Ini dia daftar negara yang bisa kamu kunjungi tanpa pengurusan visa fisik di kedubes dengan paspor Indonesia kamu! Bebas visa fisik ke negara-negara terkenal seperti Maldives, Jepang dan Hong Kong dan lainnya lho!

Jika kamu sudah puas menikmati hiruk-pikuk Tokyo, saatnya melipir sejenak ke sudut kota yang menawarkan suasana berbeda. Tersembunyi di tepi timur Distrik Katsushika, Shibamata siap membawamu mundur ke era Showa dan Edo. Kota tua ini menyuguhkan ketenangan, deretan bangunan kayu klasik, serta kehangatan dari warga lokal yang jarang kamu temukan di kawasan metropolitan modern.
Baca juga: Lokasi Anime Di Tokyo Yang Menarik Untuk Dikunjungi
Bagi kamu yang merindukan perjalanan santai sembari meresapi sejarah dan kebudayaan Jepang yang kental, Shibamata adalah destinasi sempurna. Dari menyusuri jalanan beratap kayu yang dipenuhi aroma jajanan tradisional hingga menaiki perahu penyeberangan kayu bersejarah, berikut adalah panduan lengkap untuk menikmati satu hari sempurna yang tak terlupakan di Shibamata.
Image credit: Tokyo Convention & Visitors Bureau | Official Website
Petualanganmu di Shibamata secara resmi dimulai begitu kamu melangkah keluar dari Stasiun Shibamata. Sebelum memasuki area utama, kamu akan disambut oleh patung perunggu Tora-san, karakter fiksi legendaris dari serial film favorit masyarakat Jepang, Otoko wa Tsurai yo, yang menjadikan Shibamata sebagai latar utamanya.
Image credit: winhorse | Canva Pro
Dari stasiun, kamu tinggal berjalan kaki menuju Shibamata Taishakuten Sando, sebuah jalan sepanjang kurang lebih 200 meter yang menuju ke Kuil Shibamata Taishakuten. Jalan beraspal batu ini diapit oleh deretan ruko kayu tradisional yang menjual berbagai cendera mata serta jajanan khas.
Image credit: yuhorakushin | Canva Pro
Salah satu jajanan yang wajib kamu coba adalah kusa dango, kue kenyal berwarna hijau yang lezat dan cocok untuk menjadi camilan selama perjalanan. Jika tertarik, kamu bisa melipir ke Toraya. Pada hari Sabtu, Minggu, dan hari libur nasional, toko ini juga menyajikan kusa dango panggang yang baru dimasak, dengan aroma harum mugwort, kecap asin, dan nori.
Image credit: winhorse | Canva Pro
Di ujung jalan Shibamata Taishakuten Sando, berdiri anggun pintu gerbang kayu raksasa yang menjadi jalan masuk menuju Kuil Shibamata Taishakuten. Didirikan sejak tahun 1629, kuil agama Buddha ini sangat tersohor tidak hanya sebagai tempat ibadah, melainkan juga sebagai tempat untuk menutup diri dari keramaian sembari mengagumi arsitekturnya yang megah.
Image credit: Taishakuten-Daikyoji | Official Website
Ada dua daya tarik utama yang wajib kamu eksplorasi saat berada di dalam kompleks kuil ini. Pertama adalah Sculpture Gallery di mana kamu bisa menyaksikan ukiran kayu rumit dari dekat. Ukiran-ukiran ini memvisualisasikan kisah Lotus Sutra dan menjadi bukti sisi artistik Shibamata. Untuk mengistirahatkan mata, kamu bisa berjalan ke Taman Suikeien, sebuah taman bergaya Jepang yang menenangkan.
Image credit: Katsushika City Tourism and Cultural Facilities | Official Website
Hanya berjalan kaki singkat dari Kuil Shibamata Taishakuten, Yamamoto-Tei menawarkan tempat bersantai yang menenangkan. Bekas kediaman pribadi ini terkenal akan perpaduan desain gaya Jepang dan Barat yang elegan, serta tamannya yang indah. Meskipun bangunan ini telah ditetapkan sebagai Benda Cagar Budaya, pengunjung tetap diperbolehkan duduk dan menikmati minuman sambil menatap keindahan taman.
Image credit: Katsushika City Tourism and Cultural Facilities | Official Website
Cukup dengan membayar biaya masuk sebesar ¥100, kamu bisa masuk ke dalam, meresapi suasananya yang tenang, dan beristirahat sejenak sambil memandangi pemandangan hijau di luar. Tempat ini merupakan sudut yang sangat menyenangkan untuk melepas lelah sebelum melanjutkan agenda jelajahmu di Shibamata.
