Ini dia daftar negara yang bisa kamu kunjungi tanpa pengurusan visa fisik di kedubes dengan paspor Indonesia kamu! Bebas visa fisik ke negara-negara terkenal seperti Maldives, Jepang dan Hong Kong dan lainnya lho!

Bali mungkin identik dengan pura, upacara adat, dan budaya Hindu yang begitu kuat. Berbeda dengan sebagian besar wilayah Indonesia yang mayoritas penduduknya Muslim, kehidupan masyarakat Bali sangat lekat dengan tradisi dan spiritualitas Hindu. Bahkan, dalam kepercayaan Hindu Bali, sapi merupakan hewan yang dihormati sehingga kamu akan menemukan cukup banyak makanan khas Bali yang tidak menggunakan daging sapi.
Baca juga : Wisata Ramah Muslim di Bali: Panduan Lengkap Liburan Nyaman & Seru
Tapi, buat kamu yang merupakan Muslim traveller dan baru pertama kali liburan ke Bali, tidak perlu khawatir. Bali tetap bisa menjadi destinasi yang nyaman untuk dijelajahi. Ada banyak pilihan makanan halal yang bisa kamu coba, hotel yang menyediakan sarapan halal, hingga masjid dan musala yang cukup mudah ditemukan di berbagai kawasan wisata. Supaya perjalanan pertamamu lebih praktis, berikut itinerary Bali 4 hari 3 malam untuk Muslim traveller, mulai dari berburu kuliner khas Bali, menikmati pantai, menjelajahi Ubud dan Kintamani, hingga berburu oleh-oleh sebelum pulang.
Petualanganmu di Bali tentu dimulai dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Begitu tiba, jangan buru-buru keluar bandara. Kamu bisa mengabadikan foto terlebih dahulu di salah satu spot dengan tulisan “Bali” yang sering menjadi foto wajib para wisatawan saat pertama kali menginjakkan kaki di Pulau Dewata.
Kalau waktu kedatanganmu bertepatan dengan waktu sholat, kamu juga tidak perlu bingung mencari tempat ibadah. Kamu bisa menuju Masjid Al Ikhlas Ngurah Rai Airport, yang lokasinya berada dekat pintu keluar area parkir bandara. Masjid ini memiliki konsep bangunan yang ramah lingkungan dan desain yang cukup unik.
Setelah perjalanan menuju Bali, waktunya mengisi tenaga dengan mencoba kuliner khas Bali. Salah satu makanan yang bisa kamu coba adalah Nasi Pedas Bu Andika, salah satu tempat makan yang cukup populer di kalangan wisatawan. Bahkan, ada anggapan bahwa liburan ke Bali belum lengkap kalau belum mencicipi nasi pedas.
Menu yang ditawarkan berupa makanan rumahan dengan berbagai pilihan lauk. Namun, yang paling terkenal tentu saja sambalnya. Sambal setan Bu Andika terkenal sangat pedas dan dijamin bisa membuatmu berkeringat hanya dalam beberapa suapan. Bayangkan saja, warung ini bahkan bisa menghabiskan sekitar 40 kilogram cabai dalam sehari!
Lokasi: Jalan Blambangan No.55, Kuta, Kabupaten Badung, Bali.
Kalau kamu masih ingin melanjutkan perburuan kuliner pedas, ada Warung Pink Tempong yang bisa masuk daftar berikutnya. Sesuai namanya, tempat makan ini memiliki konsep serba pink yang membuatnya cukup mudah dikenali. Selain tampilannya yang unik, warung ini terkenal dengan sambalnya yang diulek kasar menggunakan bahan-bahan segar.
Salah satu menu favoritnya adalah nasi tempong ayam kampung goreng. Ayam kampungnya digoreng hingga bagian luarnya renyah, sementara bumbunya meresap hingga ke dalam. Ditambah sambal yang pedasnya “nampol”, menu ini cocok buat kamu yang memang suka makanan dengan cita rasa kuat.
Lokasi: Jalan Raya Kuta No.100, Kuta, Kabupaten Badung, Bali.
