Ini dia daftar negara yang bisa kamu kunjungi tanpa pengurusan visa fisik di kedubes dengan paspor Indonesia kamu! Bebas visa fisik ke negara-negara terkenal seperti Maldives, Jepang dan Hong Kong dan lainnya lho!

Coba tanyakan kepada siapa pun yang pernah berkunjung ke sana, mereka pasti akan memberikan jawaban yang sama: tidak pernah ada waktu yang salah untuk liburan ke Jepang. Namun, memang ada momen-momen yang jauh lebih ideal, tergantung pada pengalaman apa yang sebetulnya sedang kamu cari.
Baca juga: Wisatawan Indonesia Wajib Daftar JESTA Sebelum ke Jepang? Simak Peraturannya!
Mulai dari pesona magis kelopak bunga sakura yang berwarna merah muda elektrik di musim semi hingga hamparan dedaunan kemerahan yang syahdu di musim gugur, kalender tahunan Jepang dipenuhi oleh pemandangan indah yang saking cantiknya terlihat seperti tidak nyata. Kunci utamanya adalah mencocokkan tanggal keberangkatanmu dengan jenis petualangan yang ingin kamu rasakan.
Berikut adalah ulasan jujur dan mendalam dari bulan ke bulan mengenai kapan waktu terbaik untuk berangkat, lengkap dengan alasannya!
Musim | Bulan | Atmosfer | Keramaian | Estimasi Biaya |
Musim Semi | Maret–Mei | Bunga sakura bermekaran, cuaca sangat sempurna | Sangat Ramai | Tinggi (Peak Season) |
Musim Panas | Juni–Agustus | Festival budaya, kelembapan tinggi, musim daki Mt. Fuji | Sedang | Menengah |
Musim Gugur | September–November | Daun-daun berubah kemerahan, udara sejuk | Padat | Tinggi (Peak Season) |
Musim Dingin | Desember–Februari | Salju, monyet salju, ski, turis lebih sepi | Sepi & Tenang | Rendah–Menengah |
Terbaik untuk Pemula: Akhir Maret hingga awal April, atau bulan November.
Terbaik untuk Menghemat Anggaran (On a Budget): Januari hingga Februari (di luar momen Tahun Baru).
Terbaik untuk Menghindari Kerumunan: Januari hingga Februari, atau bulan September.
Image credit: Sean Pavone | Canva Pro
Musim semi bisa dibilang sebagai "bintang utama" dari pariwisata Jepang. Tentu saja, popularitas ini bukan tanpa alasan yang kuat.
Suhu udara pada musim ini terasa sangat bersahabat—suhu siang hari berkisar di angka 15°C pada bulan Maret, lalu meningkat hingga 23°C yang sejuk dan nyaman di bulan Mei. Tingkat kelembapannya rendah dan langit pun cenderung cerah. Dan pastinya, pemandangan bunga sakura yang mekar serentak akan menyulap seluruh sudut kota menjadi lautan merah muda yang romantis.
Tantangannya? Semua traveler di seluruh dunia sudah mengetahui hal ini. Jadi, bersiaplah untuk menghadapi kereta yang padat, harga hotel yang melonjak berkali-kali lipat, serta kewajiban untuk memesan segala akomodasi jauh-jauh hari (bahkan kamu harus memesan penginapan di Kyoto sejak enam bulan sebelumnya).
Akhir Maret hingga Awal April: Puncak mekarnya sakura di kota-kota besar seperti Tokyo, Kyoto, dan Osaka.
Pertengahan hingga Akhir April: Gelombang mekarnya sakura mulai bergeser ke wilayah utara, seperti Sendai dan Aomori.
Akhir April hingga Awal Mei: Golden Week (pekan libur nasional Jepang). Pada momen ini, kereta dan hotel akan penuh total oleh warga lokal yang ikut berlibur. Sangat disarankan untuk memesan tiket dari jauh-jauh hari atau hindari pekan ini sama sekali.
Pakaian: Gunakan pakaian berlapis. Siapkan jaket model ringan untuk bulan Maret, dan kamu sudah bisa memakai kaus biasa di bulan Mei. Jangan lupa pakai sepatu berjalan yang paling nyaman karena kamu akan banyak melangkah kaki.
Tips dari TripZilla: Musim ini sangat layak dikejar dan sepadan dengan keramaiannya jika melihat sakura secara langsung adalah impian terbesarmu. Namun jika tidak, sebaiknya alihkan rencana perjalananmu ke bulan November.
I
mage credit: Sean Pavone | Canva Pro
Musim panas di Jepang selalu identik dengan suasana yang meriah, ceria, dan penuh energi dengan cara yang paling menyenangkan.
Ini adalah musimnya berbagai festival budaya bergengsi digelar. Bayangkan keseruan barisan parade yang diiringi tabuhan drum tradisional, deretan stan makanan jalanan yang menjual cumi bakar yang harum, serta langit malam yang diterangi oleh pertunjukan kembang api raksasa yang spektakuler. Selain itu, ini juga merupakan satu-satunya waktu di mana jalur pendakian ke puncak Gunung Fuji resmi dibuka untuk umum (khusus bulan Juli hingga Agustus).
