1. Travel

Touring Sendirian? Ini Check-List Persiapan Solo Riding untuk Wanita Wajib Kamu Tahu

Sebagai travel writer, yang juga PNS, kembali mengasapi jalanan dengan motor sendirian adalah mimpi yang ingin saya wujudkan kembali. Seingat saya, terakhir kali mengendarai motor untuk perjalanan jarak jauh adalah belasan tahun lalu, itupun ditemani suami. Pengalaman dan persiapan solo riding dari Surabaya ke Bali menggunakan Yamaha NMax keluaran pertama jadi pengalaman tidak terlupakan saya. Kini, setelah lebih dari satu dekade, saya bermimpi bisa mengaspal lagi.

Di kondisi sekarang ini, dengan suami dan dua anak ganteng dan cantik yang menemani, fisik yang tidak lagi sekuat sebelumnya, solo riding mungkin bukan menjadi prioritas utama. Akan tetapi, saya masih berharap bisa mewujudkannya dalam waktu dekat. Bahkan, saya sudah merencanakan rute yang cukup menantang, Singkawang - Kalimantan Barat ke Kuching, Malaysia via Aruk. Persiapan solo riding juga sudah saya persiapkan. Ingin tahu bocorannya persiapan? Yuk, simak di bawah ini!

1. Persiapan Motor: Memastikan Kesiapan Performa dan Ketersediaan Alat Darurat

persiapan solo riding untuk wanita

Sepeda motor adalah mitra utama perjalanan kamu, sehingga kondisinya harus dalam keadaan prima sebelum berangkat.

  • Servis Menyeluruh dan Pemeriksaan Komponen:

Lakukan servis rutin di bengkel terpercaya sebelum hari keberangkatan. Periksa tekanan angin ban, kondisi tapak ban, level oli mesin, fungsi tuas rem, serta ketegangan dan pelumasan rantai. Jika kondisi ban sudah tipis, ganti dengan yang baru untuk meminimalkan risiko kempes di area terisolasi.

  • Membawa Peralatan Perbaikan Penting:

Pastikan kamu membawa toolkit bawaan motor, buku manual kendaraan, tire plugger atau puncture kit untuk ban tubeless, pompa angin atau katrid CO2, pencungkil ban (tire levers), serta baut cadangan. Untuk kaum perempuan, mengurusi masalah ini memang cukup ribet, tapi mau nggak mau harus tetap dibereskan, bukan? Jikapun harus meminta bantuan, setidaknya kamu sudah memiliki semua peralatan yang dibutuhkan.

  • Memahami Dasar Mekanis:

Bacalah buku manual kendaraan kamu dan pelajari perbaikan dasar seperti menambal ban, mengencangkan baut, serta mengatasi rantai yang lepas. Selain itu, latihlah keterampilan fisik seperti mendirikan motor yang rebah dan memutarnya di tempat sempit agar tidak sepenuhnya bergantung pada bantuan orang lain. Untuk uji coba awal bagi pemula, mulailah dengan perjalanan singkat 1–2 malam di jarak dekat guna mengenali karakter motor dan membenahi kekurangan persiapan.

2. Pemilihan Gear dan Apparel: Keamanan, Visibilitas, dan Efisiensi Packing

persiapan solo riding untuk wanita

Penggunaan perlengkapan berkendara (riding gear) dan strategi penyimpanan barang yang tepat akan menjagamu tetap selamat dan nyaman di atas jok motormu.

  • Gunakan Safety Gear Lengkap dan Lakukan Test Ride:

Kenakan jaket pelindung, celana berkendara berpelindung, sarung tangan, pelindung lutut (knee guard), dan sepatu bot khusus riding. Sangat penting untuk melakukan test ride menggunakan seluruh gear ini sebelum hari keberangkatan; menggunakan gear baru tanpa uji coba dapat mengganggu fleksibilitas pergelangan kaki dalam memindah gigi atau menginjak rem.

  • Tingkatkan Visibilitas di Jalan:

Sebagai solo rider, kamu harus mudah terlihat oleh pengguna jalan lain. Gunakan stiker reflektif pada rangka motor, pilih helm atau sepatu dengan detail reflektif, kenakan pakaian berwarna cerah (high-vis fabric), serta pastikan lampu depan dan belakang menyala terang.

  • Strategi Minimalist Packing:

Hindari membawa pakaian berlebihan karena kapasitas beban motor dibatasi oleh spesifikasi pabrikan. Pilih pakaian berbahan cepat kering (quick-dry) yang mudah dicuci di penginapan, celana yang dapat dilepas-pasang (convertible), serta sepatu berjalan yang ringan. Gunakan compression sack atau tas pengatur agar isi tas tidak berserakan saat dibuka. Untuk produk perawatan diri, manfaatkan wadah kosmetik serbaguna seperti krim CC/BB yang mengandung pelembap dan tabir surya, serta sabun cair terkonsentrasi yang bisa berfungsi sebagai sabun badan sekaligus sampo.

3. Pemilihan Rute dan Navigasi: Rencana Perjalanan yang Realistis

Perencanaan rute yang cerdas menentukan kelancaran dan keselamatan harian kamu di jalan.

  • Batasi Jarak Tempuh Harian:

Bagi perjalanan solo riding pertama, batasi jarak tempuh harian sekitar 150 hingga 250 km. Menempuh jarak terlalu jauh dapat memicu kelelahan fisik dan mental akibat hambatan angin (air drag) serta fokus berlebih di jalan.

