1. Travel
  2. Kuching

Itinerary Seru Seharian Menjelajahi Kuching, Sarawak

Jika selama ini Kuala Lumpur atau Penang selalu menjadi tujuan utama saat kamu ingin berlibur ke Malaysia, maka ini saatnya kamu melirik sisi lain yang bertetangga dengan Kalimatan. Kuching, ibu kota dari negara bagian Sarawak, menawarkan pesona wisata yang sepenuhnya berbeda dan super memikat.

Baca juga: Surga Kuliner & Oleh-Oleh Sarawak: Destinasi Wajib Dikunjungi Wisatawan Indonesia!

Dari pengalaman saya, tata kota Kuching ini rapi dan ramah untuk pejalan kaki. Kamu bisa menjelajah dari satu tempat ke tempat lainnya sambil menikmati suasana ibu kota yang santai. Kalau kamu cuma punya waktu seharian di Kuching, cek itinerary ini—kebanyakan bahkan bisa kamu jangkau hanya dengan berjalan kaki!

Pagi

Menikmati Pagi yang Santai di Carpenter Street

Petualangan saya dimulai di Carpenter Street. Kawasan ini terkenal dengan suasananya yang begitu santai dan tenang di pagi hari, sangat kontras dengan hiruk-pikuk kota besar. Jalanan bersejarah ini dipenuhi oleh deretan ruko tua berarsitektur Tionghoa klasik dan mural-mural artistik. Salah satu titik kumpul yang paling populer di sini adalah Lau Ya Keng Food Court yang posisinya tepat berada di seberang Hiang Thian Siang Ti Temple.

Namun pagi itu, saya memilih untuk melewatkan Lau Ya Keng dan melipir ke Nyan Shin Cafe untuk sarapan. Kedai legendaris ini sudah berdiri sejak tahun 1925 dan sudah mulai melayani pelanggan sejak pukul 06.30 pagi. Saat makan di sana, saya merasakan atmosfer yang hangat karena mayoritas pengunjungnya adalah warga lokal yang saling menyapa akrab sembari menikmati sarapan mereka.

Menu andalan di sini adalah mi. Ada Kolo Mee yang merupakan mi kering khas Sarawak, ada pula jenis mi dengan berbagai topping seperti ayam cincang, daging cincang, dan wonton. Tekstur mi-nya lembut dengan bumbu gurih yang menyelimut tiap untaiannya. Sebagai pelengkap yang paripurna, tentu saja saya memesan segelas es kopi yang mantap.

Jalan Santai di Taman Muzium Sarawak

Setelah perut kenyang dan energi terisi penuh, saya melanjutkan perjalanan menuju Borneo Cultures Museum. Namun, karena museum baru buka jam 10, saya memutuskan untuk bersantai sejenak di Taman Muzium Sarawak yang terhubung melalui sebuah jembatan penyeberangan. Menghabiskan pagi di taman ini rasanya benar-benar menenangkan pikiran. Hembusan angin sepoi-sepoi di sini berpadu serasi dengan rimbunnya pepohonan.

Mencoba Permainan Seru di Borneo Cultures Museum

Begitu jam operasional dimulai, saya langsung menyeberang menuju Borneo Cultures Museum.

Jujur saja, ini adalah salah satu museum paling keren, megah, dan terawat yang pernah saya kunjungi. Saking serunya, saya malah merasa bangunan ini lebih mirip sebuah playground edukatif ketimbang museum yang membosankan. Museum ini terdiri dari 5 lantai yang menyajikan sejarah panjang Sarawak dengan cara yang sangat menyenangkan lewat berbagai permainan interaktif.

Di sini, kita bahkan bisa mencoba mencium langsung aroma wewangian alami dari berbagai jenis resin pohon lokal seperti kayu gaharu dan damar. Tidak hanya itu, ada juga teknologi motion sensor yang memungkinkan kita membalik halaman buku digital hanya dengan lambaian tangan di udara.

Saya sangat menyarankan kamu untuk mengalokasikan waktu sekitar 3 jam di sini, karena meskipun kamu bukan pecinta sejarah, menjelajahi lantai demi lantai di museum ini dijamin akan terasa sangat seru. Oh ya, poin plus lainnya, mereka menyediakan fasilitas loker penyimpanan barang yang bisa disewa secara gratis di seberang loket tiket.

