Alat bantu ini akan membuat tidurmu di kereta, pesawat atau bus jadi lebih nyaman, deh!

Halo, para penjelajah dunia! Traveling itu memang salah satu cara terbaik untuk membuka mata dan pikiran kita. Kita bisa melihat langit yang sama dari tanah yang berbeda, mencicipi rasa yang luar biasa, dan menciptakan kenangan manis. Tapi, jujur saja nih, ada satu realita pahit yang kadang harus kita hadapi di luar sana: rasisme.
Sedikit bercerita pengalaman pribadi. Di sejumlah negara, ada kalanya seorang traveler tidak diterima di suatu destinasi karena alasan yang terkadang tidak masuk akal. Pertimbangan ras, identitas agama atau bahkan warna kulit, terkadang membuat segalanya menjadi rumit.
Saya pribadi pernah mengalami situasi yang kurang mengenakkan di negara tertentu karena keseharian saya yang berhijab. Beberapa dari kalian juga pernah mengalaminya, bukan? Well, mau tidak mau, hal semacam ini memang terjadi di sekitar kita.
Sebagai sesama traveler, saya ingin berbagi panduan santai tapi penting tentang cara menghadapi aksi rasis saat kamu sedang asyik exploring negeri orang. Yuk, simak tipsnya!

Sebelum kamu memijak kaki di destinasi impian, luangkan waktu untuk mempelajari budaya, sejarah, dan dinamika ras di sana. Dengan memahami konteks sejarah—seperti masalah perbudakan atau ketegangan etnis—kamu akan lebih siap secara mental.
Selain itu, cobalah untuk mendukung bisnis lokal atau yang dimiliki oleh komunitas marginal (BIPOC). Memilih tempat menginap atau tur yang dikelola penduduk lokal memastikan uang kamu benar-benar bermanfaat bagi komunitas tersebut.
Ingat kutipan ini: "Kamu bisa menjadi persik yang paling matang dan manis di dunia, tapi tetap saja akan ada orang yang benci buah persik". Aksi rasis seringkali bukan tentang kamu, melainkan tentang pelakunya. Rasisme bisa muncul dalam bentuk yang halus, seperti pelayanan yang lambat, tatapan tidak menyenangkan, atau komentar yang "seolah" memuji tapi sebenarnya menghina (seperti: "Wah, bahasa Inggrismu bagus sekali ya untuk orang asing!").
Menghadapi rasisme itu melelahkan, tapi kamu punya pilihan cara merespons tergantung situasinya:
Tetap Tenang & Speak Up: Jika kamu merasa aman, jangan ragu untuk menegur atau menunjukkan bahwa perilaku mereka tidak bisa diterima.
Edukasi (Jika Punya Energi): Terkadang orang bersikap rasis karena murni ketidaktahuan (ignorance). Menjelaskan sedikit tentang identitas atau budaya kamu bisa membuka pikiran mereka.
Gunakan Humor: Beberapa traveler memilih untuk menjadikannya lelucon atau "menertawakan" kebodohan si pelaku untuk mengurangi ketegangan.
Jalan Terus (Let it Slide): Kalau situasinya terasa berbahaya atau bakal menguras energimu terlalu banyak, tidak apa-apa untuk pergi begitu saja. Keamananmu adalah yang utama!.
Kalau kamu mengalami perlakuan tidak adil di restoran atau hotel, gunakan platform seperti TripAdvisor atau media sosial untuk memberikan ulasan. Ini penting untuk memperingatkan traveler lain. Tapi perlu diingat, banyak bisnis seringkali merespons secara defensif dan menyangkal adanya rasisme dengan alasan "pelayanan buruk yang tidak sengaja". Jangan biarkan penyangkalan mereka membuatmu merasa salah.
Jika kamu melihat traveler lain sedang mengalami rasisme, jangan diam saja. Gunakan hak istimewa (privilege) kamu untuk membela mereka atau menuntut pertanggungjawaban dari pelaku. Tindakan kecilmu bisa membuat perbedaan besar bagi orang lain.
Baca juga: 10 Tips Aman Solo Traveling ke Korea Selatan Yang Wajib Kamu Tahu

