1. Travel
  2. Sukabumi

Panduan Menjelajahi Kawasan Situ Gunung, Sukabumi Untuk Liburan Seru yang Menyatu Dengan Alam

Salah satu destinasi alam yang belakangan ini terus mencuri perhatian adalah Kawasan Wisata Situ Gunung yang terletak di dalam Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Menawarkan kombinasi sempurna antara udara pegunungan yang sangat sejuk, hutan hujan yang rimbun, serta jembatan gantungnya yang ikonik, tempat ini sukses menjadi magnet bagi para pemburu kesegaran alami.

Baca juga: Itinerary Liburan Singkat 2 Hari 1 Malam di Sukabumi, Dari Wisata Alam Sampai Kuliner

Namun, agar agenda petualanganmu di sini berjalan mulus tanpa drama, ada beberapa hal teknis dan rute perjalanan yang wajib kamu pahami terlebih dahulu. Berdasarkan pengalaman pribadi saya saat berkunjung langsung ke sana, mengeksplorasi Situ Gunung ternyata sangat ramah bagi pemula, asalkan kamu memilih paket trek yang tepat. Yuk, simak panduan berikut ini biar liburan akhir pekanmu di Situ Gunung menjadi momen healing yang maksimal!

Kapan Waktu Terbaik untuk Berkunjung?

Waktu paling ideal untuk berkunjung ke Situ Gunung adalah saat musim kemarau. Saya menyarankan untuk mulai melakukan hiking sejak pagi hingga siang hari. Hujan biasanya turun saat hari sudah beranjak dari siang menuju sore. Namun, kalau kamu tipe yang lebih menyukai suasana sepi dan tidak terlalu suka berpapasan dengan banyak orang, datang di waktu siang menjelang sore bisa menjadi pilihan—asalkan kamu sudah siap mengantisipasi faktor cuaca, ya. Satu hal penting yang perlu dicatat, jika kamu datang saat musim liburan, kawasan ini dipastikan akan sangat penuh sesak oleh pengunjung.

Cara Berkunjung ke Sini

Menuju ke lokasi ini sebetulnya cukup mudah. Dari area stasiun kereta atau hotel tempatmu menginap di pusat Kota Sukabumi, kamu bisa langsung memesan layanan taksi online untuk mengantarmu sampai ke lokasi. Namun, cerita akan sedikit berbeda saat kamu mau pulang, karena memesan taksi online langsung dari dalam kawasan Situ Gunung ini tergolong agak susah.

Sebagai solusinya, kamu bisa meminta sopir taksi online yang mengantarmu di awal untuk menjemputmu kembali pada jam yang disepakati. Opsi alternatif lainnya adalah naik angkot berwarna merah yang beroperasi di sekitar lokasi, yang nantinya akan berhenti di depan Polsek Cisaat. Nah, jika kamu ingin melanjutkan perjalanan kembali ke arah Alun-Alun Kota Sukabumi, kamu tinggal menyambung perjalanan dengan naik angkot yang berwarna hijau.

Sistem Tiket Masuk Kawasan

Image credit: Jeihan Azalea

Jika agenda utamanya adalah menjelajahi Suspension Bridge, perlu kamu ketahui bahwa ada dua jenis tiket terpisah yang harus dibayarkan. Pertama adalah tiket masuk utama menuju kawasan Situ Gunung itu sendiri, yaitu seharga Rp32.000 per orang ketika hari libur. Sementara itu, tiket untuk menjajal Suspension Bridge didapatkan secara terpisah di loket bagian dalam.

Image credit: Jeihan Azalea

Dari gerbang masuk utama, kamu tinggal mengambil jalur berjalan ke arah kiri. Untuk menuju loket jembatan gantung tersebut, kamu bisa memilih untuk jalan kaki atau menyewa jasa ojek lokal. Kemarin saya memilih untuk berjalan kaki karena jaraknya sebenarnya tidak terlalu jauh, meskipun kontur jalannya cukup menanjak. Kalau kamu tidak mau terlalu lelah sebelum mulai hiking yang sesungguhnya, menyewa ojek adalah pilihan yang bijak. Nanti sesampainya di loket, kamu akan dihadapkan pada pilihan paket tiket Suspension Bridge.