Siang

Makan Siang Autentik di Busang Jelini Long Panai

Memasuki waktu makan siang, saya mengarahkan tujuan ke Busang Jelini. Sebenarnya, kamu disarankan untuk datang sejak pagi hari karena saat jam makan siang tiba biasanya sebagian besar lauk mereka sudah ludes terjual. Rumah makan ini menghidangkan kuliner khas masyarakat etnis Orang Ulu yang autentik.

Beberapa menu wajib yang harus kamu coba di sini adalah Ayam Pansuh, yaitu olahan ayam yang dimasak di dalam bilah bambu dengan kuah yang gurih, beraroma khas, dan memiliki sentuhan asam segar. Jangan lewatkan juga menu tumis sayur midin yang renyah. Namun, dua menu yang paling dicari dan menjadi bintang utama di kedai ini tidak lain adalah kasam babi serta babi kecap mereka yang pas sekali disantap bersama nasi hangat.

Berburu Buah Tangan di Main Bazaar

Setelah kenyang, saya melipir berjalan kaki menuju Main Bazaar. Jika kamu ingin berhenti dulu di Cat Statue yang ikonik untuk berfoto, perjalanan ke sini hanya sekitar 10 menit jalan kaki saja.

Kawasan Main Bazaar sendiri bertempat persis di seberang Sungai Sarawak yang tenang. Di sepanjang koridor jalan ini, berjajar rapi toko-toko yang menjual aneka oleh-oleh khas Sarawak. Mulai dari kerajinan tangan, pajangan, pakaian tradisional, hingga Kek Lapis khas Sarawak yang wajib hukumnya untuk kamu borong sebagai buah tangan untuk keluarga di rumah.

Mendinginkan Diri di The Old Court House Kuching

Suhu udara di Kota Kuching pada siang hari bisa terasa cukup terik. Untuk mendinginkan badan sekaligus beristirahat, tempat terbaik yang saya tuju adalah The Old Court House Kuching. Kompleks bangunan bergaya kolonial bersejarah ini dulunya berfungsi sebagai pusat administrasi dan peradilan di era pemerintahan Raja Putih Sarawak.

Saat ini, bangunan bersejarah tersebut telah dialihfungsikan menjadi deretan kafe-kafe cantik yang modern. Salah satu yang paling menarik perhatian saya adalah kafe bernama COMMONS. Desain interior kafenya aesthetic, nyaman, dan menyajikan atmosfer yang menenangkan. Di sini, kamu bisa duduk santai menikmati secangkir kopi sembari mencicipi aneka sajian kue mereka yang lezat.

Sore

Menikmati Sunset Cantik di Kuching Waterfront

Ketika hari sudah mulai beranjak sore, saya hanya tinggal menyeberang jalan dari area The Old Court House untuk bisa langsung sampai di Kuching Waterfront. Bersiaplah untuk dibuat takjub oleh pemandangan matahari terbenam di tempat ini karena lanskapnya benar-benar luar biasa indah. Perpaduan warna langit senja yang jingga keemasan terpantul cantik di atas permukaan air sungai, berpadu dengan pemandangan warga lokal serta wisatawan yang berjalan santai di sepanjang tepi.

Untuk mendapatkan sudut pandang yang jauh lebih menakjubkan lagi, saya menyarankan kamu untuk naik dan berjalan ke atas Darul Hana Bridge, jembatan penyeberangan ikonik yang membentang megah di atas sungai.

Malam

Nongkrong Santai di Carpenter Street

Meskipun hari sudah gelap, jangan buru-buru meninggalkan area Kuching Waterfront dahulu, karena akan ada pertunjukan Musical Fountain yang digelar secara rutin setiap malam. Nah, untuk mengisi waktu, saya memutuskan kembali melipir sebentar ke Carpenter Street untuk menikmati kopi. Suasana malam hari di jalan ini, terlebih saat menjelang akhir pekan, terasa hidup dan hangat. Kedai-kedai kopi dan kafe dipenuhi oleh warga lokal yang asyik mengobrol santai sambil menikmati udara malam.

