Ini dia daftar negara yang bisa kamu kunjungi tanpa pengurusan visa fisik di kedubes dengan paspor Indonesia kamu! Bebas visa fisik ke negara-negara terkenal seperti Maldives, Jepang dan Hong Kong dan lainnya lho!

Bagi banyak orang, anime dan manga bukan sekadar hiburan. Rasanya pasti masih ingat bagaimana serunya bangun pagi di akhir pekan hanya untuk menonton Dragon Ball, Doraemon, Sailor Moon, Pokémon, hingga berbagai anime legendaris lainnya. Meski beberapa serial favorit sudah tamat, kenangan masa kecil itu ternyata masih bisa kamu hidupkan kembali saat berkunjung ke Jepang. Negeri Sakura memiliki banyak museum anime dan manga yang menghadirkan dunia di balik layar, mulai dari proses pembuatan animasi, koleksi ilustrasi asli, hingga berbagai karakter ikonik yang menemani masa kecil kita.
Baca juga: Tempat Belanja Merchandise Anime dan Manga Terbaik di Tokyo
Menariknya, museum-museum ini bukan hanya ditujukan untuk para otaku atau kolektor anime. Banyak di antaranya dirancang sangat interaktif sehingga cocok dikunjungi bersama keluarga maupun wisatawan yang sekadar ingin mengenal budaya pop Jepang lebih dekat. Mulai dari museum Studio Ghibli yang penuh nuansa magis, museum Doraemon yang menggemaskan, hingga museum yang didedikasikan untuk Dragon Ball dan One Piece, berikut rekomendasi museum anime dan manga terbaik di Jepang yang wajib masuk ke dalam itinerary liburanmu.
Kalau ada satu museum anime yang paling ikonik di Jepang, jawabannya tentu Ghibli Museum di Mitaka, Tokyo.
Begitu memasuki area museum, kamu akan merasa seperti benar-benar masuk ke dunia film-film karya Hayao Miyazaki.
Bahkan kalau kamu bukan penggemar Studio Ghibli sekalipun, museum ini tetap akan membuatmu terpukau berkat arsitektur bangunan, dekorasi yang artistik, dan suasana magis yang sulit ditemukan di tempat lain.
Setiap sudut museum dipenuhi ilustrasi karakter, lukisan, hingga berbagai instalasi yang memperlihatkan bagaimana sebuah film animasi dibuat dari awal hingga akhirnya tampil di layar lebar.
Salah satu daya tarik utamanya adalah Bouncing Totoro, sebuah zoetrope tiga dimensi yang menampilkan lebih dari 300 figur Totoro dalam posisi berbeda.
Ketika instalasi mulai berputar dan lampu menyala, figur-figur tersebut tampak hidup dan bergerak seperti animasi sungguhan.
Rasanya benar-benar seperti menyaksikan keajaiban.
Selain pameran permanen dan pameran tematik, kamu juga bisa menikmati berbagai fasilitas lain seperti:
Kafe bertema Ghibli
Ruang baca
Rooftop Garden dengan robot ikonik dari film Castle in the Sky
Saturn Theatre yang menayangkan film pendek eksklusif Studio Ghibli yang hanya bisa ditonton di museum ini
Tiket Ghibli Museum sangat sulit didapat karena jumlah pengunjung dibatasi setiap hari.
Kalau kamu datang dari luar Jepang, sebaiknya pesan tiket sekitar tiga bulan sebelum keberangkatan melalui agen resmi yang ditunjuk.
Sementara bagi yang berada di Jepang, tiket biasanya mulai dijual setiap tanggal 10 untuk kunjungan bulan berikutnya melalui Lawson Convenience Store.
Kalau kamu tumbuh bersama Dragon Ball, One Piece, Sailor Moon, atau Pretty Cure, museum ini wajib masuk bucket list.
Toei Animation Museum merupakan museum resmi milik salah satu studio animasi terbesar di Jepang yang telah menghasilkan banyak anime legendaris.
Museum yang dibuka pada tahun 2018 ini memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk melihat proses kreatif di balik berbagai serial favorit mereka.
Begitu masuk, kamu akan menemukan dinding layar sentuh interaktif yang memungkinkan pengunjung mencari berbagai judul anime produksi Toei Animation.
Setiap judul dilengkapi informasi sejarah, perkembangan serial, hingga lagu opening dan ending yang pasti membangkitkan nostalgia.
