1. Travel
  2. Osaka

Itinerary 8 Hari Jelajah Tokyo dan Osaka, Dari Ibu Kota ke Kota Kuliner

Bingung memilih antara Tokyo atau Osaka untuk liburanmu selanjutnya? Kalau bisa mengunjungi keduanya sekaligus, kenapa harus pilih salah satu? Jika kamu ingin merasakan riuhnya Tokyo yang menjadi destinasi impian sejuta umat, Kyoto dengan suasana klasiknya, dan Osaka yang terkenal dengan makanan lezatnya, itinerary 8 hari ini bisa menjadi inspirasimu.

Baca juga: Mengenal Golden Route Jepang Sebelum Menyusun Itinerary Perjalanan Kamu!

Hari 1: Tiba di Bandara Haneda, Tokyo

Image credit: Aflo Images | Canva Pro

Perjalananmu dimulai begitu mendarat di Bandara Haneda. Tokyo yang menjadi destinasi favorit tentu harus kamu kunjungi, meski ini bukan kali pertamamu liburan di Jepang. Di sini, kamu akan menemukan area Harajuku yang gemerlap, Shibuya Crossing yang selalu ramai, hingga pesona kuil-kuil tua.

Image credit: Aflo Images | Canva Pro

Jika kamu berencana untuk berbelanja fashion atau merchandise anime maka Shibuya, Harajuku, Akihabara, dan Ikebukuro bisa jadi tujuan. Kawasan Jimbocho juga menarik untuk dijelajahi apabila kamu pecinta buku. Sementara itu, untuk souvenir, Asakusa punya banyak toko yang menjual pernak-pernik, snack, dan oleh-oleh menarik lainnya—atau, kalau bingung, kamu selalu bisa mengunjungi Don Quijote. Ingat, jangan terlalu memforsir tenaga, sebab esok kamu akan melanjutkan perjalanan ke kota lain.

Hari 2: Tur Sehari Menjelajahi Ikon Kemegahan Gunung Fuji

Image Credit: Phattana | Canva Pro

Menjulang setinggi 3.776 meter, Gunung Fuji merupakan gunung tertinggi sekaligus salah satu landmark paling ikonik di Jepang. Gunung berapi aktif ini selalu memikat para pendaki saat musim pendakian resminya di musim panas, sementara area danau, kuil, dan resort di sekitarnya tetap menyajikan pemandangan spektakuler sepanjang tahun.

Sebagai catatan penting, Gunung Fuji sebaiknya tidak didaki saat liburan musim dingin. Jalur pendakian resminya ditutup di luar musim panas. Musim dingin membawa risiko cuaca ekstrem, angin kencang, dan bahaya longsoran salju. Sebagai gantinya, luangkan harimu untuk mengeksplorasi deretan destinasi menarik di kaki gunungnya.

Fuji Q Highland

Image credit: 富士急ハイランド | Facebook

Fuji Q Highland merupakan taman bermain yang letaknya tidak jauh dari Danau Kawaguchiko. Kalau kamu ingin menguji adrenalin, di sini lah tempatnya. Bagaimana tidak? Taman bermain ini punya empat jenis roller coaster! Bahkan, di sini ada rumah hantu dan permainan ayunan berbentuk perahu yang mendebarkan. Membawa anak-anak? Tenang saja, Fuji Q Highland juga punya banyak wahana yang santai.

Fujinomiya

Image credit: Kitinut Tum | Canva Pro

Fujinomiya terletak di lereng barat daya Gunung Fuji dan berada di sekitar Kuil Fujisan Hongu Sengen Taisha, yang merupakan kuil pusat dari lebih dari 1.300 Kuil Sengen di seluruh Jepang. Kota ini juga menjadi titik singgah yang pas untuk berkunjung ke Air Terjun Shiraito, hamparan air terjun megah yang bersumber dari mata air di utara kota.

Fuji Five Lakes

Image credit: Suphot Punnachaiya | Canva Pro

Kawasan Lima Danau Fuji berada di kaki utara Gunung Fuji, melingkupi Danau Motosuko, Shojiko, Yamanakako, Saiko, dan Kawaguchiko. Ini adalah salah satu spot terbaik untuk mengagumi keanggunan Gunung Fuji dari kejauhan.

Danau Kawaguchiko adalah yang paling mudah diakses dari Tokyo. Di sini kamu bisa mencoba wahana Mount Fuji Panoramic Ropeway, mengunjungi museum, berendam di pemandian air panas, atau naik kapal pesiar keliling danau. Karena kejelasan pemandangan gunung sangat bergantung pada cuaca, pastikan mengecek perkiraan cuaca terlebih dahulu sebelum meluncur ke lokasi.

