Ini dia daftar negara yang bisa kamu kunjungi tanpa pengurusan visa fisik di kedubes dengan paspor Indonesia kamu! Bebas visa fisik ke negara-negara terkenal seperti Maldives, Jepang dan Hong Kong dan lainnya lho!

Sebelum mengunjungi Hong Kong, yang selalu terbayang di pikiranku adalah kota dengan gedung-gedung pencakar langit, jalanan yang ramai, trem Ding Ding yang ikonik, serta kapal-kapal yang berlalu-lalang di Victoria Harbour. Pemandangan seperti ini memang sering banget kita lihat di foto-foto dan film tentang Hong Kong.
Namun, setelah menghabiskan beberapa hari menjelajahi kota ini, aku baru sadar kalau Hong Kong punya banyak sisi menarik lainnya yang mungkin belum banyak diketahui wisatawan. Mulai dari taman tepi laut yang tenang, desa dengan rumah-rumah warna-warni, tempat wisata budaya, hingga masjid bersejarah yang menyimpan cerita panjang tentang komunitas Muslim di Hong Kong.
Baca juga : Semakin Ramah Muslim, Ini 12 Rekomendasi Tempat Makan Halal di Hong Kong
Yang membuat perjalanan kali ini semakin menyenangkan, ternyata menjelajahi Hong Kong sebagai Muslim traveler juga cukup nyaman. Mencari makanan halal, tempat sholat, hingga hotel ramah Muslim ternyata jauh lebih mudah dari yang aku bayangkan.
Jadi, buat kamu yang sedang merencanakan liburan ke Hong Kong dan masih bertanya-tanya apa saja yang bisa dilakukan sebagai Muslim traveler, berikut beberapa pengalaman seru yang membuat perjalananku semakin berkesan!
Kalau ada satu pemandangan yang wajib kamu nikmati saat liburan ke Hong Kong, jawabannya adalah melihat keindahan skyline kota ini dari Victoria Peak, terutama saat malam hari.
Melihat Hong Kong dari ketinggian memang punya sensasi tersendiri. Dari sini, kamu bisa menyaksikan deretan gedung pencakar langit yang mulai dipenuhi cahaya lampu, dengan Victoria Harbour yang semakin mempercantik pemandangan.
Ada beberapa cara untuk menuju The Peak, mulai dari naik bus umum hingga mencoba Peak Tram yang terkenal. Saat berkunjung kemarin, aku memilih untuk merasakan pengalaman naik Peak Tram, salah satu transportasi paling ikonik di Hong Kong. Tram ini sudah beroperasi sejak 1888, lho!
Sepanjang perjalanan menuju puncak, kamu bisa melihat gedung-gedung tinggi Hong Kong dari sudut pandang yang berbeda. Rasanya sayang banget kalau melewatkan pengalaman ini saat berkunjung ke Hong Kong.
Tripzilla Tips: Kalau kamu naik dari Lower Terminus, usahakan mendapatkan tempat duduk di sisi kanan kereta untuk menikmati pemandangan gedung pencakar langit dan Victoria Harbour dengan lebih jelas selama perjalanan menuju puncak.
Setelah puas menikmati pemandangan malam Hong Kong yang dipenuhi gemerlap lampu gedung pencakar langit, sekarang waktunya mencari makan malam yang spesial.
Kalau kamu berpikir pilihan kuliner halal di Hong Kong hanya sebatas restoran sederhana atau makanan cepat saji, ternyata kamu bisa menemukan pengalaman bersantap yang lebih istimewa di sini.
Salah satu tempat yang bisa kamu coba adalah Angelini Restaurant di Island Shangri-La Hong Kong, sebuah restoran fine dining khas Italia yang berada di lantai mezzanine hotel.
Hal yang paling menarik dari restoran ini adalah pemandangan Victoria Harbour melalui jendela kaca besar dari lantai hingga langit-langit. Bayangkan menikmati makan malam dengan suasana elegan sambil melihat pemandangan pelabuhan yang indah. Cocok banget untuk kamu yang ingin merayakan momen spesial atau sekadar memanjakan diri selama liburan.
