Memang terkadang sulit untuk mencari makanan yang tepat untuk orang Muslim saat berlibur. Kunjungi 5 restoran halal di Ho Chi Minh City ini saat berlibur ke Vietnam ya!

Bagi banyak pelancong, agenda liburan ke Mesir rasanya belumlah lengkap tanpa berdiri langsung mengagumi kemegahan Piramida Giza. Deretan batu kuno yang eksotis, siraman cahaya matahari gurun, siluet patung Sphinx yang legendaris, serta jalinan sejarah masa lalu menciptakan salah satu momen perjalanan sekali seumur hidup yang paling dinantikan.
Namun, tahukah kamu kalau cara wisatawan menikmati keindahan kompleks keajaiban dunia ini sekarang sudah mulai berubah?
Baca juga: Nusantara Rasa Timur Tengah, Rekomendasi 7 Wisata Gurun Pasir di Indonesia
Mesir kini tengah bergerak menuju konsep pariwisata yang lebih tertata rapi dan etis di kawasan Giza. Aktivitas menunggangi unta serta kuda di sekitar area piramida perlahan mulai dihapus dan dilarang, untuk kemudian digantikan dengan armada bus listrik, kereta shuttle, serta opsi transportasi lainnya yang jauh lebih ramah lingkungan. Langkah transformatif ini diambil sebagai respons atas kekhawatiran panjang terkait kesejahteraan hewan, masalah kemacetan turis yang parah, serta urgensi untuk memodernisasi salah satu situs warisan budaya paling ikonik di dunia ini.
Image credit: MaRabelo | Canva Pro
Di bawah naungan sistem baru ini, kendaraan pribadi maupun bus pariwisata besar sudah tidak diizinkan lagi untuk berkendara masuk langsung ke dalam area inti Giza. Sebagai gantinya, kamu akan diarahkan melalui pintu masuk baru yang telah disentralisasi, untuk kemudian diantar berkeliling situs menggunakan kendaraan listrik yang ramah lingkungan. Tujuan utama dari kebijakan ini adalah untuk memangkas tingkat kemacetan, menekan polusi udara, serta menciptakan alur pergerakan wisatawan yang lebih mulus saat menjelajahi piramida, patung Sphinx, hingga area makam-makam kuno di sekitarnya.
Bagi kamu yang hendak berkunjung, ini artinya pengalaman lama di mana wisatawan bisa tiba sangat dekat di samping monumen menggunakan mobil pribadi, bus wisata, unta, atau kuda akan semakin jarang ditemui. Bersiaplah untuk menyambut sistem baru yang jauh lebih terorganisasi, lengkap dengan jalur transportasi khusus, titik akses masuk yang diperbarui, serta komitmen kuat menuju mobilitas hijau.
Perubahan besar ini merupakan bagian dari proyek revitalisasi skala masif di Dataran Tinggi Giza yang dipimpin oleh pemerintah Mesir bersama Orascom Pyramids Entertainment. Proyek ini juga mencakup peningkatan fasilitas umum bagi wisatawan, sistem pemesanan tiket secara daring, hingga pekerjaan restorasi berkala di sekitar situs arkeologi. Menurut laporan dari Condé Nast Traveller Middle East, sebanyak 45 unit bus listrik disiapkan khusus untuk melayani mobilitas wisatawan di titik-titik krusial sepanjang dataran tinggi tersebut.
Image credit: Selenay Tunca | Canva Pro
Langkah tegas ini diambil bukan semata-mata demi kenyamanan fasilitas saja, melainkan juga demi menjunjung tinggi kesejahteraan hewan.
Selama bertahun-tahun, berbagai organisasi hak asasi hewan serta komunitas wisatawan internasional terus menyuarakan keprihatinan mendalam terkait cara memperlakukan unta dan kuda yang dijadikan tunggangan wisata di sekitar piramida. Banyak laporan yang membeberkan fakta memprihatinkan bahwa hewan-hewan tersebut dipaksa bekerja terlampau keras di bawah sengatan cuaca gurun yang ekstrem, tidak diberikan waktu istirahat dan tempat bernaung yang layak, serta lebih sering dieksploitasi sebagai properti foto estetik ketimbang dirawat sebagai hewan pekerja dengan semestinya.
Seiring dengan meningkatnya kesadaran global akan tren wisata yang etis, semakin banyak perusahaan perjalanan dunia yang mulai menghapus aktivitas naik unta mereka. Berdasarkan laporan Travel Weekly, tercatat ada hampir 50 operator tur dan perusahaan perjalanan besar yang telah menyatakan sikap untuk tidak lagi menawarkan aktivitas tunggangan unta di depan Piramida Giza, termasuk nama-nama raksasa seperti Airbnb Experiences, ToursByLocals, Abercrombie & Kent, Trafalgar, Contiki, hingga Flash Pack.
