang berasal dari lelehan salju Gunung Fuji.
Menariknya, air tersebut telah melewati proses penyaringan alami oleh lapisan batu vulkanik selama puluhan tahun.
Hasilnya?
Airnya begitu jernih hingga kamu bisa melihat ikan berenang dengan sangat jelas di dasar kolam.
Berjalan kaki di Oshino Hakkai terasa seperti kembali ke Jepang zaman dahulu.
Rumah-rumah tradisional beratap jerami, jembatan kayu kecil, aliran sungai yang tenang, serta pepohonan hijau menciptakan suasana yang begitu damai.
Saat cuaca cerah, Gunung Fuji berdiri megah tepat di belakang desa.
Pemandangan ini membuat Oshino Hakkai terasa seperti lukisan hidup atau kartu pos yang benar-benar nyata.
Berbeda dengan beberapa spot populer lainnya yang selalu dipenuhi wisatawan, Oshino Hakkai menawarkan suasana yang lebih santai sehingga kamu bisa menikmati keindahan alam sekaligus budaya lokal tanpa terburu-buru.
Selain berburu foto, jangan lupa juga mencicipi berbagai camilan khas Jepang yang dijual di sekitar desa.
Mulai dari mochi, es krim, hingga makanan tradisional lokal yang membuat pengalamanmu semakin lengkap.
Kalau biasanya Gunung Fuji identik dengan danau atau pegunungan, di Miho no Matsubara kamu akan melihat sisi yang benar-benar berbeda.
Terletak di Prefektur Shizuoka, kawasan pesisir ini menawarkan kombinasi panorama yang sangat unik: hamparan laut biru, deretan pohon pinus, dan Gunung Fuji yang menjulang megah di kejauhan.
Miho no Matsubara membentang sekitar 7 kilometer di sepanjang garis pantai dan dihiasi lebih dari 30.000 pohon pinus. Pemandangan inilah yang menjadikannya sebagai salah satu lanskap paling terkenal di Jepang.
Saat cuaca cerah, Gunung Fuji terlihat berdiri anggun di balik Teluk Suruga, menciptakan panorama yang begitu menenangkan.
Keindahan tempat ini bahkan telah menginspirasi banyak seniman dan penyair Jepang selama ratusan tahun. Salah satunya adalah pelukis legendaris Katsushika Hokusai, yang mengabadikan lanskap Miho no Matsubara dalam karya ukiyo-e miliknya.
Karena nilai budaya dan sejarahnya yang tinggi, kawasan ini juga diakui sebagai bagian dari Situs Warisan Dunia UNESCO Gunung Fuji sejak tahun 2013.
Di sini kamu bisa berjalan santai di sepanjang pantai, menjelajahi hutan pinus, atau sekadar duduk menikmati suara ombak sambil memandang Gunung Fuji.
Perpaduan warna biru laut, hijaunya pepohonan, dan putihnya salju di puncak Gunung Fuji menciptakan panorama yang benar-benar berbeda dibanding spot lainnya.
Kalau kamu ingin menikmati Gunung Fuji tanpa keramaian wisatawan, Miho no Matsubara adalah pilihan yang sangat layak dipertimbangkan.
Kalau ingin menikmati Gunung Fuji sekaligus relaksasi, Hakone adalah destinasi yang tidak boleh dilewatkan.
Berjarak tidak terlalu jauh dari Tokyo, kawasan pegunungan ini terkenal dengan onsen (pemandian air panas), ryokan tradisional, dan panorama alam yang begitu indah.
Salah satu spot paling terkenal di Hakone adalah Danau Ashi (Lake Ashi).
Saat cuaca sedang cerah, kamu bisa melihat Gunung Fuji berdiri megah di balik permukaan danau yang tenang.
Cara terbaik menikmati pemandangan ini adalah dengan menaiki kapal wisata yang berlayar melintasi Danau Ashi.
Kalau datang saat musim gugur, pemandangannya terasa semakin spektakuler karena pepohonan di sekitar danau berubah menjadi warna merah, kuning, dan oranye.
Selain itu, jangan lewatkan pengalaman naik Hakone Ropeway.
Kereta gantung ini membawamu melintasi pegunungan, lembah vulkanik Owakudani, hingga berbagai lanskap alam yang memukau.
Saat langit cerah, Gunung Fuji akan terlihat jelas dari dalam gondola sehingga perjalanan terasa semakin berkesan.
Namun daya tarik Hakone tidak berhenti di situ.
Setelah puas berkeliling, kamu bisa menginap di ryokan tradisional Jepang, lalu berendam di onsen sambil menikmati udara pegunungan yang sejuk.
Bayangkan menutup hari dengan berendam di air panas alami sambil melihat siluet Gunung Fuji di kejauhan.
Pengalaman seperti ini mungkin menjadi salah satu momen paling menenangkan selama liburanmu di Jepang.
Bagi kami, Hakone adalah tempat sempurna untuk menikmati perpaduan antara alam, budaya, dan relaksasi dalam satu destinasi.
