1. Travel
  2. Jepang

Panduan Lengkap Waktu Terbaik Berkunjung ke Shizuoka dari Bulan ke Bulan

Bagi sebagian besar wisatawan Indonesia, liburan ke Jepang sering kali diidentikkan dengan rute emas seperti Tokyo, Kyoto, atau Osaka. Namun, jika kamu mendambakan petualangan yang lebih tenang, asri, dan menawarkan sudut pandang terbaik untuk mengagumi kemegahan Gunung Fuji, Prefektur Shizuoka adalah jawabannya. Terlebih, jaraknya tidak terlalu jauh dari Tokyo.

Baca juga: 12 Wisata Shizuoka Jepang Yang Kecantikannya Luar Biasa

Sama seperti destinasi lainnya, sebelum kamu berkunjung alangkah baiknya mencari tahu kondisi cuaca di destinasi dari bulan ke bulan. Hal ini agar kamu tidak tiba-tiba saja terjebak musim hujan atau ketinggalan pemandangan mekarnya sakura. Berikut adalah panduan lengkap waktu terbaik berkunjung ke Shizuoka.

Januari (Musim Dingin – Suhu Rata-rata: 6,5°C)

Image credit: Aflo Images | Canva Pro

Memasuki awal tahun, Shizuoka masih diselimuti udara musim dingin yang menusuk kulit dengan suhu rata-rata sekitar 6,5°C. Menariknya, bulan ini adalah waktu paling sempurna jika target utamamu ke Jepang adalah untuk berburu foto Gunung Fuji yang legendaris. Karena kelembapan udara yang rendah, langit musim dingin di Shizuoka cenderung cerah dan bersih bebas dari kepungan awan.

Image credit: Izu Shaboten Zoo | Official Website

Kamu bisa mendapatkan pemandangan lanskap Fuji yang berpadu kontras dengan jajaran pohon pinus yang estetik di Miho no Matsubara. Setelah puas berburu foto, menghangatkan diri di kawasan Shuzenji Onsen yang bersejarah menjadi opsi pelarian yang sangat syahdu. Jangan lewatkan juga kunjungan ke Izu Shaboten Zoo untuk menyaksikan fenomena unik berupa kawanan kapibara yang sedang asyik berendam di kolam air panas alami.

Februari (Musim Dingin – Suhu Rata-rata: 8,3°C)

Image credit: FerrariA | Canva Pro

Meskipun secara kalender masih masuk dalam periode musim dingin, tanda-tanda kehidupan musim semi justru mulai lebih awal. Kawazu-zakura mulai bermekaran di Shizuoka. Warna merah muda cantik dengan udara yang sejuk jadi kombinasi momen liburan yang unik.

Image credit: Leung Cho Pan | Canva Pro

Untuk menikmati keindahan kelopak merah muda yang kontras dengan langit dingin ini, kamu bisa berjalan santai di sepanjang tepi Sungai Kawazu. Alternatif tempat hanami awal lainnya yang tidak kalah memukau adalah Sakura no Sato yang terletak tepat di kaki Gunung Omuro. Selain sakura, aroma harum dari bunga plum juga mulai semerbak bermekaran, dan salah satu tempat terbaik untuk menyaksikannya adalah di Atami Plum Garden.

Maret (Awal Musim Semi – Suhu Rata-rata: 13,4°C)

Image credit: Shawn.ccf | Canva Pro

Bulan Maret menandai transisi resmi menuju musim semi yang hangat dengan suhu rata-rata yang mulai bersahabat di angka 13,4°C. Jika kamu tipe yang ingin menikmati keindahan bunga musim semi tanpa perlu berdesakan dengan lautan manusia di Tokyo atau Kyoto, Shizuoka adalah tempat pelarian yang sangat ideal.

Kamu bisa menikmati momen mekarnya bunga dengan suasana yang lebih tenang dan kasual di Kanagawa Sakura Park atau mengunjungi Mishima Taisha yang sakral. Kamu juga bisa ke Ryuganbuchi untuk melihat bunga sakura berlatarkan Gunung Fuji yang megah.

Image credit: Aflo Images | Canva Pro

Selain urusan bunga, bulan ini juga menjadi waktu yang tepat untuk mengeksplorasi sisi agrowisata lokal Shizuoka. Sempatkan diri bertandang ke Ikadaba Wasabi Fields untuk melihat langsung bagaimana tanaman wasabi berkualitas tinggi dibudidayakan di atas air pegunungan yang jernih, mengingat Shizuoka adalah produsen wasabi nomor satu di Jepang.

