Ini dia daftar negara yang bisa kamu kunjungi tanpa pengurusan visa fisik di kedubes dengan paspor Indonesia kamu! Bebas visa fisik ke negara-negara terkenal seperti Maldives, Jepang dan Hong Kong dan lainnya lho!

Kalau mendengar nama Zürich, mungkin yang langsung terbayang adalah kota yang cantik, bersih, dan identik dengan bank serta jam tangan mewah. Kami pun awalnya berpikir begitu. Tapi setelah menghabiskan beberapa hari di sini, ternyata Zürich menyimpan jauh lebih banyak kejutan dari yang kami bayangkan.
Bayangkan saja, pagi hari kamu bisa berjalan santai di kawasan kota tua yang berusia ratusan tahun. Siang harinya mendaki bukit dengan panorama Pegunungan Alpen yang luar biasa indah, dan sore menjelang malam menikmati kapal pesiar di Danau Zürich sambil melihat langit berubah keemasan. Bahkan, kamu masih sempat melakukan day trip ke Rhine Falls, air terjun terbesar di Eropa, lalu kembali ke kota sebelum waktu makan malam.
Dan yang paling menyenangkan, semua pengalaman itu ternyata bisa dinikmati dengan lebih hemat berkat Zürich Card dan Swiss Travel Pass. Dari transportasi gratis hingga diskon berbagai atraksi, semuanya membuat liburan di Zürich terasa jauh lebih praktis dan ramah di kantong.
Kalau kamu berencana liburan ke Swiss, berikut pengalaman yang paling berkesan selama menjelajahi Zürich.

Image credits: © Christian Schnur / Zürich Tourismus
Salah satu hal yang paling kami sukai dari Old Town Zürich adalah suasananya yang nyaman untuk dijelajahi dengan berjalan kaki. Bahkan tanpa itinerary yang terlalu padat, kamu tetap bisa menemukan banyak sudut menarik yang membuat perjalanan terasa berkesan.
Tentu saja, Gereja Grossmünster dan Fraumünster wajib masuk daftar kunjungan karena arsitekturnya yang sangat indah. Tapi justru pesona sesungguhnya ada di gang-gang kecil di sekitarnya. Kami senang berjalan menyusuri Augustinergasse yang penuh bangunan warna-warni, menjelajah distrik Schipfe di tepi sungai, hingga tanpa sengaja menemukan pelataran tersembunyi yang terasa seperti kembali ke masa lalu.
Saat kaki mulai lelah, kami naik ke Lindenhof, sebuah alun-alun di atas bukit yang menghadap langsung ke Sungai Limmat. Tempat ini menawarkan pemandangan seperti kartu pos, tetapi suasananya jauh lebih tenang dibanding spot wisata populer lainnya. Datanglah saat golden hour, karena suasananya benar-benar romantis dan magis.
TripZilla Tip: Lindenhof berada tidak jauh dari Grossmünster dan Fraumünster, jadi kamu bisa mengunjungi semuanya dalam satu rute jalan kaki.

Kalau ada satu hal yang wajib disiapkan sebelum tiba di Zürich, jawabannya adalah Zürich Card.
Tersedia untuk durasi 24 jam atau 72 jam, kartu ini memberikan akses gratis tanpa batas ke seluruh transportasi umum di Zürich. Mulai dari trem, bus, kereta, kapal di Danau Zürich, Polybahn yang ikonik, hingga beberapa cable car pilihan.
Selama di Zürich, kami hampir selalu mengandalkan kartu ini. Mulai dari naik trem tanpa tujuan, menyeberang danau dengan kapal, sampai menggunakan cable car setelah selesai hiking di Felsenegg. Rasanya sangat menyenangkan bisa berpindah tempat tanpa harus terus memikirkan biaya transportasi.
Selain itu, Zürich Card juga memberikan akses gratis atau diskon untuk berbagai museum dan atraksi di kota.
Swiss memang terkenal sebagai negara dengan biaya hidup tinggi. Tapi justru salah satu pengalaman favorit kami di Zürich hampir tidak membutuhkan biaya besar.
Suatu sore, kami membeli camilan dan makanan siap saji dari supermarket Coop, lalu membawanya ke Rentenwiese, taman hijau yang berada tepat di tepi Danau Zürich. Duduk santai di atas rumput sambil melihat angsa berenang dan warga lokal menikmati sore hari ternyata menjadi salah satu momen paling menenangkan selama perjalanan.
Kalau tidak punya waktu untuk piknik, kamu bisa duduk santai di sekitar Quaibrücke sambil menikmati kopi atau makanan takeaway. Pemandangan kapal yang berlalu-lalang dan angsa-angsa yang berenang santai benar-benar membuat suasana Zürich terasa istimewa.
TripZilla Tip: Kalau menginap di Airbnb, Coop bisa menjadi penyelamat budget karena menyediakan berbagai makanan dengan harga yang lebih bersahabat.

