1. Travel
  2. Tokyo

5 Hidden Gem di Tokyo yang Tenang dan Muslim-Friendly untuk Dijelajahi

Tokyo mungkin dikenal sebagai kota yang penuh gedung pencakar langit, lampu neon, pusat perbelanjaan, dan jalanan yang tidak pernah benar-benar sepi. Namun, di balik modernitasnya, Tokyo ternyata memiliki banyak ruang hijau yang tenang dan cantik. Taman-taman ini bukan hanya tempat untuk beristirahat dari hiruk-pikuk kota, tetapi juga menyimpan cerita sejarah Jepang yang menarik.

Baca juga: Itinerary 7D6N Ramah Muslim di Jepang: Wisata Gratis, Kuliner Halal, dan Prayer Room

Menariknya, kamu juga bisa menjelajahi tempat-tempat tersebut sambil tetap menikmati perjalanan yang nyaman sebagai Muslim traveller. Di sekitar beberapa destinasi ini terdapat restoran yang menyediakan makanan halal atau Muslim-friendly, bahkan ada pula tempat sholat yang bisa kamu kunjungi. Jadi, kalau kamu ingin menikmati sisi Tokyo yang lebih hijau, tenang, sekaligus ramah bagi wisatawan Muslim, berikut lima tempat yang bisa kamu masukkan ke itinerary.

1. Hama-rikyu Gardens, Taman Bersejarah di Tengah Kota Tokyo

Bayangkan sedang berjalan di sebuah taman yang dipenuhi pepohonan hijau dan kolam, tetapi di kejauhan kamu masih bisa melihat gedung-gedung tinggi Tokyo. Pemandangan seperti inilah yang bisa kamu temukan di Hama-rikyu Gardens. Taman luas yang berada tidak jauh dari Tokyo Bay ini menawarkan suasana yang sangat berbeda dari kawasan kota di sekitarnya.

Salah satu daya tariknya adalah kolam air laut yang ketinggiannya berubah mengikuti pasang surut air laut. Di berbagai musim, kamu juga bisa melihat maple, ginkgo, plum, dan pohon sakura, serta hamparan bunga yang bermekaran hampir sepanjang tahun. Bahkan, kamu bisa mencapai taman ini dengan menggunakan Tokyo Water Bus dari beberapa rute tertentu, termasuk dari Asakusa.

Jangan lewatkan Nakajima no Ochaya, rumah teh yang berada di tengah kolam. Bangunan ini telah direkonstruksi dan kini menjadi tempat yang cocok untuk beristirahat sambil menikmati secangkir matcha. Suasananya terasa semakin spesial karena taman ini dulunya merupakan kediaman bangsawan pada zaman Edo sekaligus area berburu bebek. Sisa-sisa parit dan dinding batu lama serta bangunan tempat berburu bebek masih bisa ditemukan di beberapa sudut taman.

Setelah Jalan-jalan, Coba Makan di Ninja Yakiniku

Setelah puas menjelajahi Hama-rikyu Gardens, kamu bisa melanjutkan perjalanan menuju Ninja Yakiniku di Asakusa. Restoran ini menawarkan pengalaman kuliner yang cukup spesial kerana seluruh menunya menggunakan bahan halal dan restoran ini memiliki sertifikasi halal 100%.

Menu andalannya adalah potongan A5 Wagyu, termasuk Iga Phantom Beef dari Prefektur Mie. Jadi, buat kamu yang ingin mencicipi wagyu premium selama berada di Tokyo, restoran ini bisa menjadi salah satu pilihan. Yang membuatnya semakin nyaman bagi Muslim traveller, tersedia juga ruang sholat di restoran.

2. Meiji Shrine, Hutan Tenang di Tengah Tokyo

Sulit membayangkan ada hutan yang begitu tenang di tengah Tokyo yang super sibuk, tetapi Meiji Shrine membuktikan bahwa hal tersebut memang bisa ditemukan. Begitu melewati gerbang torii besar menuju area shrine, suara keramaian kota perlahan menghilang dan berganti dengan suasana hijau yang jauh lebih damai.

Ribuan pohon yang ditanam ketika shrine ini dibangun membuat kawasan Meiji Shrine terasa seperti hutan kecil di tengah metropolitan Tokyo. Shrine ini didedikasikan untuk Kaisar Meiji dan Permaisuri Shoken. Selain menjelajahi area shrine, kamu juga bisa mengunjungi Meiji Jingu Museum yang menyimpan berbagai koleksi bersejarah, termasuk barang-barang pribadi Kaisar dan Permaisuri serta kereta yang digunakan Kaisar saat deklarasi Konstitusi Meiji pada tahun 1889.

Kalau berkunjung sekitar pertengahan Juni, jangan lewatkan Inner Garden, terutama saat bunga iris sedang bermekaran. Pemandangan bunga berwarna-warni di tengah pepohonan hijau bisa menjadi salah satu momen paling cantik selama menjelajahi Meiji Shrine.

