Dari menembus lautan es mengendarai kapal pemecah es hingga menyantap kuliner halal, ternyata banyak aktivitas wisata di Hokkaido yang seru abis, lho!

(Sebagian besar) umat muslim sedunia sedang berbahagia dengan datangnya bulan Ramadan. Bagaimana tidak, di bulan penuh rahmah ini, umat muslim mendapatkan banyak keistimewaan ¨berkomunikasi¨ secara langsung dengan Sang Maha Pencipta. Dan yang lebih istimewa lagi, ada satu malam yang paling ditunggu yang memiliki keistimewaan berlipat-lipat di bulan Ramadan, yaitu malam Lailatul Qadar.
Bayangkan, sebagai traveler, kamu sedang melakukan perjalanan spiritual paling epik seumur hidup. Di antara 365 hari dalam setahun, ada satu "destinasi" waktu yang sangat eksklusif dan menjadi buruan utama setiap pengelana iman, yaitu malam Lailatul Qadar.
Sebagai travel writer yang terbiasa mengejar fenomena alam unik, Lailatul Qadar adalah fenomena langit dan batin yang tak tertandingi kemegahannya.
Secara bahasa, nama ini punya kedalaman makna yang luar biasa. "Lail" berarti malam, sementara "Qadar" memiliki tiga interpretasi yang bikin kita merenung.
Pertama, ia adalah malam Ketetapan, di mana Allah SWT menyusun itinerary atau rencana perjalanan hidup manusia untuk satu tahun ke depan. Kedua, ia berarti Kemuliaan, karena di sinilah Al-Qur'an pertama kali "mendarat" ke bumi.
Ketiga, ia diartikan sebagai malam yang Sempit, sebuah metafora indah karena saking banyaknya malaikat yang turun ke bumi, mereka seolah berdesakan memenuhi setiap sudut dunia untuk menebar kedamaian.

Menemukan Lailatul Qadar itu ibarat mencari hidden gem di tengah belantara malam-malam Ramadan. Tidak ada koordinat pasti atau kalender tetap yang menunjuk satu tanggal tunggal, karena waktu datangnya sengaja dirahasiakan oleh Sang Pencipta agar kita terus bersemangat "menjelajah" di sepanjang bulan suci.
Namun, Rasulullah SAW memberikan bocoran rute: carilah ia di sepuluh malam terakhir Ramadan, khususnya pada malam-malam ganjil seperti malam ke-21, 23, 25, 27, atau 29.
Secara visual, alam pun memberikan sinyal-sinyal magisnya. Bayangkan suasana malam yang sangat bersih, tenang, tidak terasa panas menyengat namun juga tidak dingin menggigil. Lalu, saat fajar tiba, matahari muncul dengan wajah yang sangat lembut, berwarna putih tanpa sinar yang terik menyilaukan. Ini adalah tanda bahwa "tamu agung" tersebut baru saja singgah dan membawa keberkahan bagi siapa saja yang terjaga untuk menyambutnya.

Saking spesialnya, malam Lailatul Qadar menawarkan segudang keistimewaan. Berikut adalah 10 keistimewaan malam Lailatul Qadar yang menjadikannya malam paling high-end di semesta:
Lebih Baik dari 1.000 Bulan: Satu malam ini setara dengan beribadah selama lebih dari 83 tahun, sebuah "bonus" umur yang luar biasa bagi umat manusia.
Malam Turunnya Al-Qur'an: Momen bersejarah saat wahyu pertama diturunkan dari Lauhul Mahfudz ke Baitul Izzah, lalu kepada Nabi Muhammad SAW.
Serbuan Malaikat ke Bumi: Malaikat Jibril dan ribuan malaikat lainnya turun ke bumi untuk mengatur segala urusan dan membawa rahmat.
Full of Blessings (Penuh Berkah): Seluruh detik di malam ini dipenuhi dengan keberkahan yang tidak ditemukan di waktu lain.
Malam Pengampunan Dosa: Allah memberikan "amnesti" massal bagi mereka yang beribadah dengan iman dan tulus mengharap ridha-Nya.
Malam Keselamatan (Salaam): Suasana penuh kedamaian dan kesejahteraan yang terjaga hingga terbit fajar.
Pembatasan Gerak Setan: Di malam yang suci ini, setan tidak mampu mengganggu manusia, sehingga ibadah bisa terasa sangat khusyuk.
Pencatatan Takdir Tahunan: Momen krusial di mana takdir detail seperti rezeki, ajal, dan keberuntungan untuk setahun ke depan diputuskan.
Anugerah Khusus Umat Nabi Muhammad: Keistimewaan ini adalah hadiah eksklusif yang tidak diberikan kepada umat-umat nabi sebelumnya.
Penghulu Segala Malam: Lailatul Qadar diibaratkan sebagai "jantung" dari bulan Ramadan dan pemimpin dari semua malam yang ada dalam setahun.

