Ini dia daftar negara yang bisa kamu kunjungi tanpa pengurusan visa fisik di kedubes dengan paspor Indonesia kamu! Bebas visa fisik ke negara-negara terkenal seperti Maldives, Jepang dan Hong Kong dan lainnya lho!

Kalau membicarakan liburan ke Jepang, nama Tokyo, Kyoto, dan Osaka mungkin menjadi beberapa destinasi pertama yang muncul di pikiran. Tapi, pernahkah kamu mempertimbangkan Fukuoka? Berada di Pulau Kyushu, Fukuoka adalah kota pesisir yang menawarkan perpaduan menarik antara modernitas, sejarah, budaya, kuliner, dan alam. Kota ini juga punya suasana yang terasa lebih santai dibandingkan kota-kota besar Jepang lainnya, sehingga cocok untuk kamu yang ingin menikmati Jepang dengan ritme perjalanan yang tidak terlalu terburu-buru.
Baca juga: Panduan Bersantai Di Yatai Di Fukuoka
Menariknya lagi, Fukuoka cukup nyaman untuk Muslim traveller. Selain memiliki banyak tempat wisata menarik, kamu juga bisa menemukan masjid, prayer room, serta sejumlah restoran yang menyediakan makanan halal. Jadi, kalau kamu ingin mencari destinasi di Jepang yang menawarkan pengalaman lengkap sekaligus lebih nyaman untuk wisatawan Muslim, Fukuoka bisa menjadi pilihan yang menarik. Mulai dari shrine berusia ratusan tahun, taman yang cantik, museum, hingga tempat untuk menikmati kuliner khas Jepang, semuanya bisa kamu temukan di kota ini.
Sebelum mulai menjelajahi berbagai tempat wisata di Fukuoka, ada satu cerita sejarah yang menarik untuk kamu ketahui. Hakata Bay, yang berada di wilayah Fukuoka, pernah menjadi lokasi dua invasi besar bangsa Mongol pada tahun 1274 dan 1281. Saat itu, pasukan Mongol mencoba menyerang Jepang melalui wilayah pesisir ini.
Namun, sebuah badai besar kemudian menghantam armada Mongol dan menyebabkan banyak kapal mereka hancur. Masyarakat Jepang pada masa itu kemudian menganggap badai tersebut sebagai pertolongan dari dewa dan menyebutnya sebagai “Divine Wind” atau Kamikaze. Istilah Kamikaze memang kemudian memiliki makna yang berbeda dan lebih kelam pada masa Perang Dunia II, tetapi asal-usul istilah tersebut sebenarnya berhubungan dengan peristiwa sejarah di Fukuoka.
Mengetahui kisah ini membuat perjalanan di Fukuoka terasa semakin menarik. Di balik kota modern dengan pusat perbelanjaan, gedung tinggi, dan restoran yang ramai, ternyata tersimpan sejarah panjang yang berkaitan erat dengan hubungan Jepang dan negara-negara Asia lainnya.
Salah satu tempat wisata di Fukuoka yang menarik untuk dikunjungi adalah Hakozaki Shrine, sebuah shrine Shinto bersejarah yang dibangun pada tahun 927. Shrine ini termasuk salah satu shrine Shinto penting di Jepang dan memiliki kedudukan tinggi dalam hierarki nasional.
Begitu memasuki kawasan Hakozaki Shrine, suasananya langsung terasa berbeda dari pusat kota Fukuoka yang ramai. Bangunan kayu tradisional, gerbang besar, dan pepohonan di sekitarnya menciptakan atmosfer yang tenang dan membuat kamu seolah sedang melakukan perjalanan kembali ke Jepang pada masa lampau. Karena nilai sejarah dan arsitekturnya, Hakozaki Shrine juga telah ditetapkan sebagai National Important Cultural Property.
Kalau kamu datang pada musim dingin, coba datang pada 3 Januari untuk menyaksikan Tamaseseri Festival. Dalam festival ini, para lelaki akan berebut sebuah bola kayu sebagai bagian dari tradisi untuk mendapatkan keberuntungan. Sementara itu, pada bulan September, ada Hojoya Festival yang membuat kawasan shrine berubah menjadi lebih ramai dengan berbagai kios tradisional dan suasana festival khas Jepang.