April (Puncak Musim Semi – Suhu Rata-rata: 16,3°C)

Image credit: Aflo Images | Canva Pro

Bulan April adalah waktu di mana alam Shizuoka memamerkan pesona terbaiknya karena ini merupakan puncak mekarnya bunga sakura. Walaupun suasananya relatif tidak sepadat Golden Route (Tokyo, Kyoto, dan Osaka), kamu tetap harus mengantisipasi lonjakan wisatawan karena musim semi selalu menjadi waktu tersibuk di Jepang.

Image credit: Shawn.ccf | Canva Pro

Jika kamu ingin menghindari kerumunan hanami, kamu bisa melipir ke Obuchi Sasaba atau Awagatake. Di kedua tempat tersembunyi tersebut, kamu akan disajikan pemandangan spektakuler berupa hamparan ladang teh hijau yang rapi berlatar belakang langit biru yang bersih. Namun, jika kamu tetap ingin menikmati ratusan pohon sakura yang mekar serempak di tengah kota, Sumpu Castle Park adalah spot ikonik yang tidak boleh dilewatkan dari daftar kunjunganmu.

Mei (Akhir Musim Semi – Suhu Rata-rata: 19,7°C)

Image credit: tampatra | Canva Pro

Memasuki bulan Mei, suhu udara di Shizuoka mulai merangkak naik namun hembusan angin sejuk khas pegunungan masih terasa cukup dominan. Cuaca yang cerah dengan suhu bersahabat sekitar 19,7°C ini menjadikannya waktu paling favorit untuk melakukan berbagai aktivitas luar ruangan. Perlu diingat bahwa awal Mei biasanya merupakan Golden Week di Jepang, jadi atraksi wisata kemungkinan besar akan ramai.

Image credit: @gurinpia.makinohara

Salah satu agenda wajib bulan ini adalah menaiki Nihondaira Ropeway untuk menikmati pemandangan Teluk Suruga dari ketinggian. Bulan Mei juga merupakan musim panen teh gelombang pertama, jadi mampir ke Grinpia di Makinohara untuk mencoba memetik daun teh langsung bisa jadi agenda yang seru. Akhiri petualangan musim semimu dengan mendaki atau mengitari kawah hijau Gunung Omuro yang bentuknya menyerupai mangkuk raksasa yang dilapisi karpet rumput hijau.

Juni (Musim Hujan – Suhu Rata-rata: 23,2°C)

Image credit: Hugo Guillemard | Canva Pro

Bulan Juni membawa perubahan cuaca yang cukup signifikan di Jepang karena menandai datangnya musim penghujan sebagai masa peralihan menuju musim panas. Dengan suhu rata-rata 23,2°C, udara di Shizuoka akan mulai terasa sedikit lembap dan rintik hujan akan lebih sering menyapa rencana perjalananmu. Namun, jangan berkecil hati karena Shizuoka memiliki segudang destinasi wisata dalam ruangan yang tidak kalah seru.

Image credit: @shizubi_jp

Kamu bisa menghabiskan waktu dengan mengagumi koleksi seni kontemporer yang indah di Shizuoka City Museum of Art. Bagi pecinta pop culture atau kamu yang membawa anak-anak, bernostalgia di Chibi Maruko Chan Land yang menggemaskan atau belajar sains interaktif di Shizuoka Science Museum RU KU RU bisa menjadi penyelamat liburan yang menyenangkan saat hujan turun.

Juli (Musim Panas – Suhu Rata-rata: 27,7°C)

Image credit: Visit Atami | Official Website

Memasuki pertengahan bulan Juli, intensitas curah hujan biasanya akan mulai reda dan digantikan oleh teriknya matahari musim panas yang meriah. Musim panas di Jepang sebetulnya masuk dalam kategori low season bagi sebagian turis asing karena suhunya yang cukup menyengat, namun musim ini justru menawarkan atmosfer liburan tropis yang sangat hidup.

Image credit: Brisana | Canva Pro

Untuk menyiasati hawa panas, kamu bisa berjalan santai di bawah rindangnya kanopi bambu yang sejuk di Shuzenji Bamboo Forest Path. Mengunjungi kuil kuno yang tenang seperti Kosho-ji Temple juga bisa memberikan kedamaian batin tersendiri di tengah cuaca panas. Jangan lupa, bulan Juli adalah waktu dimulainya festival kembang api raksasa, di mana salah satu yang wajib ditonton adalah Atami Sea Fireworks Festival.