Namun, kamu juga harus realistis dengan kondisi cuacanya. Bulan Juni merupakan masa beralihnya musim hujan. Sementara bulan Juli dan Agustus membawa cuaca panas yang cukup ekstrem. Dengan suhu menyentuh 30°C dan tingkat kelembapan mencapai 80%, jangan heran jika kamu sudah berkeringat basah kuyup bahkan sebelum waktu sarapan pagi dimulai.
Juni: Bunga hortensia bermekaran cantik di wilayah Kamakura dan Hakone (menjadi tempat pelarian yang pas jika kamu mulai bosan dengan rintik hujan di kota besar).
Juli: Gion Matsuri di Kyoto, yang merupakan salah satu festival budaya terbesar dan paling megah di Jepang.
Agustus: Festival kembang api serentak di seluruh negeri, serta libur panjang Obon di pertengahan Agustus (momen di mana arus lalu lintas transportasi lokal sangat padat).
Pakaian: Kenakan pakaian dari bahan yang tipis, ringan, dan mudah menyerap keringat. Siapkan payung lipat (untuk bulan Juni), tabir surya, dan handuk kecil untuk mengelap keringat di leher.
Tips dari TripZilla: Ini adalah musim yang sangat sempurna bagi para pecinta festival kebudayaan dan pendaki Gunung Fuji. Namun, musim ini akan terasa cukup berat bagi kamu yang tidak tahan dengan cuaca yang gerah dan lembap.
Image credit: TrueCreatives | Canva Pro
Jika kamu bertanya kepada para mereka yang sudah berulang kali ke Jepang mengenai musim favorit, mayoritas pasti akan langsung menjawab: musim gugur.
Meskipun jumlah kunjungan turis masih tergolong ramai, kerumunannya jauh lebih menyebar dibandingkan saat musim semi. Kondisi cuacanya pun terasa sangat sejuk, bersih, dan segar. Bahkan, bulan Oktober dan November bisa dibilang jauh lebih nyaman daripada musim semi karena tingkat kelembapannya yang rendah dan minimnya risiko hujan dadakan. Bagaimana dengan pemandangannya? Pesona perubahan warna dedaunan musim gugur di Jepang dijamin sama indahnya dengan pesona bunga sakura.
Hanya saja, kamu perlu sedikit berhati-hati di bulan September. Bulan ini merupakan puncak musim angin topan, meskipun sebagian besar badai biasanya hanya lewat di pesisir tanpa menimbulkan gangguan yang berarti pada jadwal perjalanan. Memasuki bulan Oktober, risiko badai ini akan menurun drastis.
Pertengahan Oktober: Keindahan gradasi warna musim gugur mulai menyelimuti wilayah Hokkaido di bagian utara Jepang.
Awal hingga Pertengahan November: Puncak perubahan warna daun yang cantik di Tokyo dan Kyoto.
Akhir November: Pesona warna musim gugur mulai mencapai wilayah Kyushu di bagian selatan.
Pakaian: Kembali gunakan sistem pakaian berlapis. Siapkan sweater yang hangat saat memasuki bulan November, serta sepatu bot yang nyaman untuk menemani aktivitas jalan santai menikmati guguran daun.
Tips dari TripZilla: Ini adalah musim terbaik secara keseluruhan jika dinilai dari segi kenyamanan cuaca, keindahan panorama alam, serta tingkat kepadatan turis yang masih masuk akal. Sangat direkomendasikan bagi turis pemula yang belum sempat mencicipi indahnya musim semi.
Image credit: Sean Pavone | Canva Pro
Musim dingin adalah rahasia terbaik yang disimpan rapat-rapat oleh pariwisata Jepang.
Ya, udaranya memang menusuk kulit. Suhu di Tokyo biasanya berkisar antara 5–10°C, sementara wilayah utara seperti Sapporo bisa merosot hingga di bawah titik beku. Namun di balik itu, langit musim dingin Jepang justru berwarna biru sangat cerah—bahkan sering kali jauh lebih bersih dibandingkan musim lainnya—dan jumlah kerumunan turis akan berkurang drastis di luar pekan perayaan Tahun Baru.
Keajaiban yang sesungguhnya berada di wilayah yang bersalju tebal. Destinasi legendaris seperti Shirakawa-go dan desa-desa tersembunyi di pegunungan Gifu akan terlihat sangat magis layaknya keluar dari buku dongeng fiksi. Kawasan Pegunungan Alpen Jepang juga menyajikan kualitas salju terbaik di dunia yang keindahannya siap bersaing dengan Pegunungan Alpen di Eropa. Dan tentu saja, pemandangan ikonik monyet salju di Jigokudani yang sedang asyik berendam di kolam air panas alami hanya bisa kamu saksikan di musim ini!
Desember: Festival lampu hias berskala besar yang spektakuler menghiasi sudut-sudut kota Tokyo dan Osaka secara gratis.
