1. Travel

Keliling Dunia Saat Bulan Suci: 7 Destinasi yang Wajib Dikunjungi Muslim Traveller Saat Ramadan

Ramadan saat traveling itu punya ritme yang aneh tapi cantik banget. Siang hari mungkin terasa lebih tenang dan lambat, tapi begitu matahari terbenam, kota-kota seakan "berubah wujud". Masjid-masjid mulai dipenuhi jamaah, pasar malam bercahaya dengan deretan kedai makanan, dan keluarga berkumpul untuk berbuka puasa. Bagi Muslim traveller, momen ini bukan sekadar perjalanan biasa, tapi kesempatan emas untuk merasakan bulan suci melalui kacamata budaya yang berbeda.

Baca juga: 8 Tradisi Menyambut Ramadan Paling Unik dari Berbagai Daerah di Indonesia 

Nah, buat kamu yang pengen ngerasain suasana puasa yang nggak biasa, ada tujuh negara yang punya vibe Ramadan super spesial. Lengkap dengan tradisi lokal, tips perjalanan, hingga rekomendasi masjid ikonik untuk shalat Tarawih, yuk simak daftarnya!

1. Maroko: Pesona Magis di Tengah Medina

Mengunjungi Maroko saat Ramadan itu luar biasa. Siang hari suasananya sangat damai, tapi begitu maghrib, jalanan langsung hidup dengan aroma makanan tradisional yang menggoda dari area Medina.

  • Tradisi Lokal: Ada sosok Nafar, peniup terompet yang berkeliling sebelum subuh untuk membangunkan warga sahur. Saat buka puasa, jangan lewatkan sup Harira, kurma, dan kue Chebakia.

  • Tempat Tarawih: Masjid Hassan II (Casablanca) atau Masjid Koutoubia (Marrakech).

  • Tips: Restoran di area turis biasanya tetap buka, tapi di area tradisional banyak yang tutup sampai waktu berbuka.

2. Turki: Tradisi Ottoman yang Megah

Turki memadukan kemegahan sejarah Ottoman dengan kehidupan modern. Pemandangannya? Juara!

  • Tradisi Lokal: Kamu akan melihat Mahya, yaitu lampu dekoratif di antara menara masjid yang membentuk tulisan religius. Ada juga penabuh drum (Davulcu) yang membangunkan sahur.

  • Tempat Tarawih: Masjid Sultan Ahmed (Blue Mosque) atau Masjid Süleymaniye yang punya view Bosphorus.

  • Tips: Banyak pemerintah kota mengadakan buka puasa gratis di alun-alun kota. Seru banget buat gabung bareng warga lokal!

3. Bosnia & Herzegovina: Vibe Eropa Rasa Islami

Ramadan di Bosnia terasa seperti pertemuan antara pemandangan Eropa yang cantik dengan tradisi Islam yang kuat.

  • Tradisi Lokal: Di Sarajevo, ada dentuman Meriam dari Benteng Kuning yang menandakan waktu berbuka. Warga biasanya berkumpul di bukit untuk melihat sunset sebelum makan roti Somun.

  • Tempat Tarawih: Masjid Gazi Husrev-beg yang bersejarah di Kota Tua Sarajevo.

  • Tips: Bawa jaket ringan karena malam hari di sana bisa cukup dingin.

4. Malaysia: Surga Bazar Ramadan

Kalau kamu cari yang "sat-set" dan mudah, Malaysia adalah jawabannya. Suasananya sangat akrab buat lidah orang Indonesia.

  • Tradisi Lokal: Bazar Ramadan! Dari jam 5 sore, ratusan stand makanan akan bermunculan. Selain itu, ada tradisi Moreh, yaitu makan ringan bersama di masjid setelah shalat Tarawih.

  • Tempat Tarawih: Masjid Negara atau Masjid Putra yang cantik di Putrajaya.

  • Tips: Datang ke Bazar sekitar jam 5–6 sore untuk merasakan atmosfer terbaiknya.

5. Pakistan: Hangatnya Kebersamaan

Ramadan di Pakistan sangat terasa kekeluargaannya. Orang-orang di sini sangat murah hati, jangan kaget kalau tiba-tiba diajak berbuka bareng oleh orang asing.

  • Tradisi Lokal: Menjelang buka, jalanan penuh dengan penjual Samosa, Pakora, dan Fruit Chaat. Sepuluh malam terakhir sangat bermakna karena masjid-masjid akan sangat penuh.

  • Tempat Tarawih: Masjid Badshahi yang megah atau Masjid Faisal yang ikonik di Islamabad.

  • Tips: Jalanan akan sangat macet satu jam sebelum buka puasa, jadi pastikan kamu sudah sampai lokasi tujuan sebelum itu.

6. Kazakhstan: Ramadan Unik di Asia Tengah

Mungkin jarang terpikirkan, tapi Kazakhstan menawarkan sisi unik kehidupan Islam di Asia Tengah dengan latar belakang gedung modern dan pegunungan.

  • Tradisi Lokal: Atmosfernya lebih tenang dibanding Timur Tengah, tapi sangat hangat. Fokus kegiatan biasanya terpusat di masjid-masjid besar yang mengadakan buka puasa bersama.

  • Tempat Tarawih: Masjid Hazrat Sultan (Masjid terbesar di Asia Tengah).

  • Tips: Acara Ramadan lebih banyak di masjid daripada festival jalanan, jadi pastikan sering-sering mampir ke pusat komunitas Islam.

7. Inggris (United Kingdom): Ramadan Multikultural

Siapa bilang Ramadan di negara minoritas itu sepi? Di Inggris, khususnya London, Ramadan terasa sangat semarak dan inklusif.

  • Tradisi Lokal: Ada Ramadan Lights di pusat kota London dan banyak acara Open Iftar (buka puasa bersama) yang terbuka untuk semua latar belakang agama sebagai bentuk toleransi.

  • Tempat Tarawih: East London Mosque atau London Central Mosque (Regent's Park).

  • Tips: Makanan halal sangat mudah ditemukan karena komunitas Muslim di sana sangat besar.

Baca juga: 7 Pengalaman Menginap Unik Ini untuk Memulai Tahun 2026!

Merasakan Ramadan saat traveling adalah pengingat bahwa bulan suci ini memiliki banyak wajah budaya yang indah. Mulai dari dentuman meriam di Sarajevo hingga cahaya lampion di Medina Maroko, setiap destinasi memberikan warna tersendiri pada ritme puasa, doa, dan kebersamaan. Bagi Muslim traveller, perjalanan ini bisa mengubah liburan biasa menjadi pengalaman spiritual yang jauh lebih bermakna. Selamat merencanakan perjalanan Ramadanmu!


Dipublikasikan pada


Tentang Penulis

Nisa

Love to share the small things that make life interesting. Come with me on a journey where curiosity takes the lead, and each story invites you to see the world in a new way.

Brand Managers!

Ingin melihat merek atau bisnis kamu di website kami?

Hubungi kami sekarang

Berlangganan Milis TripZilla

Dapatkan tips dan berita travel terbaru!

Rekomendasi Artikel

Artikel Terbaru