Untuk Muslim traveler, Angelini menyediakan menu halal khusus yang terpisah dari menu regulernya. Bahan-bahan untuk hidangan halal juga berasal dari pemasok bersertifikat dan dipersiapkan secara terpisah untuk membantu mencegah kontaminasi silang.
Jadi, kalau kamu ingin mencoba pengalaman fine dining halal di Hong Kong, restoran ini bisa masuk dalam wishlist. Jangan lupa untuk menghubungi restoran terlebih dahulu guna memastikan ketersediaan menu halal dan melakukan reservasi.
Memilih hotel yang tepat bisa membuat pengalaman liburan jauh lebih nyaman, apalagi kalau kamu bepergian ke destinasi seperti Hong Kong sebagai Muslim traveler.
Selama perjalanan kali ini, aku memilih menginap di InterContinental Grand Stanford Hong Kong by IHG, sebuah hotel yang mendapatkan peringkat 5 Crescent dari CrescentRating atas fasilitas dan layanan ramah Muslim yang ditawarkannya.
Hotel ini menyediakan berbagai fasilitas untuk membantu tamu Muslim merasa lebih nyaman selama menginap. Beberapa di antaranya adalah pilihan makanan halal, sajadah, Al-Qur'an, serta penunjuk arah kiblat di kamar atau area tertentu.
Kamu juga bisa menemukan pilihan sarapan halal di Café on M. Selain itu, tersedia layanan kamar dengan pilihan makanan halal dan pengaturan hidangan khusus yang bisa diminta langsung kepada pihak hotel.
Dengan adanya fasilitas seperti ini, pengalaman menginap jadi terasa lebih praktis. Kita bisa lebih fokus menikmati perjalanan tanpa harus terus-menerus khawatir mencari makanan halal atau tempat untuk beribadah.
Salah satu hal yang aku suka dari menginap di kawasan Tsim Sha Tsui adalah lokasinya yang dekat dengan area tepi laut. Jadi, kamu bisa memulai hari dengan jalan santai sambil menikmati pemandangan Hong Kong dari sisi yang berbeda.
Cukup berjalan kaki sebentar dari hotel, kamu sudah bisa sampai di Tsim Sha Tsui Waterfront Promenade. Suasana pagi di sini terasa jauh lebih tenang dibandingkan jalanan pusat kota yang biasanya ramai.
Kamu bisa berjalan santai, menikmati udara pagi, atau sekadar duduk sambil melihat pemandangan gedung-gedung tinggi di Hong Kong Island dari seberang Victoria Harbour.
Di sepanjang area ini, kamu juga bisa menemukan Avenue of Stars, tempat yang menampilkan patung dan cap tangan para tokoh terkenal dalam industri perfilman Hong Kong.
Aktivitasnya memang sederhana, tetapi justru momen seperti ini yang sering membuat perjalanan terasa lebih berkesan. Kalau kamu suka fotografi, datanglah pagi hari supaya bisa mendapatkan foto dengan suasana yang lebih nyaman dan tidak terlalu ramai.
Memasuki hari kedua di Hong Kong, aku memutuskan untuk mengunjungi Ocean Park Hong Kong, salah satu taman hiburan klasik yang sudah lama menjadi destinasi favorit wisatawan.
Tempat ini cocok banget untuk dikunjungi bersama keluarga, teman, atau bahkan kalau kamu ingin menikmati aktivitas seru di luar agenda jalan-jalan biasa.
Bagian favoritku? Tentu saja bertemu panda dan penguin yang menggemaskan!
Jangan sampai melewatkan Panda House, tempat kamu bisa melihat panda raksasa dari dekat. Saat berkunjung, aku beruntung bisa melihat panda-panda yang lahir di Hong Kong, serta panda dewasa bernama An An dan Ke Ke. Melihat tingkah mereka saat berjalan, makan, dan bermain benar-benar menghibur!
Pengalaman seru lainnya adalah mengunjungi area penguin. Di sini, kamu bisa melihat penguin berenang di dalam air hingga meluncur di atas permukaan es. Aku bahkan berkesempatan mengikuti sesi memberi makan penguin secara langsung. Seru banget!
