8 Tradisi Menyambut Ramadan Paling Unik dari Berbagai Daerah di Indonesia 

Indonesia dengan mayoritas penduduknya yang beragama Muslim tentunya selalu meriah dalam menyambut bulan suci Ramadan. Suasana hangat dan penuh antusiasme sudah mulai terasa bahkan berminggu-minggu sebelum hilal terlihat, menciptakan harmoni yang indah di seluruh penjuru negeri.

Baca juga: Tradisi Unik Ramadan di Negara Mayoritas Muslim di Dunia

Dengan kekayaan budaya yang beragam, tentu Indonesia punya banyak tradisi bulan puasa yang unik! Tiap daerah terkenal dengan rangkaian kegiatan yang berbeda-beda, tapi semuanya tetap sarat akan makna spiritual. Apa saja sih, tradisi unik bulan puasa dari berbagai daerah di Indonesia? Yuk, kita intip satu per satu!

1. Tradisi Munggahan (Jawa Barat)

Image credit: Traveloka

Menjelang Ramadan, tepatnya pada akhir bulan Sya’ban, masyarakat Sunda biasanya melakukan Munggahan. Istilah ini berasal dari kata "munggah" yang artinya naik, melambangkan harapan agar umat Muslim "naik" derajatnya saat memasuki bulan suci.

Uniknya, beda kota bisa beda penyebutan, lho! Masyarakat Bandung atau Sukabumi sering menyebutnya Papajar, sementara warga Bogor lebih akrab dengan istilah Cucurak. Kegiatannya seru banget, mulai dari ziarah kubur, bersih-bersih rumah, hingga makan besar bareng keluarga untuk saling bermaafan.

2. Tradisi Nyadran (Jawa Tengah)

Image credit: RRI

Bagi kamu yang berada di Jawa Tengah, Nyadran pasti sudah nggak asing lagi. Ini adalah ritual ziarah kubur massal di mana warga membersihkan makam leluhur dan berdoa bersama.

Nilai gotong royongnya sangat kental, karena setelah bersih-bersih, biasanya ada acara makan bersama dengan tetangga sebagai bentuk syukur. Tradisi ini bikin ikatan persaudaraan antar warga makin kuat sebelum fokus beribadah sebulan penuh.

3. Tradisi Nyorog (Betawi)

Image credit: Seni Budaya Betawi

Masyarakat Betawi punya cara manis untuk menyambung silaturahmi, yaitu Nyorog. Tradisinya adalah mengirimkan bingkisan makanan kepada keluarga yang lebih tua atau tetangga.

Dulu, makanan seperti nasi uduk dan ketupat dikirim menggunakan rantang susun. Meski sekarang zamannya sudah canggih dan bisa pakai layanan pesan antar, esensinya tetap sama: menghormati orang tua dan berbagi kebahagiaan menyambut Ramadan.

4. Tradisi Megibung (Bali)

Image credit: Desa Tiyingtali

Siapa bilang Bali nggak punya tradisi Ramadan? Di Karangasem, ada tradisi Megibung. Ini adalah acara makan bersama dalam satu nampan besar yang dilakukan oleh warga Muslim Bali.

Megibung menjadi simbol persaudaraan yang sangat kuat. Sambil makan, biasanya ada diskusi santai atau pengajian untuk mempersiapkan batin menghadapi puasa. Benar-benar menunjukkan indahnya toleransi dan kebersamaan!

5. Tradisi Meugang (Aceh)

Image credit: RRI

Di Aceh, menyambut Ramadan berarti "pesta daging". Tradisi Meugang dilakukan dengan memasak daging sapi atau kerbau untuk dinikmati bersama keluarga besar.

Warga percaya bahwa menyantap hidangan daging yang lezat sebelum puasa adalah bentuk syukur dan membawa keberkahan. Jangan kaget kalau pasar-pasar di Aceh mendadak jadi sangat ramai dan meriah menjelang Meugang!

6. Tradisi Malamang (Sumatera Barat)

Image credit: Antara News

Masyarakat Minangkabau punya tradisi Malamang, yaitu memasak lemang (ketan dalam bambu) secara gotong royong. Proses membakar lemang yang memakan waktu lama justru jadi momen berharga buat ngobrol dan mempererat hubungan antar warga.

Lemang yang sudah matang nantinya akan dibagikan ke tetangga dan saudara. Wangi bakaran bambunya beneran bikin suasana Ramadan makin terasa!

7. Pacu Jalur (Riau)

Image credit: Tempo

Kalau daerah lain identik dengan makanan, di Riau ada yang lebih memacu adrenalin: Pacu Jalur! Ini adalah perlombaan perahu panjang di Sungai Batang Kuantan.

Satu perahu bisa berisi 50-60 orang pendayung yang kompak bekerja sama. Selain jadi hiburan rakyat, Pacu Jalur adalah bentuk rasa syukur dan semangat kerja sama yang tinggi sebelum memasuki bulan puasa.

8. Tradisi Dugderan (Semarang)

Image credit: Info Budaya

Di Semarang, awal Ramadan ditandai dengan Dugderan. Namanya diambil dari suara bedug ("Dug") dan mercon ("Der"). Festival ini sangat meriah dengan pawai budaya dan kehadiran Warak Ngendog.

Warak Ngendog sendiri adalah hewan mitologi yang melambangkan akulturasi budaya Arab, Cina, dan Jawa. Ada pasar malamnya juga, lho! Cocok banget buat kamu yang mau ajak keluarga jalan-jalan sore.

Baca juga:

Setiap daerah di Indonesia punya tradisi unik dalam menyambut bulan suci Ramadan yang mencerminkan kekayaan budaya dan kearifan lokal. Tradisi-tradisi ini tidak hanya mempererat hubungan sosial, tetapi juga menjadi sarana untuk bersyukur dan mempersiapkan diri menyambut bulan penuh berkah. Keberagaman ini menunjukkan betapa indahnya Indonesia dalam mempertahankan warisan budaya yang harmonis dengan nilai-nilai keislaman.

Selamat mempersiapkan diri menyambut Ramadan! Tradisi mana nih yang paling sering kamu lakukan di daerahmu? 🌙✨



Dipublikasikan pada


Tentang Penulis

Nisa

Love to share the small things that make life interesting. Come with me on a journey where curiosity takes the lead, and each story invites you to see the world in a new way.

Brand Managers!

Ingin melihat merek atau bisnis kamu di website kami?

Hubungi kami sekarang

Berlangganan Milis TripZilla

Dapatkan tips dan berita travel terbaru!

Artikel Terbaru