Ini dia daftar negara yang bisa kamu kunjungi tanpa pengurusan visa fisik di kedubes dengan paspor Indonesia kamu! Bebas visa fisik ke negara-negara terkenal seperti Maldives, Jepang dan Hong Kong dan lainnya lho!

Indonesia dikaruniai kekayaan pemandangan alam yang luar biasa oleh Sang Maha Kaya. Kamu bisa menemukan banyak hal, dari kawasan pegunungan yang istimewa hingga alam bawah laut yang luar biasa. Untuk yang terakhir, Indonesia memiliki pesona bawah laut yang tiada tara, mendorong sejumlah petualang dunia untuk menjelajahinya.
Menjelajahi spot diving terbaik di Indonesia adalah impian setiap penyelam. Dari bangkai kapal perang bersejarah sampai bertemu "raksasa" lembut seperti Manta Ray, semuanya ada di sini.
Buat kamu yang lagi cari referensi untuk liburan menyelam berikutnya, Indonesia benar-benar surganya. Sebagai pusat dari Segitiga Terumbu Karang dunia, perairan kita punya biodiversitas yang nggak main-main. Yuk, simak rekomendasinya, lengkap dengan panduan cara ke sananya!

Sering dijuluki "Surga Terakhir di Bumi", Raja Ampat memegang rekor biodiversitas tertinggi di dunia dengan 75% spesies karang global ada di sini. Kamu bisa bertemu Manta Ray di Manta Sandy atau ribuan ikan di Cape Kri.
Cara Menuju ke Sana: Terbang menuju Bandara Domine Eduard Osok (SOQ) di Sorong. Dari Sorong, kamu bisa naik feri menuju Waisai (ibu kota Raja Ampat) atau langsung dijemput oleh kapal liveaboard.
Baca juga: Paket Wisata Raja Ampat, Itinerary Liburan Murah Di Lokasi Nan Eksotis!
Bukan cuma komodo di darat, bawah lautnya juga juara! Komodo menawarkan drift diving yang menantang dengan arus kuat yang membawa banyak nutrisi bagi hiu, pari manta, hingga dugong.
Cara Menuju ke Sana: Ambil penerbangan ke Bandara Komodo (LBJ) di Labuan Bajo. Dari sana, banyak operator day trip atau liveaboard yang siap mengantarmu ke titik penyelaman.
Bunaken terkenal dengan dinding karang raksasa (vertical walls) sedalam 100 meter lebih yang penuh dengan penyu dan berbagai jenis ikan warna-warni.
Cara Menuju ke Sana: Terbang ke Bandara Sam Ratulangi (MDC) di Manado. Dari pusat kota Manado, kamu cukup menyeberang dengan perahu motor selama sekitar 30-45 menit saja.
Di sini kamu bisa berenang bareng ubur-ubur tanpa sengat di Pulau Kakaban atau bertemu Pari Manta di Sangalaki.
Cara Menuju ke Sana: Terbang ke Bandara Kalimarau di Berau. Setelah itu, lanjut perjalanan darat ke Pelabuhan Tanjung Batu untuk menyeberang dengan speedboat menuju Kepulauan Derawan.
Wakatobi (Wangi-Wangi, Kaledupa, Tomia, Binongki) adalah pemilik terumbu karang penghalang terbesar kedua di dunia setelah Great Barrier Reef. Airnya sangat jernih dan tenang.
Cara Menuju ke Sana: Kamu bisa terbang ke Bandara Matahora di Wangi-Wangi melalui Makassar atau Kendari. Beberapa resort eksklusif juga menyediakan penerbangan carter langsung dari Bali.