Hari 3: Bermain Seharian di Tokyo Disneyland

Image credit: Tokyo Disneyland | Official Website

Salah satu destinasi paling ramah keluarga di Tokyo tentu saja Tokyo Disneyland. Terinspirasi dari film-film dan karakter populer Disney, taman hiburan ini terbagi menjadi tujuh area tematik yang penuh dengan wahana seru, pertunjukan panggung, momen bertemu karakter favorit, hingga hiburan musiman yang meriah.

Jika berkunjung saat liburan musim dingin, kamu bisa menikmati dekorasi dan acara khusus, meskipun jadwal pertunjukannya bisa berubah setiap tahun. Sangat disarankan untuk membeli tiket jauh-jauh hari dan mengunduh aplikasi resmi Tokyo Disney Resort untuk mengecek waktu antrean wahana serta untuk memesan fasilitas di dalam area.

Hari 4: Naik Shinkansen Menuju Osaka

Image credit: Aflo Images | Canva Pro

Setelah puas menjelajahi Tokyo, saatnya naik Tokaido Shinkansen dari Stasiun Tokyo menuju Stasiun Shin-Osaka. Layanan kereta Nozomi yang super cepat mampu menempuh jarak antarkota dalam waktu kurang dari dua setengah jam, menjadikannya opsi transportasi paling praktis dan nyaman.

Image credit: Aflo Images | Canva Pro

Harga tiket bervariasi tergantung pada jenis layanan, kelas tempat duduk, dan tanggal perjalanan. Perlu diingat bahwa kartu JR Pass jalur utama tidak bisa digunakan untuk layanan kereta Nozomi kecuali jika kamu membeli tiket tambahan. Jangan lupa juga untuk membeli ekiben (bento khas stasiun), camilan, dan minuman di stasiun sebelum naik

Osaka Castle

Image credit: Stephane Bidouze | Canva Pro

Dikenal sebagai simbol kota Osaka sekaligus salah satu kastil paling bersejarah di Jepang, Istana Osaka menyimpan jejak sejarah penting dari zaman Azuchi-Momoyama pada abad ke-16. Di sekeliling kastil terdapat taman luas yang asri—kamu bahkan bisa menyewa sepeda untuk berkeliling menikmati pemandangan di sekitar area luar istana!

Shinsekai

Image credit: Marco_Piunti | Canva Pro

Ingin merasakan atmosfer retro di Osaka? Melangkahlah ke Shinsekai. Jalanan di kawasan ini dipenuhi papan reklame warna-warni, deretan toko berdesain klasik, serta kedai makanan santai yang menyajikan kuliner lokal favorit seperti kushikatsu.

Landmark utama di kawasan ini adalah Tsutenkaku Tower. Menara pertamanya dibangun pada tahun 1912 namun sempat dibongkar, sebelum akhirnya struktur yang berdiri saat ini selesai dibangun pada tahun 1956. Kamu bisa naik ke dek observasi di puncaknya untuk menikmati pemandangan Shinsekai dan sekitarnya dari ketinggian.

Hari 5: Bersenang-senang di Universal Studios Japan

Image credit: Universal Studios Japan | Official Website

Bersanding dengan Tokyo Disneyland, Universal Studios Japan (USJ) adalah salah satu taman hiburan paling populer di Negeri Sakura. Area tematiknya yang luar biasa mencakup The Wizarding World of Harry Potter, Minion Park, hingga Super Nintendo World di mana kamu bisa merasakan masuk langsung ke dunia Super Mario Land dan Donkey Kong Country.

Selain wahana ekstrem dan pertunjukan yang memukau, USJ juga menghadirkan kuliner bertema karakter yang lucu, merchandise edisi terbatas, serta festival musiman sepanjang tahun. Pastikan kamu membeli Studio Pass terlebih dahulu dan cek apakah wahana impianmu membutuhkan tiket antrean. Tiket antrean ini bisa kamu dapatkan melalui aplikasi resmi Universal Studios Japan sesuai ketersediaan.

Hari 6: One Day Tour ke Kyoto

Image credit: Blue Planet Studio | Canva Pro

Dari Osaka, kamu bisa mengambil tur sehari menuju Kyoto, destinasi wajib lainnya di wilayah barat Jepang. Jika Osaka menyuguhkan kota modern yang dinamis, Kyoto menawarkan suasana yang tenang, elegan, dan kaya akan nilai sejarah.

Fushimi Inari Taisha

Image credit: aaron90311 | Canva Pro

Kamu pasti sering melihat foto kuil ini berseliweran di Instagram. Dikenal sebagai salah satu destinasi wisata paling ikonik di Jepang, Kuil Fushimi Inari Taisha terkenal dengan deretan gerbang berwarna merah menyala, patung rubah, serta lorong "Senbon Torii" yang terdiri dari lebih dari 5.000 gerbang torii hingga membentuk terowongan panjang yang menakjubkan.