Beroperasi mulai pukul 09.00 hingga 17.00, Yamamoto-Tei juga menjadi tempat yang nyaman untuk menikmati sajian ringan. Kafe di dalamnya menyediakan menu matcha, kopi, ramune, zenzai, hingga camilan musiman.
Image credit: Katsushika City Tourism and Cultural Facilities | Official Website
Berjalan singkat dari Yamamoto-Tei akan membawamu ke Museum Katsushika Shibamata Tora-san, destinasi yang wajib dikunjungi bagi siapa saja yang penasaran dengan keterkaitan Shibamata dengan dunia perfilman Jepang. Museum ini didedikasikan untuk Otoko wa Tsurai yo, salah satu serial film paling dicintai di Jepang, dan menghidupkan kembali dunia Tora-san melalui reka ulang set lokasi syuting lama, kostum, diorama, hingga tayangan video.
Bahkan jika kamu belum pernah menonton filmnya sekalipun, tempat ini tetap menyajikan cara yang seru untuk memahami mengapa Shibamata memiliki tempat yang sangat istimewa dalam kebudayaan populer Jepang.
Tiket masuk museum ini dibanderol seharga ¥500 untuk dewasa, yang sudah mencakup akses masuk ke Museum Yoji Yamada—museum yang memperkenalkan karya-karya sutradara di balik lahirnya serial film tersebut.
Museum ini buka dari pukul 09.00 hingga 17.00 (dengan batas masuk terakhir 30 menit sebelum jam tutup), menjadikannya tempat persinggahan yang mudah dijangkau sebelum kamu menutup hari di tepi Sungai Edo.
Image credit: Katsushika City Tourism and Cultural Facilities | Official Website
Daya tarik utamanya adalah reka ulang set kedai Kurumaya, toko dango tradisional yang muncul di sepanjang serial film tersebut. Tanpa perlu mengetahui jalan ceritanya, kamu dapat dengan mudah menikmati suasana hangat dan ramah dari tempat ini, mulai dari bagian depan toko hingga detail-detail kecil yang membuatnya terasa nyata seperti pernah ditinggali.
Image credit: @hiromi_sepia
Setelah puas mengeksplorasi kuil, taman, dan sejarah film di Shibamata, kamu bisa beristirahat di Showa Retro Cafe Sepia, sebuah kissaten (kafe tradisional Jepang) unik yang berjarak dekat dari Stasiun Shibamata.
Begitu melangkah ke dalam, kamu akan disambut oleh dunia penuh warna yang berisi mainan-mainan lama, dekorasi bernuansa nostalgia, serta detail era Showa yang membuatnya lebih terasa seperti kapsul waktu ketimbang kafe biasa. Makanan dan minuman yang ditawarkan mengusung menu-menu klasik, namun pudding-nya menjadi salah satu menu andalan. Dipadukan dengan rasa karamel manis gurih yang khas serta atmosfer jadulnya, Cafe Sepia adalah tempat persinggahan yang nyaman bagi pelancong yang ingin merasakan sisi lain dari pesona retro Shibamata.
Image credit: @hiromi_sepia
Karena hari operasionalnya dapat berubah sewaktu-waktu, ada baiknya kamu memeriksa akun Instagram resmi kafe terlebih dahulu sebelum berkunjung. Reservasi untuk ruangan pribadi juga dapat dilakukan melalui telepon.
Image credit: Tokyo Convention & Visitors Bureau | Official Website
Tutuplah agendamu dengan berjalan santai menuju Sungai Edo, di mana area Shibamata membentang menjadi pemandangan tepi sungai yang jauh lebih tenang. Di sini, kamu bisa menemukan Yagiri-no-Watashi, sebuah layanan perahu penyeberangan tradisional yang menghubungkan Shibamata dengan wilayah Matsudo di Prefektur Chiba. Perjalanan singkat naik perahu ini menyajikan cara yang sederhana namun berkesan untuk menikmati sisi tenang kawasan ini, jauh dari keramaian dan lalu lintas kota besar Tokyo.
Bahkan jika kamu tidak berniat naik perahu penyeberangan, kawasan tepi sungai ini tetap sangat layak dikunjungi karena menawarkan pemandangan yang terbuka luas dan suasana yang damai. Setelah seharian mengunjungi kuil, bersantai di kafe retro, dan menyusuri jalanan bernuansa nostalgia, tempat ini menjadi titik penutup yang sangat pas untuk melambatkan tempo perjalanan sebelum kamu kembali ke stasiun.