Kalau kamu sedang mencari tempat yang lebih tenang untuk melarikan diri sejenak dari suasana kota, Nanzo-in di Sasaguri-machi bisa menjadi pilihan. Kuil Buddha dari sekte Shingon ini terkenal dengan patung reclining Buddha berukuran sangat besar yang menjadi salah satu daya tarik utamanya.
Tapi jangan terburu-buru pulang setelah melihat patung Buddha. Area Nanzo-in sebenarnya cukup luas dan menyimpan banyak hal menarik untuk dijelajahi. Kamu bisa berjalan melewati jalur yang dikelilingi pepohonan, menemukan gua-gua kecil, hingga melewati berbagai torii gates yang membuat perjalanan terasa seperti sedang menjelajahi tempat tersembunyi di Jepang.
Karena areanya cukup luas, sebaiknya sisihkan setidaknya setengah hari untuk menikmati Nanzo-in. Suasananya yang damai membuat tempat ini cocok untuk kamu yang ingin berjalan santai, menikmati alam, sekaligus merasakan sisi spiritual Jepang yang jauh dari hiruk-pikuk kota.
Butuh suasana yang lebih fresh setelah berkeliling kota? Naiklah ferry sekitar 10 menit menuju Nokonoshima Island Park. Pulau kecil ini menawarkan suasana yang sangat berbeda dari Fukuoka di daratan utama.
Daya tarik utama Nokonoshima adalah hamparan bunga yang berubah mengikuti musim. Ada cosmos, rapeseed, sunflower, dan berbagai bunga lainnya yang membuat lanskap pulau terlihat semakin cantik. Dengan latar belakang birunya Hakata Bay, pemandangan di sini benar-benar cocok untuk kamu yang suka fotografi atau sekadar ingin menikmati suasana santai.
Tempat ini juga ramah untuk keluarga karena ada berbagai aktivitas yang bisa dilakukan. Kamu bisa mencoba Noko-Noko Ball, permainan yang merupakan perpaduan golf dan croquet, bermain grass sledging, atau mengikuti pottery painting workshop. Jadi, Nokonoshima bukan hanya tempat untuk melihat bunga, tetapi juga destinasi yang menyenangkan untuk menghabiskan satu hari bersama keluarga.
Kalau kamu ingin mencari tempat untuk bersantai di tengah kota, Ohori Park wajib masuk dalam itinerary wisata Fukuoka. Taman ini memiliki sebuah kolam besar yang desainnya terinspirasi dari West Lake di Hangzhou, China.
Di tengah kolam terdapat tiga pulau kecil yang dihubungkan dengan daratan menggunakan jembatan batu. Kamu bisa berjalan santai di sekitar kolam, duduk di tepi air, menikmati pemandangan, atau sekadar mencari tempat untuk beristirahat setelah seharian sightseeing.
Ohori Park juga menjadi salah satu tempat favorit warga lokal untuk piknik dan menikmati suasana outdoor. Saat musim sakura, taman ini menjadi semakin cantik dengan bunga-bunga yang bermekaran di berbagai sudut. Jadi, kalau kamu sedang mencari tempat wisata di Fukuoka yang santai dan tidak membutuhkan banyak aktivitas, Ohori Park bisa menjadi pilihan.
Tidak jauh dari Ohori Park dan Fukuoka Tower, kamu bisa mengunjungi Fukuoka City Museum. Tempat ini cocok untuk kamu yang ingin mengetahui lebih jauh tentang sejarah Fukuoka dan bagaimana kota ini berkembang dari masa ke masa.
Salah satu koleksi yang paling terkenal di museum ini adalah Gold Seal, sebuah artefak kuno yang dipercaya merupakan hadiah dari Kaisar Dinasti Han pada tahun 57 Masehi. Artefak ini menjadi salah satu bukti penting mengenai hubungan sejarah antara Jepang dan daratan Asia.
Harga tiket masuknya juga relatif terjangkau, sehingga museum ini cocok untuk kamu yang ingin memasukkan aktivitas edukatif dalam itinerary tanpa mengeluarkan banyak biaya. Setelah berjalan-jalan di area outdoor, menghabiskan waktu di museum juga bisa menjadi kesempatan untuk beristirahat sambil mempelajari sejarah Fukuoka.