Setelah kenyang, saatnya menikmati salah satu ikon Bali yang paling terkenal, yaitu Pantai Kuta. Pantai ini sudah lama menjadi destinasi favorit wisatawan karena lokasinya strategis dan menawarkan suasana khas Bali yang ramai tetapi tetap menyenangkan.
Kamu bisa menghabiskan sore dengan berjalan santai di atas pasir, mencoba belajar selancar bersama instruktur lokal, bermain voli pantai, atau sekadar duduk menikmati suasana laut. Kalau tidak ingin terlalu banyak aktivitas, datang menjelang sore juga menjadi pilihan yang tepat karena kamu bisa menikmati sunset Kuta yang terkenal cantik.
Setelah puas bermain di pantai, kamu bisa melanjutkan jalan-jalan ke kawasan sekitar Kuta. Mulai dari berburu oleh-oleh di pasar seni, berbelanja di Kuta Square, hingga mampir ke Beachwalk Shopping Center untuk menikmati suasana pusat perbelanjaan modern. Kalau sedang musimnya, kamu juga bisa mencari informasi mengenai kunjungan ke area konservasi penyu di sekitar kawasan Kuta.
Menjelang malam, waktunya menuju Jimbaran untuk menikmati salah satu pengalaman kuliner yang wajib dicoba saat liburan ke Bali: makan seafood segar di tepi pantai.
Di sepanjang kawasan Jimbaran, kamu bisa menemukan banyak restoran seafood yang menawarkan berbagai pilihan ikan, udang, cumi-cumi, kerang, dan seafood lainnya yang dibakar dengan bumbu khas Indonesia. Salah satu pilihan yang bisa kamu pertimbangkan adalah Menega Cafe di Muaya Beach.
Restoran ini terkenal sebagai salah satu tempat makan seafood di Jimbaran dan menawarkan berbagai pilihan seafood segar. Kamu bisa menikmati hidangan sambil duduk di area tepi pantai dan menyaksikan suasana malam Jimbaran. Untuk Muslim traveller, pastikan tetap menanyakan status halal dan cara pengolahan makanan sebelum memesan.
Lokasi: Jalan Four Seasons, Muaya Beach, Jimbaran, Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali.
Hari kedua akan menjadi hari yang cukup panjang karena kamu akan menjelajahi kawasan Bali bagian tengah. Jadi, pastikan memulai pagi dengan sarapan yang cukup di hotel.
Buat Muslim traveller, memilih hotel dengan pilihan sarapan halal tentu akan membuat perjalanan terasa lebih praktis. Salah satu contohnya adalah Grand Zuri Kuta Bali, yang memiliki Cerenti Restaurant dengan sertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan menyediakan pilihan menu sarapan buffet serta hidangan Indonesia dan internasional.
Lokasi: Jalan Raya Kuta No.81, Kuta, Kabupaten Badung, Bali.
Setelah sarapan, perjalanan bisa dilanjutkan menuju Desa Wisata Penglipuran di Bangli. Kalau selama ini kamu hanya mengenal Bali dari pantai dan resort, Penglipuran akan memberikan pengalaman yang berbeda.
Desa ini terkenal dengan tata ruang tradisional Bali, rumah-rumah yang tertata rapi, serta suasananya yang bersih dan asri. Berjalan kaki di antara rumah warga membuat kamu bisa melihat secara lebih dekat bagaimana budaya dan kehidupan tradisional Bali masih dipertahankan hingga sekarang.
Penglipuran juga dikenal karena prestasinya dalam hal kebersihan dan keberlanjutan. Desa ini menerima penghargaan Kalpataru dari ISTA pada 2017 dan pernah masuk dalam daftar Top 100 Sustainable Destinations versi Green Destinations Foundation.
Lokasi: Jalan Penglipuran, Kubu, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli, Bali.
Dari Penglipuran, perjalanan bisa dilanjutkan menuju Kintamani. Kawasan ini menjadi salah satu destinasi alam paling populer di Bali karena menawarkan panorama Gunung Batur dan Danau Batur yang begitu indah.