Kuliner Halal di SenSei MenKan

Setelah menikmati suasana Meiji Shrine, kamu bisa melanjutkan perjalanan menuju SenSei MenKan untuk mencicipi makanan khas China yang halal. Restoran ini dikelola oleh Muslim dan menyajikan berbagai hidangan dari Provinsi Shanxi, termasuk hot oil braised beef noodles dan biangbiang noodles.

Selain menggunakan bahan halal, restoran ini juga tidak menggunakan alkohol dalam hidangannya. Jadi, kamu bisa menikmati makanan dengan lebih tenang setelah seharian sightseeing.

Kalau ingin melaksanakan sholat setelah makan, kamu juga bisa menuju Tokyo Camii, salah satu masjid terbesar dan paling terkenal di Tokyo. Masjid ini berada di kawasan Yoyogi-Uehara dan dapat dijangkau dengan kereta dari area Shinjuku.

3. Sumida Park, Menikmati Hijau Kota dengan Latar Tokyo Skytree

Kalau sedang berada di Asakusa, jangan hanya mengunjungi Sensoji. Luangkan waktu untuk berjalan santai di Sumida Park, ruang hijau yang membentang di sepanjang Sungai Sumida. Salah satu hal yang membuat taman ini menarik adalah pemandangan Tokyo Skytree yang bisa terlihat dari area taman.

Kamu bisa berjalan menyusuri sungai, duduk santai menikmati pemandangan, atau sekadar mencari spot foto dengan Tokyo Skytree sebagai latar belakang. Tersedia pula area bermain anak, fasilitas olahraga, jogging track, serta dermaga untuk menaiki Tokyo Water Bus.

Waktu yang paling populer untuk datang adalah musim semi ketika bunga sakura bermekaran. Namun, Sumida Park juga menarik untuk dikunjungi pada malam hari kerana pepohonannya mendapat pencahayaan yang membuat suasana terasa lebih romantis. Pada akhir Juli, kawasan ini juga menjadi salah satu tempat menarik untuk menikmati pertunjukan kembang api.

Coba Tempura Halal di Tempura Asakusa SAKURA

Setelah berjalan-jalan di taman, kamu tidak perlu pergi jauh untuk mencari makanan. Tempura Asakusa SAKURA hanya berjarak sekitar lima menit berjalan kaki dari Sumida Park.

Restoran ini menyajikan tempura dengan adonan berbahan dasar tepung beras yang bebas gluten serta menggunakan bahan-bahan halal, termasuk sirloin wagyu dan udang tiger segar. Konsep restorannya juga cukup menarik kerana memiliki interior yang terinspirasi dari bunga sakura dan dapur terbuka sehingga kamu bisa melihat langsung para chef menyiapkan makanan.

Bagi wisatawan internasional, restoran ini juga cukup nyaman kerana staf yang bisa berbahasa Inggris tersedia selama jam operasional. Jika masih ada tempat, kamu juga bisa datang langsung tanpa reservasi.

4. Shinjuku Gyoen National Garden, Taman Luas di Tengah Kota

Setelah melihat Tokyo dari sisi modernnya, coba luangkan waktu untuk menikmati suasana yang lebih tenang di Shinjuku Gyoen National Garden. Taman yang sangat luas ini merupakan salah satu ruang hijau paling populer di Tokyo dan memiliki sejarah panjang sejak zaman Edo.

Dulunya, kawasan ini merupakan bagian dari kediaman Lord Naito yang diberikan oleh Tokugawa Ieyasu. Kemudian, pada tahun 1906, area tersebut diubah menjadi taman kekaisaran pribadi oleh pemerintahan Meiji. Saat ini, pengunjung bisa menikmati beberapa jenis lanskap taman, mulai dari taman bergaya Jepang, taman bergaya landscape, formal garden, hingga greenhouse yang menyimpan berbagai tanaman tropis dan subtropis.

Kalau datang pada musim semi, kamu bisa menikmati bunga sakura yang biasanya bermekaran sekitar akhir Maret hingga awal April. Sementara itu, sekitar pertengahan November hingga pertengahan Desember, pepohonan maple berubah warna menjadi kuning dan merah yang membuat suasana taman semakin cantik.

Taman ini juga memiliki area piknik, kafe, area istirahat, dan fasilitas lainnya. Namun, perlu diingat bahwa terdapat beberapa aturan yang harus dipatuhi, termasuk larangan minum alkohol, merokok, dan menggunakan peralatan olahraga di sebagian besar area taman.

Makan Ramen Halal di Halal Ramen Honolu

Kalau bicara soal Jepang, rasanya belum lengkap kalau belum mencoba ramen. Kabar baiknya, Muslim traveller juga bisa menikmati halal ramen di sekitar Shinjuku Gyoen.

Salah satu pilihannya adalah Halal Ramen Honolu, restoran kecil yang mengkhususkan diri pada ramen ayam halal. Restoran ini menggunakan halal soy sauce dan telah mendapatkan sertifikasi halal sejak 2020.

Tempatnya cukup kecil dan hanya dapat menampung sekitar 20 orang, tetapi justru membuat suasananya terasa lebih intimate. Salah satu menu yang direkomendasikan adalah kombinasi ramen dengan kuah ayam yang kaya rasa dan pilihan pedas. Satu hal yang perlu diingat, restoran ini tidak menerima pembayaran dengan kartu kredit, jadi pastikan membawa uang tunai.

