1. Travel
  2. Jepang

Suhu di Jepang Mencapai 40 Derajat Celcius, Ini Panduan Bijak Liburan di Musim Panas

Jepang selama ini identik dengan indahnya bunga sakura di musim semi atau daun kemerahan saat musim gugur. Namun, beberapa hari belakangan, kondisi cuaca di Negeri Sakura saat musim panas mulai menunjukkan dinamika ekstrem. Suhu panas menjadi tantangan, baik bagi warga lokal juga bagi para wisatawan yang tengah berlibur ke sana.

Baca juga: Panduan Dan Tips Liburan Di Tengah Panas Ekstrem

Fenomena Kokushobi: Ketika Suhu Tembus 40°C

Image credit: Catarina Duarte | Pexels

Laporan meteorologi di beberapa kota besar di Jepang mencatat rekor peningkatan suhu yang cukup drastis, di mana temperatur udara di beberapa titik bahkan berhasil menembus angka ekstrem 40 derajat Celsius. Fenomena lonjakan suhu udara yang sangat tinggi ini disebut dengan kokushobi atau hari dengan panas yang amat tinggi. Istilah ini disematkan untuk hari ketika suhu maksimum harian di suatu daerah mencapai 40 derajat Celcius atau lebih.

Setidaknya ada tiga kota yang mengalami kokushobi, yaitu: Kota Tajimi dan Kota Gujo di Prefektur Gifu, serta Kota Toyoda di Prefektur Aichi.

Wilayah lain juga dilanda suhu ekstrem yang hampir menyentuh angka 40 derajat Celcius. Dikabarkan bahwa suhu di Nagoya mencapai 39,7 derajat Celcius dan Kumagaya mencapai angka 38,6 derajat Celcius.

Peningkatan suhu yang ekstrem ini membawa dampak berupa risiko sengatan panas (heatstroke) yang cukup tinggi. Oleh karena itu, masyarakat serta wisatawan selalu dihimbau untuk ekstra waspada saat beraktivitas di luar ruangan.

Bulan Juni hingga Agustus umumnya merupakan musim panas di Jepang dan Badan Meteorologi Jepang memprediksi suhu akan terus meningkat hingga akhir musim.

Panduan dan Tips Penting Liburan ke Jepang di Musim Panas

Image credit: Nihongraphy | Pexels

Jepang di musim panas identik dengan perayaan festival budaya, ledakan kembang api, serta pantai yang berkilauan. Tidak jarang wisatawan datang untuk menyaksikan langsung ketiga hal tersebut.

Alasan lainnya adalah untuk menghindari lonjakan wisatawan yang biasa terjadi di musim semi dan musim gugur. Hal ini berarti kamu bisa dengan santai menikmati wisata yang biasanya selalu dipadati turis. Selain itu, karena bukan merupakan periode sibuk, harga-harga akomodasi di Jepang kala musim panas cenderung lebih murah.

Namun, dengan adanya fenomena ini, harus kah kamu membatalkan kunjunganmu ke Jepang? Jawabannya tentu tergantung pada dirimu sendiri. Jika memutuskan untuk tetap berkunjung, kamu bisa menerapkan beberapa tips berikut:

Manfaatkan Produk Anti-Panas Khas Jepang

Jepang memiliki beragam produk inovatif untuk meredakan panas yang dapat kamu beli dengan mudah di minimarket. Lembaran tisu dingin (cooling wipes) bisa menyegarkanmu berkat kandungan menthol-nya. Ada pula semprotan yang diaplikasikan pada baju untuk sensasi dingin. Agar semakin segar, gantungkan pendingin leher yang bisa digunakan berulang kali.

Jaga Hidrasi dan Asupan Elektrolit secara Berkala

Jangan menunggu hingga merasa haus untuk minum. Selalu sediakan air mineral atau minuman rehidrasi kaya elektrolit Aquarius yang dijual otomatis di mesin vending machine di setiap sudut jalan. Selain itu, membawa botol sendiri juga sangat disarankan.

Kamu juga bisa melipir ke kafe terdekat jika suhu panas dirasa sudah tidak dapat ditolerir. Es serut atau kakigori adalah salah satu hidangan populer di musim panas. Sembari bersantai, kamu harus mencoba kudapan yang satu ini.

Gunakan Pakaian Ringan dan Pelindung Sinar UV

Kenakan pakaian berbahan ringan, berpotongan longgar, serta mudah menyerap keringat. Lengkapi penampilanmu dengan topi bertepi lebar, kacamata hitam, serta tabir surya dengan SPF tinggi. Penggunaan payung penangkal UV juga sangat umum dan disarankan di Jepang.

Atur Ulang Jadwal Aktivitas Luar Ruangan

Jadwalkan kunjungan ke objek wisata luar ruangan seperti taman atau kompleks kuil pada pagi hari saat udara masih terasa segar, atau menjelang sore hingga malam hari. Saat siang bolong, kamu dapat beralih menjelajahi museum, pusat perbelanjaan bawah tanah, atau galeri seni yang ber-AC.

Baca juga: Barang Wajib yang Perlu Kamu Bawa Saat Liburan Musim Panas di Jepang

Fenomena kokushobi memang menjadi realitas yang perlu diwaspadai saat merencanakan perjalanan ke Jepang pada pertengahan tahun. Bagi kamu yang tetap ingin berkunjung, pastikan untuk mempersiapkan fisik yang prima, perlengkapan yang memadai, serta fleksibilitas di dalam itinerary-mu. Selain itu, kamu juga disarankan untuk terus memantau perkembangan cuaca di Jepang. Selamat berlibur!

Dipublikasikan pada


Tentang Penulis

Jeihan

Jeihan Azalea, seseorang yang berambisi mengeksplorasi sudut-sudut dunia secara langsung dengan pena dan kertas di tangan.

Brand Managers!

Ingin melihat merek atau bisnis kamu di website kami?

Hubungi kami sekarang

Berlangganan Milis TripZilla

Dapatkan tips dan berita travel terbaru!

Rekomendasi Artikel

Artikel Terbaru