Selanjutnya kamu bisa melihat:
Storyboard asli
Sketsa karakter
Konsep desain
Ilustrasi produksi
Semua dipamerkan secara bergantian sehingga selalu ada koleksi baru yang bisa dinikmati.
Kalau datang bersama anak-anak, tersedia pula area bermain yang dirancang khusus agar mereka tetap bisa menikmati kunjungan ke museum.
Sebelum pulang, jangan lupa mampir ke gift shop.
Di sini kamu bisa menemukan berbagai merchandise eksklusif Toei Animation yang sulit ditemukan di tempat lain.
Kalau masa kecilmu ditemani Doraemon, museum ini dijamin akan membuatmu tersenyum sejak langkah pertama.
Fujiko F. Fujio Museum yang berada di Kawasaki didedikasikan untuk mengenang karya sang legenda manga Fujiko F. Fujio, pencipta Doraemon.
Museum ini benar-benar menghadirkan dunia Nobita, Doraemon, Shizuka, Giant, dan Suneo ke dunia nyata.
Di Exhibition Room I, kamu dapat melihat berbagai manuskrip asli karya Fujiko F. Fujio yang memperlihatkan bagaimana cerita Doraemon dibuat dari sebuah sketsa sederhana hingga menjadi manga terkenal di seluruh dunia.
Yang paling menarik adalah ruang kerja asli sang mangaka.
Meja kerjanya masih dipertahankan lengkap dengan:
Tumpukan buku referensi
Pena gambar
Peralatan menggambar
Berbagai perlengkapan yang dahulu digunakan untuk menciptakan kisah-kisah Doraemon
Melihat ruangan ini membuat kita seolah kembali ke masa ketika berbagai petualangan Doraemon pertama kali lahir.
Jangan lewatkan juga theatre room yang menayangkan film pendek Doraemon eksklusif.
Film ini hanya diputar di museum dan tidak bisa ditonton di tempat lain.
Kalau datang bersama anak-anak, mereka pasti akan betah bermain di:
Manga Corner yang menyediakan berbagai komik Doraemon untuk dibaca sepuasnya.
Rooftop Playground yang dipenuhi patung Doraemon dan teman-temannya.
Sebelum pulang, sempatkan makan di museum café.
Menu makanannya dibuat dengan bentuk karakter Doraemon yang lucu dan Instagramable.
Terakhir, mampirlah ke toko suvenir untuk membawa pulang berbagai merchandise eksklusif bertema Doraemon.
Mulai dari boneka, alat tulis, mug, hingga pernak-pernik lainnya yang dijamin membuat para penggemar sulit menahan diri untuk berbelanja.
Kalau kamu penasaran bagaimana anime favoritmu dibuat, Suginami Animation Museum adalah tempat yang wajib dikunjungi.
Berbeda dengan museum anime lainnya yang lebih banyak menampilkan koleksi karakter atau karya seniman, museum ini mengajak pengunjung memahami perjalanan panjang industri animasi Jepang. Mulai dari sejarah perkembangan anime, proses produksi, hingga teknologi terbaru yang akan membentuk masa depan dunia animasi.
Yang paling menarik, masuk ke museum ini gratis.
Meski tanpa tiket masuk, pengalaman yang ditawarkan tidak kalah seru.
Di dalam museum, kamu akan menemukan berbagai area interaktif yang memungkinkan pengunjung mencoba langsung proses pembuatan anime.
Beberapa aktivitas favorit yang bisa kamu coba antara lain:
Digital Workshop, tempat kamu bisa membuat gambar sederhana lalu melihatnya bergerak seperti animasi.
Dubbing Booth, di mana kamu dapat mencoba menjadi pengisi suara karakter anime layaknya seorang seiyuu profesional.
Mini Theatre, yang rutin memutar berbagai anime klasik Jepang.
Museum ini juga menyediakan audio guide berbahasa Inggris, sehingga wisatawan mancanegara dapat menikmati seluruh koleksi dengan lebih mudah.
Kalau kamu ingin mengenal dunia anime lebih dalam, bukan hanya sebagai penonton tetapi juga memahami proses kreatif di baliknya, Suginami Animation Museum adalah tempat yang sangat direkomendasikan.
Meski tidak secara resmi disebut museum, Tokyo Anime Centre menjadi salah satu destinasi favorit para pecinta anime saat berkunjung ke Tokyo.