Bagi kamu sebagai wisatawan Muslim, kebijakan ini menambahkan satu esensi etis yang sangat penting dalam petualanganmu. Ajaran Islam sangat menekankan rasa kasih sayang terhadap sesama makhluk hidup termasuk hewan, serta melarang keras segala bentuk perbuatan yang menganiaya atau menyakiti mereka. Jika dahulu berfoto di atas unta berlatar piramida dianggap sebagai momen wajib untuk memenuhi daftar impian liburan, kini pilihan yang jauh lebih bijak dan bertanggung jawab adalah menikmati keindahan lanskap tersebut tanpa ikut mendukung aktivitas yang berpotensi merugikan kesejahteraan hewan.
Image credit: Merydolla | Canva Pro
Tentu saja, langkah perpindahan sistem baru ini tidak serta-merta berjalan mulus tanpa hambatan. Para pelaku usaha sewa kuda dan unta sempat menggelar aksi protes terhadap sistem baru ini setelah posisi mereka dipindahkan ke zona parkir khusus yang letaknya jauh lebih terpencil dari gerbang masuk utama turis. Beberapa pelaku usaha mengeluhkan bahwa relokasi ini dapat berdampak signifikan pada penurunan pendapatan mereka. Di sisi lain, para pengunjung dan pemandu wisata juga sempat mengeluhkan adanya kebingungan serta antrean yang mengular selama masa uji coba awal akibat jumlah armada bus listrik yang belum memadai.
Melansir informasi dari Ahram Online, Kementerian Pariwisata dan Purbakala Mesir menjelaskan bahwa kendala tersebut sebagian disebabkan oleh adanya beberapa oknum penyedia jasa hewan yang tidak mematuhi aturan penempatan zona yang telah ditentukan, sehingga menghambat kelancaran operasional bus di dalam situs. Guna mengatasi hal tersebut, pihak kementerian langsung menginstruksikan jajarannya untuk menambah jumlah armada bus yang beroperasi di dataran tinggi demi mendongkrak kenyamanan kunjungan wisatawan.
Dengan kata lain, sistem pariwisata di sini masih terus berproses dan menyempurnakan diri. Jika kamu berencana datang dalam waktu dekat, ada baiknya bersiap mengantisipasi beberapa kendala awal, terutama saat jam-jam sibuk, jarak berjalan kaki yang mungkin terasa lebih jauh, hingga waktu tunggu ketersediaan transportasi shuttle.
Image credit: Andreea Ch | Canva Pro
Mesir akan selalu menjadi salah satu destinasi yang paling bermakna bagi wisatawan Muslim, khususnya bagi kamu yang memiliki ketertarikan mendalam pada sejarah Islam, peradaban kuno, serta kenyamanan wisata ramah muslim. Kota Kairo berdiri megah dengan jajaran masjid yang menakjubkan, kekayaan arsitektur Islam yang bernilai seni tinggi, serta budaya kuliner lokal di mana opsi makanan halal sangat mudah ditemukan di setiap sudut jalan jika dibandingkan dengan destinasi non-muslim lainnya.
Meski demikian, kunjungan ke area piramida tetap menuntut persiapan praktis yang matang dari diri kamu:
Cek Aturan Masuk Terbaru: Pastikan kamu selalu memeriksa regulasi masuk dan akses transportasi paling mutakhir sebelum berangkat, terutama jika kamu sedang berlibur bersama orang tua lansia atau anak-anak yang mungkin akan cepat lelah jika harus berjalan kaki jauh. Penerapan sistem baru ini berpotensi membuat kamu harus berjalan kaki lebih banyak di antara titik penurunan penumpang, area pemeriksaan keamanan, hingga spot pengamatan panorama.
Atur Waktu Salat dengan Cermat: Jangan berasumsi bahwa setiap titik objek wisata purbakala menyediakan ruang musala khusus di dalamnya. Langkah terbaik adalah menunaikan ibadah salat terlebih dahulu sebelum kamu beranjak menuju area dataran tinggi piramida. Tidak ada salahnya juga untuk selalu membawa sajadah lipat portabel yang praktis di dalam tas kamu, atau jadwalkan waktu untuk mampir ke masjid terdekat sekembalinya ke hotel jika agenda perjalananmu cukup fleksibel.
Gunakan Pakaian Sesuai Lingkungan Gurun: Pilihlah setelan pakaian yang berbahan ringan, sopan, dan memiliki sirkulasi udara yang baik, terutama jika kamu datang saat musim panas. Memakai topi, kacamata hitam, mengoleskan tabir surya, serta selalu membawa botol minum isi ulang akan sangat membantu menjaga kenyamanan tubuh kamu di bawah terik matahari gurun.