Hal ini menjadi salah satu kejutan terbesar selama perjalanan kami.
Pilihan makanan halal di Zürich ternyata cukup banyak dan terus berkembang. Salah satu yang paling kami sukai adalah Bebos, restoran Lebanon halal yang menyajikan porsi besar dengan cita rasa khas Timur Tengah yang kaya rempah.
Selain Bebos, restoran Turki, Lebanon, dan Timur Tengah juga mudah ditemukan di berbagai area kota. Jadi, mencari makanan halal di Zürich ternyata jauh lebih mudah dibanding yang kami bayangkan sebelumnya.
Bagi wisatawan Muslim, Zürich adalah kota yang nyaman dan menyenangkan untuk dijelajahi.

Rasanya tidak lengkap datang ke Swiss tanpa menikmati cokelatnya yang terkenal. Dan Lindt Home of Chocolate benar-benar membawa pengalaman itu ke level yang berbeda.
Begitu masuk, kamu akan langsung disambut oleh air mancur cokelat terbesar di dunia. Di dalamnya terdapat berbagai pameran interaktif yang menceritakan sejarah cokelat Swiss.
Namun, bagian yang paling kami tunggu tentu saja adalah unlimited chocolate tasting. Ya, kamu bisa mencicipi berbagai jenis cokelat sepuasnya!
Museum ini juga menjadi tempat favorit untuk berburu oleh-oleh. Kami bahkan menemukan Chocolate Dubai yang sedang viral dengan harga yang lebih murah dibandingkan di bandara.

Yang membuat pengalaman ini semakin spesial adalah perjalanan pulang menggunakan kapal dari Kilchberg menuju Bürkliplatz. Menikmati Danau Zürich dari atas kapal saat matahari mulai terbenam menjadi salah satu momen paling indah selama perjalanan.
TripZilla Tip: Pesan tiket lebih awal melalui situs resmi Lindt Home of Chocolate di sini, terutama jika ingin mengikuti workshop membuat cokelat karena kuotanya cepat habis.

Kalau kamu penggemar sepak bola, FIFA Museum wajib masuk itinerary.
Kabar baiknya, tiket masuk museum ini sudah termasuk dalam Zürich Card. Salah satu koleksi paling menarik di sini adalah kesempatan melihat langsung Trofi Piala Dunia FIFA dari dekat.
Museum ini juga dipenuhi berbagai aktivitas interaktif yang seru. Salah satunya simulator penalti digital yang bisa dimainkan bersama keluarga atau teman. Dijamin suasananya bakal penuh tawa dan kompetisi seru.
Bahkan buat yang bukan fans berat sepak bola, museum ini tetap menarik untuk dikunjungi.

Kalau Old Town menunjukkan sisi klasik Zürich, maka Zürich-West memperlihatkan sisi modern dan kreatif kota ini.
Dulu kawasan ini merupakan area industri, tetapi sekarang berubah menjadi distrik paling trendi di Zürich. Dipenuhi concept store, kafe estetik, ruang terbuka, dan suasana santai khas anak muda.
Beberapa spot favorit kami antara lain:
Im Viadukt : Deretan toko unik dan kafe yang berada di bawah jalur kereta tua. Ada market hall yang menjual berbagai produk lokal dan pasar akhir pekan yang menarik untuk dijelajahi.
Freitag Tower : Menara dari tumpukan kontainer bekas yang menjadi ikon Zürich-West. Dari atas, kamu bisa menikmati panorama kota sekaligus mengunjungi toko Freitag yang terkenal dengan tas dari bahan daur ulang.
Frau Gerolds Garten : Tempat ini terasa seperti festival mini setiap hari. Ada toko kecil, food stall, rooftop bar, dan suasana santai yang sangat menyenangkan saat sore hari. Kamu bisa cek info lengkapnya di sini.
Di kawasan ini pula kami menemukan salah satu kopi terbaik selama di Zürich, yaitu ViCAFE. Tempat yang sempurna untuk menikmati kopi sambil people-watching dan merasakan kehidupan lokal Zürich.

Banyak orang mengira harus pergi jauh untuk menikmati panorama gunung di Swiss. Ternyata tidak.
Dari Zürich HB, kami hanya membutuhkan sekitar 30 menit menuju Uetliberg. Dari sini, perjalanan hiking sekitar dua jam dimulai menuju Felsenegg.
Jalurnya tergolong mudah dan bisa dinikmati wisatawan dengan kondisi fisik normal. Sepanjang perjalanan, pemandangan Danau Zürich, perbukitan hijau, dan Pegunungan Alpen menjadi teman setia.
Setelah selesai hiking, kamu cukup turun menggunakan cable car Felsenegg yang juga sudah termasuk dalam Zürich Card.
TripZilla Tip: Jangan lupa membawa jaket tambahan. Walaupun cuaca di kota terasa hangat, suhu di area perbukitan bisa jauh lebih dingin dan berangin. Info lebih lengkapnya kamu bisa cek di sini.

