1. Travel
  2. Jepang

Musim Hujan di Jepang? Ini Destinasi Wisata Paling Indah yang Bisa Kamu Kunjungi

Musim hujan di Jepang, atau tsuyu, sering kali dihindari oleh sebagian besar wisatawan. Berlangsung mulai dari bulan Juni hingga awal Juli di sebagian besar wilayah negeri tersebut, periode ini memang membawa konsekuensi berupa curah hujan tinggi, langit berawan, serta kelembapan udara yang tinggi. Kendati demikian, bagi para wisatawan yang bersedia berdamai dengan cuaca, momen ini justru akan menyingkap sisi lain Jepang yang jauh lebih tenang, lebih hijau, dan bahkan jauh lebih memukau dibandingkan waktu-waktu lainnya dalam setahun.

Baca juga: Waktu Terbaik untuk Liburan ke Jepang: Panduan Lengkap dari Bulan ke Bulan

Selama musim ini, kamu akan disambut pemandangan bunga hydrangea yang bermekaran, tanah yang tertutup lumut, serta kabut tipis membuat suasana semakin indah. Menyusutnya jumlah turis juga menawarkan pengalaman perjalanan yang jauh lebih damai, memungkinkanmu untuk menikmati setiap sudut Jepang dengan ritme yang lebih santai. Berikut adalah deretan tempat terindah untuk merasakan langsung pesona magis Jepang selama musim hujan berlangsung.

1. Meigetsu-in, Kamakura: Kuil Hydrangea Paling Tersohor di Jepang

Image credit: Japan National Tourism Organization | Official Website

Jika berbicara tentang tempat paling indah di Jepang kala musim hujan, hanya segelintir tempat yang mampu menandingi pesona Kuil Meigetsu-in di Kamakura. Sering dijuluki Kuil Hydrangea, komplek kuil Buddha yang tenang ini dihiasi hamparan biru yang menawan di bulan Juni—menciptakan salah satu pemandangan paling ikonik di Jepang.

Image credit: Aflo Images | Canva Pro

Didirikan pada abad ke-12, Meigetsu-in sejak dulu memang terkenal berkat atmosfernya yang damai dan tata taman klasiknya yang indah. Selama musim hujan, jalan-jalan setapak di dalam kuil akan diapit oleh rimbunnya kelopak hydrangea, menciptakan lautan warna biru yang tampak berpendar kontras dengan hijaunya dedaunan di sekelilingnya. Selain bunga, wisatawan juga dapat menikmati arsitektur yang elegan, salah satunya adalah Window of Enlightenment yang menyimpan taman rimbun di baliknya.

2. Hasedera, Kamakura: Bukit Hidrangea Indah dengan Panorama Lautan

Image credit: Hasedera | Official Website

Selain Meigetsu-in, Hasedera juga tidak boleh dilewatkan. Kuil Buddha bersejarah ini akan memancarkan pesona terbaiknya pada bulan Juni ketika lebih dari 2.500 hydrangea bermekaran menghiasi area perbukitannya. Salah satu daya tarik utama di Hasedera adalah keberadaan Hydrangea Path, sebuah jalur trekking santai yang dirancang berkelok-kelok menyusuri lereng bukit di belakang bangunan kuil utama.

Sembari berjalan kaki membelah rimbunnya bunga-bunga yang berwarna-warni, kamu akan disuguhkan bonus berupa pemandangan spektakuler Teluk Sagami dan lanskap kota Kamakura dari ketinggian.

Image credit: @kamakura_hasedera_staff

Pada hari-hari yang berkabut atau saat hujan gerimis turun, pemandangan alam di sekitar tempat ini akan berubah menjadi sangat indah, sehingga mudah dipahami mengapa tempat ini diklaim sebagai salah satu wisata terbaik di Jepang saat musim hujan. Komplek kuil ini sendiri memiliki akar sejarah yang membentang lebih dari 1.300 tahun dan menjadi rumah bagi patung kayu Dewi Kannon yang megah. Berbeda dengan destinasi wisata umum yang lebih asyik dikunjungi saat matahari terik, Hasedera justru baru akan benar-benar terasa hidup dan berkarakter saat hujan turun.

