Ini dia daftar negara yang bisa kamu kunjungi tanpa pengurusan visa fisik di kedubes dengan paspor Indonesia kamu! Bebas visa fisik ke negara-negara terkenal seperti Maldives, Jepang dan Hong Kong dan lainnya lho!

Kalau menurutmu Bali sudah terlalu mainstream dan terlalu ramai, mungkin sudah waktunya mencoba liburan ke Lombok. Hanya sekitar 18 menit penerbangan dari Bali, Lombok terasa seperti berada di dunia yang berbeda. Jika Bali identik dengan jalanan yang ramai, beach club, yoga retreat, dan kawasan wisata yang selalu dipadati turis, Lombok justru menawarkan suasana yang lebih tenang dan santai. Di sini kamu bisa menemukan pegunungan yang dramatis, hutan hijau, air terjun yang menyegarkan, hingga desa tradisional yang masih mempertahankan budaya lokalnya.
Baca juga : Panduan Mendaki Gunung Rinjani Yang Harus Kamu Tahu
Lombok memang terkenal dengan pantai-pantai cantik dan pulau kecil yang disebut Gili. Tapi, kalau kamu sudah bosan dengan itinerary yang isinya pantai, pantai, dan pantai lagi, jangan buru-buru mencoret Lombok dari daftar liburanmu. Ada banyak tempat wisata di Lombok selain pantai dan Gili yang tak kalah menarik untuk dijelajahi. Mulai dari wisata sejarah dan budaya di Mataram, perbukitan dengan pemandangan sunset, hutan yang asri, air terjun tersembunyi, hingga desa tradisional Suku Sasak. Yuk, lihat destinasi mana saja yang bisa kamu masukkan ke itinerary!
Perjalanan menjelajahi Lombok bisa kamu mulai dari Kota Tua Ampenan, kawasan bersejarah yang berada tidak jauh dari pusat Kota Mataram. Suasananya terasa lebih santai dibandingkan kawasan wisata Lombok lainnya. Di sepanjang area ini, kamu bisa menemukan bangunan-bangunan tua, toko lokal, serta berbagai warung yang membuat suasana kota terasa autentik.
Setelah puas berjalan-jalan, lanjutkan perjalanan menuju Pantai Ampenan yang hanya berjarak sekitar 5–10 menit dari pusat Mataram. Waktu terbaik untuk datang adalah sekitar pukul 5 sore ketika warung-warung makanan mulai ramai. Sambil menunggu matahari terbenam, kamu bisa mencicipi jajanan lokal seperti pisang epe, yaitu pisang yang dibakar, atau jagung bakar. Sederhana, tetapi justru pengalaman seperti inilah yang membuat perjalanan terasa lebih dekat dengan kehidupan masyarakat lokal.
Sebagai wisatawan Muslim, Islamic Center Mataram tentu menjadi salah satu tempat yang menarik untuk dikunjungi. Bangunan ini merupakan salah satu landmark paling ikonik di Kota Mataram dengan arsitektur Islam yang megah dan mudah dikenali dari kejauhan.
Jangan hanya berhenti di area masjid. Kamu juga bisa naik ke Menara 99 untuk menikmati pemandangan Kota Mataram dari ketinggian. Tiket masuk menara sekitar Rp25.000 untuk wisatawan lokal dan Rp50.000 untuk wisatawan mancanegara. Waktu terbaik untuk naik adalah pagi sebelum pukul 10.00 atau menjelang sore. Hindari tengah hari karena area menara yang didominasi kaca bisa terasa cukup panas.
Kalau kamu tertarik dengan sejarah Lombok, Taman Mayura bisa menjadi destinasi berikutnya. Taman bersejarah ini merupakan peninggalan Kerajaan Karangasem Bali yang pernah memiliki pengaruh kuat di Lombok. Area taman terasa cukup tenang dengan kolam besar dan pepohonan hijau yang membuatnya cocok untuk berjalan santai sambil menikmati suasana.
Menariknya, Taman Mayura berada tepat di seberang Pura Meru, sehingga kamu bisa mengunjungi dua tempat bersejarah sekaligus. Perpaduan kedua destinasi ini juga menunjukkan bahwa sejarah Lombok sangat beragam. Meskipun mayoritas masyarakat Lombok saat ini beragama Islam, berbagai budaya dan tradisi telah hidup berdampingan dan membentuk karakter pulau ini selama berabad-abad.
Masih berada di kawasan yang sama, Pura Meru merupakan salah satu pura terbesar dan terpenting di Lombok. Dibangun pada tahun 1720, pura ini memiliki tiga bangunan meru utama yang melambangkan konsep Trimurti dalam agama Hindu.
Lokasinya yang berada di pusat Mataram membuat Pura Meru cukup mudah dijangkau dari berbagai kawasan kota. Jika kamu datang ketika sedang ada upacara keagamaan, suasananya akan terasa jauh lebih hidup dengan berbagai aktivitas tradisional. Namun, berkunjung pada hari biasa juga tetap menarik karena kamu bisa melihat langsung arsitektur pura dan memahami sedikit tentang keberagaman budaya yang ada di Lombok.