Januari: Festival salju yang megah di Sapporo (berlangsung dari akhir Januari hingga awal Februari).
Februari: Mekarnya bunga plum—alternatif yang jauh lebih tenang, sepi, dan mekar lebih awal sebelum musim bunga sakura tiba.
Pakaian: Siapkan mantel musim dingin yang tebal dan berkualitas. Kenakan pakaian dalam termal, sarung tangan, serta kupluk hangat jika kamu berencana pergi ke area pegunungan. Pastikan juga memakai sepatu bot agar kaki tidak basah saat berjalan di atas salju.
Tips dari TripZilla: Ini adalah waktu terbaik bagi para pemburu tiket murah, pecinta olahraga salju, serta siapa saja yang ingin menikmati keindahan autentik Jepang dengan suasana yang tenang tanpa perlu berdesakan dengan lautan manusia.
Periode Liburan | Waktu Terbaik untuk Booking | Tips Rahasia dari Kami |
Musim Sakura (Akhir Maret–Awal April) | 6+ Bulan Sebelumnya | Hotel-hotel strategis di Kyoto bisa habis dipesan hanya dalam semalam! |
Golden Week (Akhir April–Awal Mei) | 6+ Bulan Sebelumnya | Saran jujur dari kami? Sebaiknya hindari pekan ini demi kenyamananmu. |
Musim Gugur (November) | 4–6 Bulan Sebelumnya | Kota Kyoto akan sangat padat, namun hotel di kota-kota lain masih aman. |
Musim Dingin (Januari–Februari) | 2–3 Bulan Sebelumnya | Pilihan terbaik untuk kamu yang gemar berburu promo dadakan. |
Musim Panas (Juli–Agustus) | 3–4 Bulan Sebelumnya | Pastikan memesan pondok persinggahan di Gunung Fuji sejak jauh hari jika ingin mendaki. |
Image credit: Aflo Images | Canva Pro
Pilihlah musim semi (akhir Maret hingga awal April) jika kamu sangat ingin melihat keindahan bunga sakura secara langsung dan tidak keberatan berada di tengah keramaian turis.
Pilihlah musim gugur (November) jika kamu mengutamakan cuaca yang sejuk, langit yang bersih, serta pemandangan warna alam yang luar biasa cantik.
Pilihlah musim dingin (Januari hingga Februari) jika kamu ingin menghemat anggaran pengeluaran, mendambakan suasana liburan yang sepi dari turis, atau ingin bermain salju.
Sebaiknya lewati musim panas, kecuali jika kamu memang sangat tertarik untuk berburu festival kebudayaan tradisional Jepang atau berniat menaklukkan puncak Gunung Fuji.
Baca juga: Panduan Wisata Ramah Muslim di Shizuoka, Dari Masjid Hingga Makanan Halal
Pada kenyataannya, Jepang selalu tampil memikat di musim apa pun. Kami sendiri sudah pernah merasakan berjalan di bawah guyuran hujan lebat maupun berjalan di bawah terik matahari musim panas yang menyengat di sana, dan kami tetap pulang dengan senyuman lebar. Kelezatan kulinernya, keramahan masyarakatnya, hingga ketepatan waktu sistem transportasinya tidak akan pernah berubah hanya karena faktor cuaca. Jadi, bisa dibilang waktu terbaik untuk berlibur ke Jepang adalah kapan pun kamu sudah siap secara dana dan waktu!
Dipublikasikan pada
Dapatkan tips dan berita travel terbaru!
Ini dia daftar negara yang bisa kamu kunjungi tanpa pengurusan visa fisik di kedubes dengan paspor Indonesia kamu! Bebas visa fisik ke negara-negara terkenal seperti Maldives, Jepang dan Hong Kong dan lainnya lho!
Ini dia 10 gunung yang harus kamu daki di Indonesia untuk melihat pemandangan mempesona negara kita! Mulai dari gunung yang mudah didaki hingga gunung yang tersusah untuk dijajahi!
Lupakan Perancis dan Inggris! Kunjungi 10 negara di Eropa ini yang tidak kalah cantik tapi jauh lebih murah dan luar biasa saja.
Siapa bilang tidak ada yang bisa dilihat di Surabaya? Ini dia 10 tempat di Surabaya yang harus kamu kunjungi!
Artikel ini dikontribusikan dan ditranslasikan oleh Seoul Wanderlust Stories. For the English version of this article, read it here. Ini dia 10 tempat di Seoul favoritku yang bisa dijadikan background keren untuk foto Instagram kamu! Nota: Tempat-tempat disini hanya tempat yang pernah saya kunjungi langsung. Di akhir daftar, saya akan memasukkan beberapa tempat ekstra yang instagramable juga tapi […]
Deretan hotel nyaman dan cocok untuk foto-foto.
Kafe dengan bangunan bersejarah hingga view alam.
Salah satu destinasi wisata baru dan paling populer dan viral di Jogja, nih!
Liburan ke Shizuoka kini lebih tenang!
Badan auto segar!