Agustus (Puncak Musim Panas – Suhu Rata-rata: 28,6°C)

Image credit: 浜名湖ガーデンパーク-静岡県営公園 | Facebook

Agustus adalah puncak dari musim panas di Jepang, di mana suhu rata-rata harian bisa menyentuh angka 28,6°C dengan matahari yang bersinar terik sepanjang hari. Jika kamu tidak keberatan dengan cuaca yang panas, bulan ini menawarkan energi kegembiraan yang luar biasa melalui berbagai festival budaya tradisional yang meriah.

Image credit: gyro | Canva Pro

Salah satu pesta rakyat yang bisa kamu kunjungi adalah Ito Onsen Sea Fireworks Festival yang menerangi langit malam pesisir pantai dengan indah. Bagi pecinta tanaman dan alam, berjalan-jalan sore di Hamanako Garden Park yang dipenuhi bunga musim panas yang bermekaran bisa menjadi opsi yang menarik. Tentu saja, musim panas belum lengkap tanpa bermain air, dan Shirahama Beach di Semenanjung Izu siap memanjakanmu dengan pasir putihnya yang bersih dan air lautnya yang jernih.

September (Waspada Topan – Suhu Rata-rata: 26,9°C)

Image credit: Electra-K-Vasileiadou | Canva Pro

Bulan September di Jepang secara umum dikenal sebagai periode rawan badai yang terkadang bisa mengganggu jadwal penerbangan atau transportasi lokal. Meskipun risikonya ada, hal ini tidak menyurutkan langkah kaki sebagian wisatawan yang mengincar harga tiket pesawat dan akomodasi yang cenderung lebih miring. Jika kamu termasuk salah satu wisatawan bernyali yang berkunjung di bulan ini, manfaatkanlah waktu untuk mengeksplorasi area dalam kota Shizuoka secara santai.

Ini adalah momen yang sangat pas untuk berburu kuliner lokal legendaris seperti sakura ebi dan wasabi zuke. Jika ingin yang menghangatkan perut, tentu kamu tidak boleh ketinggalan menyesap teh hijau berkualitas tinggi serta oden khas Shizuoka yang gurih. Sebagai penutup hari, kamu bisa memanjakan tubuh dengan bersantai di salah satu dari sekian banyak resor onsen yang tersebar di Shizuoka.

Oktober (Pertengahan Musim Gugur – Suhu Rata-rata: 19,4°C)

Image credit: ziggy_mars | Canva Pro

Memasuki bulan Oktober, cuaca buruk akibat badai biasanya sudah berlalu dan digantikan oleh hembusan angin sejuk yang menandai datangnya musim gugur yang romantis. Dengan suhu rata-rata yang sangat nyaman di angka 19,4°C, alam Shizuoka mulai bersiap mengubah warna menjadi gradasi kuning, jingga, dan merah. Banyak wisatawan yang menilai bahwa Shizuoka adalah salah satu tempat terbaik untuk menikmati keindahan musim gugur.

Image credit: DINphotogallery | Canva Pro

Kamu bisa berjalan kaki menyusuri jalan setapak yang puitis di Shuzenji Nature Park yang terletak tidak jauh dari Shuzenji Onsen dan dikelilingi pohon-pohon yang mulai berubah warna. Spot memukau lainnya adalah Takenoshita Rice Terraces yang menawarkan pemandangan sawah terasering keemasan, atau menguji keberanian menyeberangi jembatan gantung Yume no Tsuribashi yang berada di atas danau biru toska yang magis.

November (Puncak Musim Gugur – Suhu Rata-rata: 14,7°C)

Image credit: thanyarat07 | Canva Pro

Bulan November adalah waktu di mana warna merah menyala dari daun-daun momiji mencapai puncak keindahan di seluruh penjuru Shizuoka. Suhu udara akan terasa semakin dingin menyentuh angka 14,7°C, sehingga mengenakan sweater tebal atau jaket menjadi sebuah keharusan saat berjalan-jalan di luar.

Image credit: Torsakarin | Canva Pro

Salah satu tempat terbaik yang wajib masuk dalam radar kunjunganmu adalah Lake Tanuki, di mana kamu bisa melihat pantulan sempurna dedaunan merah berpadu dengan Gunung Fuji di atas permukaan air danau yang tenang. Menariknya, jika kamu beruntung, pada bulan ini kamu berkesempatan menyaksikan fenomena alam langka Diamond Fuji yang menakjubkan dari tepi danau. Keindahan musim gugur yang berpadu dengan gemercik air terjun juga bisa kamu saksikan di Shiraito Falls yang megah.