3. Saiho-ji (Kokedera), Kyoto: Pesona Karpet Lumut Eksotis yang Menyegarkan

Image credit: aaron90311 | Canva Pro

Kuil Saiho-ji, atau Kokedera (Kuil Lumut), menangkap esensi ketenangan dan kesunyian di musim hujan dengan sempurna. Terletak di pinggiran Kyoto, destinasi ini masuk ke dalam Situs Warisan Dunia UNESCO berkat 120 varietas lumut yang tumbuh subur di sini. Saat musim hujan, seluruh area taman dipenuhi oleh lumut yang membentang bak permadani hijau—dipadukan kolam-kolam alami kecil, jalan setapak dari batu, serta pepohonan yang menjulang.

Image credit: aaron90311 | Canva Pro

Awalnya didirikan pada abad ke-8 dan kemudian dirancang ulang oleh biksu Zen terkemuka bernama Muso Soseki, Saiho-ji memang diciptakan sebagai ruang kontemplasi dan refleksi spiritual yang mendalam. Demi menjaga ketenangan dan kelestarian ekosistem lumut yang sensitif tersebut, setiap wisatawan diwajibkan untuk melakukan reservasi kunjungan jauh-jauh hari, sehingga atmosfer sunyi di dalam kuil tetap terjaga dari kerumunan massa.

4. Hutan Bambu Arashiyama, Kyoto: Keheningan Magis di Balik Lorong Hijau Raksasa

Image credit: TrueCreatives | Canva Pro

Arashiyama adalah destinasi populer yang selalu padat pengunjung—fakta tersebut tidak bisa terbantahkan. Namun, datang lah di musim hujan. Area ini akan menampilkan atmosfer yang jauh lebih magis dan dramatis di periode ini. Saat hujan membasahi batang-batang bambu yang menjulang tinggi dan kabut tipis berarak turun, suasana di hutan ini layaknya latar di film fantasi.

Image credit: vichie81 | Canva Pro

Bayangkan betapa syahdunya berjalan di bawah ribuan pohon bambu, ditemani embusan angin serta suara ketukan air hujan. Rasanya, kamu masuk ke tempat yang benar-benar berbeda, yang mengisolasimu dari keramaian Kyoto. Kelembapan udara yang tinggi selama musim hujan juga membuat warna hijau pada batang bambu akan tampak jauh lebih pekat, solid, dan kontras saat tertangkap oleh lensa kamera.

5. Kamikochi: Surga Pegunungan Alpen Jepang yang Berselimut Kabut

Image credit: linegold | Canva Pro

Kamikochi merupakan salah satu lembah dataran tinggi paling menakjubkan yang ada di Jepang, dan selama musim hujan tiba, kawasan ini berubah menjadi sesuatu yang luar biasa megah. Terletak di kawasan Pegunungan Alpen Jepang Utara yang masuk dalam cakupan wilayah Taman Nasional Chubu-Sangaku, Kamikochi sejak lama dikagumi berkat Sungai Azusa yang airnya sebening kaca, siluet puncak gunung batu yang dramatis, serta kelestarian ekosistem alamnya yang belum terjamah.

Image credit: LeeYiuTung | Canva Pro

Selama musim hujan berlangsung, biasanya dari bulan Juni hingga awal Juli, kabut pegunungan yang tebal akan turun menyelimuti area lembah. Jumlah kunjungan wisatawan yang berkurang drastis di musim ini menyisakan atmosfer yang sunyi, damai, dan kontemplatif, sangat cocok bagi kamu yang ingin menjauh sejenak dari hiruk-pikuk. Jembatan kayu ikonik seperti Jembatan Kappa tampak muncul secara dramatis dari balik kabut tebal.