  • Gaya Berkendara Konservatif dan Kecepatan Sedang:

Pertahankan kecepatan sedang yang stabil (sekitar 70–80 km/jam) agar motor lebih mudah dikendalikan, menghemat bahan bakar, serta memberi ruang menikmati pemandangan tanpa stres. Hindari bermanuver agresif atau berkendara terlalu kencang saat sendiri.

  • Manajemen Bahan Bakar dan Navigasi Ganda:

Riset lokasi stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) setiap 100–150 km dan jangan membiarkan tangki bensin terisi kurang dari separuh. Selain mengandalkan GPS atau aplikasi navigasi pada ponsel, selalu bawa peta kertas cadangan dan kompas untuk mengantisipasi area yang tidak memiliki sinyal seluler. Hindari melintasi jalanan sekunder yang terlalu sepi dan terisolasi tanpa riset terlebih dahulu.

4. Persiapan Akomodasi, Safety, dan Asuransi: Perlindungan Diri dan Finansial

Faktor keselamatan pribadi dan kesiapan darurat adalah prioritas tak tertawar bagi solo rider wanita.

  • Pemesanan Akomodasi Sebelum Gelap:

Atur jadwal perjalanan agar kamu tiba di penginapan sebelum matahari terbenam. Memilih penginapan dalam kondisi terang memungkinkan kamu menilai keamanan lingkungan sekitar. Jika berkemah, pilihlah area kamping berkonsep keluarga yang memiliki pengelola, bukannya area terpencil tanpa pengawasan. Saat memarkir motor di penginapan, gunakan kunci ganda pada stang dan roda, parkir di dekat pintu masuk atau area ber-CCTV, serta gunakan penutup motor (bike cover).

  • Langkah Keamanan Diri dan Discretion:

Selalu waspada terhadap lingkungan sekitar dan percayai naluri instingtifmu; jika suatu tempat terasa tidak aman, segera tinggalkan. Bawa alat perlindungan diri legal seperti pepper spray atau pisau saku. Saat beristirahat di tempat umum, tampil secara tenang dan tegas, hindari menarik perhatian secara berlebihan, serta jangan pernah memberitahukan kepada orang asing bahwa kamu bepergian sendirian. Katakan saja bahwa kamu sedang dalam perjalanan menemui rekan atau suami di kota depan. Tips saya, gunakan ¨cincin kawin¨, karena bisa meminimalkan gangguan yang tak diinginkan.

  • Asuransi Perjalanan dan Layanan Darurat Jalan:

Pastikan kamu memiliki asuransi perjalanan pribadi yang secara eksplisit menanggung aktivitas berkendara sepeda motor. Mendaftarlah pada layanan bantuan darurat jalanan (roadside assistance) yang menyediakan armada derek khusus motor (flatbed). Selain itu, siapkan kartu kredit cadangan dengan limit memadai serta simpan uang tunai darurat terpisah dari dompet utama.

5. Hal Penting Lainnya: Nutrisi, Mental, Keamanan Digital, dan Komunikasi

Keberhasilan solo riding juga sangat dipengaruhi oleh kondisi fisik internal dan pengelolaan informasi.

  • Pola Nutrisi dan Hidrasi yang Tepat:

Mulailah hari dengan sarapan karbohidrat lambat cerna seperti oatmeal atau buah. Saat perjalanan siang, konsumsi makanan ringan seperti pisang atau protein bar, dan hindari makan siang terlalu berat yang dapat memicu rasa kantuk berlebih di atas motor. Selalu siapkan air minum dan bubuk elektrolit dalam hydration pack atau botol untuk mencegah dehidrasi akibat terpaan angin kontinyu. Ambil waktu istirahat secara berkala setiap 1–2 jam atau 100 km perjalanan untuk meregangkan otot.

  • Fitur Pelacak Lokasi dan Keamanan Digital:

Sebelum berangkat, bagikan rencana rute kamu kepada keluarga atau kerabat dekat. Gunakan perangkat pelacak satelit (seperti Garmin InReach atau SPOT) di area tanpa sinyal, atau aktifkan fitur berbagi lokasi real-time via aplikasi ponsel (Google Maps, Find My, atau Strava). Jaga keamanan digital kamu: hindari mengunggah lokasi secara real-time di media sosial untuk mencegah potensi pengintai; unggahlah foto perjalanan beberapa hari setelah meninggalkan lokasi tersebut.

  • Dokumen Cadangan dan Kontak Darurat:

Simpan salinan digital paspor, SIM, STNK, serta polis asuransi di penyimpanan awan (cloud storage). Tempelkan stiker kontak darurat serta informasi medis penting di dalam helm atau tas kamu.

Baca juga: Panduan Lengkap Mudik Menggunakan Motor 2026: Tips Aman, Nyaman, dan Anti-Ribet!

Melakukan solo riding sebagai seorang wanita bukanlah tentang membuktikan sesuatu kepada orang lain, melainkan tentang merayakan kemandirian dan menikmati keindahan dunia dengan caramu sendiri. Dengan melakukan persiapan solo riding secara menyeluruh—mulai dari teknis kendaraan, pilihan perlengkapan, rute yang terukur, hingga kewaspadaan diri—kamu dapat meminimalkan risiko dan menjalani petualangan dua roda yang aman, berkesan, dan memberdayakan. Selamat bersiap, dan nikmati setiap kilometer di depan mata!

Dipublikasikan pada


Tentang Penulis

Widya Astuti

Penulis di TripZilla

Brand Managers!

Ingin melihat merek atau bisnis kamu di website kami?

Hubungi kami sekarang

Berlangganan Milis TripZilla

Dapatkan tips dan berita travel terbaru!

Rekomendasi Artikel

Artikel Terbaru