Selain melihat berbagai satwa, Ocean Park juga terkenal dengan pemandangan lautnya yang indah. Ada kereta gantung atau cable car yang menghubungkan area Waterfront dengan Summit. Selama perjalanan, kamu bisa menikmati pemandangan kawasan selatan Hong Kong dari ketinggian.
Satu hal yang cukup membuatku terkesan adalah fasilitas ramah Muslim yang tersedia di Ocean Park Hong Kong.
Jadi, kamu nggak perlu khawatir soal mencari tempat sholat atau membawa bekal makanan sendiri dari luar. Karena taman hiburan ini menyediakan fasilitas ruang sholat dan pilihan makanan halal bagi pengunjung Muslim.
Ocean Park Hong Kong menyediakan dua ruang sholat khusus bagi pengunjung Muslim. Dengan adanya fasilitas ini, kamu bisa tetap menjalankan ibadah di sela-sela aktivitas menjelajahi taman hiburan.
Thrill Mountain: Berada di dekat wahana The Flash dan bersebelahan dengan area First Aid atau pos pertolongan pertama.
Area Main Entrance: Ruang sholat lainnya tersedia di sekitar pintu masuk utama atau area bawah taman hiburan.
Ocean Park juga telah mendapatkan peringkat Gold dari CrescentRating atas fasilitas dan layanan ramah Muslim yang disediakan.
Setelah berjalan-jalan seharian, pasti mulai lapar, kan? Nah, kamu bisa mampir ke The Bayview Restaurant yang berada di area Summit, Ocean Park Hong Kong.
Restoran ini telah mendapatkan sertifikasi halal 100% dari The Incorporated Trustees of the Islamic Community Fund of Hong Kong. Pilihan makanannya cukup beragam, mulai dari hidangan Asia Tenggara hingga menu internasional, termasuk pilihan vegetarian dan makanan bertema panda.
Saat berkunjung, aku memesan salmon steak dengan pasta. Rasanya enak dan porsinya cukup mengenyangkan untuk mengisi tenaga setelah berkeliling taman hiburan.
Hal menarik lainnya, restoran ini juga menawarkan pemandangan laut yang luas. Jadi, kamu bisa menikmati makanan sambil melihat panorama laut sebelum melanjutkan petualangan di Ocean Park.
Setelah puas bermain di Ocean Park, kami kembali ke pusat kota untuk menjelajahi Old Town Central, salah satu kawasan paling menarik di Hong Kong.
Di sini, kamu bisa melihat bagaimana bangunan bersejarah peninggalan kolonial berpadu dengan seni modern, toko lokal, kafe, dan berbagai sudut kota yang menarik untuk dijelajahi.
Ada beberapa tempat yang menurutku wajib kamu kunjungi saat berada di kawasan ini.
Dulunya, Tai Kwun merupakan kompleks yang terdiri dari bekas Kantor Polisi Pusat, gedung pengadilan atau Central Magistracy, serta Penjara Victoria. Kini, bangunan-bangunan bersejarah tersebut telah disulap menjadi pusat seni dan budaya.
Kamu bisa menjelajahi galeri seni, melihat berbagai pameran, hingga mengenal lebih jauh sejarah Hong Kong melalui bangunan-bangunan yang masih mempertahankan arsitektur aslinya.
Tempat berikutnya adalah Central Market, sebuah pasar bersejarah yang kini telah direvitalisasi menjadi ruang publik modern.
Di dalamnya, kamu bisa menemukan berbagai toko lokal, gerai makanan, toko lifestyle, hingga area untuk acara budaya. Cocok banget untuk sekadar berjalan-jalan, mencari oleh-oleh, atau beristirahat sejenak setelah menjelajahi kawasan Central.
Jangan lupa mencoba naik Central–Mid-Levels Escalator, sistem eskalator luar ruangan beratap yang menjadi salah satu ikon unik Hong Kong.
Eskalator ini menghubungkan kawasan Central dengan area permukiman Mid-Levels. Sepanjang perjalanan, kamu akan melewati berbagai kafe, toko, street art, dan sudut-sudut kota yang menarik untuk dilihat.
Saat menjelajah Old Town Central, Muslim traveler juga bisa menyempatkan diri mampir ke Jamia Mosque, yang dikenal juga sebagai Jami'a Mosque atau Shelley Street Mosque.
