Ini dia daftar negara yang bisa kamu kunjungi tanpa pengurusan visa fisik di kedubes dengan paspor Indonesia kamu! Bebas visa fisik ke negara-negara terkenal seperti Maldives, Jepang dan Hong Kong dan lainnya lho!

Ada sesuatu yang terasa begitu menenangkan saat pertama kali mendarat di Busan. Kota terbesar kedua di Korea Selatan ini memang punya semua kemeriahan khas Seoul—pantai yang membentang luas, deretan street food yang menggugah selera, hingga lanskap kota yang menyala terang saat malam tiba. Bedanya, ritme kehidupan di sini terasa jauh lebih santai.
Baca juga: 10 Tempat Terbaik di Busan, Korea Untuk Liburan di Musim Gugur
Menariknya lagi, Busan adalah destinasi yang sangat ramah untuk kantong pelancong. Kalau kamu ingin menghemat untuk berburu kuliner atau sekadar piknik santai menyantap kimbap di tepi pantai, kota ini menyimpan banyak sekali sudut indah yang bisa dieksplorasi secara gratis. Berikut 10 tempat gratis di Busan yang dijamin patut untuk dijelajahi!
Image credit: aaron90311 | Canva Pro
Jalur pesisir selatan Busan ini sering kali luput dari itinerary wisatawan—membuatnya menjadi sudut tersembunyi yang tenang di Busan. Kamu bisa memulai langkah dari Jeoryeong Coastal Walk, sebuah jalur aspal yang menyisir tebing karang. Sepanjang jalan, deburan ombak yang menghantam batuan di bawah akan menjadi musik latar yang menenangkan—terutama di sore hari saat matahari mulai surut dan warga lokal keluar untuk jalan-jalan santai.
Jika meneruskan langkah ke arah utara, jalur ini akan membawamu langsung ke Desa Budaya Huinnyeoul. Pemukiman di lereng bukit ini dulunya merupakan kawasan pengungsian korban perang. Kini, Huinnyeoul bertransformasi menjadi labirin yang tenang dengan deretan tangga unik, mural warna-warni, serta balkon rumah yang menghadap langsung ke lautan luas. Kamu bisa menyusuri gang-gang kecilnya secara cuma-cuma, menghirup udara laut yang segar, atau mengintip galeri seni lokal yang terselip di antara kedai. Teruslah berjalan ke arah pantai untuk menemukan lorong gua dengan mural yang cantik.
Image credit: sanga park | Canva Pro
Dongbaekseom menyajikan tempat bersembunyi dari keriuhan kota. Jalur pejalan kaki di sini mengular di antara rimbunnya pohon pinus dan semak bunga camellia, melewati bebatuan alami, titik pandang mengarah ke laut, hingga patung putri duyung.
Tidak ada biaya masuk sama sekali. Kamu bisa menghabiskan waktu sekitar satu jam untuk berjalan santai, melepas lelah di bangku kayu di bawah rindangnya pepohonan, atau sekadar menyaksikan kapal-kapal nelayan melintas perlahan. Tempat ini jadi persinggahan wajib jika kamu sedang berada di area Haeundae dan butuh jeda dari keramaian pantai utama.
Image credit: pinglabel | Canva Pro
Rasanya belum lengkap berwisata ke Busan tanpa berkunjung ke Desa Budaya Gamcheon. Berawal dari pemukiman di lereng bukit bagi para pengungsi Perang Korea, Gamcheon kini menjelma menjadi salah satu ikon Busan yang paling legendaris. Deretan rumah bercat pastel, gang-gang sempit, serta beragam instalasi seni publik selalu sukses memikat pengunjung.
Kamu bisa bebas menjelajahi setiap sudut desa ini tanpa dipungut biaya tiket masuk. Nikmati momen melangkah naik turun tangga batu, berhenti sejenak di titik pandang yang menghadap ke arah pelabuhan, atau mengikuti petunjuk jalan untuk menemukan berbagai mural cantik. Jalan utamanya memang cenderung ramai di akhir pekan, tetapi kamu akan menemukan ketenangan yang berbeda jika bersedia melipir ke gang-gang kecil di bagian dalam.