Kini menjadi bagian dari DNP Plaza, tempat ini lebih dikenal sebagai pusat berbagai acara, pameran, dan hiburan bertema anime.
Yang membuat Tokyo Anime Centre berbeda adalah koleksinya yang selalu berganti.
Hampir setiap bulan ada pameran baru yang mengangkat anime atau studio animasi tertentu.
Artinya, pengalaman berkunjungmu bisa berbeda setiap kali datang.
Beberapa acara yang paling ditunggu pengunjung antara lain:
Pameran eksklusif berbagai serial anime populer.
Sesi wawancara dengan pengisi suara (voice actor) terkenal Jepang.
Talk show bersama animator dan kreator anime.
Pameran teknologi produksi animasi Jepang.
Selain area pameran, terdapat pula:
Bookstore yang menjual buku, artbook, hingga manga.
Café bertema anime.
Gift shop yang dipenuhi merchandise seperti figurine, mug, gantungan kunci, mouse pad, hingga berbagai koleksi edisi terbatas.
Kalau kamu ingin merasakan suasana komunitas anime Jepang yang selalu hidup, Tokyo Anime Centre adalah tempat yang tidak boleh dilewatkan.
Mendengar nama Anpanman Children's Museum, mungkin kamu langsung berpikir museum ini hanya cocok untuk anak-anak.
Padahal kenyataannya, banyak orang dewasa yang justru ikut bernostalgia saat berkunjung ke sini.
Buat yang belum familiar, Anpanman adalah salah satu karakter kartun paling terkenal di Jepang.
Superhero lucu berkepala roti isi kacang merah ini memiliki misi melawan musuh bebuyutannya, Baikinman, si kuman nakal.
Museum ini menghadirkan dunia Anpanman secara nyata.
Di lantai pertama yang bisa dikunjungi secara gratis, kamu akan menemukan berbagai fasilitas seperti:
Toko merchandise Anpanman.
Bakery bertema Anpanman.
Restoran dan food court.
Toko buku.
Arcade.
Studio foto.
Sementara itu, lantai dua dan tiga menjadi area utama museum.
Di sini terdapat:
Pertunjukan live yang menghadirkan karakter Anpanman.
Area bermain indoor yang dibuat menyerupai dunia Anpanman.
Berbagai wahana interaktif untuk anak-anak.
Kalau beruntung, kamu bahkan bisa bertemu langsung dengan maskot Anpanman dan teman-temannya yang berkeliling menyapa para pengunjung.
Yang menarik lagi, museum ini memiliki beberapa cabang di Jepang, antara lain:
Yokohama
Nagoya
Kobe
Sendai
Fukuoka
Jadi kamu bisa memilih lokasi yang paling dekat dengan itinerary perjalananmu.
Karena jumlah pengunjung cukup tinggi, tiket Anpanman Children's Museum harus dipesan terlebih dahulu melalui situs resminya sebelum datang.
Kalau anime punya museum, tentu manga juga punya surganya sendiri.
Dan jawabannya adalah Kyoto International Manga Museum.
Museum ini lebih mirip perpustakaan raksasa yang dipenuhi ribuan manga dari berbagai era.
Begitu masuk, kamu akan langsung disambut dinding rak buku yang dipenuhi sekitar 50.000 volume manga.
Pengunjung bebas mengambil manga dari rak dan membacanya di mana saja.
Kalau membutuhkan referensi khusus untuk penelitian atau koleksi langka, tersedia pula Research Reference Room yang bisa diakses sesuai prosedur museum.
Yang membuat museum ini semakin menarik adalah koleksinya yang sangat beragam.
Mulai dari:
Manga klasik.
Majalah sebelum Perang Dunia II.
Buku sewaan era pascaperang.
Cetakan kayu (woodblock print) zaman Edo.
Manga populer dari berbagai negara.
Jadi bukan hanya manga Jepang modern saja yang bisa kamu temukan di sini.
Selain koleksi permanen, Kyoto International Manga Museum juga rutin mengadakan:
Workshop menggambar manga.
Pameran komik.
Festival manga.
Berbagai acara komunitas yang menghadirkan mangaka maupun ilustrator.
Kalau kamu benar-benar menyukai manga, tempat ini bisa membuatmu betah menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk membaca dan menikmati koleksinya.
Bahkan banyak wisatawan datang sejak pagi lalu baru pulang menjelang museum tutup.
