Manfaatkan kereta api dari Paris untuk perjalanan ke kota-kota di sekitarnya yang tidak kalah menawan

Petualangan saya dalam menikmati waktu libur hampir seminggu adalah mengunjungi pulau favorit wisatawan dunia yaitu Bali. Dalam waktu 6 hari 5 malam saya memutuskan untuk berlibur tidak hanya pulau Bali saja tapi juga pulau Nusa Penida. Keindahan dua pulau ini benar-benar membuat saya jatuh cinta akan sisi yang sebelumnya belum pernah saya lihat sebelumnya.
Baca juga: Itinerary Touring Wisata Pantai 3H2M Keliling Bali Yang Asyik Banget!

Saya memilih penerbangan subuh dari Jakarta ke Denpasar, Bali. Dengan waktu ini saya bisa sampai Bali lebih pagi dan mengunjungi lebih banyak tempat selama seharian. Dari bandara menuju hotel Cara Cara Inn Hotel di daerah Kuta saya menggunakan Bus Trans Metro Dewata dengan harga Rp 4.400 yang pastinya lebih murah daripada transportasi online.

Setelah titip barang di hotel, saya mengunjungi Pantai Melasti dan Pantai Kuta untuk menikmati sunset dengan motor yang sudah saya sewa. Pantai Melasti berada di Ungasan ini memiliki pasir putih yang bersih dan air yang biru. Sedangkan Pantai Kuta saya kunjungi untuk menghabiskan waktu senja dengan duduk santai di tepi pantai.

Setelah puas bermain air dan bersantai menikmati senja di pantai, saya menikmati malam di salah satu kafe dan bar yang sangat populer yaitu Motel Mexicola di Seminyak. Kafe ini dikenal dengan interiornya yang sangat penuh warna dan motif unik. Setiap malam mereka juga mengadakan live music yang mengajak para pengunjung untuk turun ke lantai dansa bernyanyi serta menari bersama.
Sebelum kembali ke penginapan, saya tiba-tiba lapar dan memutuskan untuk makan malam di Nasi Pedas Ibu Andika yang Halal. Warung makan ini memiliki konsep seperti warteg yang buka setiap hari 24 jam non stop. Ada banyak lauk dan sayur yang bisa kamu pilih. Bagi pecinta pedas jangan lupa pesan sambalnya yang pedas dan nikmat sesuai nama warung makan ini.

Pantai Berawa (kiri), Butterman (kanan)
Hari kedua saya mulai dengan menikmati sunrise di Pantai Berawa. Saya tak menyangka jika pantai ini sudah ramai meski pagi hari dengan banyak wisatawan yang datang untuk surfing. Lanjut saya menikmati sarapan dengan aneka pastry di bakery populer bernama Butterman. Untuk harganya cukup ramah dompet dan banyak pilihan pastry yang dijamin bikin kamu tertarik.

Setelah sarapan, saya langsung menuju pelabuhan untuk pergi Pelabuhan Nusa Penida untuk naik speed boat ke Nusa Penida. Perjalanan tak terlalu lama sekitar 30 hingga 45 menit tergantung ombak. Setelah sampai di pelabuhan, saya dijemput dengan petugas hotel Sunset Hill Cottage. Saya memilih bermalam dan menyewa motor di hotel ini dengan harga yang ramah dompet.

Sangat disarankan keliling pulau Nusa Penida dengan motor karena lebih hemat waktu juga mengantisipasi macet dan jalur yang cukup ekstrim. Tak menunggu waktu lama, saya langsung pergi ke Kelingking Beach yang punya pemandangan ikonik. Pantai Kelingking ini benar-benar membuat saya takjub dengan keindahannya. Namun karena jalur yang curam, saya tidak berani turun ke bawah dan hanya berfoto serta menikmatinya dari atas saja.

Keliling pulau Nusa Penida kembali berlanjut. Setelah shalat subuh, saya langsung pergi ke Rumah Pohon "Tree House." Ternyata keputusan saya untuk berangkat lebih awal adalah keputusan terbaik karena tempat ini masih sangat sepi sehingga saya bisa berfoto lebih lama tanpa harus antri. Rumah pohon dengan latar sunrise menjadi spot foto yang cantik dan instagramable.

Atuh Beach (kiri), Diamond Beach (kanan)
Selanjutnya saya pergi ke Atuh Beach dan Diamond Beach yang berada di satu komplek. Jadi, cukup bayar 1 tiket masuk saya bisa menikmati banyak tempat. Pertama, saya jalan ke Atuh Beach dengan jalanan sempit bebatuan. Lalu, saya kembali berjalan ke Diamond Beach dan memutuskan turun ke bawah. Ternyata jalurnya cukup curam sehingga menguras banyak tenaga, namun terbayar lunas dengan keindahannya.

Meski belum puas eksplor Nusa Penida, namun saya harus kembali ke Bali dengan speed boat di siang hari. Lalu menjelang senja, saya pergi ke Double Six Beach di Seminyak untuk menikmati sunset. Di sini saya juga menikmati semangkuk bakso dari Bakso Gerobak Biru yang Halal. Saya paham mengapa pantai ini selalu menjadi favorit banyak orang karena pemandangan matahari terbenamnya benar-benar sangat indah.