Pilihan Jenis Tiket Suspension Bridge

Image credit: Jeihan Azalea

Pihak pengelola menyediakan beberapa opsi jalur petualangan yang bisa kamu sesuaikan dengan kemampuan fisik dan bujet kantongmu:

  • Jalur Merah (Rp50.000): Paket ini mencakup akses ke Jembatan Anggrek, Curug Sawer, Jembatan Merah, dan wahana Spider Web dengan total jarak tempuh hiking sekitar 3,7 km.

  • Jalur Kuning (Rp75.000): Paket ini mencakup akses ke Jembatan Gantung, Curug Sawer, Jembatan Merah, dan area santai di Valley Resto dengan jarak tempuh menengah sekitar 2,5 km.

  • Jalur Hijau (Rp100.000): Paket nyaman yang sudah termasuk fasilitas shuttle, akses ke Balcony Resto, Jembatan Gantung, Amphitheater, Curug Sawer, wahana Keranjang Sultan, Jembatan Merah, dan Valley Resto dengan jarak jalan kaki terpangkas hanya sekitar 1,5 km saja.

  • Eksplorasi Lembah Purba (Rp300.000): Paket petualangan premium dan semi-ekstrem yang mencakup fasilitas shuttle, jembatan lembah purba, melewati 7 jembatan, melihat Air Terjun Kembar, mendapat makan siang, Curug Sawer, Keranjang Sultan, Jembatan Merah, dengan total jarak jelajah mencapai 6 km.

Sudah Beli Tiket, Lalu ke Mana?

Setelah menyelesaikan administrasi tiket, kamu memiliki dua pilihan rute: langsung melipir ke Danau Situ Gunung yang cantik atau kembali ke area gerbang masuk untuk mulai menjelajahi Suspension Bridge.

Image credit: Jeihan Azalea

Kemarin saya memutuskan membeli Jalur Hijau. Jadi dari lokasi loket jembatan, saya naik fasilitas shuttle menuju ke area gerbang. Dari sana, sudah ada ojek yang bersiap mengantarkan saya menuju area restoran pertama untuk mengambil welcome drink serta camilan rebusan tradisional yang hangat.

Image credit: Jeihan Azalea

Petualangan pun dimulai dengan berjalan kaki menuju Suspension Bridge yang populer itu. Berjalan di atasnya rasanya cukup menantang adrenalin, terutama buat kamu yang takut akan ketinggian, karena jembatan ini bisa bergoyang sewaktu-waktu akibat embusan angin atau hentakan langkah dari pengunjung lain.

Image credit: Jeihan Azalea

Setibanya di seberang, perjalanan berlanjut menuju restoran kedua. Di sini, kamu bisa beristirahat sejenak menikmati alunan musik tradisional yang syahdu atau langsung tancap gas melanjutkan perjalanan ke Curug Sawer. Sebelum tiba di titik air terjun, kamu akan melewati area deretan warung warga yang menjual aneka jajanan ringan hingga makanan berat.

Image credit: Jeihan Azalea

Di area Curug Sawer yang indah, kamu bisa bermain air di tepian atau mencoba aktivitas seru seperti river tubing. Setelah puas menikmati kemegahan Curug Sawer dari jembatan kayu, perjalanan dilanjutkan untuk mengantre wahana Keranjang Sultan yang viral. Namun karena kemarin situasinya terlalu ramai dan antreannya mengular, saya memilih untuk melewatkannya dan langsung berjalan kaki menuju rintangan berikutnya: Jembatan Merah.

Image credit: Jeihan Azalea

Ukuran Jembatan Merah ini tergolong lebih pendek dan lebih kecil dibandingkan Suspension Bridge utama, sehingga sensasi goyangannya justru terasa jauh lebih intens. Setelah melewatinya, kamu hanya perlu berjalan menanjak sekitar 10-15 menit untuk bisa tiba di area parkir Situ Gunung.

Image credit: Jeihan Azalea

Karena di awal tadi saya belum sempat mampir ke danau, setelah selesai hiking saya langsung menyempatkan diri berkunjung ke Danau Situ Gunung. Jaraknya dari loket Suspension Bridge tergolong dekat dengan jalur berjalan yang menurun. Jika kamu khawatir merasa kelelahan saat jalan balik menanjak nanti, tidak perlu cemas karena ada banyak jasa ojek yang bersiap di sekitar area danau.

Suasana danau di sore hari benar-benar terasa magis; udaranya begitu sejuk dan atmosfernya sangat syahdu. Saya menghabiskan waktu dengan duduk santai di pinggir danau sembari menikmati indahnya pantulan cahaya matahari sore di atas permukaan air.