Yasaka Street

Image credit: Markus Mainka | Canva Pro

Terletak di Distrik Higashiyama, Yasaka Street adalah salah satu sudut paling memikat di sisi timur Kyoto. Kawasan ini terkenal dengan pemandangan arsitektur klasiknya yang terawat rapi, bersanding indah dengan keanggunan Pagoda Yasaka yang menjadi ikon utama kawasan tersebut. Selain mengunjungi spot-spot populer, kamu bisa menyusuri gang-gang kecil yang diapit rumah-rumah kayu tradisional khas Jepang untuk menikmati atmosfer pedesaan masa lalu yang begitu hangat.

Hari 7: Menjelajahi Sejarah dan Keindahan Hiroshima

Image credit: seaonweb | Canva Pro

Bagi kamu yang mengikuti itinerary 8 hari ini secara penuh, tur sehari ke Hiroshima dari Osaka akan menjadi pengalaman yang sangat berkesan. Usahakan berangkat lebih pagi jika kamu berencana mengunjungi situs peringatan sejarah kota sekaligus Pulau Miyajima dalam satu hari yang sama.

Hiroshima mencatatkan sejarah kelam sebagai kota pertama di dunia yang dijatuhi bom atom pada 6 Agustus 1945. Saat ini, museum dan monumen peringatannya didedikasikan untuk mengenang para korban sekaligus menyebarkan pesan perdamaian abadi ke seluruh dunia.

Hiroshima Peace Memorial Park

Image credit: f11photo | Canva Pro

Di museum ini, pengunjung dapat melihat dari dekat barang-barang peninggalan pribadi, foto-foto dokumentasi, kesaksian penyintas, serta artefak lain yang menggambarkan dahsyatnya dampak bom atom.

Image credit: neil137 | Canva Pro

Tidak jauh dari museum, berdiri Monumen Peringatan Perdamaian Hiroshima yang populer dengan sebutan Atomic Bomb Dome. Sisa-sisa bangunan yang bertahan ini diresmikan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 1996 dan terus dirawat sebagai simbol pengingat akan bahaya senjata nuklir sekaligus harapan akan perdamaian dunia.

Pulau Miyajima

Image credit: Jackson Oo Er Meng | Canva Pro

Juga dikenal sebagai "Pulau Kuil", Miyajima merupakan rumah bagi Kuil Itsukushima dan gerbang torii raksasa yang berdiri anggun di tengah laut. Saat air laut pasang, kuil dan gerbang torii ini terlihat seolah-olah terapung magis di atas permukaan air. Sebaliknya, saat air laut surut, kamu bisa berjalan kaki menyusuri dasar laut yang mengering hingga mendekati gerbang tersebut.

Kuil Itsukushima merupakan bagian dari Situs Warisan Dunia UNESCO sekaligus salah satu bangunan keagamaan paling termahsyur di Jepang. Pulau indah ini bisa dicapai dengan naik kapal feri singkat dari Pelabuhan Miyajimaguchi, sekitar 30 menit naik kereta dari pusat kota Hiroshima.

Hari 8: Berburu Kuliner Lokal dan Pulang via Bandara Kansai, Osaka

Image credit: gyro | Canva Pro

Manfaatkan hari terakhirmu untuk memanjakan lidah dan mengenal lebih dekat budaya kuliner Osaka di Kuromon Market, sebelum akhirnya bertolak ke bandara untuk penerbangan pulang ke Indonesia.

Image credit: Liuuu _61 | Pexels

Dihuni oleh lebih dari 150 kios makanan, Pasar Kuromon adalah salah satu pasar tradisional terbesar di bagian barat Jepang. Pasar ini sering dijuluki sebagai Dapurnya Osaka karena menyajikan beragam bahan makanan segar, hidangan laut, hingga jajanan pasar yang menggugah selera. Menjadi tempat favorit warga lokal sendiri untuk berbelanja, pasar ini adalah spot terbaik untuk menikmati kelezatan kuliner otentik khas Osaka.

Baca juga: Itinerary 7D6N Ramah Muslim di Jepang: Wisata Gratis, Kuliner Halal, dan Prayer Room

Menutup perjalanan panjang di Tokyo dan Osaka ini, kamu akan membawa pulang sejuta kenangan indah tentang lanskap kota modern, keajaiban alam, kelezatan kuliner, serta kehangatan budaya dan warisan sejarah Jepang yang tak terlupakan. Pastikan untuk menyempatkan beristirahat, sebab itinerary ini cukup padat. Jangan lupa gunakan sepatu yang nyaman serta cek kondisi cuaca ketika kamu ingin berangkat—agar kamu tidak salah kostum!

Dipublikasikan pada


Tentang Penulis

Jeihan

Jeihan Azalea, seseorang yang berambisi mengeksplorasi sudut-sudut dunia secara langsung dengan pena dan kertas di tangan.

Brand Managers!

Ingin melihat merek atau bisnis kamu di website kami?

Hubungi kami sekarang

Berlangganan Milis TripZilla

Dapatkan tips dan berita travel terbaru!

Rekomendasi Artikel

Artikel Terbaru