Kalau kamu penggemar Kamen Rider, Cyborg 009, atau karya-karya tokusatsu klasik Jepang, jangan lewatkan Ishinomori Manga Museum yang berada di Prefektur Miyagi.
Museum yang juga dikenal dengan nama Ishinomaki Mangattan Museum ini didedikasikan untuk mengenang karya Shotaro Ishinomori, salah satu mangaka paling berpengaruh dalam sejarah Jepang.
Banyak yang mengenal beliau sebagai sosok di balik lahirnya Kamen Rider, Cyborg 009, hingga berbagai serial tokusatsu legendaris yang masih populer sampai sekarang.
Bangunan museum berbentuk oval menyerupai telur futuristik ini sudah menjadi daya tarik tersendiri bahkan sebelum kamu masuk ke dalamnya.
Di dalam museum, kamu bisa menemukan berbagai koleksi menarik seperti:
Komik asli karya Shotaro Ishinomori.
Patung karakter berukuran asli.
Ilustrasi dan artwork eksklusif.
Dokumentasi perjalanan karier sang mangaka.
Tidak hanya melihat koleksi, pengunjung juga bisa menikmati berbagai aktivitas interaktif.
Museum ini memiliki theatre animasi yang menayangkan film-film pilihan, serta multimedia workshop yang memungkinkan pengunjung mencoba langsung proses membuat animasi.
Sebelum pulang, jangan lupa mampir ke kafe untuk menikmati makanan ringan, lalu berburu berbagai merchandise eksklusif di toko suvenir.
Bagi penggemar Kamen Rider, tempat ini benar-benar terasa seperti surga.
Berbeda dengan museum manga lainnya, Kitakyushu Manga Museum memiliki fokus khusus pada para mangaka yang berasal dari Prefektur Kitakyushu.
Di sini kamu bisa mengenal lebih dekat karya-karya para legenda manga seperti:
Leiji Matsumoto (Galaxy Express 999, Captain Harlock)
Jun Hatanaka
Seizo Watase
Tsukasa Hojo (City Hunter)
Museum ini mengajak pengunjung menikmati manga melalui tiga pengalaman sekaligus, yaitu melihat, membaca, dan menggambar.
Salah satu area paling menarik adalah Manga Time Tunnel.
Lorong ini menampilkan perjalanan perkembangan manga Jepang mulai dari tahun 1945 hingga masa kini.
Berjalan melewati lorong tersebut terasa seperti menyusuri sejarah budaya pop Jepang dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Di ujung lorong terdapat perpustakaan manga yang dapat dinikmati pengunjung secara bebas.
Kamu bisa duduk santai sambil membaca berbagai koleksi manga yang tersedia.
Museum ini juga rutin mengadakan kompetisi menggambar manga internasional.
Karya para pemenang akan dipamerkan dalam sebuah pameran khusus sehingga pengunjung bisa melihat bagaimana kreativitas manga berkembang di berbagai negara.
Sebelum meninggalkan museum, jangan lupa berfoto bersama patung Captain Harlock berukuran asli yang berdiri gagah di pintu masuk lantai enam.
Bagi penggemar karya Leiji Matsumoto, spot ini menjadi salah satu yang paling wajib diabadikan.
Perjalanan menjelajahi museum anime dan manga di Jepang rasanya belum lengkap tanpa mengunjungi The Osamu Tezuka Manga Museum.
Museum ini berada di Kota Takarazuka, kampung halaman Osamu Tezuka, sosok yang sering dijuluki sebagai "Walt Disney dari Jepang".
Beliaulah pencipta karakter legendaris seperti Astro Boy, Kimba the White Lion, hingga berbagai manga yang menjadi fondasi industri manga modern Jepang.
Museum ini terdiri dari tiga lantai yang membawa pengunjung menjelajahi dunia imajinasi Osamu Tezuka.
Di lantai pertama, kamu akan diajak mengenal perjalanan hidup sang mangaka.
Mulai dari masa kecilnya, proses berkarya, hingga bagaimana ia berhasil mengubah industri manga dan anime Jepang.
Naik ke lantai berikutnya, kamu akan menemukan berbagai pameran karya ikonik Osamu Tezuka.
Selain manuskrip asli dan ilustrasi, tersedia pula koleksi manga yang telah diterjemahkan ke berbagai bahasa.
Hal ini menunjukkan betapa besarnya pengaruh karya-karyanya di seluruh dunia.