Dibangun sekitar tahun 1849, masjid ini dikenal sebagai masjid pertama sekaligus tertua di Hong Kong. Awalnya, Jamia Mosque didirikan untuk melayani komunitas Muslim yang berasal dari Semenanjung India, termasuk tentara Britania Raya, pelaut, dan anggota kepolisian.
Lokasinya cukup strategis untuk dikunjungi saat kamu sedang menjelajahi kawasan Central. Kamu bisa beristirahat sejenak, menunaikan sholat, dan menikmati suasana masjid sebelum melanjutkan perjalanan.
Keberadaan masjid ini juga menjadi pengingat bahwa Hong Kong memiliki sejarah komunitas Muslim yang cukup panjang dan menarik untuk diketahui.
Kalau ingin menikmati pemandangan Hong Kong dari sudut yang berbeda, bagaimana kalau mencoba makan malam sambil berlayar di Victoria Harbour?
Salah satu pengalaman yang kami coba adalah naik Harbour Cruise – Bauhinia, sebuah kapal pesiar yang menawarkan pengalaman makan malam dengan buffet bersertifikat halal.
Kapal pesiar ini telah memiliki sertifikasi halal sejak 2013, sehingga bisa menjadi pilihan menarik bagi Muslim traveler yang ingin menikmati makan malam sambil melihat keindahan kawasan pelabuhan Hong Kong.
Perjalanan dimulai dari North Point (East) Passenger Ferry Pier di Hong Kong Island. Durasi pelayarannya sekitar 1,5 hingga 2 jam, tergantung jadwal keberangkatan.
Selama perjalanan, kamu bisa menikmati hidangan buffet sambil melewati berbagai gedung pencakar langit dan landmark terkenal di sekitar Victoria Harbour. Rasanya menyenangkan bisa menikmati pemandangan kota tanpa harus berjalan kaki ke sana kemari.
Namun, bagian paling ditunggu justru datang sekitar pukul 8 malam.
Begitu pengumuman terdengar, kami langsung naik ke dek terbuka paling atas untuk menyaksikan A Symphony of Lights, pertunjukan cahaya dan musik yang menjadi salah satu atraksi malam paling terkenal di Hong Kong.
Gedung-gedung pencakar langit di sekitar Victoria Harbour mulai dihiasi cahaya warna-warni, laser, dan tampilan LED yang bergerak mengikuti iringan musik.
Menyaksikan pertunjukan ini langsung dari tengah pelabuhan menjadi salah satu pengalaman paling berkesan selama liburan di Hong Kong!
Memasuki hari ketiga di Hong Kong, kami ingin mencoba pengalaman kuliner lain yang lebih dekat dengan budaya komunitas Muslim setempat.
Tujuan kami kali ini adalah Masjid Ammar and Osman Ramju Sadick Islamic Centre di kawasan Wan Chai, salah satu pusat kegiatan komunitas Muslim di Hong Kong.
Namun, ada satu hal lagi yang membuat tempat ini populer di kalangan Muslim traveler, yaitu Islamic Centre Canteen yang berada di lantai 5 gedung tersebut.
Kantin ini terkenal dengan aneka dimsum Kanton halal dan hidangan khas Tiongkok. Kamu bisa menikmati berbagai menu dim sum yang biasanya menggunakan daging babi, tetapi di sini diolah menggunakan bahan halal dengan pilihan pengganti seperti ayam, sapi, atau kambing.
Aku sendiri cukup terkesan dengan rasa makanannya. Meski menggunakan bahan halal, cita rasa khas masakan Kanton tetap terasa otentik dan lezat.
Jadi, buat kamu yang sedang mencari tempat makan dim sum halal di Hong Kong, Islamic Centre Canteen wajib banget masuk dalam daftar kuliner yang ingin dicoba.
Selain menikmati makanan khas Hong Kong, kamu juga bisa mengenal lebih dekat kehidupan komunitas Muslim lokal di kota ini.
Setelah beberapa hari menjelajahi kawasan perkotaan Hong Kong yang ramai, kami memutuskan untuk mencari suasana yang lebih tenang. Kali ini, tujuan kami adalah Ma Wan 1868, sebuah kawasan desa cantik yang suasananya terasa sangat berbeda dari pusat kota Hong Kong.
