1. Travel
  2. Jepang

Panduan Musim Bunga di Jepang, Jadwal Mekar dan Destinasi Terbaik untuk Dikunjungi

Pesona bunga sakura saat musim semi di Jepang memang sudah melekat di hati para wisatawan. Tidak heran, jumlah wisatawan yang berkunjung di musim tersebut selalu membludak. Namun, apakah keindahan bunga di Jepang hanya ada saat musim semi?

Baca juga: Waktu Terbaik untuk Liburan ke Jepang: Panduan Lengkap dari Bulan ke Bulan

Nyatanya Jepang memiliki banyak bunga cantik selain sakura yang bermekaran di empat musim berbeda. Ada wisteria yang harum dan menggantung indah, ada pula kayucu atau kamelia yang tampak kontras dengan latar bersalju. Ingin tahu kapan waktu terbaik untuk melihatnya? Simak panduan musim bunga di Jepang beserta jadwal mekar dan destinasi terbaik untuk kamu kunjungi.

1. Musim Semi (Maret–Mei)

Dinobatkan sebagai salah satu musim paling sibuk, banyak wisatawan yang berbondong-bondong berkunjung untuk melihat langsung sakura yang indah. Namun, tidak hanya sakura yang mekar di musim ini.

Bunga Plum

Image credit: Hokkaido Tourism Organization | Official Website

Sebagai pembuka musim semi sebelum sakura tiba, bunga plum biasanya mekar sejak akhir Februari hingga Maret. Kembarannya sakura ini memiliki aroma yang lebih harum dan warna merah muda yang lebih pekat.

Spot terbaik untuk menikmatinya adalah di Sobetsu Park di Hokkaido yang menawarkan pemandangan bunga merah muda berlatar Danau Toya. Kairakuen di Mito yang dipenuhi dengan ribuan pohon plum juga tidak boleh dilewatkan. Jika kamu datang lebih awal di bulan Januari, bunga plum di Atami Plum Garden, Shizuoka biasanya sudah mekar.

Bunga Sakura

Image credit: KESHAB BASNET | Canva Pro

Bintang utama pariwisata Jepang ini mulai bermekaran dari wilayah selatan menuju utara sepanjang akhir Maret hingga April. Tradisi hanami atau piknik di bawah pohon sakura menjadi agenda wajib di sini. Namun, kamu harus siap-siap berdesakkan dengan pengunjung lain.

Tempat paling ikonik untuk menyaksikannya di Tokyo adalah di Sungai Meguro dan Chidorigafuchi. Sementara itu di Kyoto, kamu bisa naik Fushimi Jikkoku-bune, sebuah kapal yang akan membawamu mengarungi sungai dengan kanopi bunga sakura.

Bunga Wisteria

Image credit: T_Mizuguchi | Canva Pro

Beranjak ke akhir musim semi di bulan Mei, giliran bunga wisteria yang unjuk gigi dengan untaian kelopak ungu dan putih yang menjuntai cantik dari langit-langit terowongan alami. Selain dinikmati melalui mata dan indera penciuman, kamu juga harus mencoba es krim bunga wisteria di musim ini.

Destinasi paling magis untuk menyaksikan keindahan ini adalah di Ashikaga Flower Park di Prefektur Tochigi yang rutin menggelar festival tiap tahunnya. Ada pula Kawachi Fujien di Fukuoka yang terkenal dengan terowongan bunga wisteria serta Taman Haijima di Tokyo yang punya pohon berusia 8 abad.

Bunga Nemophila

Image credit: Aflo Images | Canva Pro

Masih di periode musim semi, jutaan bunga nemophila akan mekar serempak. Bunga mungil ini akan menyelimuti perbukitan dengan warna biru cantik, seakan ingin menutup musim semi dengan suasana yang lebih cerah.

Salah satu tempat terbaik untuk menyaksikan pemandangan spektakuler ini adalah di Hitachi Seaside Park di Ibaraki. Selain itu, kamu juga bisa mengunjungi Shikisai-no-Oka di Hokkaido, Showa Kinen Park di Tokyo, dan Yamanakako Hananomiyako Park yang berlatar Gunung Fuji di Yamanashi.

2. Musim Panas (Juni–Agustus)

Memasuki musim panas, Jepang beralih dari warna-warna lembut nan romantis ke warna yang lebih hidup. Dikombinasikan dedaunan hijau, kamu bisa melihat bunga-bunga berikut di tengah udara yang terkadang sedikit menyengat.

Bunga Hydrangea

Image credit: Japan National Tourism Organization | Official Website

Musim panas di Jepang biasanya diawali dengan turunnya hujan. Pada periode ini, bunga hydrangea mulai bermekaran. Bunga ini tampil memesona dengan gradasi warna biru, ungu, dan merah muda yang lembut.

Salah satu tempat terbaik untuk menikmati atmosfer syahdu bunga ini adalah di Kuil Meigetsuin di Kamakura, yang sering dijuluki sebagai kuil bunga hydrangea. Yokokuji Temple di Kyoto juga terkenal karena menggelar festival bunga hydrangea selama satu bulan.

Bunga Lavender

Image credit: Satoshi Tada | Canva Pro

Bulan Juli menjadi waktu terbaik untuk menyaksikan hamparan luas bunga lavender yang memancarkan aroma terapi yang menenangkan. Jangan hanya diabadikan dalam foto! Lavender yang wangi ini bisa kamu bawa pulang dalam bentuk essential oil, parfum, sabun, dan bunga kering. Jangan lewatkan juga es krim rasa lavender yang unik.

Hokkaido menjadi primadona apabila kamu ingin menyaksikan bunga cantik ini. Wilayah Farm Tomita di Furano menjadi destinasi paling tersohor yang menyajikan pemandangan bukit yang berubah menjadi karpet ungu raksasa. Masih di Furano, kamu juga bisa mengunjungi Flower Land Kamifurano yang tidak kalah cantik.