Fasilitas di Kawasan Wisata

Meskipun mengusung tema eksplorasi alam liar, fasilitas publik yang tersedia di dalam kawasan Situ Gunung ini sebetulnya sudah sangat ramah dan memanjakan para wisatawan pemula. Di beberapa titik strategis, kamu bisa dengan mudah menemukan fasilitas mushola yang bersih untuk beribadah, toilet umum yang terawat, hingga deretan warung makan untuk mengisi energi. Selain itu, kehadiran para penyedia jasa ojek lokal di banyak titik internal kawasan siap menjadi penyelamat jika fisikmu mendadak merasa lelah di tengah jalan.

Berapa Lama Waktu yang Ditempuh untuk Menjelajah?

Saya tiba di lokasi Situ Gunung pada jam 12.30 siang. Ritme berjalan kaki saya selama hiking tergolong santai dan tidak terburu-buru, karena saya sering kali berhenti untuk beristirahat, makan camilan, hingga berfoto-foto di spot yang bagus.

Saya sampai di pintu keluar pada jam 15.30 sore. Jika ditambah dengan durasi waktu saat melipir menikmati keindahan danau setelahnya, saya melengkapi seluruh perjalanan ini sekitar jam 16.00 sore. Jadi, alokasi waktu setengah hari sebetulnya sudah lebih dari cukup untuk menikmati alam Situ Gunung secara memuaskan jika kamu mengambil paket rute yang sama dengan saya.

Tips Penting Sebelum Berangkat

  • Sedia Jaket: Suhu udara di kawasan hutan ini tergolong cukup dingin dan sejuk, terutama bagi kamu yang tidak tahan angin gunung.

  • Alas Kaki yang Tepat: Pastikan memakai sepatu atau sandal gunung yang nyaman untuk jalan jauh serta memiliki sol dengan grip kuat, karena beberapa bagian jalannya cukup licin.

  • Bawa Uang Tunai: Sediakan uang tunai dalam jumlah yang cukup untuk keperluan membeli makanan di warung-warung kecil atau membayar jasa ojek.

  • Antisipasi Hujan: Selalu siapkan jas hujan di dalam tasmu untuk berjaga-jaga jika cuaca mendadak mendung.

  • Baju Ganti: Bawa pakaian cadangan jika kamu memiliki rencana untuk bermain air atau basah-basahan di area Curug Sawer.

  • Air Minum Pribadi: Selalu bawa botol minum sendiri dari rumah agar hidrasimu tetap terjaga selama melakukan hiking.

Baca juga: Curug Di Sukabumi Untuk Destinasi Liburan Bernuansa Petualangan

Jika kamu menginginkan momen kembali menyatu dengan alam tanpa menguras tenaga terlalu banyak, menjelajahi Situ Gunung adalah jawaban yang tepat. Kamu dapat memilih paket sesuai dengan kemampuanmu. Perlu diingat bahwa, kendati jalurnya mudah, kamu harus tetap berhati-hati ketika mengeksplorasi alam. Selain itu, jaga selalu area sekitar dengan tidak membuang sampah sembarangan, mengambil tanaman, atau merusak jalur yang dilalui.


Cover image credit: Cahya Nugraha | Canva Pro

Dipublikasikan pada


Tentang Penulis

Jeihan

Jeihan Azalea, seseorang yang berambisi mengeksplorasi sudut-sudut dunia secara langsung dengan pena dan kertas di tangan.

Brand Managers!

Ingin melihat merek atau bisnis kamu di website kami?

Hubungi kami sekarang

Berlangganan Milis TripZilla

Dapatkan tips dan berita travel terbaru!

Rekomendasi Artikel

  • 15 Negara Bebas Visa Untuk Orang Indonesia

    Ini dia daftar negara yang bisa kamu kunjungi tanpa pengurusan visa fisik di kedubes dengan paspor Indonesia kamu! Bebas visa fisik ke negara-negara terkenal seperti Maldives, Jepang dan Hong Kong dan lainnya lho!

  • 10 Tempat di Seoul yang Instagramable Banget!

    Artikel ini dikontribusikan dan ditranslasikan oleh Seoul Wanderlust Stories. For the English version of this article, read it here. Ini dia 10 tempat di Seoul favoritku yang bisa dijadikan background keren untuk foto Instagram kamu! Nota: Tempat-tempat disini hanya tempat yang pernah saya kunjungi langsung. Di akhir daftar, saya akan memasukkan beberapa tempat ekstra yang instagramable juga tapi […]

Artikel Terbaru