Untuk meraih "tiket emas" ini, ada beberapa amalan yang bisa kamu lakukan agar perjalanan spiritualmu maksimal:
I’tikaf: Menetap di masjid untuk fokus beribadah, meneladani Rasulullah yang bahkan melipat kasurnya demi berfokus di 10 hari terakhir.
Memperbanyak Shalat Malam: Melaksanakan Shalat Tarawih dan Tahajud. Ada juga anjuran Shalat Lailatul Qadar dua rakaat dengan membaca Surah Al-Ikhlas 7 kali setelah Al-Fatihah, lalu beristighfar 70 kali setelah salam.
Interaksi Intens dengan Al-Qur'an: Karena ini malamnya Al-Qur'an, perbanyaklah membaca (tilawah), mengkhatamkan, hingga mentadaburi maknanya.
Melangitkan Doa Khusus: Rasulullah mengajarkan doa andalan: "Allāhumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwa fa'fu 'annī" (Ya Allah, Engkau Maha Pengampun, ampunilah aku).
Dzikir dan Istighfar: Terus membasahi lidah dengan mengingat Allah dan memohon ampunan atas dosa-dosa masa lalu.
Sedekah dan Zakat: Menyempurnakan ibadah dengan berbagi kepada sesama, termasuk menunaikan zakat fitrah.
Menghidupkan Malam (Ihya): Berusaha untuk tetap terjaga (tidak tidur) atau setidaknya mengurangi tidur demi melakukan amal shalih hingga subuh.
Baca juga: 8 Tradisi Menyambut Ramadan Paling Unik dari Berbagai Daerah di Indonesia
Sebagai traveler, melakukan perjalanan fisik dari kota ke kota, negara ke negara atau ke setiap destinasi dan spot wisata mungkin bisa menghilangkan kejenuhan. Tapi jangan lupa untuk juga menjalankan kewajiban spiritual untuk memenuhi kebutuhan hati dan jiwa, sekaligus mendekatkan diri padaNya. Jangan lewatkan kesempatan untuk mendapatkan malam Lailatul Qadar di setiap Ramadan yang kamu jalani, termasuk di periode tahun ini. Selamat berburu malam Lailatul Qadar! Semoga kita semua bisa mendapatkannya! Aamiin!
Dipublikasikan pada
Dapatkan tips dan berita travel terbaru!
Dari menembus lautan es mengendarai kapal pemecah es hingga menyantap kuliner halal, ternyata banyak aktivitas wisata di Hokkaido yang seru abis, lho!
Al Fahidi Dubai akan membawa kamu ke kawasan yang sepenuhnya berbeda dari bayangan kamu sebelumnya!
Dengan semua kenyamanan yang ditawarkan, Austria menjadi destinasi wisata favorit yang ramah untuk semua traveler, termasuk untuk wisatawan muslim.
Tahukah kamu Pemerintah Kerajaan Arab Saudi membuat aturan baru terkait visa umrah?
Paling enak menikmati bakso saat di Jakarta adalah saat udara dingin atau sedang hujan, perut lapar dan bareng teman.
Kamu akan mendapatkan pengalaman tak terlupakan di Nusantara!
Dari mall, kafe, hingga oleh-oleh.
sahur tanpa harus repot memasak, Jakarta punya segalanya!
hotel di Jakarta jadi pilihan favorit untuk buka puasa bersama karena lebih nyaman dan praktis!
Perjalanan di Shanghai tidak akan lengkap tanpa mampir ke kafe-kafe ini