1. Travel
  2. Indonesia

Bandara Soekarno-Hatta dan 3 Bandara Lainnya Tutup Akibat Erupsi Gunung Anak Krakatau

Bagi kamu yang memiliki rencana penerbangan dari atau menuju wilayah Jabodetabek, Lampung, hingga Jawa Barat dalam kurun waktu terdekat, sebaiknya bersiap untuk melakukan penyesuaian agenda. Erupsi Gunung Anak Krakatau yang terjadi terus menerus dari Jumat (4 September 2026) memuntahkan kolom abu vulkanik. Hal ini menyebabkan gangguan pada ruang udara dan memaksa otoritas terkait untuk segera mengambil langkah tegas.

Baca juga: 10 Rekomendasi Hotel Dekat Bandara Soekarno Hatta yang Super Nyaman

Daftar Bandara yang Terdampak

Image credit: Tyas Indayanti | Canva Pro

Demi keselamatan penumpang, beberapa bandara di daerah terdampak memutuskan untuk memberlakukan penghentian operasi sementara setidaknya hingga kondisi membaik. Berikut adalah bandara-bandara yang tutup akibat erupsi Gunung Anak Krakatau:

  • Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Tangerang, Banten)

  • Bandara Halim Perdanakusuma (Jakarta)

  • Bandara Radin Inten II (Lampung)

  • Bandara Husein Sastranegara (Bandung)

Keempat bandara ini telah menutup operasinya sejak hari Minggu (6 September 2026) karena kondisi yang tidak memungkinkan. Seluruh penerbangan dibatalkan dan mengakibatkan ribuan calon penumpang terpaksa menunda rencana perjalanan mereka. Penutupan ini direncanakan akan terus berlangsung hingga 7 September 2026, pukul 18.00 WIB.

Opsi Bandara Alternatif yang Disiapkan

Mengatasi permasalahan ini, Menteri Perhubungan segera menyiapkan beberapa bandara sebagai alternatif. Bandara-bandara tersebut antara lain:

  • Bandara Kertajati (Majalengka)

  • Bandara Ahmad Yani (Semarang)

  • Bandara Juanda (Surabaya)

  • Bandara Yogyakarta International Airport

  • Bandara Adi Soemarmo (Solo)

Langkah antisipasi ini diambil agar armada pesawat yang sedang mengudara maupun penerbangan kiriman tertentu dapat dialihkan secara aman tanpa harus melintasi zona berbahaya di sekitar Selat Sunda dan Jabodetabek.

Peningkatan Aktivitas Gunung Anak Krakatau

Image credit: andersen_oystein | Canva Pro

Kondisi penutupan ruang udara ini dipicu oleh aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda yang mengalami peningkatan erupsi signifikan. Berdasarkan hasil observasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), kolom abu terlempar hingga ribuan meter di atas permukaan laut.

Tiupan angin mengarahkan sebaran abu halus tersebut melayang ke arah timur dan timur laut, menutupi koridor jalur penerbangan sibuk di sepanjang Banten, Jakarta, Lampung, hingga sebagian Jawa Barat. Partikel abu vulkanik ini sangat berbahaya bagi penerbangan karena berpotensi merusak mesin jet, mengikis kaca kokpit, serta mengganggu sistem navigasi pesawat.

Cara Mengecek Status Penerbanganmu

Sebelum melangkah keluar rumah atau bergegas menuju bandara, pastikan kamu sudah memantau status penerbangan secara berkala agar tidak terjebak penumpukan di terminal. Berikut beberapa cara cepat yang bisa kamu lakukan:

  • Manfaatkan Aplikasi Resmi Maskapai: Buka aplikasi maskapai penerbangan yang kamu gunakan (seperti Garuda Indonesia, AirAsia, Batik Air, dll.), lalu masuk ke menu Manage Booking atau Flight Status menggunakan kode pemesanan (PNR) serta nama belakangmu.

  • Cek Situs Web Resmi Bandara: Akses situs resmi bandara tujuanmu untuk memeriksa informasi jadwal serta status penerbangan. Biasanya informasi ini bisa kamu lihat pada menu penerbangan.

  • Hubungi Call Center Resmi: Simpan dan hubungi layanan pelanggan resmi maskapai untuk mendapatkan kepastian pemindahan penerbangan atau proses penjadwalan ulang tanpa harus mengantre di bandara.

Tips Penting Bagi Kamu yang Terdampak Penutupan Bandara

Menghadapi situasi darurat seperti ini tentu membutuhkan langkah antisipasi yang tepat. Agar rencana perjalananmu tidak berantakan, simak beberapa tips praktis berikut:

  1. Pantau Informasi Maskapai Secara Berkala: Sebelum berangkat menuju terminal, selalu periksa status penerbanganmu melalui aplikasi resmi maskapai, situs web, atau layanan call center. Hindari langsung pergi ke bandara tanpa kepastian jadwal operasional.

  2. Ketahui Hak Penumpang: Pelajari kebijakan maskapai terkait opsi penanganan darurat yang diakibatkan oleh bencana alam. Kamu biasanya berhak mengajukan pemesanan ulang atau meminta pengembalian penuh sesuai ketentuan yang berlaku.

  3. Pertimbangkan Moda Transportasi Alternatif: Jika jadwal perjalananmu bersifat mendesak, pertimbangkan untuk beralih ke transportasi darat atau laut, seperti kereta api antarprovinsi, bus, atau kapal penyeberangan, sembari tetap memantau rute keamanan bencana.

  4. Jaga Kesehatan dan Menyiapkan Masker: Bagi kamu yang sudah terlanjur berada di sekitar area bandara atau wilayah yang terpapar hujan abu tipis, selalu gunakan masker tipe N95 atau masker medis untuk melindungi saluran pernapasan.

  5. Simpan Kontak Penting: Catat nomor Customer Care pengelola bandara dan nomor darurat maskapai penerbanganmu untuk mempermudah komunikasi dan pembaharuan informasi.

Baca juga: Telinga Sakit Saat Naik Pesawat, Ini Penyebab Dan Cara Mengatasinya

Alam memang sulit untuk diprediksi. Penutupan beberapa bandara di daerah terdampak ini bisa diperpanjang tergantung kondisi demi keselamatan penumpang. Maka dari itu, kamu dihimbau untuk tetap tenang, perhatikan keselamatan, dan selalu pastikan kamu menerima informasi dari sumber-sumber terpercaya.


Cover image credit: Tyas Indayanti | Canva Pro

Dipublikasikan pada


Tentang Penulis

Jeihan

Jeihan Azalea, seseorang yang berambisi mengeksplorasi sudut-sudut dunia secara langsung dengan pena dan kertas di tangan.

Brand Managers!

Ingin melihat merek atau bisnis kamu di website kami?

Hubungi kami sekarang

Berlangganan Milis TripZilla

Dapatkan tips dan berita travel terbaru!

Rekomendasi Artikel

Artikel Terbaru