Setelah puas berkeliling, sempatkan bersantai di Jungle Café.
Di sini kamu bisa menikmati makanan ringan sambil beristirahat sebelum melanjutkan berburu souvenir.
Jangan lupa mampir ke toko merchandise yang menjual berbagai koleksi eksklusif seperti:
Kaus Astro Boy.
Gantungan kunci.
Alat tulis.
Boneka karakter.
Berbagai produk koleksi lainnya.
Namun pengalaman paling menarik justru berada di area bawah tanah museum.
Di sana terdapat Anime Laboratory, sebuah studio interaktif yang memungkinkan pengunjung mencoba membuat animasi sederhana.
Kamu bisa merasakan langsung bagaimana proses animasi dibuat, mulai dari menggambar hingga menghasilkan gambar yang bergerak.
Yang unik, replika Osamu Tezuka akan "mengawasi" para pengunjung selama mereka berkarya, seolah sedang menemani proses kreatif tersebut.
Bagi siapa pun yang bercita-cita menjadi ilustrator atau animator, pengalaman ini pasti akan menjadi salah satu momen paling berkesan selama berada di Jepang.
Baca juga: Lokasi Anime Di Tokyo Yang Menarik Untuk Dikunjungi
Bagi para pecinta anime dan manga, Jepang benar-benar menawarkan pengalaman yang tidak bisa ditemukan di negara lain. Mulai dari memasuki dunia magis Studio Ghibli, bernostalgia bersama Doraemon, melihat proses pembuatan anime di Toei Animation Museum dan Suginami Animation Museum, hingga menjelajahi puluhan ribu koleksi manga di Kyoto International Manga Museum, setiap tempat menghadirkan pengalaman yang berbeda sekaligus memperlihatkan betapa besarnya pengaruh budaya pop Jepang di dunia.
Yang menarik, museum-museum ini bukan hanya cocok untuk para otaku, tetapi juga untuk keluarga, anak-anak, hingga wisatawan yang ingin mengenal sisi kreatif Jepang lebih dalam. Jadi, kalau liburanmu berikutnya menuju Negeri Sakura, jangan hanya berburu spot wisata populer atau kuliner khas Jepang. Sisihkan waktu untuk mengunjungi salah satu museum anime dan manga di atas. Siapkan kameramu, kosongkan ruang di koper untuk berburu merchandise eksklusif, dan bersiaplah bernostalgia dengan karakter-karakter yang pernah menemani masa kecilmu. Siapa tahu, kunjungan ini justru menjadi salah satu pengalaman paling berkesan selama menjelajahi Jepang.
Dipublikasikan pada
Dapatkan tips dan berita travel terbaru!
Ini dia daftar negara yang bisa kamu kunjungi tanpa pengurusan visa fisik di kedubes dengan paspor Indonesia kamu! Bebas visa fisik ke negara-negara terkenal seperti Maldives, Jepang dan Hong Kong dan lainnya lho!
Ini dia 10 gunung yang harus kamu daki di Indonesia untuk melihat pemandangan mempesona negara kita! Mulai dari gunung yang mudah didaki hingga gunung yang tersusah untuk dijajahi!
Lupakan Perancis dan Inggris! Kunjungi 10 negara di Eropa ini yang tidak kalah cantik tapi jauh lebih murah dan luar biasa saja.
Siapa bilang tidak ada yang bisa dilihat di Surabaya? Ini dia 10 tempat di Surabaya yang harus kamu kunjungi!
Artikel ini dikontribusikan dan ditranslasikan oleh Seoul Wanderlust Stories. For the English version of this article, read it here. Ini dia 10 tempat di Seoul favoritku yang bisa dijadikan background keren untuk foto Instagram kamu! Nota: Tempat-tempat disini hanya tempat yang pernah saya kunjungi langsung. Di akhir daftar, saya akan memasukkan beberapa tempat ekstra yang instagramable juga tapi […]
flower cafe terbaik di Filipina untuk ngopi, menikmati dessert, dan membeli buket bunga cantik. Destinasi Instagramable yang wajib dikunjungi
Yang murah ada, yang viral juga ada, yang premium juga tersedia. Cek pilihan oleh oleh khas Bogor di sini, ya!
Cocok untuk liburan pertamamu!
Bangun tidur langsung disambut dengan hijaunya alam Dieng.
Siap-siap dibuat jatuh cinta sama kota tertua di Taiwan!