Ini dia daftar negara yang bisa kamu kunjungi tanpa pengurusan visa fisik di kedubes dengan paspor Indonesia kamu! Bebas visa fisik ke negara-negara terkenal seperti Maldives, Jepang dan Hong Kong dan lainnya lho!

Menjulang anggun di kota Himeji, kastil satu ini lebih dari sekadar salah satu destinasi wajib di Jepang. Tidak tanggung-tanggung, Kastil Himeji telah berdiri kokoh selama lebih dari 400 tahun. Berbeda dari banyak kastil lain di Jepang yang diruntuhkan dan dibangun kembali dengan beton, bangunan Kastil Himeji masih terjaga keasliannya sehingga dianugerahi sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO.
Baca juga: 13 Hotel di Osaka, Jepang Yang Unik dan Instagramable Untuk Akomodasi Liburanmu
Sebagian besar wisatawan mungkin akan terpana dengan dinding kayunya yang putih, ditambah dengan latar langit biru. Nyatanya, keindahan kastil yang dijuluki Shirasagijo atau “Kastil Burung Cangak Putih” ini tidak hanya bisa kamu nikmati dari luar saja. Masuk lah lebih dalam, maka kamu akan menemukan lorong-lorong tangga curam serta sistem pertahanan cerdik yang mampu mengelabui musuh. Nah, sebelum berkunjung, simak panduan lengkap yang wajib kamu ketahui berikut ini!
Image credit: Minh Vũ | Canva Pro
Tahu kah kamu bahwa siluet Kastil Himeji dapat dilihat dari pesawat? Jika kamu terbang menuju Osaka di hari yang cerah, kamu akan menemukan siluet pucat di antara atap-atap rumah. Dinding putih Kastil Himeji yang melengkung memantulkan cahaya matahari, sehingga terlihat mencolok.
Kastil Himeji merupakan satu dari 12 kastil di Jepang yang bangunannya masih asli. Bayangkan, benteng ini sudah lolos dari kebakaran, gempa bumi, hingga bom di masa perang. Keistimeaan ini lah yang membuat Kastil Himeji menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO pertama di Jepang sekaligus menyandang status sebagai Harta Karun Nasional.
Image credit: Leonid Andronov | Canva Pro
Untuk sampai ke sini, kamu perlu naik kereta menuju Stasiun Himeji. Jika sudah sampai, bangunan kastil akan langsung terlihat dengan megah di ujung jalan utama. Dari sini, kamu hanya perlu berjalan sekitar 20 menit. Selama perjalanan, kamu akan melihat pemandangan kastil yang kian membesar.
Saat memasuki area dalam, kamu perlu mendaki menara utama dengan jalur yang cukup curam. Tangga-tangga kayunya memang dirancang untuk pertahanan militer, bukan untuk kenyamanan wisatawan, jadi bersiaplah menghadapi anak tangga yang sempit dan langit-langit yang rendah.
Image credit: Stephane Bidouze | Canva Pro
Sediakan waktu lebih banyak dari yang kamu perkirakan, terutama jika kamu berkunjung saat musim bunga sakura atau akhir pekan panjang, di mana antrean panjang kerap mengular di loket tiket maupun di pintu masuk menara utama.
Image credit: Aflo Images | Canva Pro
Bagi kamu yang memiliki waktu luang lebih, area West Bailey (Nishinomaru) beserta koridor panjangnya yang tertutup sangat layak untuk dikunjungi. Suasananya jauh lebih tenang ketimbang area menara utama, serta menjadi spot yang sangat pas untuk mengagumi skala kemegahan kastil dari sudut pandang yang berbeda.
Jam Operasional: 09.00 – 17.00 (diperpanjang hingga pukul 18.00 dari akhir April hingga Agustus); batas akhir masuk ke menara utama pukul 16.10.
Hari Tutup: 29 – 30 Desember.
Tiket Masuk: ¥2.500 untuk pengunjung umum (usia 18 tahun ke atas); gratis untuk anak di bawah 18 tahun; ¥1.000 khusus warga Kota Himeji (18+).
Tiket Terusan: Kombinasi Kastil + Taman Koko-en seharga ¥2.600 untuk tarif umum.
Akses Transportasi: Berjalan kaki selama 15–20 menit dari Stasiun JR Himeji, atau naik bus singkat menuju perhentian dekat gerbang utama.
Estimasi Waktu Kunjungan: 1 jam untuk mengeksplorasi menara utama; 1,5 hingga 2 jam untuk menjelajahi seluruh area berbayar.
Image credit: Visit Himeji | Official Website
Setelah kamu melewati gerbang utama, tahan keinginan untuk langsung berlari menuju menara utama. Ambil jalur yang lebih memutar, dan kamu akan melihat detail-detail tersembunyi yang sering dilewati begitu saja oleh kebanyakan wisatawan: celah panah yang diukir di dinding, lubang pelempar batu yang disiapkan untuk menyiram air panas ke arah musuh, hingga lorong-lorong yang berbelok untuk membingungkan lawan.