6. Yakushima: Menjelajahi Hutan Kuno Magis yang Hidup di Musim Hujan

Image credit: Aflo Images | Canva Pro

Pulau Yakushima merupakan salah satu destinasi wisata paling berkarakter dan magis di Jepang. Saat musim hujan tiba, pulau ini akan menunjukkan pesona aslinya secara total. Terletak di lepas pantai selatan wilayah Kyushu, pulau yang telah dinobatkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO ini terkenal berkat ekosistem hutan pohon aras kuno, di mana beberapa pohon raksasanya diprakirakan berusia lebih dari seribu tahun. Sepanjang periode Juni hingga awal Juli, curah hujan di sini sangat tinggi, namun alih-alih menurunkan daya pikat, pesonanya justru berlipat ganda.

Image credit: Matsuringo | Canva Pro

Air yang melimpah memicu pertumbuhan tanaman lumut secara di atas jalinan akar pohon raksasa, bongkahan batu kali, hingga batang-batang kayu yang tumbang, mengubah lantai hutan menjadi hamparan karpet hijau yang tebal dan hidup. Kabut pekat yang sering kali melayang di antara celah-celah pohon aras raksasa menciptakan jalur pendakian yang terasa mistis sekaligus menakjubkan.

Jalur-jalur trekking terkenal seperti rute Shiratani Unsuikyo atau jalur menuju pohon legendaris Jomon Sugi akan terlihat semakin eksotis di bawah guyuran hujan, di mana papan-papan jalan kayu tampak berkilau basah dan debit air terjun di sekitarnya mengalir dengan sangat deras dan megah.

Baca juga: Panduan Musim Bunga di Jepang, Jadwal Mekar dan Destinasi Terbaik untuk Dikunjungi

Keindahan tersembunyi yang disajikan selama musim hujan menjadi pengingat bahwa pesona lanskap terbaik tidak selamanya harus dinikmati di bawah terik matahari cerah. Mulai dari kelembutan lautan hydrangea biru di Kuil Meigetsu-in Kamakura, kilauan karpet lumut purba di Saiho-ji Kyoto, hingga kemegahan hutan berkabut di Yakushima, semuanya membuktikan bahwa air hujan adalah seniman alami yang sesungguhnya. Menjelajahi Jepang di musim ini tidak hanya memberikan keuntungan berupa efisiensi anggaran dan sepinya destinasi dari kepadatan turis, melainkan juga menawarkan sebuah pengalaman perjalanan yang lebih lambat, mendalam, dan kaya akan ketenangan spiritual.


Cover image credit: Amstk | Canva Pro

Dipublikasikan pada


Tentang Penulis

Jeihan

Jeihan Azalea, seseorang yang berambisi mengeksplorasi sudut-sudut dunia secara langsung dengan pena dan kertas di tangan.

Brand Managers!

Ingin melihat merek atau bisnis kamu di website kami?

Hubungi kami sekarang

Berlangganan Milis TripZilla

Dapatkan tips dan berita travel terbaru!

Rekomendasi Artikel

  • 15 Negara Bebas Visa Untuk Orang Indonesia

    Ini dia daftar negara yang bisa kamu kunjungi tanpa pengurusan visa fisik di kedubes dengan paspor Indonesia kamu! Bebas visa fisik ke negara-negara terkenal seperti Maldives, Jepang dan Hong Kong dan lainnya lho!

  • 10 Tempat di Seoul yang Instagramable Banget!

    Artikel ini dikontribusikan dan ditranslasikan oleh Seoul Wanderlust Stories. For the English version of this article, read it here. Ini dia 10 tempat di Seoul favoritku yang bisa dijadikan background keren untuk foto Instagram kamu! Nota: Tempat-tempat disini hanya tempat yang pernah saya kunjungi langsung. Di akhir daftar, saya akan memasukkan beberapa tempat ekstra yang instagramable juga tapi […]