Danau Batur merupakan danau kawah vulkanik terbesar di Bali dan berada di ketinggian sekitar 1.050 meter di atas permukaan laut. Udara di kawasan ini juga terasa lebih sejuk dibandingkan daerah pesisir Bali. Jadi, setelah beberapa hari menikmati panasnya pantai, Kintamani bisa menjadi tempat yang pas untuk menikmati suasana yang lebih dingin dan tenang.
Ada banyak aktivitas santai yang bisa dilakukan di sini. Kamu bisa menikmati panorama kaldera dari area Penelokan atau memilih kafe di tepi tebing dengan pemandangan gunung. Kalau ingin bersantai lebih lama, kamu juga bisa mencoba pemandian air panas alami di kawasan Toya Bungkah.
Jika waktu sholat tiba saat kamu berada di Kintamani, kamu bisa berhenti sejenak di Masjid Besar Al Muhajirin Kintamani. Selain menjadi tempat untuk beribadah, kawasan masjid ini juga memiliki suasana yang sejuk dan pemandangan yang indah.
Ini menjadi salah satu hal yang membuat perjalanan di Bali terasa lebih nyaman bagi Muslim traveller. Kamu tidak harus selalu terburu-buru kembali ke hotel untuk sholat karena bisa memasukkan masjid ke dalam rute perjalanan.
Sebelum kembali ke kawasan Ubud, sempatkan singgah di Tegallalang Rice Terrace. Hamparan sawah bertingkat atau terasering ini merupakan salah satu pemandangan yang paling identik dengan Ubud dan sekitarnya.
Kamu bisa berjalan menyusuri area persawahan sambil menikmati udara segar dan pemandangan hijau. Kalau ingin pengalaman yang lebih seru, tersedia juga berbagai aktivitas seperti ayunan dengan latar belakang sawah. Banyak kafe dan penginapan di sekitar Tegallalang juga menawarkan pemandangan langsung ke area persawahan.
Setelah puas menikmati pemandangan sawah, waktunya mengisi tenaga dengan makan siang di Ubud. Salah satu hal yang membuat makan di kawasan Ubud terasa istimewa adalah banyak restoran dan warung yang memiliki suasana hijau dan asri. Jadi, kamu bisa menikmati makanan sambil tetap merasakan nuansa alam Bali.
Salah satu pilihan adalah Warung Nasi Ayam Kedewatan Ibu Mangku, restoran legendaris yang sudah ada sejak 1963. Bangunannya mengusung konsep rumah khas Bali dan dikelilingi taman serta kolam ikan sehingga suasananya terasa seperti sedang makan di rumah sendiri.
Menu nasi campurnya terdiri dari ayam, sate lilit, sayuran urap, dan berbagai lauk dengan bumbu khas Bali. Rasanya cukup kuat tetapi tetap bisa dinikmati oleh berbagai selera.
Lokasi: Jalan Raya Kedewatan No.18, Kedewatan, Ubud, Gianyar, Bali.
Harga: mulai sekitar Rp50.000 per orang.
Pilihan lainnya adalah Bebek Bengil, restoran yang sudah cukup terkenal di kalangan wisatawan. Menu andalannya tentu saja olahan bebek dengan bumbu rempah yang kuat dan cita rasa khas.
Yang menarik, restoran Bebek Bengil di Ubud juga memiliki suasana yang sangat hijau dan asri. Jadi, selain makan enak, kamu bisa sekalian menikmati suasana Ubud yang tenang.
Lokasi: Jalan Hanoman, Ubud, Gianyar, Bali.
Harga: sekitar Rp100.000 per orang.
Hari ketiga waktunya kembali menuju Bali bagian selatan untuk mengunjungi salah satu landmark paling ikonik di Pulau Dewata, yaitu Garuda Wisnu Kencana (GWK).
Patung raksasa ini menggambarkan Dewa Wisnu yang menunggangi burung Garuda dan menjadi salah satu simbol budaya serta spiritualitas Bali. Pembangunannya membutuhkan waktu puluhan tahun dan menjadikan GWK bukan sekadar tempat untuk berfoto, tetapi juga salah satu destinasi budaya yang menarik untuk dikunjungi.