Bunga Matahari

Image credit: Hokkaido Tourism Organization | Official Website

Agustus di Jepang identik dengan mekarnya bunga yang satu ini, tidak heran menjadikannya sebagai simbol puncak musim panas. Hamparan bunga matahari akan menghadap ke arah matahari terbit. Warna kuning tampak kontras dengan langit biru yang cerah.

Jika kamu ingin menyaksikan pemandangan tersebut, maka berkunjunglah ke Hokuryu Sunflower Field di Hokkaido. Zama Sunflower Field yang terletak di Kanagawa juga layak kamu kunjungi karena menyimpan ratusan ribu bunga matahari dan jaraknya hanya sekitar 2 jam naik kereta dari Tokyo.

3. Musim Gugur (September–November)

Sebelum pohon-pohon meranggas dan hawa beku turun, musim gugur memberikan pertunjukan warna alami yang hangat lewat dedaunan yang memerah serta mekarnya bunga-bunga khas musim gugur.

Bunga Spider Lily

Image credit: magicflute002 | Canva Pro

September di Jepang akan dibuka dengan mekarnya bunga ini. Memiliki kelopak yang unik, bunga satu ini dikaitkan dengan alam baka. Meski demikian, warna merahnya yang menyala dan dramatis menjadi pemandangan paling indah di awal musim gugur.

Taman Kinchakuda Manjushage Park di Saitama adalah spot paling direkomendasikan untuk melihat jutaan tangkai higanbana atau spider lily mekar bersamaan. Yakachi River di Aichi juga jadi spot ikonik karena tepian sungainya akan dihiasi oleh ribuan bunga merah ini.

Bunga Kenikir

Image credit: Aflo Images | Canva Pro

Sering disebut sebagai sakura musim gugur, bunga cosmos atau kenikir dengan variasi warna putih, merah muda, dan ungu ini mekar subur sepanjang bulan September dan Oktober. Berjalan di taman yang ditumbuhi bunga ini akan memberikan nuansa romantis yang tiada duanya.

Showa Kinen Park di Tokyo selain menyimpan bunga nemophila di musim semi juga ditumbuhi oleh bunga kenikir. Hana no Miyako Park di Yamanakako juga menyajikan pemandangan spesial berupa bunga-bunga yang mekar berlatarkan Gunung Fuji.

Bunga Krisan

Image credit: Francesco Frilli | Canva Pro

Bunga krisan atau bunga serunai merupakan bunga resmi lambang kekaisaran Jepang. Bunga cantik ini melambangkan umur panjang dan keanggunan. Tidak heran festival pameran seni bunga krisan berskala besar biasanya digelar di berbagai kuil.

Salah satu tempat untuk menyaksikan festival ini adalah di Meiji Jingu Shrine di Tokyo. Kasama Inari Shrine di Ibaraki juga tak boleh terlewatkan karena menggelar festival bunga krisan tertua di Jepang.

4. Musim Dingin (Desember – Februari)

Siapa bilang musim dingin di Jepang hanya berisi pemandangan ranting kering dan tumpukan salju putih yang monoton? Nyatanya, ada satu bunga indah yang akan memberikan kontras menyenangkan di atas lanskap putih ala musim dingin.

Image credit: shihina | Canva Pro

Bunga kamelia atau tsubaki menjadi primadona di musim dingin karena kemampuannya yang luar biasa untuk tetap mekar dengan anggun di tengah cuaca ekstrem. Kelopak bunganya yang merah tampak menyala disandingkan dengan lapisan salju bersih. Pulau Izu Oshima adalah salah satu habitat terbaik di mana wisatawan bisa menjelajahi hutan camellia alami yang cantik selama festival musim dingin berlangsung.

Baca juga: Panduan Liburan Musim Dingin Di Jepang Untuk First Timer

Kapan pun waktu liburanmu, bunga-bunga di Jepang siap memanjakan matamu di keempat musim. Ingin warna yang lembut? Maka berkunjung di musim semi. Atau kamu lebih suka suasana yang hangat dan sedikit mistis? Musim gugur bisa jadi waktu terbaik. Jangan lupa untuk mencari tahu lebih lanjut jadwal mekar bunga terkait sebelum berkunjung, karena bisa saja waktu mekarnya datang lebih awal atau lebih lambat dari perkiraan.

Dipublikasikan pada


Tentang Penulis

Jeihan

Jeihan Azalea, seseorang yang berambisi mengeksplorasi sudut-sudut dunia secara langsung dengan pena dan kertas di tangan.

Brand Managers!

Ingin melihat merek atau bisnis kamu di website kami?

Hubungi kami sekarang

Berlangganan Milis TripZilla

Dapatkan tips dan berita travel terbaru!

Rekomendasi Artikel

  • 15 Negara Bebas Visa Untuk Orang Indonesia

    Ini dia daftar negara yang bisa kamu kunjungi tanpa pengurusan visa fisik di kedubes dengan paspor Indonesia kamu! Bebas visa fisik ke negara-negara terkenal seperti Maldives, Jepang dan Hong Kong dan lainnya lho!

  • 10 Tempat di Seoul yang Instagramable Banget!

    Artikel ini dikontribusikan dan ditranslasikan oleh Seoul Wanderlust Stories. For the English version of this article, read it here. Ini dia 10 tempat di Seoul favoritku yang bisa dijadikan background keren untuk foto Instagram kamu! Nota: Tempat-tempat disini hanya tempat yang pernah saya kunjungi langsung. Di akhir daftar, saya akan memasukkan beberapa tempat ekstra yang instagramable juga tapi […]

Artikel Terbaru