Pengen ke Jepang dengan budget terbatas? Pastikan kamu menghemat biaya menggunakan beberapa tips hemat jalan-jalan ke Jepang ini!

Pernah membayangkan seperti apa rasanya jadi solo traveler? Pernah bermimpi untuk bisa menjelajah sendirian berbagai destinasi di luar maupun dalam negeri, seperti travel blogger Trinity, Elizabeth Gilbert, dan berbagai solo traveler lainnya? Well, kamu juga bisa mewujudkannya, lho!
Menjadi pejalan solo bukanlah sesuatu yang tidak mungkin untuk dilakukan semua gender, baik pria maupun wanita. Kemauan yang kuat bisa menjadi awal yang tepat untuk mewujudkan mimpi jalan-jalan sendirian.
Banyak hal positif lain yang diperoleh dengan menjadi pejalan solo. Kamu bisa memiliki kebebasan menjelajahi suatu tempat sesuka hati, terbuka kesempatan untuk bertemu teman baru dalam perjalanan adalah beberapa di antaranya. Namun, solo traveler juga dihadapkan pada sejumlah risiko, termasuk mempertaruhkan keselamatan nyawa. Hal ini yang akhirnya membuat banyak orang banyak berpikir ulang untuk menjadi pejalan solo.
Untuk meminimalkan risiko dan situasi yang kurang mengenakkan, ada beberapa tips yang bisa diikuti. Membaca dan mengikuti kiat yang diberikan ini bisa menjadi langkah awal untuk kamu memulai petualangan menjadi pejalan solo. Yuk, simak kiat dan tipsnya di bawah ini!
Melakukan petualangan sebagai solo traveler untuk pertama kalinya, yang harus kamu lakukan adalah membuat perencanaan yang simpel. Tidak usah terlalu muluk ingin menjelajah Libya atau Pakistan sendirian, mulai dengan jalan-jalan ke Kuala Lumpur atau Singapura tanpa pendamping. Bahkan jika destinasi tersebut terlalu jauh, kamu bisa memilih yang dekat dari tempat tinggal, misalnya ke kota lain yang menarik perhatian kamu.
Dalam perencanaan perjalanan tersebut, pastikan jika destinasi yang dituju masih “aman” untuk dikunjungi. Maksudnya, tidak hanya aman dalam arti yang sebenarnya, tapi juga “aman” untuk kamu berinteraksi dengan orang tanpa kendala bahasa.
Sebagai solo traveler, tak ada keharusan untuk kamu melakukan segalanya sendirian. Kamu bisa berinteraksi dengan warga lokal di mana pun berada dan bahkan mencari tahu tempat-tempat menarik menurut warga lokal. Bagaimanapun juga “tuan rumah” jauh lebih tahu banyak hal menarik yang ada di wilayahnya.
Tipsnya, berinteraksilah dengan menunjukkan sikap sopan dan hormat. Selain itu, jika memutuskan untuk bertemu dengan warga lokal secara pertemuan, lakukanlah di tempat ramai dan diketahui oleh kerabat maupun temanmu.
Sebagai solo traveler, kewaspadaan dan sikap hati-hati tetap harus dijunjung tinggi. Bukan berarti “paranoid”, sikap seperti itu dibutuhkan untuk bisa tetap aman dan nyaman. Karena itu, sejumlah persiapan dan langkah kritis harus dilakukan.
Membagi informasi personal ke orang lain yang baru dikenal adalah langkah ceroboh yang tak boleh dilakukan. Menerima ajakan, atau mempercayakan barang bawaan ke orang yang baru dikenal juga tidak boleh dilakuan. Bahkan jika tersesat di tengah perjalanan, jangan berdiri di tengah jalan dan terlihat kebingungan. Alih-alih demikian, kamu bisa menuju ke tempat makan, cafe, minimarket atau tempat komunal lainnya untuk mendapatkan zona aman dan nyaman mengatasi masalah kamu. Juga, jangan terlalu sering melihat HP saat berjalan. Gunakan earbuds, earphone atau headphone untuk mengetahui arah dari aplikasi peta kamu.
Persiapan lainnya yang harus dilakukan adalah dengan menginformasikan kemana kamu pergi ke orang-orang yang dipercaya, seperti keluarga atau sahabat. Tinggalkan pula salinan dokumen penting seperti KTP, paspor dan itinerary perjalanan kamu. Jika memungkinkan, share lokasi perjalanan kamu ke mereka.
Mencoba menjadi solo traveler sudah menjadi langkah besar yang kamu lakukan. Karena itu, lakukan dengan bertanggung jawab, tapi tanpa melakukan sisi spontanitas. Bentuk langkah bertanggung jawab yang dimaksud adalah dengan tetap menghormati aturan, etika dan norma yang berlaku di destinasi tujuan. Namun jangan takut untuk memainkan kreativitas dan spontanitas kamu. Buatlah itinerary perjalanan, namun dengan kemungkinan yang bisa berubah.
Setiap langkah dan petualangan baru akan selalu menjadi pengalaman, yang bisa menjadi buah pengetahuan bagi siapapun. Sebagai solo traveler, kamu memiliki kesempatan untuk membagi pengetahuan dan pengalaman tersebut untuk menjadi pembelajaran bagi orang lain. Hal ini juga berlaku buat kamu yang menjadi pejalan solo pertama dan masuk kategori pemula.
Ya, langkah yang tepat sebagai solo traveler untuk memberikan kontribusi kepada lingkungannya adalah dengan membagikan pengalaman yang dialami dalam suatu jurnal. Bentuknya bisa bermacam-macam, dari tulisan, gambar, rekaman suara maupun video. Bahkan, jurnal ini tidak hanya bisa membantu orang lain, tapi juga membantu dirimu sendiri untuk melakukan perjalanan yang lebih baik lagi di masa mendatang.
Baca juga: Liburan Bersama Teman, 5 Tips Agar Perjalanan Kamu Bisa Menyenangkan!
Jadi, apakah kamu tertarik dan tertantang menjadi solo traveler? Tidak sulit untuk mewujudkannya, bukan? Baik pria maupun wanita, semua bisa mewujudkannya, asalkan mengikuti tips di atas.
Dipublikasikan pada
Dapatkan tips dan berita travel terbaru!
Pengen ke Jepang dengan budget terbatas? Pastikan kamu menghemat biaya menggunakan beberapa tips hemat jalan-jalan ke Jepang ini!
Meskipun suka dikategorikan dalam destinasi mahal untuk berlibur, ada juga lo aktivitas gratis di Dubai!
Daripada bingung tidak tahu mau beli oleh-oleh apa untuk teman-temanmu, simpan daftar souvenir dari Korea ini untuk refrensimu.
Siapa bilang aplikasi visa Australia itu rumit dan berbelit-belit? Baca panduan ini untuk mengetahui lebih lanjut cara mudah mengajukan permohonan visa Australia!
Kalau ke Jepang, pastinya jalan-jalan ke Gunung Fuji itu wajib! Ayo simak cara termurah pergi ke Mount Fuji dari Tokyo yang satu ini.
Kafe dengan garansi puas dan ketagihan deh!
Punya waktu cuma 24 jam di Sukabumi? Simak itinerary lengkapnya!
Punya waktu cuma 24 jam di Bogor? Simak itinerary lengkapnya!
Bonus pemandangan Gunung Slamet.
Banyak wisata dan kafe baru!