Jika kamu menyaksikan aksi rasisme terhadap orang lain saat sedang traveling, peranmu sebagai sekutu (ally) sangatlah krusial untuk menciptakan lingkungan yang aman bagi semua orang. Berdasarkan sumber yang tersedia, berikut adalah panduan mengenai apa yang harus kamu lakukan:
Tindakan terpenting adalah jangan diam saja. Jika kamu mendengar komentar yang tidak sensitif secara rasial atau melihat ketidakadilan, kamu harus segera bersuara dan menegurnya,. Sumber menyebutkan bahwa berani menyatakan sikap adalah tindakan yang sangat mulia dan sangat membantu rekan seperjalananmu yang menjadi target rasisme.
Jika kamu memiliki hak istimewa tertentu (misalnya, kamu adalah traveler kulit putih atau memiliki warna kulit yang lebih terang yang sering mendapat perlakuan lebih baik), gunakan posisi tersebut untuk membela orang lain,. Kamu bisa melakukan hal berikut:
Tuntut Pertanggungjawaban: Mintalah pertanggungjawaban dari pelaku, baik itu sesama penumpang, pemandu wisata, maupun perwakilan hotel.
Tolak "Hadiah" dari Bias: Jika kamu menyadari bahwa kamu diperlakukan lebih baik atau dilayani lebih cepat karena warna kulitmu, tolaklah perlakuan istimewa tersebut. Misalnya, jangan mau dilayani di luar urutan jika itu merugikan orang lain yang sudah mengantre lebih dulu.
Seorang sekutu yang baik harus selalu peka terhadap dinamika kekuasaan dan bagaimana dinamika tersebut berdampak pada kelompok yang terpinggirkan atau rentan. Orang yang sedang mengalami rasisme mungkin merasa terkejut, takut, atau lelah, sehingga kehadiranmu untuk memberikan dukungan moral dan keamanan sangatlah berarti,.
Jika kejadian berlangsung di tempat usaha seperti kafe atau hotel, kamu bisa menginformasikan kepada staf atau manajemen agar mereka bisa mengambil tindakan, seperti meminta pelaku meminta maaf atau meminta pelaku untuk pergi.
Menjadi sekutu bukanlah peran yang bisa kamu pilih hanya saat merasa nyaman; ini adalah pekerjaan penuh waktu dan komitmen seumur hidup. Jangan biarkan teman atau rekan yang rasis menyebarkan "racun" mereka; jika kamu diam saja saat mereka bersikap rasis, maka kamu secara tidak langsung membiarkan hal itu terus terjadi.

Dengan mengambil langkah-langkah ini, kamu tidak hanya membantu individu yang menjadi korban, tetapi juga membantu meningkatkan standar industri pariwisata menjadi lebih inklusif dan aman bagi semua orang.
Jangan sampai rasa takut akan rasisme menghentikan langkahmu untuk melihat dunia. Mayoritas manusia di dunia ini sebenarnya baik kok, dan traveling adalah alat paling ampuh untuk menghancurkan stereotip.
Tetaplah berpikiran terbuka, waspada, dan jangan lupa untuk selalu menikmati setiap detik petualanganmu! Safe travels, guys!.
Dipublikasikan pada
Dapatkan tips dan berita travel terbaru!
Alat bantu ini akan membuat tidurmu di kereta, pesawat atau bus jadi lebih nyaman, deh!
barang wajib punya nih!
Tanpa delapan barang ini, kamu mungkin tak akan selamat saat liburan saat heatwave.
Catat tanggalnya dan jangan lupa pesan tiketnya!
Agar tidak mengeluarkan biaya, penumpang AirAsia diharapkan tidak melakukan check in di counter yang ada di bandara dan melakukannya secara online.
Pengalaman penjelajahan yang kamu dapatkan tidak akan terlupakan, DIJAMIN!
Dari keong kraca, kolak, hingga es pisang ijo, mana yang paling kamu suka?
Tips ini pas banget buat kamu yang termasuk frequent flyer!
Lidah, perut dan pikiran kamu akan masuk ke wilayah yang sepenuhnya baru!
Kamu bisa mendapatkan banyak pilihan kuliner dan rasa di Cikini!