1. Travel
  2. Filipina

13 Kuliner Khas Filipina Halal yang Wajib Dicoba Wisatawan Muslim

Kuliner Filipina dikenal akan perpaduan rasanya yang meriah—mulai dari manis, gurih, segar, hingga sedikit pedas. Bagi wisatawan Muslim, menemukan sajian khas lokal yang bersertifikat halal atau ramah Muslim kerap menjadi tantangan tersendiri. Namun, kamu tidak perlu khawatir! Filipina kini menyuguhkan lanskap kuliner halal yang terus berkembang pesat, terutama di kota-kota besar seperti Manila, Davao, Zamboanga, dan Cebu.

Baca juga: 10 Tempat Wisata Di Manila, Filipina Untuk Liburan Berbeda

Kuliner Filipina halal memiliki akar sejarah yang sangat kuat di kawasan selatan, di mana tradisi Islam yang telah berusia ratusan tahun membentuk deretan hidangan khas yang unik dan sulit ditemukan di tempat lain. Dari Dapur Zamboanga yang harum akan rempah hingga kedai-kedai keluarga di Cotabato, warisan kuliner Muslim tumbuh subur berdampingan dengan sajian utama Filipina. Siapkan selera makan—dan kameramu—untuk petualangan kuliner lezat yang merayakan kekayaan budaya dan cita rasa ini!

Berikut adalah 13 hidangan khas Filipina halal yang wajib kamu coba untuk membuat agenda liburanmu semakin berkesan tanpa perlu cemas akan pilihan makananmu.

1. Chicken Inasal (Ayam Panggang Serai)

Image credit: MDV Edwards | Canva Pro

Sajian ayam panggang yang juicy dan beraroma asap ini berasal dari wilayah Visayas, khususnya kota Bacolod dan Iloilo. Chicken Inasal dimarinasi menggunakan campuran calamansi (jeruk nipis lokal), cuka kelapa, bawang putih, dan minyak annatto sebelum dipanggang hingga matang sempurna. Rasa gurih-segar yang tajam serta warna kuning keemasannya yang khas menjadikan hidangan ini favorit di seluruh Filipina.

Wisatawan Muslim dapat menemukan versi halal hidangan ini di Bacolod, Iloilo, dan Manila. Di Manila, kedai Bacolod Chicken House Express di SM Mall of Asia menyediakan opsi ramah Muslim berdasarkan permintaan, sementara JT’s Manukan Grille (berbagai cabang) menyajikan olahan inasal khas Bacolod. Saat memesan, carilah label bersertifikat halal, papan bertuliskan “No Pork, No Lard”, atau kamu bisa menanyakan langsung "Halal po ito?".

2. Beef Rendang (Rendang Sapi Khas Filipina)

Image credit: Ika Rahma | Canva Pro

Meski rendang populer dari Indonesia dan Malaysia, komunitas Muslim di Mindanao memiliki variasi tersendiri dari olahan daging sapi masak santan ini. Versi masyarakat Maranao menggunakan palapa—bumbu halus khas lokal yang terbuat dari sakurab (bawang prei lokal), jahe, dan cabai—yang memberikan kedalaman rasa pedas dan kaya rempah pada dagingnya.

Rendang sapi halal khas Filipina ini bisa kamu nikmati di Dennis Coffee Garden di Kota Zamboanga atau Tambilawan Kamayan Restaurant di Kota General Santos. Kedua tempat makan ini mengusung spesialisasi kuliner halal khas Mindanao dan tersohor akan keaslian rasanya, memastikan wisatawan Muslim dapat menikmati variasi lokal dari hidangan khas Asia Tenggara ini.

3. Halal Chicken Adobo (Hidangan Nasional Filipina)

Image credit: Sri Widyowati | Canva Pro

Adobo kerap dinobatkan sebagai hidangan nasional Filipina. Jika versi tradisional umumnya menggunakan daging babi, versi halal menggantinya dengan daging ayam atau sapi yang diungkep dalam kuah cuka dan kecap asin bersama bawang putih, daun salam, serta lada hitam. Ada pula variasi Adobo sa Gata yang menambahkan santan untuk memberikan tekstur lebih creamy dengan sentuhan khas selatan.