Kalau ingin melihat salah satu sisi budaya Fukuoka yang paling khas, jangan lewatkan Kushida Shrine. Shrine ini merupakan salah satu shrine tertua dan paling terkenal di kota Fukuoka dan lokasinya berada di kawasan Hakata.
Salah satu hal yang paling menarik perhatian di sini adalah Kazari-yamakasa, dekorasi festival tradisional berukuran sekitar 10 meter yang dihiasi berbagai figur dan ornamen khas Jepang. Menariknya, kamu tetap bisa melihat dekorasi ini sepanjang tahun meskipun tidak datang saat festival berlangsung.
Kushida Shrine juga menjadi pusat penyelenggaraan Hakata Gion Yamakasa, salah satu festival musim panas paling terkenal di Fukuoka yang berlangsung setiap 1–15 Juli. Festival ini merupakan bagian penting dari budaya lokal dan telah diakui sebagai Important Intangible Folk Cultural Property. Jadi, kalau kamu ingin melihat Fukuoka dari sisi yang lebih tradisional, shrine ini wajib masuk daftar kunjunganmu.
Sedikit keluar dari pusat kota, tepatnya di Dazaifu, terdapat Kyushu National Museum. Bahkan sebelum masuk ke dalam, bangunannya sendiri sudah cukup menarik perhatian berkat desain modern dengan fasad kaca berwarna biru.
Museum ini dibuka pada tahun 2005 dan merupakan salah satu dari hanya empat museum nasional di Jepang. Berbeda dari museum yang hanya berfokus pada sejarah Jepang, Kyushu National Museum juga membahas bagaimana budaya Jepang berkembang melalui interaksi dengan negara-negara Asia lainnya.
Hal ini terasa masuk akal mengingat posisi Kyushu yang secara geografis lebih dekat dengan daratan Asia. Bagi wisatawan internasional, museum ini juga cukup nyaman dikunjungi karena tersedia informasi dalam bahasa Inggris. Jadi, selain mendapatkan pengalaman wisata, kamu juga bisa memahami bagaimana hubungan Jepang dengan negara-negara tetangganya membentuk kebudayaan Jepang saat ini.
Buat kamu yang suka sejarah, Fukuoka Castle, yang juga dikenal sebagai Maizuru Castle, bisa menjadi destinasi menarik berikutnya. Meskipun bangunan utama kastil sudah tidak berdiri, reruntuhan yang tersisa masih memberikan gambaran mengenai kejayaan Fukuoka pada masa Edo.
Di kawasan ini kamu bisa melihat dinding batu, parit, gerbang kuno, serta beberapa titik yang menawarkan pemandangan kota. Salah satu yang menarik adalah area observasi di Fukusaki Hill. Untuk mencapainya, kamu memang harus sedikit menaiki tangga, tetapi pemandangan dari atas cukup sepadan dengan usaha yang dikeluarkan.
Kalau ingin mendapatkan pengalaman yang lebih cantik, datanglah saat musim cherry blossom. Lebih dari seribu pohon sakura yang tumbuh di sekitar area kastil membuat reruntuhannya terlihat semakin dramatis. Bayangkan berjalan di antara bangunan bersejarah dengan bunga sakura bermekaran di sekelilingmu—pemandangan yang pastinya cocok masuk dalam travel bucket list.
Setelah puas menjelajahi tempat-tempat bersejarah, saatnya melihat sisi modern Fukuoka di Canal City Hakata. Pusat perbelanjaan ini bukan sekadar tempat untuk shopping. Canal City dirancang seperti sebuah “town within a town” dengan kanal buatan yang mengalir di tengah kompleks.
Bangunannya memiliki desain yang unik dengan bentuk melengkung, area hijau, berbagai toko, restoran, dan tempat hiburan. Kamu bisa menghabiskan beberapa jam di sini untuk shopping, mencari oleh-oleh, menikmati pertunjukan air mancur, atau sekadar mencari tempat untuk makan.
Jangan lupa naik ke lantai atas untuk mengunjungi Ramen Stadium, terutama kalau kamu ingin mencicipi salah satu kuliner paling terkenal dari Fukuoka, yaitu Hakata ramen. Bagi pencinta kuliner, Canal City bisa menjadi salah satu tempat yang menyenangkan untuk menikmati sisi modern sekaligus gastronomi khas kota ini.
