Alat bantu ini akan membuat tidurmu di kereta, pesawat atau bus jadi lebih nyaman, deh!

Halo, para travelers! Pernah nggak sih kalian sudah semangat mau liburan, tapi begitu masuk pesawat malah merasa "terjebak" di kursi yang sempit, nggak bisa sandaran, atau malah duduk tepat di sebelah toilet yang bising? Memang benar, memilih kursi pesawat itu kelihatannya sepele, tapi sebenarnya bisa jadi penentu apakah perjalananmu bakal menyenangkan atau malah bikin pegal semua.
Setiap traveler punya selera yang berbeda-beda. Ada yang mengejar pemandangan indah dari jendela, ada yang butuh ruang kaki ekstra karena badannya tinggi, sampai ada yang sangat anti dengan guncangan turbulensi.
Nah, supaya kamu nggak salah pilih lagi, yuk simak panduan lengkap dan rahasia para ahli (termasuk tips dari pramugari!) untuk mendapatkan "singgasana" terbaik di udara.

Sebelum asal klik saat check-in, kamu harus paham dulu jenis pesawat yang akan kamu tumpangi. Secara umum, pesawat dibagi menjadi dua kategori: narrow-body (lorong tunggal seperti Boeing 737) dan wide-body (lorong ganda seperti Boeing 777 atau Airbus A380). Pesawat besar biasanya lebih stabil dalam menghadapi turbulensi karena massanya yang berat.
Gunakan bantuan aplikasi atau situs seperti SeatGuru atau Aerolopa untuk melihat peta kursi spesifik maskapai tersebut. Di sana, kamu bisa melihat detail mana kursi yang nggak punya jendela (meski posisinya di pinggir) atau mana kursi yang sandarannya terkunci.
Kalau prioritas utamamu adalah kenyamanan kaki, maka emergency exit row (baris pintu darurat) dan bulkhead seats (kursi di baris paling depan yang berhadapan dengan dinding pembatas) adalah pilihan terbaik.
Exit Row: Menawarkan ruang kaki paling luas. Tapi ingat, biasanya kursinya sedikit lebih keras, nggak bisa bersandar maksimal, dan kamu harus siap membantu dalam keadaan darurat.
Bulkhead: Enaknya, nggak ada orang di depanmu yang bakal memundurkan kursinya ke arahmu. Tapi kekurangannya, kamu nggak punya ruang penyimpanan di bawah kursi depan saat take-off dan landing, serta meja biasanya tersimpan di sandaran tangan sehingga kursinya terasa sedikit lebih sempit.
Buat kamu yang sering merasa mual atau takut dengan turbulensi, kuncinya adalah duduk di tengah pesawat, tepat di atas sayap.
Kenapa? Bayangkan pesawat seperti jungkat-jungkit (seesaw). Bagian ujung (depan dan belakang) akan mengalami ayunan paling besar, sementara bagian tengah (poros/fulcrum) adalah area yang paling stabil karena merupakan pusat gravitasi pesawat.
Duduk di area ini akan meminimalkan guncangan naik-turun yang sering bikin perut "kocok". Selain itu, posisi jendela di area sayap memberikan referensi visual horizontal bagi mata, yang membantu otak mensinkronkan keseimbangan tubuh.

Kalau tujuanmu di pesawat adalah tidur dari take-off sampai landing, kursi jendela (window seat) nggak ada lawannya.
Keunggulan: Kamu punya dinding pesawat buat sandaran kepala dan kamu nggak akan diganggu oleh penumpang lain yang mau ke toilet.
Tips Tambahan: Pilih kursi jendela di bagian depan pesawat karena biasanya lebih tenang daripada bagian belakang yang dekat mesin atau toilet. Pastikan juga kamu membawa bantal leher, penutup telinga, dan masker mata untuk tidur yang lebih berkualitas.
Bagi pebisnis atau traveler yang punya jadwal transit mepet, memilih kursi pesawat di baris depan adalah kewajiban. Pesawat hampir selalu melakukan proses deplaning (penurunan penumpang) dari depan ke belakang. Dengan duduk di depan, kamu bisa keluar lebih cepat, melewati antrean imigrasi lebih awal, dan mencapai area klaim bagasi sebelum orang lain.