Terletak di Pulau Ma Wan, di antara Lantau Island dan Tsing Yi, Ma Wan 1868 merupakan destinasi wisata, seni, dan budaya yang resmi dibuka pada Maret 2025. Kawasan ini menawarkan perpaduan antara sejarah lokal, kreativitas modern, dan pemandangan alam.
Salah satu hal pertama yang akan mencuri perhatianmu adalah deretan rumah warna-warni yang dikenal sebagai Rainbow Houses.
Rumah-rumah desa tua di sini telah direnovasi dan dicat dengan warna-warna cerah, lengkap dengan mural dan karya seni jalanan yang membuat suasananya semakin menarik.
Bahkan, beberapa wisatawan menyebut kawasan ini mirip Cinque Terre atau Notting Hill versi Hong Kong. Nggak heran kalau hampir setiap sudutnya terlihat instagramable!
Tapi Ma Wan bukan cuma soal rumah warna-warni. Pulau ini juga dikenal memiliki suasana yang lebih tenang dan kualitas udara yang lebih bersih dibandingkan pusat kota. Salah satu alasannya adalah pembatasan kendaraan pribadi dan sepeda motor yang cukup ketat, sehingga suasana pulau tetap nyaman.
Kami menghabiskan sore dengan berjalan santai menyusuri desa, menikmati suasana sekitar, dan melihat berbagai sudut menariknya.
Menjelang matahari terbenam, pemandangannya justru semakin cantik. Deretan rumah warna-warni, pantai, serta Jembatan Tsing Ma yang megah menjadi latar belakang sunset yang sulit dilupakan.
Kalau kamu ingin mencari suasana berbeda dan sejenak menjauh dari keramaian kota Hong Kong, Ma Wan 1868 bisa menjadi destinasi yang menarik untuk dikunjungi.
Liburan ke Hong Kong ternyata bukan hanya soal berburu foto instagramable, belanja, atau menikmati pemandangan skyline. Kalau punya waktu lebih, coba deh sempatkan diri mengunjungi museum untuk mengenal sejarah kota ini.
Kami mengunjungi Hong Kong Museum of History, sebuah museum yang menyimpan berbagai cerita tentang sejarah, budaya, dan perkembangan Hong Kong dari zaman prasejarah hingga era modern.
Di dalamnya, kamu bisa menemukan berbagai koleksi benda bersejarah, pameran budaya, dan cerita tentang bagaimana Hong Kong berkembang menjadi kota modern seperti sekarang.
Hal yang membuat kunjungan kali ini semakin seru adalah adanya aktivitas stamp hunting atau berburu stempel.
Kamu bisa mengumpulkan stempel dengan ilustrasi khas Hong Kong selama menjelajahi museum. Aktivitas sederhana ini memberikan pengalaman yang lebih menyenangkan, terutama kalau kamu berkunjung bersama anak-anak atau suka mengoleksi suvenir kecil dari setiap perjalanan.
Jadi, kalau kamu ingin mengenal Hong Kong lebih dalam dan nggak hanya mengunjungi tempat-tempat wisatanya, museum ini layak masuk dalam itinerary.
Sebelum pulang, ada satu tempat lagi yang ingin aku kunjungi, yaitu Cookies Quartet, toko kue di Hong Kong yang terkenal dengan aneka biskuit palmier dan kemasan produknya yang cantik.
Buat kamu yang sedang mencari oleh-oleh halal dari Hong Kong, tempat ini bisa menjadi salah satu pilihan. Beberapa produknya telah mendapatkan sertifikasi halal dan dilengkapi logo halal pada kemasannya, sehingga memudahkan Muslim traveler saat memilih camilan untuk dibawa pulang.
Flagship store Cookies Quartet berada di Golden Glory Mansion, 16 Carnarvon Road, Tsim Sha Tsui, Kowloon.
Namun, yang membuat toko ini semakin menarik adalah konsepnya yang unik. Cookies Quartet dikenal sebagai museum biskuit palmier pertama di dunia. Di sini, kamu bisa mengenal sejarah, bahan-bahan, hingga proses pembuatan kue palmier yang menjadi produk andalannya.
