Alat bantu ini akan membuat tidurmu di kereta, pesawat atau bus jadi lebih nyaman, deh!

Kabar kurang menyenangkan datang dari salah satu destinasi impian banyak wisatawan Indonesia di Jepang. Kalau kamu punya rencana untuk berburu foto sakura dengan latar belakang Gunung Fuji di Kota Fujiyoshida musim semi ini, sepertinya kamu harus menelan kekecewaan. Pemerintah setempat secara resmi mengumumkan pembatalan Arakurayama Sengen Park Cherry Blossom Festival yang seharusnya digelar tahun 2026 ini.
Baca juga: Prediksi Mekarnya Bunga Sakura di Jepang 2026, Jadwal dan Spot Terbaik
Keputusan ini tentu bukan tanpa alasan yang kuat. Bukannya masalah cuaca atau bunga yang tidak mekar, melainkan karena perilaku wisatawan yang dianggap sudah "lewat batas". Kota Fujiyoshida, yang terkenal dengan pemandangan Pagoda Chureito-nya, terpaksa mengambil langkah drastis ini demi keamanan dan kenyamanan warga lokal.

Image credit: magicflute002 | Canva Pro
Pembatalan ini merupakan langkah drastis yang diambil pemerintah setempat akibat tekanan overtourism yang sudah tidak terbendung. Membeludaknya jumlah wisatawan dari berbagai belahan dunia dalam waktu singkat menyebabkan kemacetan lalu lintas yang parah dan dirasa mengganggu mobilitas penduduk lokal.
Selain masalah kemacetan, perilaku wisatawan yang kurang disiplin juga menjadi faktor utama di balik keputusan ini. Dikabarkan ada laporan mengenai turis yang masuk ke area pribadi milik warga tanpa izin untuk buang air.
Tidak hanya itu, tumpukan sampah yang ditinggalkan sembarangan di area taman juga menjadi masalah. Pemerintah kota merasa bahwa tanpa pembatalan festival, kontrol terhadap ketertiban dan kebersihan lingkungan akan sulit dipertahankan, mengingat fasilitas yang ada saat ini sudah kewalahan menampung antusiasme wisatawan.

Image credit: Robbin Lee | Canva Pro
Agar tetap menjadi tamu yang sopan dan tidak menambah beban bagi warga lokal, ada beberapa aturan tak tertulis yang wajib kamu patuhi saat melihat sakura di Jepang:
Jangan Pernah Menyentuh Pohon: Bunga sakura sangat rapuh. Jangan sekali-kali menggoyangkan dahan atau memetik bunganya hanya demi efek foto yang estetik.
Sampah Adalah Tanggung Jawabmu: Di Jepang, tempat sampah umum cukup jarang ditemukan. Selalu bawa plastik sampah sendiri dan bawa pulang sampahmu sampai ke hotel atau tempat sampah yang sesuai.
Hormati Privasi Warga: Jangan masuk ke pekarangan rumah orang atau menghalangi pintu masuk bangunan milik warga lokal.
Jaga Volume Suara: Menikmati sakura adalah momen yang tenang. Hindari berbicara terlalu keras atau memutar musik dengan kencang di area publik.

Image credit: magicflute002 | Canva Pro
Meskipun festivalnya batal, Taman Arakurayama Sengen tetap dibuka untuk umum. Artinya, kamu masih punya kesempatan untuk melihat pemandangan legendaris Gunung Fuji yang berpadu dengan indahnya bunga sakura dan Pagoda Chureito.
Baca juga: Mengenal Hanami dan Hal-hal Yang Tidak Boleh Dilakukan Saat Melihat Bunga Sakura di Jepang
Pemerintah Kota Fujiyoshida juga tetap berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi wisatawan yang datang. Saat ini, mereka telah mengerahkan petugas keamanan di beberapa titik strategis. Selain itu, toilet portabel tambahan juga sudah disediakan di area taman demi menunjang kebutuhan pengunjung. Mengingat segala upaya yang telah dilakukan oleh pihak pengelola, wisatawan sangat dihimbau untuk berperilaku sopan dan mengikuti etiket dasar dalam berwisata ke negara lain.
Cover image credit: Shawn.ccf | Canva Pro
Dipublikasikan pada
Dapatkan tips dan berita travel terbaru!
Alat bantu ini akan membuat tidurmu di kereta, pesawat atau bus jadi lebih nyaman, deh!
sensasi tidur ala jepang di jaman dahulu
sarapan nikmat di Jogja
belanja hemat & ramah lingkungan di Singapura!
barang wajib punya nih!
Kamu juga berkesempatan mendapat sehwa di Istana Gyeongbokgung.
Ada yang dindingnya terbuat dari akuarium!
Porsi besar dengan daging yang lembut!
Mulai dari yang menggabungkan teknologi hingga yang kental dengan budaya Korea.
sensasi tidur ala jepang di jaman dahulu