Membawa si kecil tentu butuh strategi ekstra. Banyak maskapai menyarankan bulkhead seats untuk keluarga karena area ini seringkali dilengkapi fasilitas pemasangan bassinet (tempat tidur bayi). Selain itu, duduk di dekat toilet juga sangat disarankan supaya akses untuk ganti popok lebih mudah, meski area ini cenderung lebih bising karena lalu lintas penumpang.
Meski terbang adalah salah satu moda transportasi teraman, beberapa studi menunjukkan bahwa kursi di bagian belakang pesawat secara statistik memiliki tingkat kelangsungan hidup sedikit lebih tinggi jika terjadi kecelakaan. Selain itu, duduk di aisle seat (kursi lorong) yang dekat dengan pintu keluar darurat akan memudahkan evakuasi cepat jika terjadi kondisi emergensi.
Tahu nggak, ada trik khusus supaya kamu bisa dapat kursi impian tanpa bayar mahal?
Check-in Tepat Waktu: Set alarm 24 jam sebelum keberangkatan. Biasanya maskapai membuka sisa kursi yang belum dipesan secara gratis pada jendela waktu ini.
Trik "Check-in Chicken": Beberapa orang sengaja menunda check-in sampai menit terakhir, berharap kursi-kursi buruk di belakang sudah terisi semua, sehingga sistem terpaksa memberikan kursi premium atau kelas bisnis yang masih kosong secara gratis. Tapi risiko trik ini adalah kamu bisa saja malah dapat kursi tengah yang paling nggak nyaman.
Cek Lagi di Bandara: Satu jam sebelum terbang, cek lagi peta kursi di aplikasi. Kadang ada pembatalan mendadak yang membuat kursi bagus di depan jadi kosong.
Trik Pasangan: Kalau pergi berdua, coba pesan satu kursi jendela dan satu kursi lorong di baris yang sama. Jika pesawat nggak penuh, kemungkinan besar kursi tengah di antara kalian akan dikosongkan oleh penumpang lain, sehingga kalian punya satu baris untuk berdua!.

Supaya nggak menyesal, tandai daftar kursi "terlarang" ini:
Kursi Tengah: Jelas, ini adalah posisi paling tidak nyaman karena terjepit di antara dua orang dan berebut sandaran tangan.
Baris Terakhir: Biasanya nggak bisa bersandar (no recline), dekat dengan toilet (bau dan bising), dan paling terakhir keluar pesawat.
Dekat Galley (Dapur Pesawat): Pramugari akan sering beraktivitas di sini, lampu biasanya tetap menyala, dan akan banyak suara dentingan troli atau obrolan kru yang bisa mengganggu istirahatmu.
Baca juga: Kursi Paling Aman Di Pesawat, Opsinya Cuma Satu Dan Kamu Harus Tahu!
Memilih kursi pesawat bukan cuma soal estetika, tapi soal strategi demi kenyamanan fisik dan mental selama di udara. Apakah kamu butuh ruang kaki, kestabilan dari turbulensi, atau ketenangan untuk tidur? Dengan sedikit riset melalui peta kursi dan check-in lebih awal, perjalananmu di atas awan pasti akan terasa jauh lebih singkat dan menyenangkan.
Jadi, sudah siap menentukan kursi untuk petualangan berikutnya? Jangan lupa bawa noise-canceling headphones dan selalu sedia air minum supaya tetap terhidrasi ya!. Safe flight, travelers!
Dipublikasikan pada
Dapatkan tips dan berita travel terbaru!
Alat bantu ini akan membuat tidurmu di kereta, pesawat atau bus jadi lebih nyaman, deh!
barang wajib punya nih!
Tanpa delapan barang ini, kamu mungkin tak akan selamat saat liburan saat heatwave.
Catat tanggalnya dan jangan lupa pesan tiketnya!
Agar tidak mengeluarkan biaya, penumpang AirAsia diharapkan tidak melakukan check in di counter yang ada di bandara dan melakukannya secara online.
Pengalaman penjelajahan yang kamu dapatkan tidak akan terlupakan, DIJAMIN!
Dari keong kraca, kolak, hingga es pisang ijo, mana yang paling kamu suka?
Setidaknya, kamu tahu apa yang harus dilakukan bila hal ini terjadi!
Lidah, perut dan pikiran kamu akan masuk ke wilayah yang sepenuhnya baru!
Kamu bisa mendapatkan banyak pilihan kuliner dan rasa di Cikini!