Memang terkadang sulit untuk mencari makanan yang tepat untuk orang Muslim saat berlibur. Kunjungi 5 restoran halal di Ho Chi Minh City ini saat berlibur ke Vietnam ya!

Setiap tahun, masyarakat Tionghoa di seluruh dunia merayakan Tahun Baru Imlek dengan penuh semangat dan kegembiraan. Selain kemeriahan pesta kembang api dan atraksi barongsai yang memukau, makanan menjadi salah satu aspek terpenting yang menyatukan seluruh anggota keluarga di meja makan.
Baca juga: Pecinan Di Indonesia, Kawasan Asyik Menikmati Suasana Imlek Istimewa
Tahukah kamu kalau makanan khas Imlek itu nggak cuma sekadar lezat? Setiap hidangan yang disajikan ternyata dipilih dengan teliti karena sarat akan makna simbolis. Banyak hidangan yang menjadi doa dan harapan akan kebahagiaan, kemakmuran, serta kesuksesan sepanjang tahun yang baru. Yuk, intip 10 makanan yang wajib ada dan filosofi di baliknya!

Siapa yang nggak tahu kue keranjang atau yang sering disebut Nian Gao? Kue manis bertekstur legit ini biasanya hanya muncul setahun sekali menjelang Imlek. Bentuk bulatnya melambangkan harapan agar keluarga selalu bersatu, rukun, dan memiliki tekad yang bulat dalam menghadapi tantangan hidup.
Menariknya, banyak orang menyusun kue ini secara bertingkat dari ukuran besar di bawah hingga yang terkecil di atas. Susunan ini bukan tanpa alasan, lho, karena melambangkan rezeki dan kemakmuran yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Teksturnya yang lengket juga menjadi simbol keakraban antar anggota keluarga agar selalu menempel dan kompak.

Bebek atau ayam utuh adalah menu wajib yang sering banget kita temui di meja makan saat malam Imlek. Dalam tradisi Tionghoa, menyajikan unggas secara utuh (lengkap dengan kepala dan kaki) melambangkan keutuhan, keharmonisan, serta kemakmuran keluarga yang tidak terputus.
Hidangan ini disajikan sebagai doa agar keluarga tetap bersatu, dilimpahi kebahagiaan, dan meraih keberhasilan di masa depan. Selain itu, ayam atau bebek utuh juga menjadi bentuk penghormatan kepada leluhur dalam tradisi perayaan yang sakral ini.

Pangsit atau dumpling adalah hidangan tradisional yang sangat populer, terutama di wilayah Tiongkok bagian utara. Dalam budaya Tionghoa, pangsit melambangkan kemakmuran karena bentuknya yang unik menyerupai yuanbao, yaitu batangan emas kuno yang digunakan pada zaman dulu.
Katanya, semakin banyak pangsit yang kamu makan saat Imlek, semakin banyak pula kekayaan yang bisa kamu kumpulkan di tahun baru. Dengan menyantap hidangan ini, diharapkan keluarga akan diberkahi dengan rezeki yang melimpah dan kondisi keuangan yang stabil.

Selain kue keranjang, kue mangkok juga menjadi primadona saat perayaan Tahun Baru Imlek. Biasanya, kue ini diletakkan di bagian paling atas susunan kue keranjang dan dibuat dengan warna merah cerah yang sangat identik dengan nuansa keberuntungan.
Bentuk bagian atas kue mangkok yang mekar merekah ini melambangkan rezeki yang akan terus berkembang dan mekar di tahun yang baru. Semakin banyak kelopak mekar pada kue tersebut, konon semakin banyak pula keberuntungan yang akan kamu dapatkan!

Kue Lapis Legit atau Qiāncéng Gāo adalah kue mewah yang proses pembuatannya butuh kesabaran ekstra. Proses memanggang lapisan demi lapisan secara bertahap mencerminkan kerja keras, ketekunan, dan ketelitian yang akhirnya membuahkan hasil yang manis dan berharga.
Warna cokelat keemasan pada setiap lapisannya melambangkan kemakmuran dan kejayaan. Teksturnya yang padat dan kaya rasa menjadikannya simbol kebahagiaan serta keberkahan yang datang secara berlapis-lapis tanpa henti bagi siapa pun yang menyantapnya.

Yu sheng adalah sajian salad ikan segar (biasanya salmon atau tuna) yang dicampur dengan irisan sayuran warna-warni seperti lobak dan wortel. Makanan ini memiliki tradisi unik bernama Lo Hei, di mana seluruh anggota keluarga akan mengaduk dan mengangkat bahan salad setinggi mungkin menggunakan sumpit.
Semakin tinggi kamu mengangkat bahan salad tersebut, dipercaya semakin tinggi pula keberuntungan dan rezeki yang akan kamu raih di tahun baru. Momen seru ini biasanya diiringi dengan ucapan doa dan harapan baik dari seluruh anggota keluarga yang berkumpul.