Menyaksikan Kemegahan Musical Fountain

Pertunjukan Musical Fountain sendiri dijadwalkan tiap pukul 20.30 malam. Oleh karena itu, ketika waktu sudah menunjukkan pukul 20.20, saya bergegas berjalan kaki kembali ke arah Kuching Waterfront, tepatnya di area dekat Darul Hana Bridge.

Pihak pemerintah setempat tampaknya benar-benar tidak main-main dalam menggarap pertunjukan gratis ini. Perpaduan antara koreografi gerakan air, permainan tata cahaya lampu warna-warni, bahkan efek ledakan api semuanya diatur sedemikian rupa agar seirama dengan alunan musik. Durasi pertunjukan selama 15 menit ini dijamin akan membuatmu terpukau dan betah untuk nongkrong lebih lama di tepi sungai.

Pesta Seafood di Topspot Food Court

Setelah puas menyaksikan pertunjukan yang memanjakan mata, saatnya menutup hari dengan makan malam yang berkesan. Jika kamu termasuk pecinta hidangan laut, maka menyambangi Topspot Food Court adalah sebuah kewajiban. Pusat kuliner yang berada di atas gedung parkir ini menyediakan banyak sekali pilihan kedai seafood.

Wisatawan muslim tidak perlu khawatir, karena kedai-kedai yang menyajikan menu halal biasanya akan memajang sertifikat halal resmi mereka di bagian depan gerai. Pilihan menunya sangat melimpah, mulai dari ikan segar, kerang, kepiting, lobster, hingga aneka sayuran tumis sebagai penyeimbang.

Kita tinggal memilih sendiri jenis seafood mentah yang diinginkan dan menentukan metode memasaknya sesuai selera, baru kemudian mereka akan memasaknya secara mendadak. Malam itu, saya mencoba menu kepiting yang dimasak dengan saus creamy butter salted egg. Rasa daging kepitingnya manis alami dan menyatu dengan sempurna bersama sausnya yang gurih. Saya juga memesan kerang saus kam heong yang sedikit pedas, serta tidak ketinggalan tumis sayur midin yang resmi menjadi menu sayuran favorit saya selama berada di Kuching.

Baca juga: 10 Tempat Makan Halal dan Ramah Muslim di Kuching Untuk Wisata Kuliner yang Khas

Apakah seharian cukup untuk menjelajahi Kuching? Jawabannya tentu tidak! Kuching punya banyak sekali tempat wisata menarik dan kuliner yang bisa kamu coba. Tapi, kalau kamu ingin mencoba menikmati sepercik apa yang ditawarkan kota tepi sungai ini, itinerary dari saya bisa menjadi panduan. Jadi, sudah siap untuk menjelajahi Kuching?

Dipublikasikan pada


Tentang Penulis

Jeihan

Jeihan Azalea, seseorang yang berambisi mengeksplorasi sudut-sudut dunia secara langsung dengan pena dan kertas di tangan.

Brand Managers!

Ingin melihat merek atau bisnis kamu di website kami?

Hubungi kami sekarang

Berlangganan Milis TripZilla

Dapatkan tips dan berita travel terbaru!

Rekomendasi Artikel

  • 15 Negara Bebas Visa Untuk Orang Indonesia

    Ini dia daftar negara yang bisa kamu kunjungi tanpa pengurusan visa fisik di kedubes dengan paspor Indonesia kamu! Bebas visa fisik ke negara-negara terkenal seperti Maldives, Jepang dan Hong Kong dan lainnya lho!

  • 10 Tempat di Seoul yang Instagramable Banget!

    Artikel ini dikontribusikan dan ditranslasikan oleh Seoul Wanderlust Stories. For the English version of this article, read it here. Ini dia 10 tempat di Seoul favoritku yang bisa dijadikan background keren untuk foto Instagram kamu! Nota: Tempat-tempat disini hanya tempat yang pernah saya kunjungi langsung. Di akhir daftar, saya akan memasukkan beberapa tempat ekstra yang instagramable juga tapi […]

Artikel Terbaru