Ini dia daftar negara yang bisa kamu kunjungi tanpa pengurusan visa fisik di kedubes dengan paspor Indonesia kamu! Bebas visa fisik ke negara-negara terkenal seperti Maldives, Jepang dan Hong Kong dan lainnya lho!

Kalau lagi suntuk, biasanya ada satu destinasi yang langsung muncul di otak saya: Bandung. Walaupun sudah dikunjungi seribu kali, nyatanya saya selalu tergoda dengan udaranya yang lebih sejuk dari Jakarta dan kulinernya yang tidak pernah habis untuk dijelajahi. Tapi, apakah bisa bersenang-senang di Bandung tanpa menginap? Jawabannya, tentu bisa!
Baca juga: Surga Kuliner di Pasar Cihapit Bandung: Kuliner Legend Sampai yang Viral!
Perjalanan kali ini saya mulai dengan berangkat dari Jakarta pagi-pagi sekali menggunakan mobil. Awalnya, ketika melewati Tol Cipularang, cuaca terasa sedikit mendung dan sempat membuat saya khawatir, namun untungnya begitu memasuki wilayah Bandung, langit berubah cerah menyambut petualangan saya.
Tujuan pertama saya untuk mengisi perut adalah Blond Bakery. Kafe ini tergolong cukup unik karena lokasinya yang berada di area perumahan, sehingga suasananya tenang dan jauh dari kebisingan jalan raya. Untuk memesan, kamu harus masuk ke pintu putih di seberang halaman. Karena ruang dalamnya kecil, kamu harus bersabar menunggu di luar jika ada yang sedang mengantre di dalam.
Pilihan rotinya beragam, mulai dari varian manis hingga asin yang menggoda selera. Saya memutuskan untuk mencoba Pistachio Croissant dan Creamy Spinach. Croissant-nya benar-benar juara—teksturnya renyah dan terasa buttery, namun manisnya pas tidak berlebihan. Sementara itu, Creamy Spinach-nya punya rasa gurih dengan sedikit sentuhan pedas. Untuk minumannya, saya memesan Classic Tea dan Lemon Espresso yang menyegarkan.
Belum lengkap rasanya ke Bandung tanpa mampir ke Makmur Jaya Coffee. Ini adalah tempat "ngopi wajib" versi saya karena rasa creamy-nya yang benar-benar nagih dan sulit ditemukan di tempat lain. Menu favorit yang selalu saya pesan adalah Es Kopi Susu Plant Based dengan opsi less sugar. Gurih dari susunya sangat terasa dan pas di lidah.
Area duduknya cukup luas dengan pilihan indoor maupun outdoor, jadi sangat nyaman kalau kamu ingin duduk santai lebih lama sambil mengobrol atau sekadar beristirahat sejenak.
Setelah energi kembali terisi, saya beranjak ke kawasan Cihapit untuk mengunjungi Grammars. Tempat ini bisa dibilang sebagai surga bagi para pecinta barang-barang lucu dan aksesori estetik. Koleksinya benar-benar lengkap dan dikurasi dengan sangat baik; mulai dari cincin, kalung, gelas, stiker, baju, kaus kaki, hingga parfum, semuanya tersedia di sini.
Selain belanja, di sini juga tersedia photobooth buat kamu yang ingin mengabadikan momen seru liburan. Benar-benar perhentian yang pas untuk mencari oleh-oleh yang berbeda dari biasanya atau sekadar memanjakan diri dengan pernak-pernik kecil.
Tepat di jam makan siang, saya melipir ke Cici Claypot yang lokasinya tidak jauh dari Grammars. Sesuai namanya, semua makanan di sini dimasak dan disajikan di dalam mangkuk tanah liat (claypot), sehingga hidangannya masih dalam keadaan mendidih saat sampai di meja.
Saya sangat merekomendasikan menu Signature Siram mereka. Kamu bisa memilih isian berupa misoa, mi kriuk, atau nasi yang kemudian disiram dengan kuah khas Cici Claypot yang gurih. Untuk topping-nya, tersedia pilihan daging ayam atau sapi cincang, dan saya sarankan untuk menambah telur agar rasanya semakin kaya. Jangan lupa tambahkan chilli oil racikan mereka jika kamu ingin sensasi pedas yang nendang!
Persis di sebelah Cici Claypot, ada sebuah toko pernak-pernik bernama OH.IRV. Toko ini menjual berbagai macam barang kreatif seperti tas, baju, hingga gelang dengan desain yang playful. Namun, tujuan utama saya ke sini adalah untuk mencoba fasilitas photobooth-nya yang viral karena mengusung tema laundry room.
Properti yang disediakan sangat totalitas, mulai dari mesin cuci, botol deterjen, pewangi, hingga keranjang. Beberapa bisa gunakan untuk berpose. Hasil fotonya benar-benar lucu dan berbeda dari photobooth pada umumnya.