Selain melihat patung utama, kamu bisa menjelajahi berbagai area di kompleks GWK, termasuk Wisnu Cave yang dihiasi ukiran dan patung yang berkaitan dengan kisah Dewa Wisnu. Kalau ingin menikmati pertunjukan budaya, kamu juga bisa menyaksikan tari Kecak yang menceritakan kisah Ramayana di amphitheatre.
Kalau waktu sholat tiba saat sedang berada di GWK, kamu tidak perlu langsung mencari masjid di luar kawasan. GWK juga memiliki ruang sholat yang dapat digunakan pengunjung.
Kamu bisa menanyakan lokasi ruang sholat kepada staf yang bertugas. Dengan begitu, kamu tetap bisa menikmati aktivitas wisata tanpa harus mengorbankan waktu ibadah.
Dari GWK, kamu bisa melanjutkan perjalanan menuju salah satu ikon wisata Bali lainnya, yaitu Tanah Lot. Pura yang berdiri di atas batu karang di tengah laut ini menjadi salah satu pemandangan yang paling terkenal di Bali.
Meski kawasan ini dikenal sebagai tempat wisata budaya, daya tarik Tanah Lot bukan hanya pura. Kamu bisa berjalan-jalan di sekitar area, menikmati pemandangan laut, mencari spot foto, atau sekadar duduk menikmati suasana pesisir.
Kalau ingin mendapatkan pemandangan terbaik, datang menjelang sore. Saat matahari mulai turun, langit di sekitar Tanah Lot bisa berubah menjadi warna keemasan yang membuat pemandangan terasa semakin dramatis.
Setelah dari Tanah Lot, waktunya kembali menuju kawasan Seminyak untuk menikmati sore dengan suasana yang lebih santai. Salah satu tempat yang populer adalah Potato Head, beach club yang terkenal dengan desain arsitekturnya yang unik dan suasana yang cocok untuk menikmati sunset.
Kamu bisa memilih tempat duduk yang nyaman, menikmati suasana pantai, dan menunggu matahari terbenam. Tempat ini juga dikenal memiliki suasana yang cukup family-friendly, sehingga bisa menjadi pilihan bagi kamu yang travelling bersama keluarga.
Namun, bagi Muslim traveller, selalu periksa menu dan tanyakan bahan serta proses pengolahan makanan sebelum memesan. Jika ingin sekadar menikmati suasana dan sunset, kamu tetap bisa menjadikan tempat ini sebagai salah satu pengalaman di Seminyak tanpa harus fokus pada makanan.
Hari terakhir biasanya menjadi waktu yang tepat untuk berburu oleh-oleh sebelum menuju bandara. Salah satu tempat yang cukup populer adalah Krisna Oleh-Oleh Bali karena pilihan produknya sangat beragam.
Untuk Muslim traveller, kamu bisa memilih berbagai produk non-makanan seperti pakaian, kain, tas, aksesori, dan kerajinan khas Bali. Untuk makanan, tetap biasakan mengecek label halal dan komposisi pada kemasan sebelum membeli, terutama untuk produk yang mengandung bahan tambahan atau produk olahan.
Beberapa camilan yang bisa kamu cari antara lain pie susu, kacang khas Bali, pia, bakpia, keripik nangka, salak Bali, serta kopi Kintamani. Kalau ingin membawa sesuatu yang lebih tahan lama, pakaian khas Bali, kain tenun, tas rajut, dan aksesori juga bisa menjadi pilihan.
Sebelum benar-benar meninggalkan Bali, kamu bisa menyempatkan diri mengunjungi Pantai Sanur. Berbeda dengan Kuta yang terkenal dengan suasana sunset dan ombaknya, Sanur justru dikenal sebagai salah satu spot terbaik untuk menikmati matahari terbit.
Pantai ini memiliki ombak yang relatif lebih tenang dan perairan yang cenderung dangkal di beberapa area. Suasananya juga terasa lebih santai, sehingga cocok untuk berjalan pagi sambil menikmati udara segar.
Salah satu pemandangan yang membuat Sanur semakin cantik adalah deretan perahu tradisional yang berjajar di tepi pantai. Kalau datang cukup pagi, kamu bisa menyaksikan matahari perlahan muncul dari balik laut dengan latar perahu-perahu tersebut. Momen sederhana ini bisa menjadi penutup yang manis sebelum perjalanan pulang.