Mie Panjang Umur atau Siu mie memiliki makna filosofis yang sangat mendalam bagi etnis Tionghoa. Hidangan ini melambangkan harapan agar orang yang menyantapnya memiliki usia yang panjang, kesehatan yang prima, serta kebahagiaan yang terus mengalir.
Ada aturan unik saat memakan mie ini, lho: kamu nggak boleh memutus untaian mie saat memasak maupun memakannya! Pasalnya, mie yang terputus dipercaya bisa mengurangi keberuntungan atau usia seseorang. Jadi, pastikan kamu memakannya secara utuh sampai habis, ya!

Jeruk Mandarin adalah buah yang nggak pernah absen saat Imlek, baik sebagai hidangan maupun hiasan. Dalam bahasa Mandarin, penyebutan jeruk terdengar mirip dengan kata "emas" atau "keberuntungan", sehingga buah ini dianggap sebagai simbol kemakmuran yang selalu bertumbuh.
Seringkali jeruk mandarin disajikan lengkap dengan daunnya sebagai simbol kehidupan, kesuburan, dan kesejahteraan yang berkelanjutan. Memberikan jeruk kepada kerabat juga merupakan cara manis untuk mendoakan kekayaan dan nasib baik bagi mereka.

Manisan ini biasanya disajikan dalam wadah berbentuk segi delapan yang sering disebut sebagai "tray of happiness". Kotak ini berisi delapan jenis manisan berbeda, di mana angka delapan sendiri dianggap sebagai angka keberuntungan dalam budaya Tionghoa.
Setiap jenis manisan punya makna sendiri, misalnya biji teratai yang melambangkan kesuburan dan banyak keturunan, atau manisan leci yang melambangkan ikatan keluarga yang kuat. Kehadiran kotak manisan ini diharapkan membawa rasa manis dan kegembiraan bagi seluruh tamu yang berkunjung.

Di Indonesia, ikan Bandeng menjadi makanan yang wajib ada saat perayaan Imlek, terutama bagi masyarakat Tionghoa di daerah Jakarta dan sekitarnya. Ikan ini dianggap sebagai lambang rezeki yang berlimpah dan simbol agar bisnis serta karier berjalan lancar tanpa hambatan.
Ikan Bandeng harus disajikan secara utuh, mulai dari kepala hingga ekor. Tradisi ini merupakan doa agar segala sesuatu yang dimulai di awal tahun dapat diselesaikan dengan baik dan membawa hasil yang memuaskan di akhir tahun nanti.
Baca juga: Menjelajahi Warna-warni Budaya di Chinatown Asia Tenggara
Ternyata seru banget ya, selain rasanya yang menggiurkan, semua makanan khas Imlek ini punya makna filosofis dan harapan yang mendalam. Jadi, setiap suapan yang kamu makan adalah doa untuk kebaikan di tahun yang baru.
Selamat merayakan Tahun Baru Imlek buat kamu yang merayakan! Semoga tahun ini membawa banyak kebahagiaan, kesehatan, dan rezeki yang melimpah untuk kita semua. Gong Xi Fa Cai!
Dipublikasikan pada
Dapatkan tips dan berita travel terbaru!
Memang terkadang sulit untuk mencari makanan yang tepat untuk orang Muslim saat berlibur. Kunjungi 5 restoran halal di Ho Chi Minh City ini saat berlibur ke Vietnam ya!
Bali-lovers! Siapkan kamera kamu untuk semua tempat kekinian di Bali di artikel ini!
Ngidam menikmati makan durian yang manis dan fresh dari pohonnya? Kunjungi saja kebun-kebun durian yang pasti bikin kamu puas di luar bayangan ini!
17 barang dan souvenir dari Bangkok ini akan membuat kopermu penuh! Hati-hati jangan overweight ya kalau pulang dari Bangkok..
10 pasar malam di Bangkok yang keren ini dijamin membuatmu ketagihan dan ingin cepat-cepat ke Bangkok lagi! Suasana asik, makanan dan barangnya murah lagi!
Rencanakan liburan keluarga impian!
KLIA pimpin posisi di Asia Tenggara.
Bingung mau liburan ke mana saat long weekend? ini rekomendasi hotel staycation di Jakarta yang kids-friendly, dekat pusat kuliner, dan nempel mall
Thailand siap bangun Disneyland pertama di Asia Tenggara! Intip lokasi hingga perbandingannya dengan Disney Jepang & Hong Kong
Cek rincian biaya visa Jepang terbaru per 1 April 2026. Simak kenaikan tarif Single Entry, rincian biaya Multiple Entry, hingga tips liburan hemat ke Jepang di sini!