Bersikap Selektif Saat Memesan Tur: Ketika kamu sedang memilih atau memesan paket perjalanan, tanyakan secara detail apakah itinerary yang mereka tawarkan masih melibatkan aktivitas tunggangan hewan atau tidak. Jika iya, jangan ragu untuk meminta alternatif lain yang lebih etis, seperti menggunakan fasilitas shuttle listrik, mengambil rute berjalan kaki dengan pemandu, atau sekadar berhenti di spot foto panorama yang aman.
Image credit: Selenay Tunca | Canva Pro
Piramida Giza sudah berdiri dengan begitu megah dan menakjubkan apa adanya, tanpa kamu perlu menunggangi hewan apa pun hanya demi mendapatkan selembar foto estetik.
Kamu tetap bisa meresapi keajaiban Giza secara maksimal lewat berbagai aktivitas seru lainnya, seperti mengikuti tur sejarah bersama pemandu profesional, berburu foto di berbagai titik pandang, mengeksplorasi kemegahan area patung Sphinx dan kompleks makam kuno di sekitarnya, hingga mengunjungi kawasan Grand Egyptian Museum yang megah.
Banyak operator tur kini telah berinovasi mengganti aktivitas naik unta dengan pengalaman baru yang jauh lebih bermakna, seperti sesi bersantap kuliner lokal yang autentik, mendengarkan kisah dongeng budaya setempat, atau mengunjungi spot foto tersembunyi dengan akses khusus.
Bagi wisatawan Muslim, cara berkunjung seperti ini justru bisa membuat petualangan kamu terasa jauh lebih khidmat dan bernilai spiritual. Alih-alih terburu-buru berpindah spot demi mengejar foto yang terkesan dipaksakan, kamu bisa memanfaatkan waktu yang ada untuk merenungi keagungan ciptaan-Nya, merefleksikan kembali berbagai kisah dalam ayat suci Al-Qur'an mengenai runtuhnya peradaban-peradaban besar masa lalu, serta menjadi pengingat bahwa setiap perjalanan yang kita lakukan sudah sepatutnya membawa keindahan sekaligus kebermanfaatan bagi alam sekitar.
Image credit: SrdjanPav | Canva Pro
Jika Mesir sudah masuk ke dalam daftar rencana liburan kamu berikutnya, pastikan untuk mencatat baik-baik pembaruan regulasi ini sebelum kamu memesan tiket penerbangan. Piramida Giza tetap berdiri kokoh menyambut kedatanganmu sebagai salah satu pengalaman perjalanan paling menakjubkan di dunia, namun cara kita menikmatinya kini telah bergeser ke arah yang lebih baik.
Sebelum melangkah pergi, pastikan kamu selalu memantau pembaruan informasi resmi dari pihak pengelola situs, datanglah lebih awal di pagi hari, alokasikan waktu ekstra untuk antrean transportasi, hindari pemanfaatan jasa sewa unta maupun kuda, serta pilihlah agensi travel yang memiliki komitmen nyata terhadap prinsip pariwisata yang etis dan bertanggung jawab.
Baca juga: Panduan Dan Tips Liburan Di Tengah Panas Ekstrem
Piramida Giza akan selalu menjadi simbol ikonik dunia yang abadi. Kini, dengan adanya sistem baru ini, tersimpan harapan besar agar pariwisata di sana dapat berjalan dengan lebih teratur, berkelanjutan, serta jauh lebih ramah terhadap hewan-hewan yang telah lama menjadi bagian dari lanskap sejarahnya.
Dipublikasikan pada
Dapatkan tips dan berita travel terbaru!
Memang terkadang sulit untuk mencari makanan yang tepat untuk orang Muslim saat berlibur. Kunjungi 5 restoran halal di Ho Chi Minh City ini saat berlibur ke Vietnam ya!
Pengen ke Jepang dengan budget terbatas? Pastikan kamu menghemat biaya menggunakan beberapa tips hemat jalan-jalan ke Jepang ini!
Meskipun suka dikategorikan dalam destinasi mahal untuk berlibur, ada juga lo aktivitas gratis di Dubai!
Tidak perlu bingung lagi mencari restoran Halal di Bangkok saat berlibur ke Thailand!
Daripada bingung tidak tahu mau beli oleh-oleh apa untuk teman-temanmu, simpan daftar souvenir dari Korea ini untuk refrensimu.
Menginap mulai dari Rp 80 ribu!
Siap berpose unik dengan latar papan Glico di Dotonbori?
Nggak nyoba, nggak sah!
Liburan ke Thailand Bersama Anak? Ini Panduan Lengkap Destinasi Ramah Keluarga yang Wajib Dikunjungi
Yuk, ikuti perjalanan kami menjelajahi 10 tempat wisata terbaik di Kuala Lumpur yang cocok dikunjungi dalam satu hari!