Image credit: Joesboy | Canva Pro
Di kota yang begitu identik dengan kemeriahan pantai dan seafood, UN Memorial Cemetery hadir sebagai ruang kontemplasi. Terletak di sebuah taman rindang tak jauh dari pusat kota, ini merupakan satu-satunya pemakaman resmi PBB di dunia yang menjadi peraduan terakhir bagi lebih dari 2.000 prajurit dari 11 negara yang gugur dalam Perang Korea.
Kawasan ini terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya masuk. Di dalamnya, kamu akan disambut hamparan rumput hijau, barisan bendera, serta jalan-jalan kecil yang teduh di bawah naungan pohon. Kunjungannya mungkin singkat, tetapi atmosfernya menyisakan kesan yang dalam dan mengajak kita untuk sejenak merenungi arti perdamaian.
Image credit: Busan Metropolitan City | Official Website
Gang buku ini memang tidak tampil mentereng atau dipenuhi lampu glamor, tetapi di situlah letak daya tarik utamanya. Deretan toko buku bekas berjejer rapi di sepanjang jalan sempit, dengan tumpukan buku yang meluap hingga ke trotoar. Ada toko yang tertata sangat rapi, tetapi ada pula yang menyerupai loteng rumah tua—sedikit berdebu, padat, namun menyimpan sentuhan nostalgia.
Meskipun mayoritas koleksinya berbahasa Korea, menyusuri gang ini tetap menjadi pengalaman yang menyenangkan. Kamu bisa menemukan peta-peta tua, majalah langka dari era silam, hingga novel berlembar kekuningan. Tempat ini sangat syahdu untuk disusuri di pagi hari pada hari kerja sebelum keramaian datang.
Image credit: KYT4N | Canva Pro
Pasar Jagalchi memang tersohor sebagai pusat kuliner hasil laut, tetapi kamu tidak perlu mengeluarkan uang untuk bisa menikmati dinamikanya. Lantai dasar pasar ini adalah labirin yang penuh dengan akuarium dan lapak pedagang yang menawarkan tangkapan laut segar, diiringi sahut-menyahut suara penjual yang menjajakan dagangannya.
Namun, rahasia terbaik pasar ini justru berada di lantai atas. Jika kamu naik menggunakan eskalator atau tangga menuju lantai restoran, kamu akan menemukan dek observasi gratis yang menghadap langsung ke dermaga. Di atas sini suasananya jauh lebih tenang, dilengkapi bangku-bangku santai dan pemandangan terbuka ke arah laut lepas. Tempat yang pas untuk beristirahat sembari memperhatikan kapal feri yang bersandar.
Image credit: Busan Metropolitan City | Official Website
Dibandingkan membayar tiket masuk untuk naik ke Busan Tower, kamu bisa memilih alternatif gratis dengan naik lift menuju dek observasi Lotte Mall di kawasan Jung-gu. Tempat ini memang dirancang dengan konsep yang cukup sederhana, namun platform terbukanya sangat bersih, luas, dan dilengkapi area taman-taman kecil yang menyegarkan mata.
Banyak bangku nyaman yang disediakan untuk duduk bersantai. Jika kamu datang menjelang petang, pantulan sinar matahari terbenam di atas permukaan air menghadirkan pemandangan yang amat memikat. Catatan penting: pastikan kamu mengunjungi Lotte Mall cabang Jung-gu, bukan cabang lainnya di Busan.
Image credit: Dmitry Rukhlenko | Canva Pro
Jika Pantai Gwangalli di siang hari menawarkan suasana laut yang tenang, maka Gwangalli di malam hari menghadirkan sesuatu yang berbeda. Garis pantainya yang melengkung berhadapan langsung dengan Gwangan Bridge, yang menyala indah dengan lampu warna-warni saat hari gelap.
Atmosfer nongkrong di sini terasa sangat rileks. Warga lokal biasanya membentang tikar atau membawa makanan ringan dari minimarket untuk duduk-duduk santai di atas pasir. Musik sayup-sayup terdengar dari kafe-kafe di sepanjang jalan, berpadu dengan riuh wisatawan yang mengabadikan foto atau menyalakan kembang api kecil di tepi pantai. Kamu bisa berada di sini sepuasnya sampai angin malam mulai berembus makin dingin.