Swiss Travel Pass benar-benar menjadi salah satu investasi terbaik selama liburan.
Dengan kartu ini, kamu bisa menikmati perjalanan kereta gratis ke berbagai kota dan destinasi di Swiss. Salah satu yang paling mudah dijangkau dari Zürich adalah Rhine Falls, air terjun terbesar di Eropa.
Perjalanan menuju Rhine Falls hanya sekitar satu jam. Namun yang paling berkesan justru perjalanan keretanya. Pemandangan pedesaan Swiss yang hijau dan tenang membuat perjalanan terasa menyenangkan.
Saat tiba di sana, suara gemuruh air dan besarnya debit air benar-benar membuat kami terpukau. Sulit dipercaya tempat seindah ini hanya berjarak sekitar 50 menit dari Zürich.
TripZilla Tip: Jangan lewatkan tur dengan perahu kuning yang akan membawamu mendekati titik jatuh air terjun. Sedikit basah memang, tetapi pengalaman yang didapat benar-benar sepadan. Info lengkapnya bisa kamu cek di sini.
Selain Rhine Falls, Swiss Travel Pass juga memudahkan perjalanan menuju Gunung Rigi, Stanserhorn, dan Stoos yang semuanya dapat dijangkau hanya dalam 1-2 jam dari Zürich.
Image credits: Left image: © Christof Sonderegger / Schweiz Tourismus
Right image: © Stoos-Muotatal Tourismus GmbH / Zürich Tourismus

Memang, Grossmünster, Fraumünster, dan Bahnhofstrasse adalah ikon yang wajib dikunjungi. Tapi ketika kami mengenang kembali perjalanan ini, justru momen-momen sederhanalah yang paling membekas.
Duduk santai di tepi Danau Zürich saat sore hari, perjalanan kapal dari Kilchberg, hiking di Uetliberg dengan panorama Alpen, hingga menghabiskan waktu menikmati kopi di Zürich-West sambil melihat aktivitas warga lokal.
Yang paling mengejutkan dari Zürich adalah betapa beragamnya kota ini. Dalam waktu singkat, kamu bisa berpindah dari kawasan bersejarah, distrik kreatif modern, danau yang tenang, hingga jalur hiking dengan pemandangan pegunungan.
Semakin lama kami berada di sini, semakin kami mengerti mengapa banyak orang berharap bisa tinggal lebih lama di Zürich.
Dan mungkin itulah daya tarik terbesar kota ini. Bukan hanya karena bangunan ikoniknya, tetapi karena Zürich mampu memadukan budaya, alam, dan kehidupan sehari-hari menjadi pengalaman yang jauh lebih indah dari yang kami bayangkan.
Kalau Zürich sudah masuk bucket list-mu, mungkin sekarang saatnya berhenti hanya membayangkannya. Siapkan koper, susun itinerary, dan wujudkan liburan impianmu ke Swiss!
Sudah pernah liburan ke Zürich, Swiss? Atau justru kota ini baru masuk daftar destinasi impianmu? Bagikan ceritamu, ya!
Dipublikasikan pada
Dapatkan tips dan berita travel terbaru!
Ini dia daftar negara yang bisa kamu kunjungi tanpa pengurusan visa fisik di kedubes dengan paspor Indonesia kamu! Bebas visa fisik ke negara-negara terkenal seperti Maldives, Jepang dan Hong Kong dan lainnya lho!
Ini dia 10 gunung yang harus kamu daki di Indonesia untuk melihat pemandangan mempesona negara kita! Mulai dari gunung yang mudah didaki hingga gunung yang tersusah untuk dijajahi!
Lupakan Perancis dan Inggris! Kunjungi 10 negara di Eropa ini yang tidak kalah cantik tapi jauh lebih murah dan luar biasa saja.
Siapa bilang tidak ada yang bisa dilihat di Surabaya? Ini dia 10 tempat di Surabaya yang harus kamu kunjungi!
Artikel ini dikontribusikan dan ditranslasikan oleh Seoul Wanderlust Stories. For the English version of this article, read it here. Ini dia 10 tempat di Seoul favoritku yang bisa dijadikan background keren untuk foto Instagram kamu! Nota: Tempat-tempat disini hanya tempat yang pernah saya kunjungi langsung. Di akhir daftar, saya akan memasukkan beberapa tempat ekstra yang instagramable juga tapi […]
Nggak usah bingung bedakan LRT, MRT, dan Monorail!
Siap-siap road trip bareng geng kesayangan!
Butuh ide weekend getaway baru? Coba ke Cicalengka!
Tetap seru meski gerimis!
Ini rekomendasi destinasi Vietnam sepanjang tahun yang pas untuk waktu liburanmu.