Di Manila, Shawarma Snack Center menyajikan menu adobo ayam halal sebagai bagian dari perpaduan kuliner Filipina-Timur Tengah. Jika ingin mencoba sentuhan rasa yang unik, carilah olahan adobo bersantan saat berkunjung ke wilayah selatan seperti Zamboanga dan Cotabato.

4. Tiyula Itum (Sup Daging Sapi Hitam khas Tausug)

Image credit: Bay Tal Mal Restaurant Zamboanga City | Facebook

Tiyula Itum merupakan sup daging sapi beraroma rempah kuat yang berasal dari tradisi kuliner suku Tausug di Sulu. Warna kuahnya yang gelap berasal dari parutan kelapa bakar yang ditumbuk halus hingga menjadi pasta pekat lalu dicampurkan ke dalam kaldu. Sup ini diolah bersama rempah-rempah seperti kunyit, serai, dan jahe, memberikan cita rasa gurih hangat yang sedikit pedas dan sangat lezat.

Kamu bisa mencicipi kelezatan hidangan ini di Bay Tal Mal dan Dennis Coffee Garden di Kota Zamboanga. Restoran-restoran milik warga Muslim ini menyajikan beragam hidangan khas Tausug dan Mindanao, menjadikannya pilihan tepat untuk bersantap halal. Tiyula Itum sangat nikmat disantap bersama puso—nasi yang dimasak dalam anyaman daun kelapa.

5. Ginataang Manok (Ayam Kuah Santan)

Image credit: Maggi Philippines | Official Website

Olahan ayam kuah yang nyaman di perut ini merupakan menu harian favorit di banyak rumah tangga Filipina. Hidangan ini terbuat dari potongan daging ayam yang dimasak perlahan dalam kuah santan, jahe, bawang putih, serta cabai, menghasilkan rasa yang lembut namun kaya rempah—sangat pas dinikmati setelah seharian keliling berkunjung ke tempat wisata. Beberapa variasi juga menambahkan sayuran hijau seperti daun kelor (malunggay) atau sawi (pechay).

Versi ramah Muslim untuk Ginataang Manok dapat kamu temukan di Cebu, yakni di Halal Eatery di Cebu Islamic Center. Pastikan untuk mengonfirmasi bahwa masakan tersebut tidak menggunakan bagoong, karena beberapa resep daerah kerap menambahkannya.

6. Satti (Sate Bumbu Pedas Manis)

Image credit: Ernie Faeldin | Canva Pro

Satti adalah hidangan sate khas Zamboanga—berupa tusukan daging sapi atau ayam panggang yang disiram kuah kental berwarna merah beracikan rasa manis-pedas, serta disajikan bersama potongan nasi (puso). Kuliner ini sangat populer sebagai menu sarapan, dengan kuah gurih dan aroma asap dagingnya yang mantap untuk memulai hari.

Satti halal yang autentik bisa kamu nikmati di Jimmy’s Satti Haus yang berlokasi di Kota Zamboanga. Kedai ini sangat dicintai warga lokal dan terkenal menyajikan kuliner favorit Tausug ini sejak pagi hari. Bagi wisatawan dari Indonesia atau Malaysia, cita rasa sajian ini akan terasa familiar namun dengan sentuhan khas Filipina yang unik.

7. Pastil (Nasi Kukus Daging Suwir)

Image credit: Wikimedia Commons

Pastil merupakan jajanan kaki lima khas Maguindanao—berupa nasi kukus dengan taburan kagikit (daging sapi atau ayam suwir bumbu), lalu dibungkus rapi menggunakan daun pisang. Hidangan ini lezat, praktis dibawa, dan sangat terjangkau. Daging suwirnya umumnya dimasak bersama kecap asin, bawang putih, dan rempah-rempah, menciptakan paduan rasa gurih manis.