Setelah puas menikmati pagi di Sanur, waktunya kembali menuju Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Pastikan kamu sudah memperhitungkan waktu perjalanan dan proses check-in agar tidak terburu-buru mengejar penerbangan.
Kalau waktu sholat tiba sebelum penerbangan, kamu juga tidak perlu khawatir. Bandara Ngurah Rai menyediakan fasilitas musala atau prayer room di area terminal domestik maupun internasional, baik sebelum maupun sesudah pemeriksaan keamanan. Beberapa area tunggu dan lounge juga menyediakan fasilitas ibadah.
Sempatkan sholat terlebih dahulu sebelum boarding agar perjalanan pulang terasa lebih tenang. Setelah itu, tinggal duduk santai di pesawat sambil membawa pulang oleh-oleh dan berbagai cerita dari perjalanan pertamamu di Bali.
Bali memang identik dengan budaya Hindu yang sangat kuat. Hampir di setiap sudut pulau kamu bisa menemukan pura, upacara adat, dan tradisi masyarakat Hindu Bali. Namun, hal tersebut bukan berarti Muslim traveller akan kesulitan menikmati liburan di Pulau Dewata.
Dengan sedikit perencanaan, kamu tetap bisa menikmati kuliner khas Bali yang halal, mengunjungi berbagai destinasi wisata, menemukan masjid dan prayer room, hingga menginap di hotel yang menyediakan pilihan makanan halal. Justru, perjalanan ke Bali bisa menjadi kesempatan untuk mengenal budaya yang berbeda sekaligus menikmati keindahan alamnya.
Baca juga : Cafe Baru di Bali yang Instagramable, Dengan Pemandangan Cantik & Spot Foto Kece!
Jadi, kalau ini adalah pertama kalinya kamu ingin liburan ke Bali sebagai Muslim traveller, itinerary 4 hari 3 malam ini bisa menjadi titik awal untuk merencanakan perjalananmu. Mulai dari kuliner pedas di Kuta, sunset di Jimbaran, suasana sejuk Kintamani, hijaunya Ubud, kekayaan budaya GWK dan Tanah Lot, hingga sunrise di Sanur—saatnya masukkan Bali ke travel bucket list-mu dan rasakan sendiri pengalaman liburan di Pulau Dewata yang tetap nyaman untuk Muslim traveller.
Dipublikasikan pada
Dapatkan tips dan berita travel terbaru!
Ini dia daftar negara yang bisa kamu kunjungi tanpa pengurusan visa fisik di kedubes dengan paspor Indonesia kamu! Bebas visa fisik ke negara-negara terkenal seperti Maldives, Jepang dan Hong Kong dan lainnya lho!
Ini dia 10 gunung yang harus kamu daki di Indonesia untuk melihat pemandangan mempesona negara kita! Mulai dari gunung yang mudah didaki hingga gunung yang tersusah untuk dijajahi!
Lupakan Perancis dan Inggris! Kunjungi 10 negara di Eropa ini yang tidak kalah cantik tapi jauh lebih murah dan luar biasa saja.
Siapa bilang tidak ada yang bisa dilihat di Surabaya? Ini dia 10 tempat di Surabaya yang harus kamu kunjungi!
Artikel ini dikontribusikan dan ditranslasikan oleh Seoul Wanderlust Stories. For the English version of this article, read it here. Ini dia 10 tempat di Seoul favoritku yang bisa dijadikan background keren untuk foto Instagram kamu! Nota: Tempat-tempat disini hanya tempat yang pernah saya kunjungi langsung. Di akhir daftar, saya akan memasukkan beberapa tempat ekstra yang instagramable juga tapi […]
Kuliner dari berbagai negara.
Pernah terbayang meluncur di udara pakai zip wire menuju Nami Island?
Wajib dikunjungi untuk liburan pertamamu di Barcelona!
Kamu punya banyak opsi untuk memilih akomodasi liburan terbaik di Jogja.
Ada yang harganya Rp 100 ribuan!