Setelah seharian berjalan kaki dan menjelajahi berbagai tempat wisata di Fukuoka, tubuh pasti mulai terasa lelah. Nah, ini waktunya menikmati pengalaman khas Jepang dengan berendam di air panas di Namiha-no-Yu.
Tempat pemandian umum ini berada dekat Hakata Port dan menggunakan air mineral alami yang dipompa dari kedalaman sekitar 800 meter di bawah tanah. Kamu bisa memilih untuk berendam di kolam outdoor atau rotenburo, menikmati kolam indoor yang dipisahkan berdasarkan gender, atau menggunakan fasilitas sauna.
Lokasinya yang dekat dengan kawasan pelabuhan membuat Namiha-no-Yu cukup mudah dimasukkan ke dalam itinerary. Setelah seharian sightseeing, berendam di air hangat bisa menjadi cara yang pas untuk mengistirahatkan kaki sekaligus mengakhiri hari dengan lebih santai.
Bagi Muslim traveller, salah satu hal yang biasanya menjadi pertimbangan sebelum pergi ke Jepang adalah ketersediaan tempat sholat. Tidak perlu terlalu khawatir jika Fukuoka menjadi tujuanmu. Kota dan wilayah sekitarnya memiliki beberapa pilihan masjid dan prayer room yang dapat digunakan oleh wisatawan Muslim.
Salah satu yang paling penting adalah Fukuoka Masjid Al Nour Islamic Center yang berada di Hakozaki, Higashi-ku. Masjid ini memiliki ruang sholat laki-laki di lantai pertama dan ruang sholat perempuan di lantai kedua. Terdapat pula perpustakaan dengan koleksi buku tentang Islam dalam bahasa Inggris, Jepang, dan Arab.
Selain masjid, kamu juga bisa menemukan ruang ibadah di Fukuoka International Exchange Foundation. Tempat ini berada di Kokusai Hiroba, bagian dari kompleks Across Fukuoka yang berdekatan dengan Tenjin Central Park, dan worship space-nya terbuka untuk umum.
Kalau kamu baru tiba di Jepang melalui Fukuoka International Airport, kamu juga bisa menggunakan prayer room yang berada di lantai empat International Terminal Building. Sementara itu, Hotel New Otani Hakata juga menyediakan temporary visitor prayer space.
Dengan beberapa pilihan tersebut, Muslim traveller bisa lebih mudah mengatur waktu sholat selama menjelajahi Fukuoka. Tipsnya, sebaiknya masukkan lokasi prayer room atau masjid ke dalam itinerary sejak awal agar kamu bisa menyesuaikan rute perjalanan dengan waktu sholat.
Selain tempat sholat, tentu saja makanan menjadi hal penting lainnya saat liburan. Kabar baiknya, ada sejumlah restoran halal dan Muslim-friendly di Fukuoka yang bisa kamu coba. Pilihannya pun cukup beragam, mulai dari makanan Jepang hingga masakan Pakistan, Turki, dan Asia Selatan.
Kalau ingin mencoba makanan Jepang, kamu bisa mampir ke Kiwamiya Hakata yang berada sekitar dua menit berjalan kaki dari Hakata Station. Restoran ini memiliki menu halal khusus berupa premium Japanese beef atau Wagyu hamburger yang dimasak menggunakan hot stone.
Salah satu hal yang menarik bagi Muslim traveller adalah restoran ini menggunakan peralatan memasak yang dipisahkan khusus untuk pesanan halal. Harganya berada di kisaran ¥2.000–¥3.000, sehingga bisa menjadi salah satu pilihan kuliner ketika kamu berada di area Hakata.
Pilihan lainnya adalah Uokura di Miyako Hotel, yang juga hanya sekitar dua menit berjalan kaki dari Hakata Station. Restoran ini menyediakan menu halal khusus dan menawarkan berbagai hidangan seafood khas Fukuoka, seperti Yobuko squid dan Nodoguro atau blackthroat seaperch.
Kalau itinerary-mu membawa kamu ke kawasan Hakozaki dan Fukuoka Masjid Al Nour Islamic Center, ada beberapa restoran halal yang bisa sekaligus kamu kunjungi setelah sholat.
Salah satunya adalah Marhaba, restoran Pakistan yang hanya berjarak sekitar lima menit berjalan kaki dari masjid dan JR Hakozaki Station. Restoran ini menyajikan makanan 100% halal dengan menu yang berganti, seperti biryani, curry, dan mutton. Harganya cukup terjangkau, sekitar ¥1.000–¥2.000 per orang.
Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Marhaba hanya menerima pembayaran tunai dan tutup setiap Selasa dan Rabu. Jadi, pastikan kamu mengecek jadwal operasional sebelum datang.
Masih di sekitar Hakozaki, ada juga Yousafzai Halal Hakozaki yang cocok untuk kamu yang mencari makanan halal dengan suasana lebih kasual. Restoran ini menawarkan halal burger, rolls, dan homemade-style curry dengan harga sekitar ¥1.000–¥2.000.
Sementara itu, jika kamu sedang berada di kawasan Ropponmatsu, kamu bisa mencoba Kafe Toruko. Kafe bergaya Turki ini menggunakan daging halal untuk seluruh menunya dan dikelola oleh pemilik sekaligus chef asal Turki. Menu yang tersedia antara lain masakan Turki rumahan dan baklava sebagai dessert, dengan harga rata-rata sekitar ¥1.000–¥2.000.
Setelah melihat berbagai tempat wisata dan fasilitas yang tersedia, semakin jelas bahwa Fukuoka bukan hanya menarik untuk dikunjungi, tetapi juga cukup nyaman bagi Muslim traveller. Kamu bisa menghabiskan waktu menjelajahi shrine bersejarah, menikmati suasana taman yang tenang, menyeberang ke pulau kecil, mempelajari sejarah Jepang di museum, shopping di pusat kota, hingga bersantai di pemandian air panas.
Baca juga: Panduan Lengkap Menikmati Onsen di Jepang bagi Wisatawan Muslim
Yang membuat perjalanan semakin nyaman, kamu juga memiliki beberapa pilihan masjid, prayer room, dan restoran halal di Fukuoka. Jadi, kamu tidak perlu hanya fokus mencari destinasi wisata, tetapi juga bisa merencanakan perjalanan dengan lebih tenang sambil tetap menjalankan ibadah dan menikmati makanan yang sesuai dengan kebutuhanmu.
Kalau selama ini Tokyo, Kyoto, dan Osaka selalu menjadi pilihan utama saat liburan ke Jepang, mungkin sekarang saatnya memasukkan Fukuoka ke dalam Japan bucket list. Kota ini menawarkan pengalaman Jepang yang sedikit berbeda—lebih santai, kaya sejarah, penuh budaya, dan tetap modern. Jadi, sudah siap menjelajahi Fukuoka dan merasakan sendiri betapa Muslim-friendly destinasi ini untuk perjalananmu berikutnya?
Dipublikasikan pada
Dapatkan tips dan berita travel terbaru!
Ini dia daftar negara yang bisa kamu kunjungi tanpa pengurusan visa fisik di kedubes dengan paspor Indonesia kamu! Bebas visa fisik ke negara-negara terkenal seperti Maldives, Jepang dan Hong Kong dan lainnya lho!
Ini dia 10 gunung yang harus kamu daki di Indonesia untuk melihat pemandangan mempesona negara kita! Mulai dari gunung yang mudah didaki hingga gunung yang tersusah untuk dijajahi!
Lupakan Perancis dan Inggris! Kunjungi 10 negara di Eropa ini yang tidak kalah cantik tapi jauh lebih murah dan luar biasa saja.
Siapa bilang tidak ada yang bisa dilihat di Surabaya? Ini dia 10 tempat di Surabaya yang harus kamu kunjungi!
Artikel ini dikontribusikan dan ditranslasikan oleh Seoul Wanderlust Stories. For the English version of this article, read it here. Ini dia 10 tempat di Seoul favoritku yang bisa dijadikan background keren untuk foto Instagram kamu! Nota: Tempat-tempat disini hanya tempat yang pernah saya kunjungi langsung. Di akhir daftar, saya akan memasukkan beberapa tempat ekstra yang instagramable juga tapi […]
Kastil satu ini tidak hanya bisa dikagumi dari luar, bagian dalamnya juga tidak kalah menarik.
Wisata terbaru hingga kafe instagramable.
Eksplor cita rasa autentik Filipina tanpa rasa ragu!
Dengan biji kopi khas Sabah yang nikmat.
Dari kuliner khas Taiwan sampai boba yang manis dan menyegarkan.