Sore harinya, saya meluncur ke Istana Plaza. Tapi kali ini bukan untuk belanja di mall, melainkan untuk menguji ketangkasan di Blitz Tactical. Ini adalah area shooting range yang seru dan aman bagi pemula sekalipun. Saya tidak merasa khawatir saat pertama kali mencoba karena petugas di sana memberikan penjelasan teknis yang mendetail mengenai cara memegang senjata dan membidik sasaran.
Pilihan senjatanya cukup beragam; selain pistol, kamu juga bisa mencoba menembak menggunakan rifle, sniper, hingga memanah. Harganya pun tergolong sangat terjangkau untuk pengalaman yang sekeren ini.
Untuk menutup rangkaian kuliner berat hari ini, saya memilih LUI sebagai tempat makan malam. Dari awal masuk, saya langsung terkesan dengan layanan dan suasananya yang juara. Vibes-nya santai, sangat cocok untuk makan malam bersama teman-teman atau pasangan.
Pilihan menu saya jatuh pada Stewed Mushroom Steak dan Wagyu Bitterballen. Secara keseluruhan, rasa makanannya sangat pas dan dieksekusi dengan baik. Poin plus ada pada saus chimichurri mereka yang sangat cocok dipadukan dengan steak-nya, memberikan sentuhan rasa segar yang unik. Opsi minumannya pun lengkap, tersedia pilihan beralkohol maupun non-alkohol untuk menemani obrolan malam kamu.
Sebelum akhirnya kembali ke Jakarta, saya menyempatkan diri mampir ke Perkedel Bondon yang legendaris di dekat Stasiun Bandung. Jangan kaget kalau melihat antreannya yang mengular meskipun mereka baru saja buka. Sistemnya adalah kamu masuk ke dalam untuk memesan jumlah perkedel, lalu akan diminta menunggu di luar hingga namamu dipanggil.
Waktu tunggunya biasanya mencapai satu jam lebih, namun jangan khawatir karena kamu bisa duduk santai sambil menikmati Wedang Ronde hangat dari penjual yang mangkal tepat di depannya.
Begitu nama dipanggil, kamu tinggal masuk untuk mengambil dan membayar pesanan. Meskipun mereka punya banyak lauk lain, dendeng mereka adalah pendamping yang paling direkomendasikan karena rasanya yang sangat khas. Perkedel yang hangat dan gurih ini adalah penutup perjalanan yang sempurna.
Baca juga: 10 Hotel di Bandung Dengan Jacuzzi Pribadi, Cocok Untuk Liburan Akhir Tahun
Jadi, apakah cukup berwisata seharian di Bandung tanpa menginap? Jawabannya ya dan tidak. Jika kamu ingin kulineran dan belanja, maka kamu bisa mengikuti itinerary di atas. Namun, sangat disarankan untuk memiliki waktu lebih apabila kamu ingin menjelajahi Bandung lebih dalam—misalnya main di tengah sejuknya alam di Lembang atau mengunjungi galeri-galeri seni yang artistik!
Dipublikasikan pada
Dapatkan tips dan berita travel terbaru!
Ini dia daftar negara yang bisa kamu kunjungi tanpa pengurusan visa fisik di kedubes dengan paspor Indonesia kamu! Bebas visa fisik ke negara-negara terkenal seperti Maldives, Jepang dan Hong Kong dan lainnya lho!
Ini dia 10 gunung yang harus kamu daki di Indonesia untuk melihat pemandangan mempesona negara kita! Mulai dari gunung yang mudah didaki hingga gunung yang tersusah untuk dijajahi!
Lupakan Perancis dan Inggris! Kunjungi 10 negara di Eropa ini yang tidak kalah cantik tapi jauh lebih murah dan luar biasa saja.
Siapa bilang tidak ada yang bisa dilihat di Surabaya? Ini dia 10 tempat di Surabaya yang harus kamu kunjungi!
Artikel ini dikontribusikan dan ditranslasikan oleh Seoul Wanderlust Stories. For the English version of this article, read it here. Ini dia 10 tempat di Seoul favoritku yang bisa dijadikan background keren untuk foto Instagram kamu! Nota: Tempat-tempat disini hanya tempat yang pernah saya kunjungi langsung. Di akhir daftar, saya akan memasukkan beberapa tempat ekstra yang instagramable juga tapi […]
Banyak spot gratis!
Saran perjalanan dari AI picu penahanan warga Israel di Malaysia.
Nikmati perjalanan ke masa lalu di Pasar Triwindu
Ada ramen ddenkuah matcha!
Bukan hanya punya wisata alam, ini sederet wisata kuliner kondang di Bogor