Image credit: Visit Himeji | Official Website
Di dalam menara utama, pendakian akan terasa makin curam dengan tangga kayu yang sempit dan atap rendah. Karena itu, pastikan kamu menggunakan alas kaki yang nyaman untuk bergerak. Siang hari biasanya merupakan waktu sibuk, lorong-lorong ini akan dipenuhi oleh rombongan tur. Maka dari itu, waktu terbaik untuk berkunjung adalah tepat saat jam buka.
Image credit: Leung Cho Pan | Canva Pro
Tepat di sebelah barat menara utama, terdapat Taman Koko-en yang menyuguhkan nuansa hijau yang menenangkan. Taman ini terdiri dari sembilan area bertema yang dibangun di atas bekas pemukiman para samurai. Luangkan waktu setidaknya 30 hingga 45 menit untuk menikmati kolam ikan koi dan kedai tehnya yang syahdu. Jika kamu berniat mengunjungi keduanya, membeli tiket terusan (kastil dan taman) jauh lebih hemat dibanding membeli tiket secara terpisah.
Image credit: Anca Antal's | Canva Pro
Jembatan Sakuramon, yang berada tepat di pintu masuk, menyajikan sudut foto klasik tampak depan berlatar parit kastil—datanglah lebih awal atau menjelang sore agar jepretanmu tidak terhalang oleh lalu-lalang pengunjung.
Image credit: Aflo Images | Canva Pro
Sementara itu, Taman Otemae yang terletak sedikit ke arah selatan menawarkan sudut pandang lebih luas yang mampu menangkap kemegahan benteng dengan latar langit bebas, menjadikannya lokasi favorit untuk berburu foto matahari terbenam.
Image credit: Leung Cho Pan | Canva Pro
Satu hal yang wajib kamu rencanakan adalah waktu berkunjung. Akhir pekan, hari libur nasional, serta musim bunga sakura dari akhir Maret hingga awal April merupakan musim sibuk. Mau tidak mau, kamu akan mengantre dari pagi dan berdesakan dengan pengunjung lain. Datang tepat saat jam buka, atau menggeser jadwal berkunjungmu ke siang menjelang sore di hari kerja akan memberikan perbedaan yang besar karena suasananya yang cenderung lebih sepi.
Image credit: gyro | Canva Pro
Tas berukuran besar, koper, serta barang beroda tidak diperbolehkan masuk ke dalam area dalam kastil dan wajib dititipkan di loker koin sebelum kamu masuk, jadi usahakan untuk membawa barang seperlunya saja saat berkunjung. Stasiun Himeji menyediakan banyak loker koin yang tersebar di area koridor stasiun. Jika loker sedang penuh, counter penitipan barang Nippon Travel yang berlokasi di dekat pintu keluar selatan stasiun menerima penitipan barang dalam berbagai ukuran dengan tarif sekitar ¥500 per barang.
Image credit: Himeji Castle Management Office | Official Website
Aksesibilitas di dalam kastil memang cukup terbatas karena alasan sejarah. Tangga kayu menara yang curam dan jalanan batu yang tidak rata membuat pendakian ini cukup menantang. Pihak pengelola kastil sendiri menyarankan agar pengunjung yang tidak sedang dalam kondisi fisik prima untuk tidak memaksakan naik ke atas.
Kantor informasi turis di dekat stasiun menyediakan fasilitas peminjaman kursi roda gratis mulai pukul 08.30 hingga 16.30 (dengan batas pengembalian pukul 17.30)—layanan ini sangat disarankan untuk dipesan lebih awal jika kamu hanya ingin mengeksplorasi pelataran luar tanpa menaiki bangunan menaranya.
Image credit: SeanPavonePhoto | Canva Pro
Jika berencana menginap, Kota Himeji sangat ideal dijadikan destinasi day trip dari Osaka atau Kyoto. Atau, kamu juga bisa memilih untuk menginap semalam di sini jika ingin melihat keindahan lampu-lampu kastil di malam hari dan menikmatinya kembali dalam suasana yang lebih sepi pada esok paginya. Pilihan hotel berderet dengan sangat praktis di sekitar area stasiun, yang semuanya dapat dijangkau dengan berjalan kaki santai menuju area jalur masuk kastil.
Banyak wisatawan yang datang ke Kastil Himeji hanya untuk mengambil foto, naik tangga, lalu pergi. Padahal, masih banyak dari Kastil Himeji yang bisa kamu nikmati dan membuat waktu sekaligus budget yang kamu keluarkan terasa setimpal.