5. Todoroki Valley, Menyusuri Hutan di Tengah Tokyo

Kalau kamu benar-benar ingin kabur sejenak dari suasana kota, Todoroki Valley bisa menjadi pilihan. Tempat ini cukup unik kerana berada di Setagaya, kawasan Tokyo yang padat, tetapi begitu masuk ke jalur lembahnya, suasana langsung berubah menjadi hijau dan tenang.

Terdapat jalur berjalan kaki sepanjang sekitar satu kilometer yang mengikuti aliran sungai kecil di antara pepohonan. Perjalanannya dapat ditempuh sekitar 20–30 menit dan sepanjang jalan kamu bisa menemukan air terjun, kuil, shrine, serta berbagai titik menarik yang membuat perjalanan terasa seperti sedang menjelajahi hutan.

Salah satu tempat yang menarik untuk disinggahi adalah Todoroki Fudoson, kuil kuno yang dikelilingi pepohonan hijau. Ada juga sebuah viewing platform dari kayu yang menawarkan pemandangan lembah dari atas. Jika ingin beristirahat, kamu bisa mampir ke Setsugekka, toko makanan manis tradisional yang berada di kawasan Todoroki Fudoson.

Namun, perlu diperhatikan bahawa sebagian jalur Todoroki Valley dapat ditutup sementara kerana perawatan atau kerusakan akibat pohon tumbang. Jadi, pastikan mengecek informasi terbaru sebelum berkunjung.

Menikmati Matcha di Kosoan Tea House

Setelah berjalan menyusuri Todoroki Valley, kamu bisa melanjutkan perjalanan ke Kosoan Tea House, sebuah kedai teh yang berada di rumah tradisional Jepang berusia sekitar 100 tahun. Dari suasananya saja, tempat ini sudah terasa seperti membawa kamu kembali ke Jepang pada masa lalu.

Kamu bisa menikmati matcha dan berbagai makanan manis tradisional seperti shaved ice dan anmitsu sambil menikmati dekorasi rumah Jepang yang klasik. Tempat ini cocok untuk berhenti sejenak setelah berjalan kaki dan merasakan pengalaman Jepang yang lebih tradisional.

Bagi Muslim traveller yang ingin mencari tempat sholat, kamu juga bisa menuju Masjid Indonesia Tokyo. Dari Todoroki Station, masjid ini dapat dijangkau menggunakan bus kota menuju Moto Keibajo Mae, kemudian dilanjutkan dengan berjalan kaki sekitar dua menit.

Menikmati Tokyo dari Sisi yang Lebih Tenang

Tokyo mungkin identik dengan kehidupan kota yang cepat, tetapi ternyata ada banyak tempat di mana kamu bisa memperlambat langkah dan menikmati sisi kota yang lebih hijau, tenang, dan penuh sejarah. Dari taman bekas kediaman bangsawan di Hama-rikyu, hutan di sekitar Meiji Shrine, tepian Sungai Sumida, hingga lembah hijau Todoroki, setiap tempat menawarkan pengalaman yang berbeda.

Baca juga: Fukuoka Jepang untuk Muslim Traveller: 10 Tempat Wisata, Restoran Halal & Prayer Room

Yang membuat perjalanan semakin nyaman bagi Muslim travellers, destinasi-destinasi ini juga berada tidak jauh dari pilihan restoran halal dan tempat sholat. Jadi, kamu bisa menggabungkan wisata alam, sejarah, budaya, dan kuliner halal dalam satu itinerary. Kalau sedang merencanakan liburan ke Tokyo, simpan rekomendasi ini dan masukkan beberapa tempat favoritmu ke itinerary untuk merasakan sisi Tokyo yang lebih hijau, tenang, dan Muslim-friendly!

Dipublikasikan pada


Tentang Penulis

Nisa

Love to share the small things that make life interesting. Come with me on a journey where curiosity takes the lead, and each story invites you to see the world in a new way.

Brand Managers!

Ingin melihat merek atau bisnis kamu di website kami?

Hubungi kami sekarang

Berlangganan Milis TripZilla

Dapatkan tips dan berita travel terbaru!

Rekomendasi Artikel

  • 15 Negara Bebas Visa Untuk Orang Indonesia

    Ini dia daftar negara yang bisa kamu kunjungi tanpa pengurusan visa fisik di kedubes dengan paspor Indonesia kamu! Bebas visa fisik ke negara-negara terkenal seperti Maldives, Jepang dan Hong Kong dan lainnya lho!

  • 10 Tempat di Seoul yang Instagramable Banget!

    Artikel ini dikontribusikan dan ditranslasikan oleh Seoul Wanderlust Stories. For the English version of this article, read it here. Ini dia 10 tempat di Seoul favoritku yang bisa dijadikan background keren untuk foto Instagram kamu! Nota: Tempat-tempat disini hanya tempat yang pernah saya kunjungi langsung. Di akhir daftar, saya akan memasukkan beberapa tempat ekstra yang instagramable juga tapi […]

Artikel Terbaru