Spot ini ikonik banget karena ada bangkai kapal USAT Liberty yang karam tahun 1942. Uniknya, kamu nggak perlu naik kapal karena ini adalah shore dive (cukup jalan kaki dari pinggir pantai).
Cara Menuju ke Sana: Dari Bandara I Gusti Ngurah Rai, kamu bisa menyewa mobil untuk perjalanan darat selama 3-4 jam menuju arah utara Kabupaten Karangasem.
Terletak di ujung barat Indonesia, Pulau Weh punya spot Batee Tokong yang jadi habitat hiu dan Antee Peunateung yang penuh dengan makhluk langka.
Cara Menuju ke Sana: Terbang ke Bandara Sultan Iskandar Muda di Banda Aceh, lalu naik kapal feri atau kapal cepat dari Pelabuhan Ulee Lheue menuju Pelabuhan Balohan di Sabang (Pulau Weh).
Cocok buat kamu yang mau diving sambil party atau healing. Spot seperti Shark Point dan Turtle Heaven menjamin pertemuan dengan hiu karang dan puluhan penyu.
Cara Menuju ke Sana: Bisa naik kapal cepat (fast boat) langsung dari Bali atau terbang ke Bandara Internasional Lombok, lalu lanjut perjalanan darat ke Pelabuhan Bangsal untuk menyeberang dengan kapal lokal.
Alor adalah destinasi impian bagi pecinta macro diving dan pemandangan bawah laut yang dramatis. Airnya dingin tapi kejernihannya luar biasa.
Cara Menuju ke Sana: Terbang ke Bandara Mali di Alor melalui Kupang. Dari bandara, kamu bisa menggunakan jemputan resort atau transportasi lokal menuju area diving.
Buat penyuka sejarah, Morotai menawarkan pengalaman menyelam di antara reruntuhan pesawat tempur dan tank sisa Perang Dunia II. Kamu juga bisa berenang bareng hiu sirip hitam di sini.
Cara Menuju ke Sana: Terbang ke Bandara Leo Wattimena di Morotai (biasanya via Manado atau Ternate). Alternatif lain adalah naik feri dari Tobelo, Halmahera Utara.
Selain nilai sejarah rempahnya, Banda Neira punya spot diving kelas dunia seperti Pulau Hatta yang memiliki visibilitas air sangat jernih dan terumbu karang yang sehat.
Cara Menuju ke Sana: Akses paling umum adalah terbang ke Ambon, lalu lanjut dengan pesawat kecil atau kapal cepat ke Banda Neira. Jadwal kapal biasanya bergantung pada musim.
Baca juga: Wisata Banda Neira, Surga Di Timur Indonesia Yang Harus Dijelajahi

Terletak di Teluk Tomini, Togean sangat terpencil dan tenang. Kamu bisa mengeksplorasi terumbu karang yang masih sangat alami dan berenang di danau ubur-ubur Mariona.
Cara Menuju ke Sana: Perjalanan cukup panjang. Kamu bisa terbang ke Palu atau Luwuk, lalu lanjut perjalanan darat ke Ampana, kemudian naik feri menuju Kepulauan Togean.
Kalau Bunaken punya dinding raksasa, Lembeh adalah ibu kota muck diving dunia. Di sini tempatnya melihat makhluk-makhluk laut aneh yang nggak bakal kamu temukan di tempat lain.
Cara Menuju ke Sana: Sama seperti Bunaken, terbang ke Manado, lalu lanjut perjalanan darat sekitar 1,5 - 2 jam menuju Kota Bitung.
Sering disebut sebagai "Raja Ampat-nya Kaimana", Triton Bay punya hutan karang lunak yang luar biasa cantik dan kamu bisa berinteraksi dengan hiu paus di bagan nelayan.
Cara Menuju ke Sana: Terbang menuju Bandara Utarom di Kaimana (biasanya transit di Sorong atau Manokwari). Dari Kaimana, kamu bisa naik speedboat menuju lokasi penginapan atau area penyelaman.
Dekat dari Jakarta, Pahawang punya spot gua bawah laut dan "transplantasi karang" yang dihuni banyak ikan Nemo.
Cara Menuju ke Sana: Dari Bandar Lampung, tuju Dermaga Ketapang di Pesawaran (sekitar 1 jam perjalanan darat). Dari dermaga, kamu cukup menyewa perahu kayu atau speedboat untuk menyeberang ke pulau.

Waktu terbaik untuk menyelam di Indonesia secara umum adalah selama musim kemarau, yaitu antara bulan April hingga Desember. Pada periode ini, jarak pandang (visibility) berada di titik tertinggi, sehingga keindahan bawah laut dapat terlihat lebih jelas. Sebaliknya, selama musim hujan, jarak pandang biasanya menurun dan arus cenderung lebih kuat, yang bisa meningkatkan risiko keamanan bagi penyelam.
Namun, karena wilayah Indonesia yang luas, setiap daerah memiliki jendela waktu optimal yang sedikit berbeda:
Bali, Lombok, dan Taman Nasional Komodo: Waktu terbaik untuk mengunjungi wilayah ini adalah dari April hingga Oktober. Khusus di Nusa Penida, jika Anda ingin melihat Mola-mola, waktu terbaiknya adalah antara pertengahan Juni hingga awal Oktober.
Raja Ampat: Berbeda dengan wilayah barat dan tengah, waktu terbaik untuk menyelam di Raja Ampat (Utara dan Selatan) adalah dari September hingga Juni. Di wilayah Selatan (Misool), penyelaman sangat bergantung pada musim ini karena sisa bulan lainnya merupakan musim monsun yang membuat lokasi tersebut sulit dijangkau. Meski begitu, wilayah Raja Ampat bagian Utara relatif bisa diselami sepanjang tahun dengan kondisi yang baik.
Taman Nasional Bunaken: Musim menyelam terbaik di sini berlangsung dari Maret hingga Oktober.
Kepulauan Banda: Karena lokasinya yang terpencil, waktu terbaik untuk menyelam di sini sangat terbatas, yaitu pada Maret hingga April serta September hingga November. Di luar bulan-bulan tersebut, kondisi cuaca dan laut bisa menjadi sangat buruk atau kasar.
Laut Banda: Penyeberangan atau ekspedisi di Laut Banda biasanya hanya dilakukan beberapa kali dalam setahun ketika musim memungkinkan laut tetap tenang, sering kali terjadi saat peralihan musim.
Suhu air di berbagai spot diving populer di Indonesia umumnya berkisar antara 23°C hingga 30°C. Memilih waktu yang tepat sangat krusial tidak hanya untuk kenyamanan dan kejernihan air, tetapi juga untuk keselamatan penyelam dalam menghadapi arus laut yang bisa sangat kuat di lokasi seperti Komodo, Raja Ampat, dan Bunaken.