Perahu penyeberangan ini biasanya beroperasi dari sekitar pukul 10.00 hingga 16.00 dengan penyesuaian jadwal mengikuti musim. Tarif sekali jalan adalah ¥300 untuk dewasa dan ¥100 untuk anak-anak. Karena operasinya dapat dipengaruhi oleh faktor cuaca dan kondisi arus sungai, disarankan untuk mengecek ketersediaannya terlebih dahulu sebelum berkunjung.
Agar agenda menjelajahi Shibamata berjalan lancar dan menyenangkan, simak beberapa tips praktis berikut:
Akses Transportasi: Cara termudah menuju Shibamata dari Tokyo adalah menaiki kereta JR Yamanote Line dari Stasiun Nippori ke Stasiun Keisei-Takasagoe, lalu berpindah ke Keisei Main Line menuju menuju Stasiun Shibamata. Total perjalanan hanya memakan waktu sekitar 30–40 menit.
Gunakan Pakaian yang Nyaman: Area Shibamata tidak terlalu besar dan wisatanya bisa dijangkau dengan berjalan kaki. Karena kamu akan banyak bergerak, maka disarankan untuk memakai sepatu serta pakaian yang nyaman.
Waktu Terbaik Berkunjung: Usahakan untuk tiba di Shibamata sejak pagi hari sekitar pukul 09.30 agar kamu memiliki banyak waktu untuk mengeksplorasi setiap sudut cagar budaya ini sebelum deretan pertokaan tutup pada sore hari.
Baca juga: 13 Distrik Tempat Belanja di Tokyo, Jepang Surga Fashion, Oleh-oleh, Hingga Elektronik
Shibamata mungkin tidak mencolok seperti distrik-distrik terkenal lainnya di Tokyo, namun hal itulah yang membuatnya begitu berkesan dan sulit dilupakan. Dari jalanan pertokoan yang kental dengan nuansa masa lalu, kuil bersejarah, taman yang tenang, kafe bergaya retro, hingga pemandangan tepi sungai yang asri, kawasan ini menawarkan pilihan day trip dengan ritme yang lebih santai di Tokyo.
Cover image credit: Tokyo Convention & Visitors Bureau | Official Website
Dipublikasikan pada
Dapatkan tips dan berita travel terbaru!
Ini dia daftar negara yang bisa kamu kunjungi tanpa pengurusan visa fisik di kedubes dengan paspor Indonesia kamu! Bebas visa fisik ke negara-negara terkenal seperti Maldives, Jepang dan Hong Kong dan lainnya lho!
Ini dia 10 gunung yang harus kamu daki di Indonesia untuk melihat pemandangan mempesona negara kita! Mulai dari gunung yang mudah didaki hingga gunung yang tersusah untuk dijajahi!
Lupakan Perancis dan Inggris! Kunjungi 10 negara di Eropa ini yang tidak kalah cantik tapi jauh lebih murah dan luar biasa saja.
Siapa bilang tidak ada yang bisa dilihat di Surabaya? Ini dia 10 tempat di Surabaya yang harus kamu kunjungi!
Artikel ini dikontribusikan dan ditranslasikan oleh Seoul Wanderlust Stories. For the English version of this article, read it here. Ini dia 10 tempat di Seoul favoritku yang bisa dijadikan background keren untuk foto Instagram kamu! Nota: Tempat-tempat disini hanya tempat yang pernah saya kunjungi langsung. Di akhir daftar, saya akan memasukkan beberapa tempat ekstra yang instagramable juga tapi […]
Dari yang pedas, murah, enak, legendaris, rekomendasinya bisa dicek di sini!
Jelajahi 5 day trip terbaik dari Chongqing di bawah 3 jam. Temukan hidden gems, kota kuno, dan wisata alam autentik di China
Inilah 10 museum anime dan manga terbaik di Jepang yang wajib masuk itinerary. Cocok untuk para otaku dan pencinta budaya pop Jepang
flower cafe terbaik di Filipina untuk ngopi, menikmati dessert, dan membeli buket bunga cantik. Destinasi Instagramable yang wajib dikunjungi
Yang murah ada, yang viral juga ada, yang premium juga tersedia. Cek pilihan oleh oleh khas Bogor di sini, ya!