Ada beberapa tempat menarik untuk mencobanya. Di Davao, Pastil Queen menjadi destinasi wajib untuk menikmati pastil halal. Saat di Cotabato, kamu bisa mengeksplorasi Muslim Town Market, tempat keluarga lokal menyiapkan olahan pastil segar setiap hari. Dengan harga mulai dari ₱50 (sekitar Rp14.000), ini adalah pilihan santap malam halal yang lezat dan hemat kantong, sangat cocok bagi para backpacker maupun pelajar.

8. Pianggang (Ayam Bumbu Kelapa Bakar khas Maranao)

Image credit: Filipino Food Month | Official Facebook

Pianggang adalah olahan ayam khas suku Maranao yang dimasak menggunakan kelapa sangrai/bakar, kunyit, bawang putih, jahe, dan rempah lainnya. Warnanya kehitaman dengan rasa yang sangat kaya, menghadirkan paduan gurih-manis dengan aroma smoky yang khas. Hidangan tradisional ini kerap disajikan pada acara-acara istimewa dalam keluarga Maranao.

Kamu bisa mencicipi pianggang di Pakigdait Restaurant di Kota Iligan yang menyajikan masakan khas Muslim Mindanao. Di Marawi, wisatawan dapat memesan sajian masakan rumahan khas Maranao melalui tuan rumah komunitas lokal atau tur kuliner halal. Ini adalah pengalaman kuliner unik yang akan mendekatkanmu dengan pusat kebudayaan Mindanao.

9. Lumpia Halal (Lumpia Basah atau Goreng)

Image credit: Ika Rahma | Canva Pro

Lumpia merupakan camilan favorit masyarakat Filipina yang secara tradisional diisi dengan daging babi cincang dan sayuran. Untuk versi ramah Muslim, isian daging babi diganti dengan daging ayam, sapi, atau murni kombinasi sayuran. Lumpia dapat disajikan secara segar (Lumpiang Sariwa) maupun digoreng renyah, umumnya dilengkapi saus cocolan cuka berempah atau saus bawang putih yang manis.

Pilihan ramah Muslim ini bisa kamu temukan di Rekado Filipino Comfort Cuisine di Davao—pastikan untuk mengonfirmasi isian bahannya kepada staf terlebih dahulu. Di Manila, The Halal Guys PH yang berlokasi di Bonifacio Global City menyajikan pilihan lumpia bersertifikat halal berdampingan dengan menu khas Timur Tengah mereka.

10. Dinulutan a Seda (Rahang Tuna Panggang Pedas)

Image credit: Lux_D | Canva Pro

Sajian wajib di komunitas Muslim pesisir, khususnya di General Santos dan Davao, hidangan ini mengandalkan rahang ikan tuna (seda) segar yang dimarinasi bersama kunyit, bawang putih, dan rempah-rempah lalu dipanggang. Rasanya gurih bercampur pedas dengan aroma bakaran yang menggugah selera, sangat sempurna bagi para pecinta hidangan laut.

Kamu bisa menikmati sajian halal ini di Tambilawan Kamayan Restaurant di General Santos atau di kedai-kedai ramah Muslim di Roxas Night Market Davao yang memiliki stan makanan laut bersertifikat halal atau berlabel "No Pork".

11. Sayongsong (Kue Beras Khas Muslim Filipina)

Image credit: bluewater.maribago | Instagram

Sayongsong adalah kue beras ketan kukus yang terbuat dari campuran beras ketan, santan, dan gula, lalu dibungkus berbentuk kerucut menggunakan daun pisang. Kudapan manis ini umumnya disajikan saat acara-acara khusus di Mindanao, terutama di wilayah Surigao dan Davao del Norte.

Versi ramah Muslim dari kue ini dapat ditemukan di toko camilan halal atau pasar tradisional dekat masjid di Tagum maupun Kota Davao. Carilah penjual kue ini di sekitar kawasan Davao Islamic Center atau Muslim Town Market di Cotabato.