Kalau kamu adalah pemburu sunset, Bukit Batu Idung wajib masuk dalam daftar. Berada di Kecamatan Lembar, sekitar 30 menit dari Mataram, bukit ini menawarkan panorama luas ke arah perbukitan, daratan, dan garis pantai Lombok.
Bukit Batu Idung juga dikenal sebagai salah satu lokasi paralayang di Lombok. Jika cuaca dan kondisi angin mendukung, kamu mungkin bisa melihat para penerjun paralayang melayang di atas perbukitan. Datanglah menjelang sore, cari tempat yang nyaman, lalu nikmati perubahan warna langit perlahan hingga matahari tenggelam. Untuk parkir, biayanya relatif murah, sekitar Rp2.000.
Kalau kamu ingin mencari tempat dengan suasana yang lebih sepi, coba masukkan Bukit Pengawisan ke dalam itinerary. Tempat ini masih cukup sering terlewat dari itinerary wisatawan, dan justru itu yang membuatnya menarik bagi kamu yang ingin menemukan sisi Lombok yang lebih tenang.
Akses menuju bukit memang tidak sepopuler destinasi wisata lainnya. Setelah melewati Hotel Sundancer, kamu bisa berbelok ke kiri, kemudian sekitar 300 meter setelahnya terdapat jalan kecil di sebelah kanan menuju bukit. Motor maupun mobil bisa masuk hingga area tersebut. Karena belum terlalu ramai, Bukit Pengawisan cocok untuk menikmati pemandangan tanpa harus berbagi tempat dengan terlalu banyak wisatawan.
Ingin menjauh sejenak dari panasnya kawasan pantai? Hutan Sesaot dan Mata Air Aik Nyet bisa menjadi pilihan yang menyegarkan. Lokasinya sekitar 25 kilometer atau kurang lebih 30 menit perjalanan dari Mataram. Kawasan ini dipenuhi pepohonan hijau dengan aliran sungai yang jernih dan mengalir sepanjang tahun.
Suasananya cocok untuk piknik santai, bermain air, atau bahkan camping. Sambil menikmati udara sejuk dan suara aliran sungai, kamu juga bisa mencicipi kuliner khas Lombok seperti sate bulayak. Hidangan ini terdiri dari potongan daging yang ditusuk seperti sate, disajikan bersama lontong khas Lombok yang dibungkus daun lontar dan saus kacang. Cocok banget untuk mengisi tenaga setelah menjelajahi hutan.
Kalau kamu sedang dalam perjalanan menuju kawasan Gili, jangan langsung melewati Bukit Nipah. Berada di Desa Malaka, sekitar 45 menit dari Mataram, bukit ini menawarkan pemandangan laut yang luas dengan suasana yang cukup santai.
Di sekitar kawasan bukit terdapat beberapa restoran dan warung yang menyajikan ikan bakar serta makanan lokal lainnya. Bayangkan menikmati ikan bakar dengan pemandangan laut di depan mata—sederhana, tetapi terasa seperti liburan yang sebenarnya.
Waktu terbaik untuk datang adalah sore hari. Selain cuacanya lebih nyaman, kamu juga bisa mendapatkan bonus pemandangan sunset. Duduk santai, pesan makanan, lalu biarkan langit berubah warna menjadi jingga sebelum melanjutkan perjalanan menuju destinasi berikutnya.
Kalau kamu lebih suka petualangan di alam, Air Terjun Sendang Gile wajib masuk dalam itinerary. Berada di Desa Senaru, Lombok Utara, destinasi ini berjarak sekitar 2,5 jam perjalanan dari Mataram dan dikelilingi hutan tropis yang masih hijau.
Untuk mencapai air terjun, kamu perlu berjalan kaki melewati sejumlah anak tangga dan jalur yang cukup menantang. Jadi, pastikan menggunakan sepatu yang nyaman dan membawa air minum yang cukup. Tiket masuknya sekitar Rp10.000 per orang, sementara biaya parkir sekitar Rp5.000. Kamu juga bisa menggunakan jasa pemandu lokal dengan biaya sekitar Rp75.000 jika baru pertama kali datang.
Perjalanannya memang membutuhkan sedikit tenaga, tetapi begitu suara air terjun mulai terdengar dan pepohonan hijau terbuka di depan mata, rasa lelah perlahan akan hilang. Air yang jatuh dari ketinggian dengan latar hutan tropis membuat Sendang Gile menjadi salah satu tempat wisata alam yang sayang untuk dilewatkan.
Sudah sampai di Sendang Gile? Jangan langsung pulang. Lanjutkan perjalanan menuju Air Terjun Tiu Kelep yang masih berada di kawasan yang sama. Dari Sendang Gile, kamu perlu berjalan sekitar 15 menit lagi melewati jalur hutan dan menyeberangi aliran sungai kecil.
Banyak wisatawan menganggap Tiu Kelep sebagai salah satu air terjun tercantik di Lombok. Airnya jatuh melebar seperti tirai alami dari atas tebing, sementara sekelilingnya dipenuhi pepohonan hijau. Pemandangannya terasa seperti menemukan sebuah tempat rahasia di tengah hutan.