Desember (Awal Musim Dingin – Suhu Rata-rata: 9,6°C)

Image credit: 道の駅 朝霧高原 | Facebook

Kalender ditutup oleh bulan Desember yang membawa kembali atmosfer dingin dan magis dari musim dingin dengan suhu rata-rata harian sekitar 9,6°C. Salah satu destinasi paling wajib yang harus kamu kunjungi di bulan ini adalah Bentenjima Red Torii yang berdiri kokoh di tengah Danau Hamana. Khusus pada musim dingin, alam menyajikan fenomena luar biasa di mana matahari terbenam akan jatuh tepat di tengah-tengah lubang gerbang torii tersebut, menciptakan warna langit merah yang memukau.

Image credit: Aflo Images | Canva Pro

Untuk petualangan musim dingin lainnya, kamu bisa melipir ke Asagiri Kogen, sebuah padang rumput luas di kaki gunung di mana kamu bisa menikmati pemandangan Fuji berselimut salju tebal dengan sangat jelas. Akhiri perjalanan akhir tahunmu dengan berjalan di atas Mishima Skywalk, jembatan pejalan kaki terpanjang di Jepang, untuk menikmati pemandangan 360 derajat yang spektakuler.

Mana musim yang paling cocok untukmu?

  • Musim Semi (Maret–Mei): Jika kamu menyukai pemandangan bunga yang bermekaran serta ingin mencicipi rasa autentik olahan teh Shizuoka, musim semi adalah waktu terbaikmu. Kendati demikian, wajib diperhatikan bahwa kunjungan wisatawan biasanya membludak di musim ini.

  • Musim Panas (Juni–Agustus): Bagi kamu yang tidak masalah dengan cuaca terik dan menyukai atmosfer festival yang ramai, datanglah di musim panas. Kombinasi antara pesta kembang api di tepi laut, pantai-pantai eksotis di Izu, serta festival budaya malam hari akan memberikan energi liburan yang tak terlupakan. Selain itu, di musim ini Gunung Fuji juga biasanya buka untuk pendakian.

  • Musim Gugur (September–November): Jika target liburanmu adalah healing sambil berjalan di tengah daun-daun kemerahan, pilihlah bulan Oktober atau November. Musim ini menawarkan cuaca terbaik untuk aktivitas fisik ringan di alam terbuka.

  • Musim Dingin (Desember–Februari): Bagi kamu yang ambisi utamanya adalah mendapatkan foto Gunung Fuji paling bersih, jelas, dan megah tanpa terhalang awan sama sekali, musim dingin adalah waktu yang mutlak tidak boleh ditawar. Bonusnya, kamu bisa menikmati sensasi berendam air hangat yang luar biasa nikmat di tengah udara dingin yang cenderung sepi dari serbuan turis.

Baca juga: 10 Rekomendasi Airbnb Murah dan Aesthetic di Shizuoka dan Sekitarnya

Pada akhirnya, waktu terbaik untuk berkunjung ke Shizuoka bergantung pada gaya perjalananmu. Ada yang menginginkan atmosfer tenang, ada pula yang tidak masalah berdesak-desakan dengan kerumunan wisatawan. Kuncinya adalah merencanakan perjalanan jauh-jauh hari agar kamu mendapatkan harga terbaik di musim yang kamu inginkan.

Dipublikasikan pada


Tentang Penulis

Jeihan

Jeihan Azalea, seseorang yang berambisi mengeksplorasi sudut-sudut dunia secara langsung dengan pena dan kertas di tangan.

Brand Managers!

Ingin melihat merek atau bisnis kamu di website kami?

Hubungi kami sekarang

Berlangganan Milis TripZilla

Dapatkan tips dan berita travel terbaru!

Rekomendasi Artikel

  • 15 Negara Bebas Visa Untuk Orang Indonesia

    Ini dia daftar negara yang bisa kamu kunjungi tanpa pengurusan visa fisik di kedubes dengan paspor Indonesia kamu! Bebas visa fisik ke negara-negara terkenal seperti Maldives, Jepang dan Hong Kong dan lainnya lho!

  • 10 Tempat di Seoul yang Instagramable Banget!

    Artikel ini dikontribusikan dan ditranslasikan oleh Seoul Wanderlust Stories. For the English version of this article, read it here. Ini dia 10 tempat di Seoul favoritku yang bisa dijadikan background keren untuk foto Instagram kamu! Nota: Tempat-tempat disini hanya tempat yang pernah saya kunjungi langsung. Di akhir daftar, saya akan memasukkan beberapa tempat ekstra yang instagramable juga tapi […]

Artikel Terbaru