Kalau kamu berkunjung ke Jepang saat musim semi, jangan sampai melewatkan Fuji Shibazakura Festival.
Festival tahunan ini menjadi salah satu cara paling indah untuk menikmati Gunung Fuji.
Setiap tahun, kawasan di kaki Gunung Fuji berubah menjadi lautan bunga shibazakura (moss phlox) berwarna merah muda, ungu, putih, hingga magenta yang membentang sejauh mata memandang.
Lebih dari 500.000 bunga bermekaran dan membentuk pola-pola cantik yang membuat siapa pun sulit berhenti memotret.
Di kejauhan, Gunung Fuji yang masih diselimuti salju berdiri megah menjadi latar belakang yang begitu sempurna.
Kontras antara warna-warni bunga dengan putihnya puncak Gunung Fuji menciptakan salah satu panorama musim semi paling ikonik di Jepang.
Festival ini biasanya berlangsung mulai pertengahan April hingga akhir Mei, sehingga hanya bisa dinikmati dalam waktu yang terbatas setiap tahunnya.
Selain menikmati taman bunga, kamu juga bisa mencicipi berbagai kuliner khas daerah, berbelanja produk lokal, hingga mengunjungi area observasi yang memang dirancang khusus untuk mendapatkan foto terbaik dengan latar Gunung Fuji.
Suasananya juga sangat meriah sehingga cocok dikunjungi bersama keluarga, pasangan, maupun solo traveler.
Kalau kamu mencari pengalaman yang benar-benar berbeda, Fuji Shibazakura Festival wajib masuk bucket list.
Baca juga: Wisata Gunung Fuji, 15 Destinasi Menarik Untuk Liburan Kamu Di Jepang
Mendaki Gunung Fuji memang menjadi impian banyak orang. Namun keindahan gunung paling ikonik di Jepang ternyata bisa dinikmati dengan cara yang jauh lebih santai. Mulai dari panorama klasik Chureito Pagoda, refleksi sempurna di Lake Kawaguchi, suasana damai di Lake Yamanaka, pesona desa tradisional Oshino Hakkai, pemandangan pesisir di Miho no Matsubara, relaksasi di Hakone, hingga hamparan bunga warna-warni di Fuji Shibazakura Festival, semuanya menawarkan sudut pandang yang berbeda namun sama-sama memukau.
Setiap musim menghadirkan wajah Gunung Fuji yang berbeda. Karena itulah, tidak ada waktu yang benar-benar salah untuk berkunjung. Tinggal sesuaikan dengan pengalaman yang ingin kamu rasakan, apakah ingin berburu bunga sakura, menikmati dedaunan musim gugur, melihat puncak bersalju di musim dingin, atau menyaksikan lautan bunga shibazakura di musim semi. Jadi, kalau kamu sedang merencanakan liburan ke Jepang, jangan hanya memasukkan Gunung Fuji ke dalam daftar destinasi. Pilih salah satu spot terbaik di atas, siapkan kameramu, dan nikmati keindahan Gunung Fuji dari sudut yang mungkin belum pernah kamu bayangkan sebelumnya.
Dipublikasikan pada
Dapatkan tips dan berita travel terbaru!
Ini dia daftar negara yang bisa kamu kunjungi tanpa pengurusan visa fisik di kedubes dengan paspor Indonesia kamu! Bebas visa fisik ke negara-negara terkenal seperti Maldives, Jepang dan Hong Kong dan lainnya lho!
Ini dia 10 gunung yang harus kamu daki di Indonesia untuk melihat pemandangan mempesona negara kita! Mulai dari gunung yang mudah didaki hingga gunung yang tersusah untuk dijajahi!
Lupakan Perancis dan Inggris! Kunjungi 10 negara di Eropa ini yang tidak kalah cantik tapi jauh lebih murah dan luar biasa saja.
Siapa bilang tidak ada yang bisa dilihat di Surabaya? Ini dia 10 tempat di Surabaya yang harus kamu kunjungi!
Artikel ini dikontribusikan dan ditranslasikan oleh Seoul Wanderlust Stories. For the English version of this article, read it here. Ini dia 10 tempat di Seoul favoritku yang bisa dijadikan background keren untuk foto Instagram kamu! Nota: Tempat-tempat disini hanya tempat yang pernah saya kunjungi langsung. Di akhir daftar, saya akan memasukkan beberapa tempat ekstra yang instagramable juga tapi […]
Menginap mulai dari Rp 80 ribu!
Siap berpose unik dengan latar papan Glico di Dotonbori?
Nggak nyoba, nggak sah!
Liburan ke Thailand Bersama Anak? Ini Panduan Lengkap Destinasi Ramah Keluarga yang Wajib Dikunjungi
Yuk, ikuti perjalanan kami menjelajahi 10 tempat wisata terbaik di Kuala Lumpur yang cocok dikunjungi dalam satu hari!