Menariknya, perjalanan menuju Tiu Kelep juga menjadi bagian dari pengalaman. Berjalan di antara pepohonan, melewati jalur hutan, menyeberangi sungai, lalu tiba-tiba mendengar suara air terjun yang semakin jelas membuat perjalanan terasa seperti sebuah petualangan kecil.
Kalau ingin mengenal Lombok lebih jauh, jangan hanya melihat keindahan alamnya. Datanglah ke Desa Adat Sade untuk melihat langsung kehidupan dan budaya masyarakat Suku Sasak. Desa ini mempertahankan rumah tradisional, berbagai adat istiadat, hingga tradisi menenun yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Saat berjalan menyusuri desa, kamu bisa melihat rumah-rumah tradisional sekaligus menyaksikan perempuan setempat membuat kain menggunakan alat tenun manual. Kamu juga bisa belajar mengenai kehidupan masyarakat Sasak, termasuk tradisi pernikahan dan berbagai kebiasaan yang masih dipertahankan hingga sekarang.
Desa Sade berada di Desa Rambitan, Kecamatan Pujut, sekitar satu jam perjalanan dari Mataram. Biasanya wisatawan memberikan donasi secara sukarela, dengan kisaran sekitar Rp20.000–Rp50.000 per kelompok. Kalau tertarik dengan kain tenun tradisional, kamu juga bisa membelinya langsung dari pengrajin lokal. Harga syal tenun berukuran kecil biasanya mulai dari sekitar Rp150.000, sekaligus membantu mendukung perekonomian masyarakat setempat.
Sebagai penutup perjalanan, Bukit Merese bisa menjadi pilihan yang sempurna. Berada di kawasan Kuta Lombok, bukit ini menawarkan pemandangan perbukitan hijau yang bertemu dengan birunya laut. Tidak heran jika tempat ini menjadi salah satu spot sunset paling populer di Lombok.
Datanglah menjelang sore agar kamu punya cukup waktu untuk naik ke atas bukit dan mencari spot terbaik. Ketika matahari mulai turun, warna hijau perbukitan perlahan berubah menjadi keemasan dan cahaya matahari membuat garis pantai terlihat semakin cantik. Pemandangannya benar-benar cocok untuk menjadi penutup perjalanan.
Kamu juga bisa menggabungkan Bukit Merese dengan beberapa destinasi di sekitarnya, seperti Pantai Tanjung Aan, Batu Payung, dan Pantai Seger. Jadi, dalam satu hari kamu bisa menjelajahi beberapa destinasi sekaligus dan menutup perjalanan dengan menikmati sunset dari atas Bukit Merese.
Baca juga : Airbnb Lombok Dengan View Pantai Yang Asri Dan Menenangkan Jiwa
Lombok memang terkenal karena pantai dan Gili-nya yang cantik, tetapi pesona pulau ini sebenarnya jauh lebih luas. Mulai dari wisata sejarah di Mataram, bukit dengan pemandangan sunset, hutan yang asri, mata air yang jernih, air terjun yang tersembunyi, hingga desa tradisional Suku Sasak, semuanya menawarkan pengalaman yang berbeda. Jadi, kalau kamu sedang merencanakan liburan ke Lombok, jangan hanya memasukkan pantai ke dalam itinerary. Simpan artikel ini dan mulai susun perjalananmu untuk menjelajahi sisi lain Lombok yang tak kalah menarik!
Dipublikasikan pada
Dapatkan tips dan berita travel terbaru!
Ini dia daftar negara yang bisa kamu kunjungi tanpa pengurusan visa fisik di kedubes dengan paspor Indonesia kamu! Bebas visa fisik ke negara-negara terkenal seperti Maldives, Jepang dan Hong Kong dan lainnya lho!
Ini dia 10 gunung yang harus kamu daki di Indonesia untuk melihat pemandangan mempesona negara kita! Mulai dari gunung yang mudah didaki hingga gunung yang tersusah untuk dijajahi!
Lupakan Perancis dan Inggris! Kunjungi 10 negara di Eropa ini yang tidak kalah cantik tapi jauh lebih murah dan luar biasa saja.
Siapa bilang tidak ada yang bisa dilihat di Surabaya? Ini dia 10 tempat di Surabaya yang harus kamu kunjungi!
Artikel ini dikontribusikan dan ditranslasikan oleh Seoul Wanderlust Stories. For the English version of this article, read it here. Ini dia 10 tempat di Seoul favoritku yang bisa dijadikan background keren untuk foto Instagram kamu! Nota: Tempat-tempat disini hanya tempat yang pernah saya kunjungi langsung. Di akhir daftar, saya akan memasukkan beberapa tempat ekstra yang instagramable juga tapi […]
Pernah terbayang meluncur di udara pakai zip wire menuju Nami Island?
Wajib dikunjungi untuk liburan pertamamu di Barcelona!
Kamu punya banyak opsi untuk memilih akomodasi liburan terbaik di Jogja.
Ada yang harganya Rp 100 ribuan!
Banyak yang dekat tempat wisata terkenal dan pusat perbelanjaan.