Berdasarkan berbagai sumber yang tersedia, perlengkapan menyelam biasanya sudah termasuk dalam paket wisata yang ditawarkan oleh operator, namun ada beberapa perlengkapan khusus dan tambahan yang sangat disarankan untuk dibawa atau dimiliki sendiri demi keamanan dan kenyamanan.
Berikut adalah daftar perlengkapan yang wajib atau disarankan untuk dibawa saat diving:
Surface Marker Buoy (SMB): Sangat direkomendasikan untuk selalu membawa alat ini dan memahami cara menggunakannya sebagai prosedur keselamatan dasar.
Nautilus Lifeline (GPS): Alat ini sangat penting, terutama di lokasi dengan arus kuat seperti Komodo, Raja Ampat, atau Bunaken, karena dapat membantu pencarian jika penyelam terbawa arus.
Depth Gauge: Alat pengukur kedalaman ini wajib diperhatikan selama menyelam untuk memantau posisi dan durasi penyelaman Anda.
Peralatan Selam Pribadi: Memiliki peralatan sendiri yang terawat dengan baik sangat disarankan karena faktor keamanan dan kenyamanan yang lebih terjamin dibandingkan menyewa. Peralatan selam ringan dan ringkas sangat cocok untuk dibawa bepergian.
Reef Hook: Alat ini bisa digunakan untuk menjaga posisi saat menghadapi arus kuat, namun hanya boleh dikaitkan pada bebatuan dan bukan pada karang.
Kamera Underwater: Disarankan membawa kamera bawah laut terbaik untuk mengabadikan keindahan biota laut dan momen unik seperti bangkai kapal bersejarah.
Asuransi Perjalanan dan Menyelam: Sangat penting untuk memiliki asuransi yang mencakup aktivitas berisiko tinggi seperti scuba diving untuk keadaan darurat medis atau pembatalan perjalanan.
Catatan tentang Sarung Tangan: Perlu diperhatikan bahwa penggunaan sarung tangan (gloves) biasanya dilarang demi menjaga kelestarian ekosistem laut.
Bagi penyelam yang tidak membawa alat sendiri, sebagian besar operator di destinasi populer seperti Tulamben, Bunaken, dan Raja Ampat sudah menyediakan paket peralatan selam lengkap yang mencakup alat selam standar, instruktur, hingga fasilitas pendukung lainnya. Beberapa layanan bahkan menyediakan perlengkapan kelas premium seperti premium wings untuk kenyamanan ekstra.
Baca juga: Tempat Kursus Free Dive Di Jakarta Untuk Para Penggemar Tantangan
Itu dia 15 spot diving terbaik di Indonesia yang keindahannya sudah diakui dunia. Jadi, sudah siap angkut alat selammu dan berangkat? Jangan lupa selalu jaga kelestarian terumbu karang kita ya, happy bubbles!
Dipublikasikan pada
Dapatkan tips dan berita travel terbaru!
Ini dia daftar negara yang bisa kamu kunjungi tanpa pengurusan visa fisik di kedubes dengan paspor Indonesia kamu! Bebas visa fisik ke negara-negara terkenal seperti Maldives, Jepang dan Hong Kong dan lainnya lho!
Ini dia 10 gunung yang harus kamu daki di Indonesia untuk melihat pemandangan mempesona negara kita! Mulai dari gunung yang mudah didaki hingga gunung yang tersusah untuk dijajahi!
Lupakan Perancis dan Inggris! Kunjungi 10 negara di Eropa ini yang tidak kalah cantik tapi jauh lebih murah dan luar biasa saja.
Surakarta, atau sering disebut dengan kota Solo, banyak makanan enak lo! Ini dia 7 kuliner Solo yang wajib kamu coba saat berkunjung ke kota bersejarah yang satu ini!
Bali-lovers! Siapkan kamera kamu untuk semua tempat kekinian di Bali di artikel ini!
Tidak membuatmu otomatis menjadi polyglot, tapi sangat worth trying, lho!
Banyak kebun binatang GRATIS untuk dikunjungi, lho!
Diperkirakan, Indonesia akan menghadapi panas ekstrim hingga kekeringan di sejumlah daerah. Kamu siap menghadapinya?
Dari cara daftar, syarat yang dibutuhkan hingga biaya yang disiapkan, plus tips, semua disajikan di sini!
Wisata seru selama 12 jam di Jogja!