12. Tinagtag (Keripik Beras Manis Khas Maguindanao)

Image credit: Bangsamoro Commission for the Preservation of Cultural Heritage | Official Facebook

Sangat populer di kalangan masyarakat Maguindanao, tinagtag adalah camilan beras renyah berbentuk menyerupai jala atau bunga yang terbuat dari adonan tepung beras, gula, dan santan yang digoreng. Ini merupakan jajanan kaki lima favorit sekaligus oleh-oleh (pasalubong) yang sangat diminati.

Kamu bisa membeli tinagtag halal di Barter Trade Center Cotabato atau dari penjual Muslim lokal di Marawi dan kota-kota sekitarnya di Lanao del Sur. Camilan ini sangat cocok dijadikan oleh-oleh atau dinikmati sebagai teman perjalanan.

13. Permen Durian & Jajanan Halal (Pilihan Oleh-Oleh!)

Image credit: Lola Abon's Durian Candies, Inc. | Official Facebook

Durian adalah buah khas daerah selatan yang terkenal akan aromanya yang menyengat dan rasanya yang legit, sangat populer di kawasan Davao. Olahan permen durian Filipina umumnya dibuat menjadi bentuk stik, permen, hingga selai. Pilihan oleh-oleh halal lainnya meliputi keripik pisang, permen manggis, dan cokelat hitam lokal.

Bagi pecinta cokelat, Malagos Chocolate Museum menawarkan produk cokelat hitam halal yang diolah dari biji kakao hasil tanam lokal—sangat pas untuk buah tangan atau camilan selama liburan.

Baca juga: 11 Tempat Belanja Oleh-Oleh di Manila, Filipina Dari Snack Hingga Fashion

Tips Praktis untuk Wisatawan Kuliner Muslim di Filipina

Saat menjelajahi lanskap kuliner halal di Filipina, bertanya kepada warga lokal selalu menjadi langkah yang sangat membantu. Ungkapan sederhana seperti "Halal po ito?" (Apakah ini halal?) atau "Walang baboy?" (Apakah tidak menggunakan daging babi?) sangat mudah diingat dan dipahami secara luas. Banyak penjual dan pengelola restoran sudah terbiasa dengan pertanyaan ini dan dengan senang hati membantu wisatawan Muslim.

Tips lainnya adalah mencari tempat makan di sekitar kawasan masjid, terutama di kota-kota dengan populasi Muslim yang signifikan seperti Zamboanga dan Cotabato. Banyak restoran halal berlokasi strategis di dekat masjid, memudahkanmu untuk bersantap sebelum atau sesudah menunaikan ibadah salat.

Untuk pengalaman yang lebih mendalam, kamu juga bisa mempertimbangkan untuk mengikuti tur kuliner yang dipandu oleh pemandu Muslim lokal di kota-kota seperti Manila, Davao, atau Zamboanga. Tur ini tidak hanya menunjukkan tempat makan halal terbaik, melainkan juga memberikan wawasan kebudayaan serta cerita di balik tradisi kuliner daerah tersebut.

Terakhir, manfaatkan aplikasi pendukung seperti HalalTrip atau Zabihah. Platform ini dapat memandumu menemukan restoran bersertifikat halal terdekat lengkap dengan ulasan dari sesama pengguna, sehingga kamu bisa berburu kuliner halal di Filipina dengan tenang dan percaya diri.

Dipublikasikan pada


Tentang Penulis

Jeihan

Jeihan Azalea, seseorang yang berambisi mengeksplorasi sudut-sudut dunia secara langsung dengan pena dan kertas di tangan.

Brand Managers!

Ingin melihat merek atau bisnis kamu di website kami?

Hubungi kami sekarang

Berlangganan Milis TripZilla

Dapatkan tips dan berita travel terbaru!

Rekomendasi Artikel

Artikel Terbaru