Setelah perjalanan keliling pantai, saya ingin healing sejenak dengan pergi ke Ubud yang penuh dengan pemandangan hijau. Tempat pertama yang saya kunjungi adalah WYAH Art & Creative Space, sebuah kafe pohon yang instagramable. Nongkrong santai dan buka laptop di sini benar-benar bikin betah. Apalagi ada banyak ruang terbuka dengan pemandangan pepohonan hijau.

Pasar Sukawati (kiri), Seniman Coffee (kanan)
Perut kenyang, saya memutuskan untuk pergi ke Pasar Sukawati. Pasar ini merupakan definisi surga belanja di Bali. Pasar yang punya banyak lantai, indoor, dan bersih ini akan menguji kemampuanmu dalam hal tawar menawar. Puas belanja hingga lupa waktu, saya melanjutkan untuk kembali nongkrong di Seniman Coffee. Kafe ini sangat populer di Ubud karena punya banyak pilihan kopi.

Tak terasa semakin malam, saya mulai merasa lelah. Saya memilih Beji Ubud Resort untuk bermalam. Hotel ini berbentuk cottage yang setiap bangunannya tidak menyatu dengan bangunan lain. Ada beberapa kolam renang dengan pemandangan hijau yang menakjubkan.

Ubud Water Palace (kiri), Desa Wisata Penglipuran (kanan)
Sebelum eksplor Bali Timur, saya pergi ke Ubud Water Palace di pagi hari untuk menghindari keramaian. Lalu saya mulai melanjutkan perjalanan ke Desa Wisata Penglipuran di Bangli. Desa ini merupakan salah satu desa tertua di Bali yang masih mempertahankan bangunan tradisionalnya hingga kini. Bahkan berkat keindahannya desa ini pernah dinobatkan sebagai Desa Terbersih di Dunia.

Tirta Gangga (kiri), Taman Ujung Sukasada (kanan)
Perjalanan saya berlanjut ke Tirta Gangga, sebuah komplek bekas istana kerajaan di Abang, Karangasem. Di sini kamu bisa memberi makan ikan yang berenang bebas di setiap kolam. Selanjutnya, ada Taman Ujung Sukasada yang tenang untuk kamu kunjungi di Karangasem. Taman ini sangat luas dengan bangunan tempo dulu yang masih kokoh berdiri.

Perjalanan panjang ini cukup membuat saya lelah. Saya memilih untuk menginap di Airbnb bergaya Santorini di dekat Pantai Padang Padang, Uluwatu. Airbnb ini memiliki bangunan dengan 2 kamar tidur, mini dapur, dan kamar mandi bersih. Tersedia pula kolam renang di rooftop dengan pemandangan hijau yang indah.

Tak terasa sudah memasuki hari terakhir di Bali, saya memutuskan untuk membeli oleh-oleh viral berupa coklat beku di Heavenly Chocolate Bali. Toko coklat ini memiliki beberapa cabang dengan pilihan coklat berbagai rasa seperti original, red velvet, hingga matcha. Kamu tak perlu khawatir meleleh karena mereka akan memberi ice cube agar coklat tetap terjaga selama perjalanan pulang.

Sebelum ke bandara, saya menyempatkan diri untuk nongkrong santai dan mengisi perut di Kim Soo Home. Kafe ini sekaligus toko ini sangat populer di Kuta karena interiornya yang cantik. Setiap sudut kafe di sini sangat instagramable yang asik untuk berfoto.
Baca juga: Itinerary Wisata Nusa Penida 2H1M Untuk Weekend Getaway Kamu Yang Mengesankan
Rupanya petualangan saya di Bali kali ini harus berakhir. Enam hari yang sangat berkesan berkeliling dari pulau Bali hingga pulau Nusa Penida. Cukup melelahkan namun sangat berkesan dan mampu meninggalkan memori indah yang tak terlupakan. Berharap itinerary ini bisa membantu untuk kamu yang ingin berkeliling Bali dan Nusa Penida.
Dipublikasikan pada
Dapatkan tips dan berita travel terbaru!
Manfaatkan kereta api dari Paris untuk perjalanan ke kota-kota di sekitarnya yang tidak kalah menawan
barang wajib punya nih!
Bersiap Menjelajahi Gemerlap Kehidupan Malam Tokyo
Pernah mengunjungi (setidaknya) satu dari sepuluh air terjun di Bali yang indah, memesona dan Instagrammable ini?
Indonesia AirAsia kembali meluncurkan rute internasional terbaru Bali-Kota Kinabalu, Malaysia dan Bali-Cairns, Australia yang akan terbang mulai Agustus 2024 mendatang.
Perilaku tidak menyenangkan dari wisatawan menjadi salah satu alasannya.
Kamu juga berkesempatan mendapat sehwa di Istana Gyeongbokgung.
Ada yang dindingnya terbuat dari akuarium!
Porsi besar dengan daging yang lembut!
Mulai dari yang menggabungkan teknologi hingga yang kental dengan budaya Korea.