Image credit: Photo Seagull | Canva Pro
Kamu mungkin sering melihat Sky Capsule berseliweran di media sosial. Wahana tersebut memang jadi salah satu ikon Busan, tetapi tarifnya cukup mahal. Kabar baiknya, bekas rel kereta api yang membentang tepat di bawahnya telah diubah menjadi jalur pejalan kaki dengan pemandangan laut yang persis sama, dan bisa diakses gratis 100%.
Jalur Green Railway ini landai, lapang, dan menawarkan panorama pesisir yang memanjakan mata lengkap dengan instalasi seni dan titik berfoto. Kamu akan melewati hamparan bunga liar dan tempat duduk santai dengan latar lautan biru. Di pagi hari yang tenang, menyusuri jalur ini terasa menyenangkan, sementara di sore hari tempat ini berubah menjadi rute favorit warga lokal untuk berolahraga.
Image credit: Christian S. | Canva Pro
Anjungan kaca pendek berbentuk huruf U ini menjorok langsung di atas tebing curam di ujung tenggara Busan. Karena lantainya terbuat dari kaca transparan yang tebal, begitu kamu melangkah ke atasnya, kamu bisa melihat gulungan ombak yang menghantam batuan tepat di bawah kaki. Pada hari-hari saat ombak sedang kencang, pemandangan ke arah bawah terasa cukup mendebarkan—terutama bagi kamu yang takut ketinggian.
Tidak ada biaya tiket masuk untuk menikmati Oryukdo Skywalk. Jalur setapak di sekitarnya juga menyajikan sudut pandang luar biasa ke arah Gugusan Kepulauan Oryukdo. Waktu terbaik untuk berkunjung adalah saat pencahayaan matahari terasa lembut—baik di pagi hari maupun menjelang matahari terbenam—ketika warna langit dan laut menyatu dengan indah di cakrawala.
Baca juga: 10 Cafe Instagramable di Busan, Korea Selatan Yang Unik Hingga Punya View Pantai
Mewujudkan liburan hemat di Busan bukan berarti kamu harus mengorbankan kenyamanan. Hal ini justru melatih kita untuk lebih peka dan menikmati setiap detail yang ada di sekitar. Berbekal sepatu berjalan yang nyaman dan rasa ingin tahu, kamu akan menemukan bahwa Busan menyimpan begitu banyak pesona yang bisa kamu nikmati secara cuma-cuma.
Cover image credit: Jakub Michankow | Canva Pro
Dipublikasikan pada
Dapatkan tips dan berita travel terbaru!
Ini dia daftar negara yang bisa kamu kunjungi tanpa pengurusan visa fisik di kedubes dengan paspor Indonesia kamu! Bebas visa fisik ke negara-negara terkenal seperti Maldives, Jepang dan Hong Kong dan lainnya lho!
Ini dia 10 gunung yang harus kamu daki di Indonesia untuk melihat pemandangan mempesona negara kita! Mulai dari gunung yang mudah didaki hingga gunung yang tersusah untuk dijajahi!
Lupakan Perancis dan Inggris! Kunjungi 10 negara di Eropa ini yang tidak kalah cantik tapi jauh lebih murah dan luar biasa saja.
Siapa bilang tidak ada yang bisa dilihat di Surabaya? Ini dia 10 tempat di Surabaya yang harus kamu kunjungi!
Artikel ini dikontribusikan dan ditranslasikan oleh Seoul Wanderlust Stories. For the English version of this article, read it here. Ini dia 10 tempat di Seoul favoritku yang bisa dijadikan background keren untuk foto Instagram kamu! Nota: Tempat-tempat disini hanya tempat yang pernah saya kunjungi langsung. Di akhir daftar, saya akan memasukkan beberapa tempat ekstra yang instagramable juga tapi […]
Kamu tidak akan menyangka ada air terjun yang begitu indah dan tersembunyi di Ubud.
Mari melihat sisi lain Italia yang begitu ¨dekat¨ dengan Indonesia!
Kamu tinggal pilih, dari yang mulai viral, murah hingga yang melegenda!
Cara terbaik bisa plesiran di Jepang adalah naik motor, percaya deh!
Nggak perlu bingung lagi nyari makanan halal dan tempat shalat di Seoul!