Image credit: Shawn.ccf | Canva Pro
Kastil Himeji memiliki pesona berbeda di setiap musimnya. Musim bunga sakura, yang umumnya berlangsung dari akhir Maret hingga awal April, adalah saat di mana kompleks kastil tampil paling menawan—Taman Nishinomaru dipenuhi oleh sekitar seribu pepohonan sakura yang bermekaran. Saat festival yazakura (sakura malam) berlangsung, area taman barat ini tetap dibuka dengan pencahayaan lampu yang menerangi kelopak sakura dan dinding kastil secara bersamaan.
Image credit: Ehsan Haque | Canva Pro
Musim gugur menghadirkan keajaiban senada yang lebih tenang, di mana warna dedaunan maple mencapai puncak keindahannya sepanjang bulan November. Baik di musim apa pun, tiba di lokasi pada sore hari dan tinggal hingga melewati matahari terbenam akan memanjakan matamu saat lampu sorot kastil perlahan mengambil alih indahnya cahaya siang.
Image credit: Visit Himeji | Official Website
Alih-alih memesan menu izakaya biasa, cobalah untuk memesan Himeji Oden—sebuah variasi lokal dari hidangan rebusan khas Jepang yang disajikan bersama saus cocolan kecap asin (shoyu) dan parutan jahe segar, sebagai pengganti mustard (karashi) yang biasa digunakan.
Perpaduan unik ini konon lahir dari dua industri lokal terkemuka di wilayah ini: produksi kecap asin di sekitar Himeji dan Tatsuno, serta perkebunan jahe di dekat area pesisir. Sejumlah kedai legendaris di dekat stasiun—yang beberapa di antaranya buka hingga lewat tengah malam—menjadi tempat makan langganan warga lokal.
Image credit: Kitinut Tum | Canva Pro
Jika kamu memiliki waktu luang setengah hari, Shoshazan Engyoji sangat layak untuk dimasukkan ke dalam itinerary. Kompleks kuil di atas gunung ini dapat dijangkau dengan perjalanan bus singkat dilanjutkan naik kereta gantung selama empat menit dari Stasiun Himeji.
Bangunan-bangunan aula kuilnya yang eksotis—yang dibangun menyatu dengan keasrian hutan—pernah dijadikan sebagai lokasi syuting film ternama The Last Samurai. Suasana berjalan kaki di antara area bangunan kuil ini masih terasa sangat autentik, menyerupai lokasi syuting film kolosal ketimbang jalur wisata biasa.
Baca juga: 12 Wisata Gratis di Osaka, Jepang Yang Bikin Liburanmu Jadi Lebih Hemat
Dari lebih dari 80 gerbang yang pernah berdiri di dalam kompleks benteng ini, hanya sekitar 20 gerbang saja yang masih bertahan hingga hari ini—sebuah pengingat betapa kokohnya sistem pertahanan benteng ini di masa lalu.
Hal menarik lainnya yang perlu kamu ketahui adalah bahwa Putri Sen (Sen-hime), cucu dari Shogun terkenal Tokugawa Ieyasu, menghabiskan masa-masa paling bahagia dalam hidupnya dengan tinggal di dalam dinding benteng ini setelah pernikahan keduanya. Sebuah catatan sejarah kehidupan domestik yang sangat langka di dalam sebuah benteng yang sejatinya dibangun murni untuk peperangan.
Cover image credit: Ehsan Haque | Canva Pro
Dipublikasikan pada
Dapatkan tips dan berita travel terbaru!
Ini dia daftar negara yang bisa kamu kunjungi tanpa pengurusan visa fisik di kedubes dengan paspor Indonesia kamu! Bebas visa fisik ke negara-negara terkenal seperti Maldives, Jepang dan Hong Kong dan lainnya lho!
Ini dia 10 gunung yang harus kamu daki di Indonesia untuk melihat pemandangan mempesona negara kita! Mulai dari gunung yang mudah didaki hingga gunung yang tersusah untuk dijajahi!
Lupakan Perancis dan Inggris! Kunjungi 10 negara di Eropa ini yang tidak kalah cantik tapi jauh lebih murah dan luar biasa saja.
Siapa bilang tidak ada yang bisa dilihat di Surabaya? Ini dia 10 tempat di Surabaya yang harus kamu kunjungi!
Artikel ini dikontribusikan dan ditranslasikan oleh Seoul Wanderlust Stories. For the English version of this article, read it here. Ini dia 10 tempat di Seoul favoritku yang bisa dijadikan background keren untuk foto Instagram kamu! Nota: Tempat-tempat disini hanya tempat yang pernah saya kunjungi langsung. Di akhir daftar, saya akan memasukkan beberapa tempat ekstra yang instagramable juga tapi […]
Wisata terbaru hingga kafe instagramable.
Eksplor cita rasa autentik Filipina tanpa rasa ragu!
Dengan biji kopi khas Sabah yang nikmat.
Dari kuliner khas Taiwan sampai boba yang manis dan menyegarkan.
Dari yang harganya 200 ribuan hingga hotel bintang 4 dengan rate terjangkau, cek semua di sini!