Ada juga berbagai dekorasi kreatif yang terinspirasi dari lukisan terkenal dunia, seperti Mona Lisa, karya Van Gogh, dan Girl with a Pearl Earring, yang dibuat menggunakan elemen biskuit.
Seru banget untuk sekadar melihat-lihat, membeli camilan, atau mencari oleh-oleh unik untuk keluarga dan teman di rumah.
Jangan lupa untuk tetap mengecek logo halal pada setiap produk sebelum membeli, ya, karena sertifikasi halal bisa saja hanya berlaku untuk produk tertentu.
Sebelum berangkat ke Hong Kong, jujur saja aku sempat berpikir kalau menjelajahi kota ini sebagai Muslim traveler mungkin membutuhkan persiapan ekstra. Terutama soal mencari makanan halal dan tempat untuk menunaikan sholat.
Namun, setelah menghabiskan beberapa hari menjelajahi Hong Kong, ternyata kota ini punya lebih banyak fasilitas ramah Muslim daripada yang aku bayangkan.
Mulai dari menikmati fine dining halal di Angelini Restaurant, menginap di hotel ramah Muslim InterContinental Grand Stanford Hong Kong, hingga mencoba dim sum halal di Islamic Centre Canteen. Pilihan kulinernya pun cukup beragam.
Kamu juga bisa menemukan fasilitas sholat di tempat wisata seperti Ocean Park, mengunjungi masjid bersejarah seperti Jamia Mosque, bahkan menikmati dinner cruise bersertifikat halal sambil melihat keindahan Victoria Harbour.
Belum lagi berbagai pengalaman menarik di luar kawasan pusat kota, seperti menjelajahi desa warna-warni Ma Wan 1868, menikmati suasana taman tepi laut, hingga mengenal sejarah dan budaya Hong Kong.
Baca juga : Panduan Masjid dan Fasilitas Ibadah di Hong Kong
Jadi, buat kamu yang selama ini masih ragu liburan ke Hong Kong karena khawatir sulit menemukan makanan halal atau fasilitas ibadah, semoga pengalaman perjalananku ini bisa membuatmu lebih yakin untuk menjelajahinya.
Karena Hong Kong bukan cuma tentang gedung pencakar langit dan jalanan yang sibuk. Ada banyak sisi lain yang lebih tenang, penuh warna, dan ternyata cukup ramah untuk Muslim traveler. Jangan sampai kamu melewatkannya!
Dipublikasikan pada
Dapatkan tips dan berita travel terbaru!
Ini dia daftar negara yang bisa kamu kunjungi tanpa pengurusan visa fisik di kedubes dengan paspor Indonesia kamu! Bebas visa fisik ke negara-negara terkenal seperti Maldives, Jepang dan Hong Kong dan lainnya lho!
Ini dia 10 gunung yang harus kamu daki di Indonesia untuk melihat pemandangan mempesona negara kita! Mulai dari gunung yang mudah didaki hingga gunung yang tersusah untuk dijajahi!
Lupakan Perancis dan Inggris! Kunjungi 10 negara di Eropa ini yang tidak kalah cantik tapi jauh lebih murah dan luar biasa saja.
Siapa bilang tidak ada yang bisa dilihat di Surabaya? Ini dia 10 tempat di Surabaya yang harus kamu kunjungi!
Artikel ini dikontribusikan dan ditranslasikan oleh Seoul Wanderlust Stories. For the English version of this article, read it here. Ini dia 10 tempat di Seoul favoritku yang bisa dijadikan background keren untuk foto Instagram kamu! Nota: Tempat-tempat disini hanya tempat yang pernah saya kunjungi langsung. Di akhir daftar, saya akan memasukkan beberapa tempat ekstra yang instagramable juga tapi […]
Biaya tersembunyi perjalanan bisnis lebih besar dari yang kamu kira. Pelajari cara menghitung total biaya sebenarnya dan cara mengoptimasi anggaran perjalanan timmu.
Persiapan untuk konser Olivia Dean!
Ada banyak restoran punya tempat shalat.
Salah satu perayaan dan festival budaya di Singapura yang tidak boleh dilewatkan!
Kamu tim bakso urat, telur, cincang, mercon, atau keju?